[LAY BIRTHDAY PROJECT] Cupid (Ahjumma)

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] Cupid (ahjumma) – Adella
Lay & Kei (OC) || romance, little humor || T

°°°

“Sudah tidak ada yang mau di beli kan?”Tanya seorang gadis berambut pendek sebahu, membuat temannya yang berambut panjang berfikir sejenak.

“Aku mau beli liptint cha—”

“Tidak.”yang berambut panjang mengerucutkan bibirnya lucu. Memangnya kenapa jika ia ingin berbelanja lagi? Toh barang belanjaannya hanya—

“Kau sudah berbelanja banyak sekali Kei, dan aku sudah lelah. Aku ingin pulang.”

—sedikit, ah tidak. Jika dilihat memang barang belanjaannya sangat banyak. Kedua tangannya sudah banyak membawa belasan paperbag.

“Ayolah hyori, hanya satu liptint saja. Ya-yaa??”Kei atau gadis berambut panjang itu menarik-narik tangan temannya yang bernama hyori disertai aegyo lucu.

“Tidak.”Kei semakin menarik tangan hyori dengan kencang. Menurutnya jika sedikit paksaan mungkin hyori akan luluh. Tetapi…

Brakk

Kei menghentikan tarikannya dan menatap horor beberapa tas yang tadinya tergantung di toko kini jatuh berserakan.

“Kyaaa!! Dasar anak-anak nakal!!”Dari dalam toko keluarlah seorang wanita paruh baya dengan wajah marahnya membuat Kei dan Hyori kelagapan dan mengambil langkah seribu.

“Tidakk, itu bukan salahku ahjumma!! Kei yang menjatuhkan tas-tas mu!!”Teriak Hyori sambil berlari sedangkan Kei menyusul dengan mendumal kesal pada Hyori.

“Teman macam apa kau??!”Kei berlari dengan sedikit kesulitan membawa belasan paper bag yang berisi barang belanjaannya. Ia menoleh kebelakang dan menemukan ahjumma pemilik toko yang masih semangat mengejarnya.

“Kyaa ahjumma aku minta maaf!!”

“Kemari kau!! Tanggung jawab anak nakal!!”Kei mempercepat langkahnya. Entah kemana hilangnya Hyori ia sudah tidak perduli. Yang sekarang ia pikirkan adalah bagaimana cara lolos dari kejaran ahjumma pemilik toko yang sedang mengamuk.

Pandangannya menyusuri jalan setapak yang tak jauh dari pertokoan tempatnya berbelanja tadi. Tak jauh dari posisinya terdapat seorang pria yang sedang memarkirkan motornya. Tanpa pikir panjang Kei menaiki jok penumpang lalu menepuk bahu si pria.

“Hey cepat bawa aku pergi!!”

“Apa-apaan? Aku mau parkir,”

“Hey anak nakal!!!”

“Kyaaa cepatt!! Tolong akuu, aku di kejar oleh ahjumma itu!!”

“Kau mencuri yaa?”

“Ti-tidak. Sekarang cepat bawa aku pergi. Kalau tidak ahjumma itu akan menangkapku.”

“Wah,ternyata kau benar pencuri. Ahjummaa ini pencurinya sudah ter—”pria itu menghentikan ucapannya saat mulutnya disumpal oleh gadis aneh yang tadi menaiki motornya tanpa izin.

Belum sempat si pria melayangkan protes namun Kei sudah membuat pergerakan lagi. Ia menuruni jok penumpang, lalu menggeser duduk pria didepannya sehingga Kei ‘lah yang kini berada di jok depan motor. Barang belanjaannya ia serahkan pada si pria yang masih mematung karna tidak mengerti.

“Pegangan!!”Kei melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga pria di belakangnya memekik keras dan berpegangan pada bahunya.

“Dasar gilaa!!”Kei tidak memperdulikan gumaman pria di belakangnya. Ia terus menyetir hingga berhenti pada sebuah kedai kopi.

“Huh, hampir saja.”Kei mengusap peluh yang mengalir di dahinya.

“Apa kau sudah gila?! Bagaimana jika tadi kita tertabrakk?!”si pria turun dari motor lalu membuang asal belanjaan milik Kei.

“Hey apa-apaan?! Kalau isinya rusak bagaimana?!”Kei memarkirkan motornya asal lalu mengambil belanjaannya yang tergeletak di lahan parkir kedai.

“Huh, kau ini siapa sebenarnya?”Pria itu menatap aneh Kei.

“Aku Kei, sebelumnya aku minta maaf telah merepotkanmu. Tapi tadi aku benar-benar butuh bantuanmu.”Kei membungkukan tubuhnya satu kali ke pria itu.

“Tapi kau bukan benar-benar pencuri kan?”Tanya pria itu sambil memicingkan matanya menatap curiga pada sosok Kei yang kini memutar bola matanya malas.

“Aku bukan pencuri,oke? Aku tadi tidak sengaja menjatuhkan beberapa tas milik ahjumma pemilik toko itu.”

“Lalu kau meninggalkannya begitu saja? Dengar ya, jika kau sudah berbuat salah, seharusnya kau meminta maaf dan bertanggung jawab. Pantas saja ahjumma itu marah, kau bukannya bertanggung jawab tetapi malah pergi begitu saja.”

“Iya iya, aku tau aku salah. Aku minta maaf.”

“Kenapa meminta maaf padaku?”

“Lalu aku harus kembali ke toko itu lalu kembali di kejar ahjumma pemilik toko? Oh, itu menyeramkan.”

Pria itu tersenyum tipis lalu mengusak rambut Kei dengan gemas. “Aku akan menemanimu kembali, aku jamin ahjumma tadi tidak akan marah.”

Kei menautkan alisnya bingung, jadi ia harus kembali?

“Kau mau ku tinggal?”Kei tersadar saat si pria telah naik ke atas motornya. Uh, sepertinya ia memang harus kembali, meminta maaf tidak ada salahnya.

Kei beranjak menaiki jok penumpang pada motor dan mengeratkan pegangannya pada pinggang si pria.

“Ah ya, siapa namamu?”Tanya Kei saat ia teringat bahwa mereka belum berkenalan.

“Aku Zhang Yixing, tapi panggil saja Lay.”ujar si pria atau Lay yang kini melajukan motornya perlahan.

Omong-omong, itu adalah kejadian tiga tahun lalu. Setelah Kei dan Lay meminta maaf pada ahjumma pemilik toko hingga mereka di hukum untuk membantu menjaga toko selama tiga hari berturut-turut, mereka menjadi semakin dekat. Hubungan keduanya terjalin baik hingga mereka menikah setelah satu tahun. Kini, mereka sedang menikmati waktu senggang bersama anaknya, gadis lucu berumur satu tahun berkuncir dua itu sedang bermain di halaman belakang rumah. Dengan Kei dan Lay yang mengawasi sambil berangkulan ria di kursi yang tersedia di pinggir halaman.

Kei menyandarkan kepalanya pada bahu Lay sambil tersenyum senang melihat anaknya yang terlihat sangat riang.

“Dia lucu bukan?”tanya Kei yang memejamkan matanya menikmati sentuhan jemari Lay pada puncak kepalanya.

“Tentu saja, dia lucu sepertimu.”ujar Lay mengundang senyum lebar dari sang istri.

“Ayoo, ahjumma bawakan camilan untuk keluarga Zhang!!”

Lay, Kei, dan Ren -anak mereka- serempak menoleh dan menghampiri seorang ahjumma yang membawa sebuah nampan berisi beberapa cemilan dan es krim. Omong-omong, ahjumma itu adalah ahjumma pemilik toko yang dulj bermasalah dengan Kei. Karna mereka sekarang bertetangga, jadi mereka sering kali mengumpul bersama.

“Aku mau es klimm~”Pekik Ren disambut tawa dari orang tua dan ahjumma pemilik toko.

“Tidak boleh, es krim ini untuk eomma,”Goda Kei lalu merebut gelas berisi es krim coklat, membuat Ren mengerucutkan bibirnya sebal. Dengan kaki yang dihentakkan ia menghampiri ayahnya.

“Appa~ eomma jahatt~”Ujar Ren dengan nada lucu, membuat Lay terkekeh.

“Ayo kelitiki eomma!!”Ren memekik senang lalu menerjang Kei bersamaan dengan Lay, mereka bertiga berguling di rumput dengan tawa bahagia.

“Kyaa hahaha, jangan kelitiki eomma~”

“Eomma tidak boleh diampuni, ayo appa telus kelitiki eomma!!”

“Aigoo, mereka sangat lucu.”ujar ahjumma pemilik toko sambil terkekeh melihat kebersamaan keluarga itu. Dan jika dipikir-pikir, Lay dan Kei bisa bertemu dan dekat karna ahjumma pemilik toko. Jadi, mari beri julukan ahjumma pemilik toko menjadi ‘Cupid Ahjumma’?!

[END]

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s