SWITCH – 13th MOSSAIC — IRISH’s Story

irish-switch-2

s      w      i      t      c      h

|  Jongdae x Hyunhee  |  Fantasy x Historical x Mystery x Romance  |  Chapterred x Short Story  |  Teen  |  by IRISH  |

|  prompt from EXO`s 3rd Repackage Album Song Title: She’s Dreaming  |

Show List:

ForewordPrologue1st Mossaic 2nd Mossaic3rd Mossaic4th Mossaic5th Mossaic6th Mossaic7th Mossaic 8th Mossaic 9th Mossaic 10th Mossaic 11th Mossaic 12th Mossaic — [PLAYING] 13th Mossaic

Every day, I look for you in the dream
But you look at me as if it’s the first time

♫ ♪ ♫ ♪

In Hyunhee’s Eyes…

Sakit. Rasa itu sekarang menyadarkanku. Bahwa bagaimanapun kita melontarkan protes pada takdir dan menuduhnya sebagai dalang dibalik kemalangan yang terjadi di kehidupan kita, pada akhirnya kita ditampar oleh sebuah kenyataan yang menunjukkan bagaimana sebenarnya takdir sudah memberikan yang terbaik untuk kita, meski… caranya menyakitkan.

Hal yang sama terjadi padaku, ketika aku meratapi nasib karena harus terjebak di kehidupan orang lain sementara diriku sendiri pada kenyataannya akan mati, dengan alasan yang tidak pula aku ketahui.

Aku menyalahkan takdir, berkata jika ia sudah berlaku tidak adil padaku dan memberikanku kehidupan yang mengerikan padahal jika kupikir lagi… takdir telah menyuguhkan kebahagiaan yang sudah kuabaikan.

Kim Jongdae, adalah kebahagiaan yang aku maksud.

Meski aku mengenal sosoknya di kehidupan nyataku sebagai seorang sahabat, teman bertukar cerita dan berbagi kesedihan, tapi aku tidak menganggapnya lebih dari sekedar itu. Dia hanya teman, hanya orang yang dekat denganku.

Tapi sosok serupa dirinya di masa lalu justru memberiku sebuah perasaan yang tidak pernah aku rasakan seumur hidupku. Aku tahu… Jongdae mungkin bersikap baik padaku karena ia tahu ia tengah menghadapi seorang yang sedang sekarat, tapi aku merasa bahagia.

Dan ya, di sinilah aku sekarang, terbaring di pangkuannya sementara tubuhku memberi sebuah peringatan menyedihkan yang membuatku berpikir jika malam ini adalah terakhir kalinya aku menatap langit malam.

“Bagaimana jika aku tidak terbangun esok hari, Jongdae?” tanyaku, menatap wajah pemuda yang tengah memandang ke langit gelap dengan tatapan menerawang.

“Kau akan terbangun, Hyunhee.” ucapnya, mengalihkan pandang padaku dan tersenyum menenangkan. Senyum yang kini terasa seolah ia mengucapkan belasan kata kasihan yang meledekku.

“Apa menurutmu aku akan kembali ke kehidupanku?” lagi-lagi aku bertanya.

Keadaan menyedihkan ini sekarang begitu mengganggu. Aku begitu ketakutan. Menghadapi kematian bukanlah sesuatu yang bisa kupersiapkan, atau kupelajari. Semua orang takut mati, termasuk aku.

Jika kematian Lady Jo adalah cara bagiku untuk kembali ke kehidupanku, aku mungkin tidak akan mempermasalahkannya. Tapi bagaimana jika aku juga tidak terbangun? Ya.

Kemungkinan itu sekarang terdengar masuk akal. Kemungkinan tentang kematianku yang paling masuk akal untuk saat ini adalah karena aku terjebak di tubuh Lady Jo saat ia mati, dan kematiannya berarti kematianku.

Tapi kutepis kecurigaan itu, karena aku enggan menyalahkan Lady Jo atas kemungkinan tidak berdasar yang sekarang aku utarakan.

“Kau pasti akan kembali ke kehidupanmu, Hyunhee.” ucap Jongdae, kurasakan jemarinya di sela rambutku, mengusapnya lembut seolah berusaha mengusir rasa takut yang memenuhi benakku.

“Aku meninggalkan sebuah catatan,” tuturku kemudian.

“Catatan?”

“Hmm. Awalnya, aku ingin memberikan catatan itu pada Lady Jo. Tapi kupikir Lady Jo tidak akan ingat apa yang sudah terjadi—jika saja ia terbangun, jadi… kau bisa membaca catatan itu.”

Jongdae terkekeh pelan. “Apa saja yang kau bicarakan di dalam catatan itu?” tanyanya dengan nada penasaran. Aku tersenyum kecil mendengarnya. “Tidak banyak. Hanya beberapa keanehan yang terjadi saat aku berpindah tubuh, termasuk saat aku menempati tubuh Lady Jo. Aku tidak bicara apapun tentangmu.” tuturku.

Ucapanku berhasil membuat Jongdae tersenyum, lengannya kini bergerak menyentuh lenganku, kemudian bergerak menyelipkan jemarinya di antara jemariku. Hal yang kemudian membuat jantungku berdegup tidak karuan.

“Di kehidupan selanjutnya, kupikir aku hidup dengan sangat baik—ah, tidak. Kelewat baik. Aku pasti terlahir kembali sebagai seseorang yang beruntung.” ucap Jongdae.

“Memangnya kenapa?” tanyaku tidak mengerti.

Jongdae tersenyum kecil menatapku. “Dari sikapmu saja aku bisa tahu, bagaimana baiknya kau memperlakukanku di kehidupan selanjutnya.” ucapannya tanpa sadar membuatku ikut tersenyum.

Ya, kupikir aku memang memperlakukan Jongdae dengan cukup baik.

“Bagaimana aku yang ada di kehidupanmu?” tanya Jongdae sekon kemudian.

“Apa aku belum memberitahumu?” aku balik bertanya, kupikir aku sudah pernah memberitahu Jongdae tentang bagaimana dirinya yang ada di kehidupanku. Apa aku belum memberitahunya?

“Selama satu pekan di sini, kau belum memberitahuku.” tutur Jongdae.

 “Benarkah?” aku menatap Jongdae dengan alis berkerut. “Ah, ya, benar.” aku kemudian teringat. Aku memang tidak pernah bicara tentang Jongdae di kehidupanku. Entah mengapa, aku pada akhirnya bisa menghabiskan waktu dengan mengenal hal-hal di kerajaan yang tidak pernah aku ketahui.

Aku tidak lagi peduli pada Sukwon, Raja, atau bagaimana kehidupan Lady Jo nantinya. Meski ketidak pedulianku terkesan salah—mengingat aku hidup sebagai Lady Jo—tapi aku juga dirugikan kali ini. Waktuku terbuang di kehidupan orang lain, padahal aku sendiri akan segera mati.

Jadi, bukankah sudah sepantasnya aku menjalani kehidupan yang aku inginkan?

“Hmm, Jongdae adalah seorang yang menyenangkan.” akhirnya aku menghentikan pemikiran berlarut-larutku, memilih untuk memulai cerita tentang Jongdae yang aku kenal. “Ia seringkali membuat candaan-candaan romantis pada wanita—hampir semua wanita—kecuali pada satu orang.” ucapku melanjutkan.

“Siapa satu orang itu? Kau?” tanya Jongdae kujawab dengan gelengan pelan.

“Tidak. Jongdae juga sering melakukan hal-hal semacam itu padaku, tapi tidak pada Yeonhwa—teman dekatku. Saat aku datang ke sini, aku sadar kalau Jongdae dan Yeonhwa memang tidak punya hubungan yang baik bahkan sejak di kehidupan sebelumnya.” ucapku.

“Apa maksudmu?”

“Yeonhwa… adalah reinkarnasi dari Putri Jeongmyeong—kakakmu. Bukankah kau katakan kalau kau dan Putri Jeongmyeong tidak punya hubungan yang baik? Kupikir, di kehidupan selanjutnya kau juga tidak punya hubungan yang baik dengannya.

“Jongdae dan Yeonhwa selalu saja bertengkar, dan berdebat. Bahkan seringkali saling menyalahkan dan menuduh. Meskipun pertengkaran mereka terlihat sangat menggelikan bagiku… tapi aku tidak pernah menduga kalau di kehidupan sebelumnya, mereka adalah saudara.”

Aku menatap Jongdae saat penuturanku terhenti. Kusadari ia sedari tadi memperhatikanku dengan senyum yang sama di wajahnya.

“Kenapa menatapku seperti itu?” tanyaku tidak mengerti.

“Tidak. Hanya saja… aku tidak pernah melihat ekspresi semacam ini di wajah Hyunhee—Lady Jo—dan kupikir ada baiknya kau ada di dalam tubuhnya, ia jadi terlihat lebih hidup.” ucapan Jongdae membuatku terdiam.

Ya, bagaimanapun ia menyimpan perasaannya untuk Lady Jo, dan aku hanya seorang asing yang menumpang di tubuh wanita yang ia cintai. Tentu saja selama ini ia tidak pernah memandangku sebagai Hyunhee yang lain.

“Jongdae-ya,”

“Ya?”

Bibirku kini terkatup, ada kalimat yang ingin keluar dari bibirku tapi aku tidak sanggup mengucapkannya. Apa ini yang mereka katakan sebagai kecemburuan? Tapi mengapa? Aku bahkan tidak mengakui bagaimana perasaanku pada Jongdae, mengapa aku harus merasa marah saat ia menyamakanku dengan Lady Jo?

Tapi… aku sudah menghentikan usahanya beberapa hari lalu—yang ingin membuat obat untuk menyembuhkan Lady Jo—karena kupikir, kematian Lady Jo akan menjadi sebuah jalan bagiku untuk pulang. Bukankah secara tidak langsung aku sudah memintanya untuk menonton kematian wanita yang ia cintai?

“Jika nanti… kami mati, kau bisa membangunkan Lady Jo dengan sihir yang kau miliki, bukan?”

“Mengapa kau bicara seperti itu?” tanya Jongdae tidak mengerti.

Bukankah jawabannya sudah jelas? “Satu-satunya jalan agar kalian bisa bersama, adalah dengan membangunkannya, menghidupkannya kembali bahkan jika itu tidak adil. Aku sudah begitu egois memintamu menonton kematian wanita yang kaucintai hanya karena aku ingin kembali ke kehidupanku.

“Kupikir cara seperti itu adalah satu-satunya jalan agar Lady Jo bisa terbangun, dan hidup lagi, tanpa harus merasa sakit. Dan itu juga cara untukku agar aku tidak lagi datang ke kehidupannya. Karena semua masalahnya sudah aku selesaikan.”

Kali ini kami sama-sama terdiam.

“Lalu kau akan mati sendirian?” pertanyaan Jongdae terdengar. Mati sendirian? Mengapa ia mengatakannya seolah kematian adalah hal mengerikan yang tidak akan bisa aku hadapi?

“Kita semua pada akhirnya akan mati, Jongdae. Kenapa aku harus khawatir jika aku akan mati sendirian?”

“Kalau begitu aku akan menyembuhkanmu.”

“Apa?”

“Kalian berdua bisa sama-sama hidup. Kita bisa mencari cara untukmu kembali ke kehidupanmu tanpa harus membuatmu terbunuh. Bukankah cara itu lebih baik?”

Ya, memang rencananya terdengar begitu baik dan menguntungkanku. Tapi apa aku akan menghindari takdir yang sudah tertulis untukku? Kematian? Lagipula, sampai kapan aku harus menunggu?

“Aku tidak akan mati saat Lady Jo mati, Jongdae. Kurasa, kematianku akan terjadi karena hal lain. Kematian Lady Jo, hanya perantara bagiku untuk kembali.”

Jongdae terdiam sejenak. “Kalau begitu, bagaimana jika aku membiarkan Hyunhee tertidur selamanya? Bagaimana jika aku tidak ingin ia terbangun lagi jika itu artinya ia hanya akan hidup untuk menghadapi situasi yang tidak diinginkannya?”

“Situasi yang tidak ia inginkan?”

“Ya. Menurutmu, bagaimana perasaan Hyunhee jika ia terbangun dan melihat Sukwon sudah bersama dengan Raja, dan Hyunhee nyatanya sendirian? Apa kau pikir aku akan sanggup menghadapinya?

“Aku tidak mencintai Hyunhee untuk melihatnya tetap hidup dalam penderitaan. Jika kematian berarti kebahagiaannya, aku akan membiarkannya pergi meninggalkan dunia yang mengerikan ini.”

“Lalu bagaimana denganmu?” aku akhirnya berucap, “Apa kebahagiaanmu tidak penting? Kau mencintainya, dan bahkan tidak punya kesempatan untuk mengungkapkan perasaanmu padanya. Tidakkah hubungan kalian bisa membaik jika ia tahu apa yang kau rasakan?”

Helaan nafas panjang terdengar keluar dari bibir Jongdae.

“Kebahagiaan Hyunhee adalah kebahagiaanku. Dan saat ini, kupikir aku lebih baik membiarkannya mati daripada harus membangunkannya dan melihatnya menderita. Hyunhee sudah menderita selama hidupnya, bahkan kupikir… Hyunhee pasti pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya.”

Kematian.

Ya, kematian adalah hal yang diinginkan Lady Jo. Saat aku pertama kali masuk ke dalam tubuhnya, dan sejarah kematiannya, semuanya dikarenakan bunuh diri. Usaha yang Lady Jo lakukan untuk mengakhiri hidupnya. Dan sekarang, sudah jelas aku akan kembali ke kehidupanku jika Lady Jo mati, karena keinginannya sudah aku penuhi.

Karena masalahnya sudah terselesaikan.

“J-Jongdae-ya…”

“Ya, Hyunhee?”

Aku kini menatapnya, mengumpulkan keberanianku untuk mengucapkan kalimat yang mungkin terdengar begitu konyol baginya, kalimat mengerikan yang pasti dipikirnya muncul dalam benakku.

“Ada apa?” tanyanya.

Aku menarik dan menghembuskan nafas panjang sebelum akhirnya bangkit dari pangkuan Jongdae. Aku duduk di sebelahnya, menatap langit malam sementara benakku memikirkan berapa banyak waktu yang harus aku habiskan untuk menunggu saat sebuah jawaban sebenarnya sudah terpatri di depan mata.

“Apa yang ingin kau katakan?” lagi-lagi suara Jongdae terdengar.

“Kematian, adalah keinginan Lady Jo. Jadi… bisakah aku memintamu untuk membunuhku?”

“A-Apa?” tatapan Jongdae melebar saat mendengar ucapanku.

“Saat pertama kali datang ke tempat ini, aku muncul saat Lady Jo sudah mencoba bunuh diri. Dan saat aku menyelamatkannya—menyelesaikan masalahnya kemudian kembali ke kehidupanku—aku juga mendapatkan fakta kalau ia bunuh diri.

“Aku tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi di sini. Dan Lady Jo juga menginginkan kematiannya. Bisakah… kau membunuhku cara yang tidak menyakitkan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Jongdae? Hey!”

Jongdae mengerjap cepat saat dirasakannya seseorang mengguncang bahunya dengan cukup keras. Pemuda itu menatap sekelilingnya, sementara tubuhnya berusaha beradaptasi dengan rasa sakit yang baru saja menyerangnya.

“Aish, kau tidak dengar apa yang aku katakan? Sudah dua hari ini Hyunhee mengurung diri di kamar. Kau tahu kode pintu apertemennya kan? Ayo ikut aku ke sana, sekarang.”

Tatapan Jongdae melebar saat menyadari apa yang gadis di hadapannya—Yeonhwa—ucapkan sekarang.

“Apa katamu tadi?” ulang Jongdae.

“Hyunhee mengurung diri di apertemen. Aku sudah menelepon Hyunwoo tapi dia juga tidak tahu apa kode pintu apertemen Hyunhee. Kalau kau tidak membantu aku akan menghubungi tukang kun—”

“Hyunwoo?” Jongdae menyernyit.

“Ya,” Yeonhwa menatap tidak mengerti, “Mengapa kau seterkejut itu saat aku bicara tentang Hyunwoo?” sambungnya.

Jongdae kini mengerjap cepat.

“Kau bilang Hyunhee mengunci diri di apertemennya bukan? 0010 adalah kode pintunya. Lekaslah ke tempat Hyunhee, aku akan menyusul.” Jongdae berucap cepat, pemuda itu kemudian berdiri, menatap sekelilingnya dan menghembuskan nafas lega ketika disadarinya ia tengah berada di studio miliknya.

“Kau tidak ikut?” tanya Yeonhwa.

“Aku akan menyusul.” ucap Jongdae, melangkah meninggalkan Yeonhwa sementara gadis itu menatapnya dengan kebingungan.

Hey! Jongdae!”

“Ada apa dengannya?” Jongin yang muncul di ujung pintu ruangan bertanya.

“Aku tidak tahu. Kukatakan padanya kalau Hyunhee mengunci diri di apertemen dan dia langsung bersikap aneh. Aku akan ke apertemen Hyunhee sekarang, kau dan Jongdae harus menyusul, kurasa Hyunhee sedang ada masalah.”

Mendengar nama Hyunhee tercetus, tatapan Jongin melebar. Pemuda itu bahkan mengabaikan Yeonhwa yang beranjak keluar dari ruangan tempatnya berada. Sepeninggal Yeonhwa, Jongin melangkah ke arah kamar Jongdae.

Tentu Jongin tahu benar apa yang mungkin terjadi.

Hyung?” Jongin berucap saat ia sampai.

Didapatinya Jongdae tengah duduk di tepi kasur, dengan pandangan yang tertuju pada sebuah foto di atas meja, dan tatapan berkaca-kaca.

“Hyunhee tidak—”

“Dugaanku benar, Jongin-ah. Dia adalah Hyunhee yang sama yang aku temui beberapa ratus tahun lalu. Sejak saat itu, aku bertanya-tanya apa yang terjadi pada Hyunhee ketika ia kembali ke kehidupannya, padahal Lady Jo yang kukenal tiba-tiba saja kehilangan penyakitnya dan hidup dengan baik.”

“H-Hyung.” Jongin terdiam, tentu ia ingat benar apa yang terjadi. Ia sudah hidup cukup lama bersama dengan Jongdae.

“Kau tahu sendiri bagaimana aku hidup setelah itu, Jongin-ah. Setiap hari aku berharap bisa memimpikan Hyunhee yang berbeda, tapi Hyunhee yang kukenal setiap hari selalu melihatku seolah aku adalah orang asing. Setiap hari aku bertanya-tanya bagaimana kabar Hyunhee yang menceritakan kehidupan masa depannya padaku.

“Dan sekarang aku tahu apa yang terjadi padanya. Dia mati, menggantikan Lady Jo. Aku harusnya menghentikan Hyunhee malam itu, Jongin-ah. Seharusnya aku tidak menuruti keinginan Hyunhee. Aku membunuhnya, Jongin-ah. Aku membunuh Hyunhee yang kucintai.”

— 계속 —

.

.

.

IRISH`s Fingernotes:

Biarkan aku nari tor-tor sejenak, karena selama berjam-jam aku stuck di halaman empat pengerjaan chapter ini karena enggak tega mau ngebunuh salah satu pihak… ketahuilah membunuh cast itu sekarang jadi hal yang enggak tega aku lakuin padahal biasanya demen thriller.

Ya amsyong diriku ingin banyak bercuap-cuap tapi nanti semakin ditagih cerita chapterred lainnya, LOLOLOL. Tenang aja insya Allah setelah Switch end nanti aku akan posting masing-masing dua chapter berturut-turut buat cerita chapterred-ku yang masih hutang (ada banyak, Rish, plis). Insya Allah, ya. Bukan janji.

Begitu ajah ~ nanti juga diriku bakal menyambut kalian dengan sesuatu yang baru di pertengahan Oktober, bener-bener pertengahan Oktober nanti (kebanyakan yang baru, Rish /kemudian diriku ditimpuk/).

Sekian dariku. Salam ketjup berlendir ala siput ~

.

.

.

BANTU AKU MENEMUKAN CINTA DI SINI → HELP! I NEED YOUR VOTE [3]

.

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

48 thoughts on “SWITCH – 13th MOSSAIC — IRISH’s Story

  1. Kok aku merasa sedikit kasian ya sama jongdae, ya secara hyunhee mati kan…
    ini sad ending ya??? Wehh wehh kasian..
    sebenernya jongdae itu suka sama hyunhee atau lady jo??
    wahh wahh cintanya pupus bagaikan angin yang berhembus…

  2. Ping-balik: SWITCH [AFTERWORD] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: SWITCH – EPILOGUE — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping-balik: SWITCH – 14th MOSSAIC [FINAL] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  5. Bingung seakut-akutnya 😂😂😂
    Jadi, mereka ini manusia abadi krn mereka penyihir nih? Selama ini Jongdae kehidupan modern itu Jongdae kehidupan kerajaan? Bagaimana teori Hyunhee bisa mati? aiyooo binguuung 😂

  6. Setelah sekian lama aku gak update ffnya kak irish dan ada ff baru yg aku gak update 😥 maafkan aku kak irish kemarin aku sibuk ngerjain KP hingga tak sempat mengunjungi ffnya k irish 😥 dan sekarang udah mulai sibuk skripsi *curhatyagapapakankakirish
    Aku udh baca dari awal dan maafin kak aku komennya yah yah..
    Aku makin jatuh cinta sama ffnya kak irish.. kak dapet imajinasi dari mana sih kok bisa2nya dapet cerita kaya gini, daebak 100 jempol buat kak irish 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
    Aku kangen sama one and onlynya 😭
    Aku usahain update buat semua ff kak irish yah 😘 aku tunggu cerita selanjutnya ({))

    • 😄 buakakakakakakakkak begitu engga update udah ada bejibun aja ya😄 wkwk gapapa santai aja sama diriku mah😄 aku kan syabaaarr😄 wkwkwkwkwk nanti insya Allah abis Switch kelar bener-bener kelar, aku update beberapa chapter sekaligus buat cerita-ceritaku yang chapterred

  7. what what what….
    jadi jongdae yg dimasa skarang itu bukan reinkarnasi jongdae dijaman dulu melainkan orng yg sama??
    tpi ko aku jdi kurang ngerti yah pas bagian yeonhwa bilang ke jongdae kalau dia udah nelpon ke hyunwoo buat nanyain kode apartemennya mba hyunhee, bukannya hyunwoo udah mati yah???

    mangat mangat ditunggu chapter selanjutnya^^

  8. Aduh aku bingung tingkat nirwanah di chapter ini, disaat aku butuh penjelasan eh chapternya beres. Sebenernya bukan gak ngerti sih tapi lebih ke penasaran ama nasib hyunhee dan alasan kok bisa itu mas chen chen ama bang jong hidupnya tahan lama udah kaya makanan diawetin pake formalin. Aku tunggu chapter berikutnya kak hwaiting 😘😘 (aku kasih kechupan manja biar nulisnya lebih semangat 😂😂)

  9. yoosssh! apa aku pernah bilang? dugaanku bener /mungkin. jongdae sama jongin di dua kehidupan yg diceritain itu adalah org yg sama. secara mereka kan penyihir. mereka bisa aja ngebuat dirinya awet uda dan panjang umur sekeinginan mereka. hmmmm aku mikir itu dichapter berapa ya?? truus ka ff ini mengingatkanku pada drama rooftop prince karena itu ssama sama time travel dan reinkarnaasian. trus juga mengingatkanku pada aanime berjudul erased yg sama sama pergi ke masa lalu untuk memecahkan masalah. sumpah kak ga sama ko. tapi sama sama seeeeruu yooo

    • 😄 buakakakakakakkakakakaka iya dirimu udah nebak ini di awal-awal, tapi diriku menyimpannya di akhir😄 wkwkwkwk
      kalau rooftop prince aku tau, kalau anime aku buta sekali masalah anime jadi aku engga bisa ngebandingin jugaa😄

  10. Buset makin diputer otakku wkwk
    Ini Jongdae di kehidupan Lady Jo sama Hyunhee sama ternyata? Hoh gak nyangka.
    Semoga Hyunhee gak mati, balik ke kehidupan asli trus ketemu Jongdae. Ih greget masaaa
    Kak IRISH kutunggu next chapter ff ini beserta ff yang lain 😁😁😁 Fighting kak nulisnya~

  11. astogeeh kailish kenikmatan epep apalgi yg akan kau berikan pertengahan oktober nanti plis :'((
    lah jadi ini reinkrainasinya chentong sama mamas jojong???hmmm jadi chentong sebenrnya suka sama hyunhee yg asli bukan lady jo gt,,,,,,aah molla

  12. kak airiseuuuuu
    tanggung jawab kaaak
    tengah malem baca gini bikin penasaran semua
    itu si jongdae hidup kekal gitu?
    HELLOOOW KENAPA GAK BILANG DARI AWAL HYUNHEE TUKERAN SAMA LADY JO
    KAN KASIAN BANG CHENIE CHEN KU TERCINTAAAH T.T

    itu juga si hyunhee yang wataknya top markotop meninggal? astagaaaah nikmat mana yang kau dustakan lagi kaaaak

    kasian pake banget si jongdaeee
    jangan jangan si jongdae yang sekarang sebenernya juga masih tetep jadi penyihir? tapi gewl banget sih penyihirnya :*

    firasatku gak enak nih sama chapter berikutnya
    aku pengeeeeeen banget happy ending buat hyunhee yang baik, sad ending buat lady jo yang ngeselin
    huh
    udah ngebuat hyunhee ke kehidupannya buat nyelesein masalahnya,eh pake dituker segala takdir matinya
    lady jo minta dicakar rawrrr

    pokoknya chapter berikutnyaaaa (mungkin yang terakhir ya?) sangaaaat ditunggu kelahirannyaaaa

    • Ya lord iya kali kamu bacanya setengah satu malem😄
      BUAKAKAKAKAKAKAKAK CHEN NASIBNYA TERANIAYA AKIBAT TUKERAN TUBUHNYA SI DUA CEWE YANG SAMA-SAMA DIA DEMENIN YA, KUDU GIMANA LAGI COBA JONGDAE BIAR DIA BISA BERTAHAN DI HIDUP YANG KERAS INI?😄 WKWKWKWKWKWK
      Ya Lord, udah engga aku bikin meninggal loh itu padahal hyunhee nya😄 jongdae yang kubunuh, eh kuilangin deng😄 wwkwkwkwk

  13. Hm, sepertinya, sepertinya……
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    Sepertinya diriku tidak mengerti apa maksud dari chap ini, ya udah, tungguin next chap aja lah…
    Keep writing and fighting kak irish!!

  14. WHAT??? ADUUUH INI BINGUNG INI!!!!
    AAAAAA😭😭😭😭😭 Hyunhee beneran mati? Trus chen ama kai karena mereka penyihir jadi mereka hidup kekal gitu?sejarah berubah..

    Ini belum end kan yah?? Aduh akhir2 ini rada bingung mau komen apa semua berkecamuk di kepala tapi nggak bisa ngungkapin. Hehee😆😆

  15. Knp hrs hyunhee yg mati eon?? Hueeee g rela q eon kl smp itu trjd …. Jd jongdae yg dikehidupan real jongdae si penyihir ?? Woaaaaaaahhh kejutan smg myunhee slmt 😀 fighting eon

  16. ,,,huwaaaaaaaaaaa,,,,,,,,apa ini,jongdae dan jongin itu alien ya,bisa hidup mpe ratusan tahun..hanya untuk mencari Hyunhee yg datang kemasalalu,,dan Jongdae,,tak sadar klo itu Hyunhee yg dia cari,,,duhhhhh tak kusangka begini jadinya,,,,

  17. YALORD KAK, BESOK AKU UTS TAPI AKU MALAH KEGODA BACA EPEP KAK IRISH, EKI KUDU OTTOKEH KAK? HARUSKAH EKI MINTA DIKECUP GUDKISSER? /PLAKKN/😂
    INI HYUNHEE MATI? WAKS, KOK BISA? KAK RISH, KOK MATI KAK HYUNHEENYA? JANGAN BILANG INI NTAR SAD ENDING..😭
    OKELAH KAK, DARIPADA EKI SEMAKIN NGETIK GAJE, LEBIH BAIK EKI SUDAHI INI SEMUA /PLAKK/
    NEXT CHAP JANGAN LAMA” YAW KAK, DITUNGGU NEXT CHAP YG MAKIN GREGET.😆
    HWAITING KAK!😆

    • YA LORD, EKI MAAF BARU KUNOTIS YANG INI BUAKAKAKAKAK😄 NASIBKU KUDU GIMANA KALO KAMU TERUS NGEBAHAS GUDKISSER DI DEPAN AKU EKI? KAMU MAU AKU APAIN? WKWKWKWKWKWKWK

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s