[LAY BIRTHDAY PROJECT] FIRST LOVE

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] FIRST LOVE – Maria73_
Cast: Zhang Yixing, Park Linna(oc), Oh Sehun, Xi Luhan, Kim Minseok, Kim Jongdae, Do Kyungsoo
Genre: Sad Romance || Rating: General

~First Love~

Aku memandangi kertas yang bertuliskan ‘Kanker hati’ itu kata pertama yang kubaca saat pertama kali membuka amplop. Aku menghela nafasku berat. Sekali lagi, masalah datang. Meskipun dokter bilang umurku tak akan bertahan lama, tapi.. dia hanya dokter bukan? Bukan dia yang mengatur seberapa panjang umurku.
~~~


Aku berjalan memasuki gerbang, Kupandangi sekilas gedung sekolah yang kutempati 3 tahun terakhir. ‘Seoul International Senior High School’ Tempat dimana aku mulai menemukan sahabat-sahabatku, juga cinta pertamaku. Sekolah ini begitu banyak menyimpan kenangan bagiku. Aku memutuskan untuk duduk saja di taman sekolah. Baru sebentar aku duduk. Datang ke-empat sahabatku menghampiriku. “ya! Yixing-ah!! Kau kemana saja? Dari tadi kami berkeliling mencarimu” kata Minseok. Sementara ketiga sahabatku yang lain Jongdae, Sehun dan Luhan ikut duduk di salah satu kursi taman tempat aku duduk. “kau sedang apa sih” tegur Sehun “aku sedang main game, Sehun-ah” kataku. “ayo kita masuk, kita keliling sekolah. Aku ingin mengenang setiap kejadian di sudut sekolah ini” kataku. “tumben sekali kau ingin berkeliling, seperti ingin pergi saja” Minseok seperti menebak-nebak keadaanku. Mereka tidak tahu tentang penyakitku. “ah, kan memang kita akan pergi. Sebentar lagikan, kita udah lulus. Aku ingin mengenang saja. Ayolahh” mohonku pada mereka. Kami berkeliling mengitari sekolah. Sampai pada sebuah ruangan aku menghentikan langkahku. “Yixing-ah… kau tidak ingat tempat ini?” tanya Jongdae. Aiiishh, tentu saja aku ingat. Tapi kenapa harus diungkit lagi. Aku hanya ingin melupakannya. “eung, yah.. tentu” jawabku kikuk. “aku masih ingat bagaimana wajahmu merah saat mengatakannya pada Linna” sahut Minseok. “ah, .. sudahlah, aku ingin melupakannya” jawabku malu, sedangkan mereka malah terkekeh. Mereka memutuskan untuk duduk di tangga ini saja. Lelah , katanya. Maka aku mengikuti mereka duduk di salah satu anak tangga. Tempat ini, disini aku pertama kalinya menyatakaan perasaanku padanya.
#Flashback
“saranghaeyo Park Linna” Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Aku masih ingat raut wajah kagetnya, lalu ia tersenyum. Senyum favoritku. Aku tidak memberinya waktu untuk membalas perkataanku. “Mianhae, setelah ini, anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa. Setelah ini, tetaplah bersikap seperti biasanya” kataku langsung. Ia hanya mengangguk. Setelah kejadian itu, aku dan Linna tetap bersikap seperti biasa. Tidak ada kecanggungan antara kami. Karena memang kami sudah dekat. Aku tahu aku tak pantas untuknya. Aku hanya memandanginya dari jauh. Tak lama setelah kejadian itu, kudengar dari Luhan kalau ia berpacaran dengan salah satu adik kelas kami. Saat itulah sahabat-sahabatku memintaku melupakannya. Bohong kalau aku bilang aku tidak sakit. Perasaanku saat itu, hancur. Aku menyukainya saat pertama kali bertemu dengannya. Dan bodohnya aku, baru menyadarinya saat kami akan naik kelas. Linna yang sering bermesraan dengan Pacarnya itu di sekolah. Perlahan aku mulai terbiasa dengannya. Sampai akhirnya mereka putus, akupun tak tahu penyebabnya. Yang kutahu pacarnya berselingkuh darinya. Apa dia sedih? Bagaimana keadaannya saat ini? Berjuta pertanyaan berkelebat di kepalaku. Aku hanya ingin dia bahagia.
#flashback off
Suara bel sekolah membuyarkan semua lamunanku, aku berjalan pulang menuju rumah. Rumah sekaligus neraka bagiku. Kenapa kusebut neraka? Aku sebagai anak tidak pernah diperlakukan layaknya anak. Walaupun aku hanya anak tiri tetapi setidaknya mereka harus memperlakukan ku dengan layak bukan? Aku memasuki rumah, baru saat melepaskan sepatu. “erghh” erangku. Kupegangi bagian perutku yang terasa amat sakit. Ah, penyakit ini mulai kambuh karena aku lupa meminum obatnya. aku mencoba menggapai lemari belajarku, tempat aku menyembunyikan obat-obatanku. Aku juga menyembunyikan penyakitku dari kedua orang tuaku. Dengan segera kuteguk obat itu dengan segelas air. Kubaringkan tubuhku di kasur. Perasaanku mulai tenang, bagaimana kalau penyakit ini kambuh di saat yang tidak tepat?
~~~
Dua minggu sekali, aku mulai menjalankan kemoterapi. Untuk membiayai kemoterapiku, aku bekerja paruh waktu setelah pulang sekolah sebagai penjaga warnet. Tiap pulang sekolah, orang tuaku pasti menanyakan kenapa aku selalu pulang terlambat. Aku hanya mengatakan kalau setiap hari sekarang ada bimbel sepulang sekolah untuk siswa tingkat akhir. Aku memang tidak sepenuhnya berbohong, memang sekolah mengadakan bimbel, tapi aku tidak mengikutinya. Aku memilih bekerja sambil belajar. “kau siap?” Tanya Dokter yang kuketahui namanya adalah Do Kyungsoo. Aku mengangguk pasti, kemoterapi pun dimulai. Aku disuruh untuk membaringkan diri di salah satu matras rumah sakit itu. Menunggu efek dari obat yang kuminum, tak selang berapa lama, rasa itu datang. Rasa itu menjalari seluruh tubuhku. “arghhhhhhhh” erangku nyaring. Perutku mual, seakan isi perutku ingin keluar semua. Tubuhku, rasanya seperti terlindas sebuah truk. Aku tau ini adalah konsekuensi yang harus kuterima saat aku memutuskan untuk kemoterapi. Dengan panik suster menghampiriku dan membantuku untuk mengeluarkan isi perutku. Aku mendesah lega, tubuhku mulai tenang. Rasa sakit itu perlahan sirna. Suster itu memijat-mijat tengkukku. “apa kau tidak ditemani keluargamu?” Tanya suster itu. Aku tersenyum miris mengingat nasibku yang seperti ini. “aku merahasiakan ini.“ jawabku, suster itu meng-oh- kan perkataanku. “aku boleh pergi sekarang?” tanyaku. Suster itu tersenyum , “tentu, tapi kau harus menemui dokter dulu untuk memeriksakan kondisimu” jawabnya. “jadi bagaimana dok? Apakah sel kanker itu makin menyebar?” tanyaku. Dokter itu mengangguk. “kau harus segera mendapatkan donor Hati. kanker, makin lama menuju akut. Kemoterapi dan segala jenis obat-obatan itu hanya untuk menghambat” jelasnya. “ kankermu sudah kebal, aku akan memberimu obat dengan dosis sedikit lebih berat. Jangan terlambat meminumnya, makanlah makanan yang sehat” nasehat dokter itu sambil menulis seusatu di kertas resepnya. “arrasseo dokter”jawabku. Ia hanya tersenyum.
~~~
Sudah 6 bulan aku mengidap penyakit ini, dan selama itulah aku mengalami siksaan saat kemoterapi. Kini penyakitku sudah akut, rambutku juga sudah mulai rontok. Aku harus pandai menutupinya sekarang. “Yixing-ah! tunggu” teriak Luhan. Ia berlari ke arahku dan tak sengaja menyentuh rambutku. Ia terkejut melihat begitu banyak rambutku yang rontok di tangannya.
“Yixing… rambutmu..” tanyanya. Aku menepis tangannya. “sudahlah,aku hanya salah pakai shampoo” elakku. Ia tetap bersikukuh dengan pendiriannya. “tapi…” ”sudahlah, lebih baik kau temani aku ke perpustakaan sekarang, kajja” potongku sambil menarik tangannya. Saat aku berjalan menuju koridor sekolah, samar-samar kulihat seorang yeoja mendekatiku dan menyebut namaku berulang-ulang. “Lin..Linna” kataku sebelum ambruk dipelukannya.
*Linna Pov*
“Lin..Linna” katanya sebelum terjatuh di pelukanku. Yixing, ia kenapa. Segera ku bawa ia ke UKS. Kulihat keempat sahabatnya terkejut melihat kejadian ini. Sudah 2 jam dan Yixing belum juga sadar. Dari tadi keempat sahabatnya ini terus saja mengintrogasiku. Kulihat Minseok dan Jongdae semakin gelisah melihat sahabatnya tak berdaya seperti itu. Kenapa aku masih disini? Apa yang kutunggu? Aku ingin pergi tapi, hatiku melarangnya. Aku bingung dengan diriku sekarang. Saat pulang sekolah, kudengar Yixing belum juga sadar dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, kulihat ke-empat sahabatnya itu tertunduk sedih. “ada apa sebenarnya?” Tanyaku. Sehun yang memang akrab denganku mendongakkan kepalanya.
“Yixing.. dia.. dia kanker..” ia berbicara tidak jelas, membuaku semakin bingung. “Sehun-ah bicaralah yang jelas!” kataku setengah membentak. Sehun kembali menundukkan kepalanya. Kini Jongdae yang menjelaskan padaku. “Yixing ternyata mengidap Kanker akut” tukasnya. Aku sangat terkeut..entah mengapa aku jadi sesak.
*pov end*
Sudah 2 minggu Yixing tidak sadarkan diri.
Minseok terdiam, selama ini dia yang paling dekat dengan Yixing. Ia tentu tidak akan sanggup melepaskan sahabatnya itu, apalagi dengan cara seperti ini. Minseok mengambil hp Yixing yang tergeletak di meja. Ia ingat di Hp ini ada diary Yixing. Minseok membacanya satu persatu diary itu. Air matanya menetes sedikit demi sedikit. kini Linna yang memegang hp itu. ‘Aku benar-benar menyayanginya. Park Linna, saranghae~ Sekeras apapun aku mencoba melupakanmu. Tetap tidak bisa. Kau selalu mencari sosok orang yang tulus menyayangimu. Tapi kau tak sadar juga ada aku yang amat sayang padamu. Aku tak mengharapkan balasan dari perasaannya. Cukup dengan dia bahagia, aku akan bahagia. Termasuk bahagia dengan namja lain. Saranghaeyo.. Linna.’ Linna tersentak membaca salah satu diary Yixing tentangnya. ‘sebegitu tuluskah dia’ batin Linna. “kami .. memutuskan untuk mencabut selang-selang di tubuh Yixing” ucap Sehun. Linna tersentak ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, frustasi. “aku, mencintaimu Yixing” kata Linna.
*Yixing pov*
Linna terkejut, “Yixing-ah.. kau sadar !” serunya girang. “sa..rang..hae Linna..ah…” kataku terbata, ia mengangguk disela pelukan kami. “nado, Yixing-ah. Nado saranghaeyo.. maafkan aku” jawabnya, aku terkejut. Tapi waktuku tidak lama lagi. Aku tersenyum, dan menutup mataku perlahan dan yang terkahir kudengar hanya teriakan Linna yang memanggil namaku.
*pov end*
Linna memandang ranjang yang baru beberapa menit lalu ditempati Yixing. Kini namja itu tiada lagi. Namja itu sekarang, tenang di alamnya.
“saranghae Yixing-ah” ucap Linna.
Aku berjanji… di kehidupan yang akan datang..
kau akan menjadi milikku..
aku akan bersumpah, tidak akan menyia nyiakanmu lagi..
Tunggu… tunggu aku di sana
Saranghae Zhang Yixing

#TheEnd

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s