[LAY BIRTHDAY PROJECT] Hearing For Love

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] ~ Hearing For Love-ChenSoo. 《ROMANCE~ Cast: Zhang Yixing(LAY) dan Kim Ha Neul.》
~~~
“Ting” Lay bergegas mengambil ponselnya, “Ternyata ada pembaruan status” Gumam Lay. ‘Lain kali aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi!!’~”Status apaan ini?, Ajushii… dia kenapa?” Lay penasaran dan segera mampir ke bawah.

“Ajushi nya gak ada” Kemudian Lay segera keluar menuju kedai Salguksu yang di miliki oleh Ajushi.
“Oh! Kauu!! Yang tinggall… dii.. lan… lantai 2 bukan?” Tanya Ajushii. “Dia mabuk?”
“Ajushi kau kenapa? Mau aku temani minum?” “Yyaa!! Chigeum!! Sini”
Lay duduk di hadapan Ahjushii tersebut.
“Harusnya dia bilang kalau dia seorang penipu. Sekkiaa. Diaa.. aa…aku sudah membeli rumah lain untuk pernikahan aku dan dia. Tapi dia malah mengambil uang ku dan kabur. Untung undangan pernikahan kami belum di sebar. Bikin malu aja.” Jelas Ajushii.

Selama penjelasan Ajushi, Lay seperti mendapatkan UN dadakan. Ia memincingkan matanya dan berfokus pada satu pusat. Yaitu mulut Ajushi.
“Ajj, Ajushii, tolong bicara jangan sambil minum. Ak-Aku tidak tau apa yang kamu bicarakan.” Ucap Lay.
“Ohh! Macchii. Kau kan tidak bisa mendengar. Untukkkk apaaa aku ceeritaa pada mu? LU-PA-KAN.” Ucap Ajushi dengan bagian yang ia eja dengan besar.

“Aa-Araso-“Kriingg” bunyi bel pintu kedai.
“O!Kenapa kau di sini?” Tanya Ajushi. “Kau memasang status yang menggelikan setelah bercerita padaku bahwa kau akan menikah. Aku khawatir pada mu. Ajushi gak papa kan?” Tanya seorang yang baru masuk.

“Kau harusnya bekerja. Kau tak takut kena omel atasan mu Ha Neul?” Tanya Ajushi.
“Biarkan saja. Saat ini harusnya kita minum minum saja. Biar besok segala penat hilang. ” ucap Kim Ha Neul sambil menuangkan sebotol soju ke gelas Ajushi, gelas nya,lalu menawarkan seorang yang dari tadi memperhatikanya. “Kau Mau?” Tanya Ha Neul pada Lay. Lay hanya mengangguk sebagai jawabanya.
~30 menit kemudian.

“Manager Lee Bum Soooo~ akan ku blender dia sampai halus, dan akan ku minum dia…. “Waaee?” Dia selalu menyuruhku ini itu, fotokopi yang berujung beli kopi dengan rasa yang sulit ku ucapkan. Fluuffpy ammcanoo apalah itu namanya. ” ucap Ha Neul yang sedang Ngombrol pada Ajushi.

‘Mereka sedang bicara apa?-” Heii kauu.” Panggil Ha Neul dengan mabuk.
Ha Neul menawarkan sepotong ikan kering pada Lay. “Ahh.. Ne” ucap Lay sambil mengambil Ikan yang di tawarkan tersebut. “Aaa!!” Lalu di tepis Oleh Ha Neul. Dan mengkode Lay untuk membuka mulutnya.
Lay membuka mulutnya lalu ikan tersebut masuk dengan kasar.

“Manager Lee Bum Soo… bilang pada ku. Bahwa perempuan harus cantik atau pintar. Jika sudah tua harus punya salah satu. Tapi dia bilang bahwa istrinya mempunyai kedua hal tersebut. Emangnya aku ingin tau hal itu. ” gumam Ha Neul setengah sadar.

“Hheii… Apa yang kau liat?” Tanya Ha Neul pada Lay yang dari tadi berfokus ‘apa yang ia katakan. Aku tidak bisa membaca gerakan bibirnya.’ Pikir Lay.
“Hheeii!!, Jangan menggoda Lay, dia sebening salju.” Jelas Ajushi.
“Kok gak keliatan.” Gumam Ha Neul. Lalu ia “hehehe..” senyum dan tertidur.
“Hhoooo” Lay menahan kepala Ha Neul agar tidak kepentok meja.
…..
Lay sedang berjalan dengan anjingnya, Ia men-Stalk akun IG Kim Ha Neul.
“Ggukk!!” gonggong anjing Lay. Lay memutar dan mencari siapa yang datang padanya dan siapa yang memanggilnya.

Ternyata Ajushi sedang lewat, ” Ajushi, ada yang ingin ku katakan. Kalau sudah jodoh bakalan bersatu juga kan walau cuek cuekan dan gak pake usaha?” Tanya Lay.
“Wwoohooo… Hyoja? Mana sini Hp mu. Aaa… jadi Kim Ha Neul yang kau suka.?”
“Bu-bbuukann.” Elakk Lay.
“Kau harusnya bilang pada ku dari awal. Ajushi ahli dalam hal ini. Nihhh Hp mu, Low Bat”
“Apa kau mau makan siang spagetti dengan ku? Ajushi kenapa kau mengirim pesan pada nya- Lowww Batt. AJUSHI!” teriak Lay sambil berlari menuju kostan nya untuk mengambil Charger.

[Pc di Ig]’Okeyy… dimana kita akan makan?’ ~HaNeul024
‘Terserah kau saja.’ YixingLay
‘Di restoran dekat kantorku ya. Akan ku berikan alamatnya.’ ~ HaNeul024
‘Baiklah. Tunggu aku’ YixingLay

“Aku menunggu pesan dari mu , kapan kau akan mengajakku minum kopi bersama? Ternyata kamu mengajaku makan siang. ” jelas Ha Neul.
“Kau tak suka? Kita bisa makan yang lain atau minum kopi-
“Bukanya tak suka. Aku kira aku di tolak kamu. Sampai kau tidak mengajaku bertemu. Semua orang mengatakan aku seorang yang menarik. Membuat ku membenahi diri. ” potong Ha Neul.

“Aniyo! Rambut mu indah. Wajah mu cantik dan imut. Pribadimu… menarik juga. Hehe..” ucap Lay kaku.
“Bagaimana dengan suaraku?”Tanya Ha Neul.
Lay mendatarkan bibirnya dan menggigit bibir bagian dalam. Secepat itu juga ia mengubah mimik nya se-alami mungkin.
“Bagaikan…spagetti!!” ~~ “Kau.. kekanakan sekali..” ucap malu Ha Neul. “Kau mau berkencan? ” tanya Ha Neul tiba tiba.

“Uuuhukkk… ken-Kencan? Bi.. bisa kapan?” Tanya Lay Cemas. Pergi makan ke luar rumah saja ia menahan takut mati-matian.
“Minggu depan. Kau yang memutuskan kita akan ngapain. ?”
“Mungkin akan sedikit ekstream. Gak papa?” Tanya Lay khawatir.
“It’s Okey. Yang lebih ekstream kalo makan spagetti terus..”
….
Malam hari, di kost-an Lay.”Kau mau mendengar aku bermain Biola?” Tanya Lay.
“Yaa!” girang Ha Neul.
‘Setidaknya aku bisa membuat kenangan yang indah saat ia memutuskan aku.’ Pikir Lay.
Lagu mengalun dengan indah nya. Seperti ada pesan yang ingin di sampaikan dari biola tersebut. Sayangnya Ha Neul bukan seorang yang ahli Biola.

Permainan biola selesai.
” Sebenarnya aku menyukai mu.
Tapi, maaf,Sebenarnya Aku-” mata Lay memelalak lebar akan yang terjadi padanya saat ini.
Ha Neul mencium bibir seorang laki laki yang ia sukai.

***
“APAKAHH INI YANG KAU BILANG EKSTREAM??” tanya Ha Neul dengan panik.
“YAA , aku sungguh ingin menaiki ini.” Tunjuk Lay pada Rolercoaster. Dan di pandang horor oleh Ha Neul.
“Kenapa?” tanya Ha Neul.

“Akkk…aku berharap ingin mendengar sesuatu.” Jelas Lay dengan Senyum akan harapan. ‘Aku ingin mendengar bagaimana suara mu’ pikir Lay.
“Apa yang ingin kau dengar?” Bingung Ha Neul.
Kemudian Lay membentuk senyum yang lebar, mata yang berbinar akan harapan yang ia inginkan. Seraya berkata “Apa saja, Aku harap aku bisa mendengar apa saja”
“Ada ada aja.”
“AAA!!!” Teriak seluruh orang. ‘tetap tidak bisa mendengar apa pun. Sedikitpun tidak’ pikir Lay.
……
“Aku haus. Aku mau beli minum dulu”
“Mau aku yang belikan?” Tawar Lay.
“Tidak.. tunggu saja sini”. Lay berdiri di pinggir jalan, sambil memainkan ponselnya.

“Tin TINN!!..” suara bel motor lewat tak terdengar oleh Lay.
Motor tersebut menyenggol sesikit bahu Lay. Motor tersebut berusaha menhindari Lay.
Lay segera melepas headset nya dan melihat apa yang terjadi. “Kau… kau tidak mendengar aku mengebel mu dari belakang sana haa!!” Bentak pengemudi motor tersebut.

“Aaj-ajuushhi.maa-maaf ak-” panik Lay. Inilah yang tak ia suka jika berada di tempat yang ramai.
“Kau tak dengar ya!! Kau budeg ya!! Kalau gini siapa yang mau ganti rugi.” Tunjuk pengendara pada Bulgogi yang tumpah.

“Ajj-ajushii.. maaff-maafkan aku. A-kuu tidak bi-bisa me.mendengar” panik Lay.
“Aahhh molaa. Bodo amat.” Lalu pengendara tersebut membaringkan tubuhnya di jalan, tepat di samping motornya yang rusak. “Seorang… siapa saja. Tolong foto aku. Aakkhh… ”

“Aaj.. Ajushi.. sa-saya akan ganti rugi(Lay mengambil dompetnya Panik, mengambil seluruh uang nya dan memberikannya pada pengendara) ini uang untuk ganti rugi.”
“Kau kira ini cukup!! Tampang bagus gitu kok gak bisa mendengar” bentak Pengendara.

Lay jongkok di dekat motor dan membersihkan Mangkuk berisi bulgogi yang betumpahan.
Tanpa di sangka sepasang tangan turut membantu Lay membersihkan mangkuk tersebut.
“Ha Neul-sii”
***
[Setelah permasalahan selesai. Masih di pinggir jalan.]
“Ha Neul, ki-kita harus men.menonton film bagai mana?”

“Ahh tidak yaa? Ba-bagai mana kalau kita menaiki wahana lain?”

“Bagaimana kalau kita makan-(air mata Lay turun. Lantas ia segera menghapusnya) -Spagetti lagi?”

“Bercanda.. Ada sesuatu yang ingin ke bicarakan pada mu. Ta-tapi.. tidak dengan seperti ini. Ah sung-sungguh menyebalkan” ucap Lay sendiri.
“Lay-sii. Aku tidak apa apa” ucap Ha Neul.
“Mianhhaee” lalu Lay berlalu saja. Meninggalkan Ha Neul seorang diri.
…..
“Layyy! Pesan, vidio Call tidak di balas. Kamu kemana aja!!!” Teriak Ha Neul dari depan Kost Lay.
“Aku merindukan mu-Lay” gumam Ha Neul.
Ke-esokan nya Ha Neul mengunjungi kedai Ajushi.
“Ajushi, kau tau Lay pergi kemana?”
“Ia tidak bilang pada mu? Ia pergi ke sungai Han ”

Ha Neul segera berlari ke luar menyusul Lay.
Di lain tempat, Lay baru akan pulang.
Di perjalanan Lay mendapat pesan dari Ha Neul.
‘Kau tidak ada lagi. Kemana kamu bersembunyi? Kalau kau tidak membalas, gantian aku yang akan bersembunyi dari mu’
Pic Ha Neul di depan sungai Han.
‘Tunggu aku- aku akan ke sana’ balas Lay.
“Ajushii putar balik ke sungai Han.”

Ha Neul membalik badan nya. Dan menemukan Lay sedang berlari ke arahnya.
Ha Neul berlari juga.
Setelah berjarak 1Meter. Ha Neul memukul Lay dengan tas nya lalu memukulnya dengan tangan.

“Aku hampir saja mati karna menikmati angin sungai Han sendirian.” Ucap Ha Neul.
Lay masih melindungi bahunya yang menjadi korban pukul.
“Sama sekali tidak lucu tau!!” Gumam Ha Neul. Lay tersenyum dan membawa Ha Neul ke dalam pelukanya.
“Untung kau ganteng, Jadi ku maafkan” jelas Ha Neul di balik bahu Lay.

Lay segera menarik dirinya,” Kau-Kau mengatakan sesuatu?” Tanya Lay.
“Aku haus.” Ucap Ha Neul sambil mengambil air dari tasnya. “Aku bawa jus apel” Lay tak mengetahui apa yang di katakan Ha Neul karna Lay menunduk melihat botol tersebut.
Lay memberikan tatapan (?).
“Ini jus jambu. Kamu mau?” Tanya Ha Neul kembali.

Lay tersenyum dan mencium Ha Neul. Sekarang ia memiliki seorang Ha Neul yang akan selalu membimbingnya.
THE END~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s