[Lay Birthday Projeck] Thanatopobia – By Christy Wu

thanatopobia

Thanatopobia

Cast : Zhang Yixing & Seira Song

Genre : Fantasy, Fluff| Rating : G | Lenght : Ficlet

[ Original Story By Christy Wu]

Disclaimer :

Ff ini murni buatan Christy sendiri jika ada kesamaan dengan cerita yang lain itu hal yang tidak disengaja sama sekali.

o0o

 

Nuansa kelabu malam lebih cepat menggapai pepohonan yang bergumul rimbun dari pada tanah terbuka. Bayang – bayang memekat dan mengaburkan daya lihat semua makhluk yang hidup. Seira masih terpaku ditempatnya bersembunyi dari bayang – bayang malam, tanpa berusaha tahu diluar jendela kamarnya yang mengetuk – ngetuk dan kepakan burung gagak hitam yang sudah mengelilingi rumahnya sejak satu bulan yang lalu, serta suara burung hantu bersahutan makin membuat keringat dan air matanya berlomba menetes melewati rahangnya yang lancap.

Ia merasa diawasi oleh sosok tak terlihat yang sering ia sebut dengan malaikat pencabut nyawa. Seira takut mati, begitupun seharusnya semua orang memang umumnya takut akan kematian. Namun berbeda dengan ketakutan yang diderita Seira, ia memang mengidap Thanatopobia yang dalam bahasa medis menjelaskan tentang seseorang yang takut pada kematiannya sendiri. Semua berawal pasa saat Seira kecil melihat kematian orang tuanya yang dibunuh oleh perampok didepan matanya. Kejadian traumatik itu begitu membekas sampai membuatnya mengalami phobia ini.

Nafasnya kembang kembis, tubuhnya bergetar, kedua tangannya memeluk lutut sambil menyembunyikan wajah dilipatan kakinya.

“Dia tak akan menemukanku. Dia tak akan menemukanku, aku sudah bersembunyi dengan baik.” Seira terus meracaukan hal yang sama berulang kali seakan itu bisa meredamkan kecemasan yang bergelut dihati. Kesadarannya hampir hilang saat seseorang menarik tubuhnya dari dalam lemari pakaian. Jeritannya tak lagi ia tahan dan seira meronta dengan sisa tenaga yang ia punya.

“Seira buka matamu ini aku Yixing!” Seira membuka matanya yang sejak tadi terpejam dan menatap Yixing kekasihnya dengan binar mata lega yang tak terkira. Berhambur kedalam pelukan lelaki berlesung pipi itu adalah hal pertama yang Seira lakukan.

“Yixing aku takut, aku takut dia akan menemukanku. Kenapa kau pergi lama sekali.” Tangisnya pecah, teredam dalam pelukan dada bidang Yixing yang hangat.

“Tidak akan ada yang menyakitimu sayang, karena kau adalah orang yang baik. Tuhan selalu melindungi semua umatnya yang berhati suci.” Sebuah kecupan Yixing berikan pada rambut Seira yang kusut. Entah sudah berapa lama Seira mengurung dirinya di dalam lemari pakaian saat Phobianya kambuh.

Seira menggeleng dalam pelukan Yixing, ia melepaskan diri hingga mata mereka bertatapan. “Kenapa kau bisa berkata seperti itu, kau bukan tuhan Yixing. Setiap manusia punya kesalahan entah itu sengaja atau tidak. Orang tuaku adalah orang yang baik tapi kenapa mereka harus mati dengan cara mengenaskan seperti itu. Mereka dibunuh dengan keji didepan mataku oleh perampok – perampok itu.” Teriak Seira dengan air mata yang menetes, matanya sudah bengkak karena terlalu lama menangis.

Hanya senyuman yang Yixing berikan pada Seira yang berteriak padanya. “Seperti katamu Seira setiap orang juga punya kesalahan yang mereka sengaja atau tidak. Aku bukan tuhan dan kau bukan tuhan jadi kita tak akan tahu kenapa tuhan memberikan kematian yang begitu buruk untuk orang tuamu. Tenanglah Seira semua akan baik – baim saja.” Ujar Yixing menenangkan.

“Bagaimana aku bisa tenang, aku takut.” – Seira.

“Apa yang membuatmu takut Seira sayang?” tanya Yixing lembut sembari menuntun Seira ketempat tidur dan membaringkannya disana.

“Aku takut pada malaikat kematian yang akan memngambil nyawaku kelak, pastinya dia akan membawa sabitnya yang panjang untuk memutus tali arwah dari tubuhku. Itu pasti sangat kasar dan sakit. Dia akan memakai baju serba hitam dengan mata merah menyala dan wajah yang menyeramkan. Lalu dia akan menyeret arwahku untuk di – “

“Seira hentikan!” potong Yixing yang mengambil tisu basah dari tasnya dan membersikan wajah Seira. “Dari mana kau mendapatkan gambaran malaikat kematian seperti itu hhmm, jangan terlalu sering menonton film horor. Kita tidak sedang syuting film Incidius atau Final Destination saat ini.” Kekeh Yixing kemudian membuat Seira cemberut. Kekasihnya yang punya wajah seperti malaikat ini memang sangat senang menggodanya dengan menyebutkan film – film horor yang berhubungan dengan kematian saat phobianya kambuh. Namun berdebat sesering apapun dengan Yixing masalah kematian, malaikat pencabut nyawa dan semua yang berhubungan dengan phobianya, Seira selalu merasa nyaman dan melupakan sejenak kegelisahannya.

“Kau menyebalkan.” Kesal Seira yang mendapat kecupan sayang dari Yixing di keningnya.

“Aku tahu kalau aku tampan.” – Yixing.

“Aku bilang kau menyebalkan bukan tampan.” Kesal Seira.

“Iya aku tahu kalau kau sangat mencintaiku.” Godaan Yixing tak berhenti hingga membuat Seira tak bisa menahan diri untuk mencubit abs Yixing.

“Kau kemana saja huh, pulang – pulang membuatku jengkel. Apa kau tak tahu kalau aku sangat takut kau tinggal sendiri.” Seira masih gemas memberikan cubitan di perut Yixing.

“Maaf – maaf tapi aku sedang mengurus sesuatu.” – Yixing.

“Apa?”

“Kau akan tahu nanti.” Pernyataan Yixing menimbulkan tanya dibenak Seira. Wajahnya mendadak panik saat Yixing akan beranjak dari tempatnya.

“Kau mau kemana?” – Seira mencekap tangan Yixing.

“Aku akan kekamar mandi menyiapkan air hangat untukmu mandi Seira, lihatlah kau sangat berantakan.” Namun Seira malah memegang erat tangannya dan menariknya untuk kembali duduk.

“Aku tidak mau mandi Yixing, kumohon kau disini saja.” Mohon Seira.

“Kau harus mandi Seira, aku akan mengajakmu kesuatu tempat yang akan membuatmu lebih baik. Aku tidak akan lama, lihatlah jarak kamar mandi dan tempat tidurmu hanya lima kaki,  kau akan tetap bisa melihatku dari sini dan aku juga bisa melihatmu dari sana. Mengerti.” Dengan berat hati akhirnya Seira mengiyakan, ia memang takut sendiri namun tawaran Yixing pergi kesuatu tempat sangat menggiurkan bagi Seira yang sebenarnya memang sudah bosan mendekam sendirian dirumah selama Yixing pergi. Mungkin hampir satu minggu lamanya ia tidak keluar dari rumah karena ketakutannya itu.

“Yixing apakah masih lama.” Teriak Seira dari tempat tidur saat ia merasa tidak nyaman pada suara ranting pohon yang menggesek jendela kamarnya, saat matanya menatap jendela ia melihat burung hantu yang bertengger manis diranting pohon seakan memperhatikannya yang meringkuk diatas kasur.

“YIXING.” Teriak Seira kemudian membuat pemuda berlesung pipi itu berlari keluar dari kamar mandi dan bertabrakan dengan Seira yang menuju kearahnya dengan panik.

“Hei tenanglah tidak apa – apa. Ada aku disini ayo sekarang waktunya kau mandi.” Yixing memeluk tubuh Seira yang bergetar sebelum mengangkatnya kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

“Apa aku perlu membantumu.” Yixing menaik turunkan alisnya nakal, Seira langsung menyentil kening Yixing hingga berbunyi cukup keras.

“Dalam mimpimu, kau cukup menungguku depan pintu dan jangan berfikir untuk mengintip!” ujung telunjuknya menekan hidung Yixing.

“Sesuai perintahmu tuan putri.” Kekeh Yixing.

o0o

Kini Seira sudah bersih dan memakai gaun berwarna peach selutut. Wajah pucatnya ia lapisi ulasan make – up tipis. Ia terlihat sangat cantik, rambut hitamnya tergerai indah menutupi leher jenjang. Yixing memakaikan jaket putih ke Seira sebelum menarik gadis itu ke dalam mobil.

“Kita akan kemana?” tanya Seira memecah keheningan yang tercipta semenjak mereka memulai perjalanan.

“Ke suatu tempat.” Yixing berujar lembut, Seira merasa matanya terasa berat namun ketakutan akan mati membuatnya terjaga. Seira takut jika tertidur ia tidak akan bangun lagi lagi. Tubuhnya sudah lemas, sosok Yixing terasa buram dalam pengelihatan namun senyum tulus itu begitu terasa sampai merasuk ke hatinya.

Entah sudah berapa lama perjalanan, kini mobil yang mereka kendarai berhenti. Terdengar suara deburan ombak dan bau pantai yang khas. Seira tahu namun tubuhnya sangatlah letih hingga tak sanggup untuk berdiri.

Yixing membuka pintu mobil, melepaskan sabuk pengaman yang ia kenakan dan mengangkat tubuh ringkihnya tanpa kesulitan yang berarti. Suasana terasa sangat tenang dan sunyi begitu pas rasanya untuk tertidur. Namun Seira takut untuk tidur, ia takut bertemu dengan malaikat kematian yang selama ini ia hindari. Kemilau mentari pagi mengintip diujung laut, membuat air yang beriak menyuguhkan panorama yang memukau.

“Indahkan.” Tegur Yixing yang sejak tadi diam, memelukanya sambil mengusap kepalanya sayang. Oh Seira merasa beruntung punya kekasih yang penyayang, sabar dan pengertian seperti Yixing.

Seira mengangguk. “Sangat.”

“Apakah ini sangat menakutkan bagimu?” tanya Yixing kemudian sambil mengecup puncak kepaka Seira yang mana tindakannya itu makin membuat kesadaran Seira menipis. Namun gadis itu masih cukup sadar untuk menjawab pertanyaan yang ia lontarkan. Mata Hazelnya masih bisa menangkap burung yang hilir mudik terbang diangkasa dan gradasi warna langit yang cantik tertimpa mentari pagi.

“Tidak, ini jauh dari kata menakutkan Yixing. Ini sangat indah dan damai.”

“Benarkah?” Yixing memastikan sambil kembali mengecup kening Seira lebih dalam yang mana membuat setiap tarikan nafas Seira semakin berat. “Kalau begitu tidurlah.” Titah Yixing.

Seira menggeleng. “Tidak mau, aku takut.”

“Apa yang kau takutkan Seira, bukankah disini tidak menakutkan.” – Yixing.

“Aku takut Yixing, saat tidur aku tidak bisa bangun lagi atau bagaimana saat aku tidur aku nanti akan terbangun ditempat yang gelap, dingin dan sepi tempat binatang – binatang melata dibawah tanah. Lalu aku nanti diseret ditempat yang penuh kobaran api dan orang disiksa. Aku takut, aku tidak mau mati. Aku tidak mau merasakan sakitnya kematian.” Seira diambang kesadarannya.

“Tidurlah Seira kau akan baik – baik saja. Akulah yang akan kau lihat pertama kali saat terbangun nanti.” Yixing.

“Benarkah? Janji.” Seira mengangkat jari kelingkingnya yang disambut Yixing dengan menautkan jemarinya.

“Janji.” Ujar Yixing dengan senyum manis kesukaan Seira yang memperlihatkan kedua lesung pipi menawan.

“Tidurlah dengan damai Seira sayang, aku Zhang Yixing akan menuntunmu.” Setelah mengatakannya Yixing mengecup bibir Seira dengan lembut memutus tali arwah yang mengikat raganya selembut mungkin tanpa meninggalkan rasa sakit yang berarti. Bersamaan dengan itu jantung dan nafas Seira berhenti, yang ada dalam pelukan Yixing adalah tubuh gadis yang sudah tak bernyawa atau lebih tepatnya gadis yang nyawanya baru saja ia cabut.

Dia Zhang Yixing malaikat yang sudah langit kirimkan untuk memutus rantai kehidupan sang gadis yang takut akan kematian. Orang yang selalu didekat Seira selama ini yang semua orang kenal sebagai kekasih si gadis. Sesuatu yanhg seharusnya Seira takuti namun malah gadis itu tunggu kedatangannya tiap waktu tanpa gadis itu tahu kalau hal yang ia hindari dan takuti berada sangat dekat bahkan sangat dekat dengannya.

“Seira kematian tak sesakit yang kau bayangkan, aku memberikan kematian yang indah untukmu yang berhati suci. Bukankah tampangku tak semenyeramkan seperti bayanganmu.” Yixing berceloteh pada Seira yang tak bernyawa sambil menyelipkan anak rambut Seira yang tertiup angin. “Bahkan aku tidak membawa sabit seperti yang kau bayangkan. Apa yang terjadi pada orang tuamu adalah sebuah takdir tuhan yang tidak ku tahu Seira, setiap orang bisa melakukan kesalahan tanpa mereka sadari begitu pula dengan orang tuamu yang sempat meragukan tuhannya saat ajal akan menjemput mereka. Tapi tidak denganmu, maka inilah yang bisa kulakukan untuk memutus hidupmu didunia.”

Yixing mengecup sekali lagi puncak kepala Seira sebelum berdiri. “Tenanglah Seira sebentar lagi seorang polisi akan menemukanmu dan membawamu ketempat yang seharusnya. Aku harus pergi untuk menyambut arwahmu di surga sana. Bukankah aku sudah berjanji.” Ujar Yixing yang tubuhnya menghilang bersama angin menjadi partikel cahaya.

Meninggalakan tubuh Seira di pinggir pantai bermandikan cahaya mentari pagi yang menimpa tubuh kakunya yang terbaring dengan senyum membingkai parasnya yang damai.

FIN

Kelahiran >< Kematian

Kita tak dapat memungkirinya setiap ada kelahiran pasti akan tiba masanya kematian akan menjemput.

Semua orang pasti akan mati. Christy juga akan meninggal tapi tidak sekarang.

Kadang kita tidak menyadari kalau orang terdekat kita sendiri yang akan menjadi malaikat perantara untuk mencabut nyawa. Nih epep jadi begini gara – gara liat sidangnya kopi sianida gag kelar – kelar.

Apa hubungannya sama ultah Yixing?

Sebenennya gag ada tapi Christy ada – adain aja hehehe. Christy lagi stress sama dunia kerja yang begitu kompetitif. temen kerja yang ternyata menjatuhkan satu sama lain. Sorry jadi curhat yang penting HBD BANG ICING. DI EPEP INI ICING CHRISTY BIKIN GANTENG DAN GAG PIKUN KOK.

See you Fairy’s . . . siap untuk perjalanan selanjutnya?

Salam sayang Christy Wu

XOXO

3 thoughts on “[Lay Birthday Projeck] Thanatopobia – By Christy Wu

  1. Ok ok ok yg ad d bayangan w s seira d bawa k pinggir pantai yg bnyak batu2 ny trus d lempar k laut
    #apasih
    #cuekinaja
    Haaha semangat thor

  2. Kak christy kambekkkk yeyyyy 😁 , ya ampun bang icing kok manis manis gituu yahhh meleleh aku bang 😂, kak semangat ya nulisnyaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s