[LAY BIRTHDAY PROJECT] 40 minutes

myhome

 

[LAY BIRTHDAY PROJECT] 40 minutes – ARBHIZHA
Cast:
Zhang Yixing as Zhayi
Fairuz Hissa Bhiya as Bhiya
Genre:
Sad romance

Rating:
Teen

-13.20-
Zhayi In the side
Dia gadis itu lagi gumam zhayi ketika melihat seorang gadis berambut panjang yang kini tengah berjalan di koridor sekolahnya.
Ini bukan pertama kalinya zhayi melihat gadis itu. Gadis yang sukses membuat zhayi tersenyum karena kecantikannya dan membuat zhayi terkagum-kagum karena senyuman indah yang dia miliki. Vivian. Nama gadis itu Vivian, siswi baru di sekolah zhayi yang baru pindah sekitar dua hari yang lalu.

Bhiya in the side
bhiya menghentikan langkahnya ketika melihat pemandangan yang tidak mengenakan untuk dilihat. Zhayi, kekasihnya, sekarang tengah tersenyum melihat seorang gadis cantik yang bhiya kenal, yaitu Vivian. Bhiya mencoba untuk tidak berpikiran buruk, tapi senyum zhayi itu senyum yang sama dengan senyum yang ada bibir zhayi ketika zhayi menyatakan perasaannya kepada bhiya.

-13.27-
Zhayi in the side
Zhayi masih terus memandang ke arah Vivian dengan senyum di bibirnya. Entah kenapa setiap zhayi melihat Vivian, ada getaran dihati zhayi, getaran yang bahkan lebih kencang dari getaran yang zhayi rasakan saat zhayi melihat bhiya yang tidak lain adalah kekasihnya sendiri.
Semakin lama zhayi semakin larut dalam perasaannya sendiri, perasaan aneh yang biasanya hanya zhayi rasakan ketika zhayi bersama bhiya. Tapi sekarang, perasaan ini zhayi rasakan saat zhayi melihat Vivian.

Bhiya in the side
Bhiya berdiri mematung di tempatnya, perasaannya tidak menentu, dia mencoba menebak-nebak apa yang baru saja dia lihat. Bergelut dengan pikirannya sendiri, berharap apa yang dia pikirkan hanyalah sebuah kesalahan.

-13.35-
Zhayi in the side
Tangan kanan zhayi meraba tempat dimana jantungnya berada, kini jantung zhayi berdetak dengan sangat kencang. Kedua bola matanya hanya tertuju pada vivian yang kini berada hanya sepuluh langkah dari tempat zhayi. Vivian yang sedang fokus membaca sesuatu di lembar an kertas putih, tidak sadar kalau dia sedang deperhatikan oleh zhayi. Semua yang Vivian lakukan, mulai dari caranya duduk, caranya berjalan, wajahnya yang kini tengah fokus membaca, semua yang Vivian miliki mulai dari rambut indahnya, senyum manisnya, bola matanya yang berwarna coklat membuat zhayi lupa, lupa akan segalanya tidak terkecuali bhiya yang kini tengah mencoba menahan rasa sakit yang dia rasakan.

Bhiya in the side
Takdir berkata lain, semua yang bhiya pikirkan adalah sebuah kebenaran. Bhiya bukan baru mengenal zhayi sebulan dua bulan, mereka sudah bersama hampir setahun lamanya, jadi itu adalah hal yang mudah bagi bhiya untuk tahu apa yang zhayi rasakan atau apa yang zhayi pikirkan. Tapi hal itu bukannya menjadi kelebihan dalam hubungan mereka, melainkan hanya menimbulkan rasa sakit untuk bhiya. Seandainya bhiya tidak tahu, seandainya bhiya tidak melihat semua ini, dia tidak perlu merasakan rasa sakit ini. ini terlalu menyakitkan batinnya.

-13.50-
Zhayi in the side
Terdapat satu tempat di hati zhayi yang kini mencoba mengingatkannya tentang bhiya. Namun tampaknya itu masih tidak berhasil untuk menyadarkan zhayi. Tadinya zhayi berniat untuk mengajak vivian berkenalan, namun Vivian sudah beranjak dari tempatnya dan menyisakan beribu pesona yang dia tinggalkan pada zhayi. Setelah Vivian hilang dari pandangan zhayi, perlahan zhayi mulai sadar dengan apa yang tadi dia rasakan.

Bhiya in the side
Bhiya mencoba menguatkan hatinya dan mulai berjalan ke arah zhayi. Dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, seolah tidak melihat apa-apa, perlahan-lahan jaraknya semakin dekat dengan zhayi, bahkan dia mulai bias mendengar apa yang sedang zhayi bicarakan.

-14.00-
Zhayi in the side
Zhayi menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba membuat dirinya sadar kembali.
bhiya astaga apa yang baru sajaku lakukan?!. Kini zhayi sudah sadar sepenuhnya, bahkan dia kembali ingat dengan bhiya yang tadi sempat dia lupakan. Zhayi menepuk-nepuk kedua pipinya menggunakan kedua tangnnya.
aku tidak boleh sperti ini, gadis yang sudah susah payah aku dapatkan dan sudah aku jaga mati-matian, tidak mungkin aku lupakan begitu saja. Hanya untuk gadis yang belum tentu bisa lebih baik dari bhiya. Ujar zhayi, kini rasa penyesalan memenuhi hatinya
aku tidak ingin menjadi laki-laki brengsek yang suka menyianyiakan perempuan. aku harus ketemu bhiya sekarang juga. Baru saja zhayi berniat untuk menemui bhiya tapi kini bhiya sudah berdiri dihadapannya.
zhayi, kau masih menungguku? Maaf aku terlambat. Ucap bhiya.
ya sudah tidak apa-apa, ayo kita pulang sekarang. Zhayi langsung berjalan meninggalkan bhiya beberapa langkah dibelakangnya
baiklah, tunggu aku! bhiya segera menyusul zhayi dan membuat dirinya sejajar dengan zhayi.
aku minta maaf tutur zhayi.
untuk apa? Tanya bhiya.
“tentu saja untuk kesalahan yang sudah aku lakukan. Memangnya untuk apa lagi seseorang meminta maaf jika bukan untuk kesalahannya?
ohh aku kira karena apa. Ya baiklah, aku memaaafkanmu”
“memangnya kau tahu apa salahku? kali ini zhayi bertanya sambil menatap wajah bhiya
tidak hehe ucap bhiya ringan sambil memperlihatkan senyumnya. Zhayi yang mendengar perkataan bhiya hanya dapat tertawa kecil, dalam hati dia bersyukur memiliki kekasih seperti bhiya dan juga merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan.

Bhiya in the side
Bhiya terus berjalan ke arah zhayi, pelan-pelan dia mendengar penyesalan yang keluar dari mulut zhayi.
Rasa sakit di hatinya mulai berkurang bahkan nyaris tidak ada, bhiya tahu apa yang zhayi katakan adalah sebuah ketulusan dari hatinya, bukan hanya sekedar omong kosong. Jadi dia memutuskan untuk melupakan segala hal yang tadi terjadi, segala hal yang dia lihat. Baru saja zhayi akan beranjak dari tempat duduknya saat bhiya berdiri tepat di hadapannya.
zhayi, kau masih nungguinku? Maaf aku terlambat. Ucap bhiya, dia mencoba menunjukan bahwa dirinya baik-baik saja.
ya sudah tidak apa-apa, ayo kita pulang sekarang. Zhayi langsung berjalan beberapa langkah di depannnya.
baiklah tunggu aku!
Ucap bhiya sambil mempercepat langkahnya menyusul zhayi, bhiya berdiri tepat di samping zhayi.
aku minta maaf tutur zhayi secara tiba-tiba, jujur saja itu membuat bhiya sedikit kaget.
untuk apa? bhiya bertanya seolah-olah dia tidak mengetahui apa yang terjadi.
untuk kesalahan yang sudah aku lakukan. Memangnya untuk apa lagi seseorang meminta maaf jika bukan untuk kesalahannya?
bhiya berpikir sejenak, yang dikatakan zhayi memang tidak ada salahnya. Bhiya menyayangkan pertanyaan bodoh yang keluar dari mulutnya.
ohh aku kira karena apa. Ya baiklah, aku memaafkanmu.
“memangnya kau tahu apa salahku? Tanya zhayi sambil menatap wajahnya.
“tidak hehe. Ucap bhiya santai sambil memperlihatkan senyumnya. Bhiya melihat zhayi tertawa mendengar perkataannya. Bhiya bersyukur karena tuhan masih mengembalikan zhayi padanya.

Maafkan aku yang telah berpaling darimu selama 40 menit. Ini adalah 40 menit terburuk yang pernah aku lakukan dan terimkasih karena sudah bertahan untukku zhang yixing

Maafkan aku yang memberimu kesempatan untuk berpaling dariku selama 40 menit. Ini adalah 40 menit paling menyakitkan yang pernah aku lalui dan terimakasih karena sudah kembali padaku – fairuz hissa bhiya
-fin-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s