[LAY BIRTHDAY PROJECT] Just A Friend To You – honeybutter26

0663b450356d7869cac8e8f5042267603b4429c9_hq

 

Just A Friend To You

Yixing x Wendy

PG-15

Friendship, Sad, Romance
Ficlet

“Friends don’t do the things we do.”

“Yixing itu spesies manusia seperti apa?”

Wendy masih saja memikirkan itu untuk sekian kali. Bertanya pada dirinya sendiri, bertanya pada dewa batinnya. Namun Wendy masih saja tak mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang terlontar.

Ketidakmengertian itu terus berlanjut detik demi detik. Wendy terkadang merasa pening. Yixing yang membuatnya pening tujuh keliling. Mereka dekat, jarak mereka hanya sehelai benang. Tapi ada kalanya Wendy merasa mereka hanya seperti sepasang sepatu. Dekat tapi tak pernah bersatu.

“Wendy!”

Yixing mengejutkannya dari belakang, tanpa aba-aba melingkarkan lengannya pada pundak sempit Wendy. Degub jantungnya bertalu keras, entah karena terkejut atau karena sesuatu yang lainnya.

“Kau dari mana saja? Aku merindukanmu.” Yixing membalikkan tubuh Wendy kemudian mendekapnya dalam sebuah pelukan yang hangat. Embusan napas menggelitik tengkuk. Tapi Wendy suka. Desah napas Yixing seperti beludru yang hangat dan lembut.

“Aku dari perpustakaan, Yixing,” balasnya. Semakin erat pelukan Yixing padanya semakin Wendy merasa takut Yixing akan mendengar suara hatinya yang sejak tadi berorasi minta kejelasan.

Mereka ini sebenarnya mempunyai hubungan yang seperti apa?

Pertanyaan itu terlalu lantang diteriakkan dalam kepalanya. Hubungan, ya? Teman? Apakah teman seperti ini? Berpelukan seperti sepasang kekasih. Kekasih? Kekasih macam apa yang selalu diperkenalkan sebagai teman?

***

Bagi Wendy, Yixing itu seperti siang. Yang tak berani memulai seperti pagi dan tak berani mengakhiri seperti malam. Namun ada kalanya Wendy merasa bahwa ia hanya terlalu merasa percaya diri saja.

Dekat bukan berarti harus kekasih, bukan?

Tapi …

Tapi kenapa Yixing berlaku seperti itu padanya? Teman tak seharusnya berbagi pelukan sehangat beludru. Teman tak seharusnya berbagi ciuman semanis madu. Teman tak seharusnya membiarkan salah satu di antaranya memonopoli yang lain untuk dirinya sendiri.

Perasaan wanita mana yang tak melambung tinggi jika diberi perlakuan yang sebegitu manis oleh Zhang Yixing? Saat kau sedih, dia datang padamu dengan lelucon kacangan dan membuat tawamu bergemerincing riang kembali. Saat kau senang, dia tiupkan helium hingga kau terbang lebih tinggi lagi.

Sejak awal, Wendy tahu perasaan ini tak akan pernah berhasil. Pernah ia berpikir, apakah Yixing memiliki perasaan yang sama? Iseng Wendy mencoba bertanya pada salah satu teman dan dia menjawab, “Tentu saja, itu terlihat jelas di matanya. Teman tak akan menatap temannya dengan pandangan yang selembut itu.”

Lalu Wendy nekat untuk membuktikan perkataan temannya itu dengan menatap Yixing tepat di netranya. Betapi Wendy menyesal, ia jatuh semakin dalam saat dwimanik Yixing yang sekelam malam menatapnya seperti mendung yang tak lagi sanggup membendung rindu langit untuk mendekap bumi. Yixing seperti ingin menumpahkan semua perasaan yang terpendam dari sorot matanya.

Apakah itu benar? Apakah Yixing juga merasakan hal yang sama? Apa cintanya untuk Yixing bukan seperti rintik hujan yang berusaha terlalu keras untuk mengeyahkan keangkuhan daun talas agar ia bersedia untuk basah?

Suatu malam Yixing pernah berucap rindu padanya. Pria itu bilang malam terlalu larut untuk bertemu, tapi dia terlalu rindu. Wendy jelas melambung, helium membuatnya seringan balon. Gravitasi bukan hal mutlak lagi yang dapat membuat ia berpijak pada bumi. Yixing adalah kemutlakan atas apa yang terjadi pada desir darahnya yang menggila.

Tapi di hari lainnya, Yixing membuat Wendy tersungkur ke dalam kubangan lumpur. Pria itu menggandeng tangan lain yang sama mungil dengan miliknya. Mereka bercakap dengan akrab, melempar senyum seperti melempar permen kapas, dan yang lebih parah Yixing menyematkan satu kecup di pelipis si gadis yang membuat pipi itu merekah seperti mawar merah.

“Zhang, kau membuatku seperti senja yang bingung memilih matahari atau bulan. Kenapa kau begitu brengsek, Zhang?”

Wendy pernah beberapa kali mendapat kesempatan untuk mengutarakan semuanya. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu menggelanyut manja dalam benak atau kegelisahan yang menyelimuti kalbu. Tapi tak ada satu pun yang berhasil terucap. Frasa yang telah tersusun rapi dalam otak pada akhirnya tetap tertahan di kerongkongan begitu Yixing datang padanya dengan sebuah senyuman yang lebih manis dari gula-gula. Yixing kembali membawanya ke dalam satu dekapan yang melepas ion-ion rindu yang menutup pori.

“Wendy, aku baru putus dari Irene. Tapi aku sama sekali tidak patah hati,” katanya. Ada perasaan tertohok di ulu hati namun juga merasa ditiupi helium secara bersamaan. Satu sisi dia merasa sakit Yixing selalu bermain dengan perasaannya seakan ia adalah boneka yang bisa Yixing mainkan kapan saja. Tapi di sisi yang lain Wendy perlu membuat sebuah selebrasi atas kandasnya hubungan Yixing dan Irene yang bahkan baru berumur puluhan hari.

“Zhang, apa aku seorang psikopat kalau aku merasa bahagia kau putus dengannya?”

Yixing menatap Wendy, Wendy masih memaku matanya pada Yixing. Tatapan itu sudah mencandu matanya sejak pertama kali bertemu. Ah, tidak, Yixing adalah candu yang utuh bagi Wendy. Serabut sarafnya bisa menggigil bila tak melihat Yixing.

“Ayo ke kantin.”

Wendy tak perlu jawaban atas pertanyaannya untuk Yixing. Satu kecupan di bibirnya cukup memperjelas bahwa Yixing pun telah mengklaim dirinya sebagai candu. Yixing tak akan bisa tanpa dirinya.

Status?

Wendy rasa ia belum membutuhkannya. Lebih baik baginya untuk mati karena sebuah pengakuan daripada harus mati tanpa sempat memuaskan candunya.

FIN

JELEK.GAK JELAS.GAK MUTU. UDAH ITU AJA. AKU SADAR DIRI KOK.

One thought on “[LAY BIRTHDAY PROJECT] Just A Friend To You – honeybutter26

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s