[EXOFFI FREELANCE] The Day – (Ficlet)

the day (ficlet).jpg

Title : The Day

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Cast : Byun Baekhyun (EXO) | Kim Joohyun (OC)

Genre : Romance, Hurt

Rating : G

Length : Ficlet

 

Happy Reading!

 

Tak peduli betapa aku merindukanmu. Pada saat itu, aku mengingatmu. –BYUN BAEKHYUN.

Tak peduli betapa keras aku mencoba untuk melupakanmu. Pada saat itu, aku mengingatmu. –KIM JOOHYUN.
*****

Seorang gadis berjalan dibawah gelapnya malam. Udara Seoul menyambutnya saat itu. Dia berhenti di sebuah halte bus. Dia menatap sebuah lampu jalan diseberang tempatnya berpijak. Gadis itu menghela napasnya dan menundukan kepalanya.

Gadis itu kembali menatap lampu jalan itu, “Bagaimana kabarmu, Baekhyun-ah?” Gumamnya.

Gadis itu memegang kalungnya, dia menatap sendu bandul kalungnya, “Kau memang bodoh, Kim Joohyun. Bagaimana bisa kau masih memakai kalung dari seseorang yang tidak akan kembali padamu?” Gadis itu merutuki dirinya sendiri.

Sementara itu, ditempat lain, di sebuah halte, di Negara yang berbeda dengan Joohyun. Seorang lelaki tengah menatap sebuah foto di ponselnya. Dua insan terlihat disana.

Lelaki itu menatap lelaki di foto itu, “Byun Baekhyun, kau memang lelaki tak berperasaan. Kau meninggalkan gadis sebaik Joohyun di Seoul dan sekarang kau ada disini, di Tokyo. Kau meninggalkan kenangan buruk untuknya. Dasar bodoh!” Lagi-lagi merutuki diri sendiri.

Baekhyun melihat ke sekitar. Matanya menatap sebuah lampu jalan. Kemudian dia menghela napasnya, “Aku merindukanmu, Joohyun-ah.” Gumamnya.

 

Flashback On.

Dua insan berjalan dibawah gelapnya langit Seoul. Mereka saling menggenggam tangan dengan mesranya. Membiarkan diri mereka larut dalam kebahagian. Saat mata mereka bertemu, tanpa disadari senyuman terukir dibibir masing-masing. Baekhyun dan Joohyun adalah kedua insan itu.

Baekhyun menghentikan langkahnya di bawah lampu jalan. Joohyun menatapnya heran. Baekhyun melepas genggaman tangan Joohyun, kemudian mengambil sesuatu dari saku mantelnya. Sebuah kalung dia tunjukan didepan Joohyun.

“Cantik ‘kan?” Tanya Baekhyun.

Joohyun mengangguk.

“Lebih cantik lagi jika kalung ini dipakai olehmu.” Baekhyun memasangkan kalung itu di leher jenjang milik Joohyun.

Setelah selesai, Baekhyun menatap kalung yang sudah melekat di leher Joohyun itu, “Kau cantik sekali.” Baekhyun tersenyum.

Joohyun menatap kalung itu, kemudian beralih pada Baekhyun. Gadis itu tersenyum, kemudian memeluk Baekhyun.

Aku harap waktu berhenti sekarang. –Batin Joohyun.

Flashback Off.

 

Disaat yang sama, mereka menjatuhkan air mata mereka. Baekhyun menangis sambil menatap foto mereka, sedangkan Joohyun menangis sambil menatap kalung pemberian Baekhyun.

“Kita berdua terluka, aku akan menangis sambil menunggumu kembali, Baekhyun-ah.” Joohyun terus meneteskan air matanya.

“Kita berdua terluka, aku akan menghapus air matamu saat aku kembali, Joohyun-ah.”

 

*****

 

Joohyun kembali di halte yang sama seperti kemarin. Dia melihat siluet Baekhyun di lampu jalan di seberang sana. Joohyun menggeleng cepat.

“Aku benar-benar gila. Tidak mungkin Baekhyun ada disini.”

Tiba-tiba suara Baekhyun lewat ditelinganya dengan begitu cepat. Joohyun kaget, kemudian melihat ke sekitar. Tidak ada Baekhyun. Itu hanya ilusi.

Joohyun menghela napasnya, “Jangan seperti ini, Kim Joohyun!”

Tiba-tiba saja air matanya jatuh. Hatinya begitu sakit saat mengingat betapa lamanya ia menunggu kekasihnya itu.

“Baekhyun-ah, kembalilah!” Lirih Joohyun.

 

*****
Baekhyun memijakan kakinya di Bandara Incheon. Dia sudah kembali ke KorSel, sejak 3 tahun lalu meninggalkan Tanah Air-nya ini. Bukan hanya Tanah Air-nya yang ia tinggalkan, tapi keluarga yang ia cintai dan juga kekasih yang berharga untuknya, Kim Joohyun.

“Joohyun-ah, aku kembali.” Baekhyun tersenyum.

Baekhyun pergi ke sebuah Taman yang amat indah. Tiba-tiba kenangannya bersama Joohyun terlintas begitu saja.

 

Flashback On.

Baekhyun dan Joohyun berjalan beriringan dengan headset yang menyantol di telinga mereka. Mendengarkan lagu bersama-sama sambil menikmati angin yang berhembus dengan hangatnya.

Baekhyun dan Joohyun berhenti berjalan dan duduk begitu saja di bawah pohon. Mereka sibuk melihat orang-orang yang lalu-lalang dan anak-anak yang bermain.

Baekhyun terus menatap Joohyun sambil tersenyum. Joohyun menyadari itu, “Wae?” Tanya Joohyun.

“Apa kau bahagia?” Tanya Baekhyun.

“Tentu saja. Aku selalu bahagia saat bersamamu.” Joohyun tersenyum.

Baekhyun tersenyum setelah mendengar itu. Perlahan tangan Baekhyun mengelus pipi Joohyun lembut, “Tetaplah di sisi-ku! Aku tidak ingin jauh darimu.” Suara lembut Baekhyun terdengar hangat di telinga Joohyun.

Joohyun mengangguk sambil tersenyum.

Aku harap waktu berhenti sekarang. –Batin Baekhyun.

Flashback Off.

 

“Aku yang memintamu untuk tetap di sisi-ku, untuk tidak jauh dariku. Tapi aku yang meninggalkanmu. Mianhae, Joohyun-ah.”

 

*****

 

Joohyun kembali di halte bus yang sama seperti sebelumnya. Angin malam Seoul benar-benar menyambutnya. Joohyun memeluk dirinya sendiri dan mengelus lengannya yang kedinginan.

Di seberang sana, di lampu jalan itu. Dia melihat seseorang yang tidak asing. Gadis itu menatap lama seorang lelaki yang berdiri dibawah lampu jalan itu. Kemudian dia menggeleng cepat.

“Ilusi lagi. Kenapa kau terus muncul, Baekhyun-ah?” Joohyun menutup matanya sambil menunduk.

Tak berapa lama, ia membuka matanya. Dia melihat sebuah sepatu, seseorang berdiri didepannya. Dia terus menaikan pandangannya. Dia membulatkan matanya saat melihat Baekhyun ada disana.

Joohyun menundukan kepalanya, “Aku pasti benar-benar gila.” Perlahan Joohyun kembali melihat ke depan, dia masih disana.

Perlahan tangan Joohyun bergerak menggapai pipi Baekhyun, “Bagaimana bisa ilusi se-nyata ini?” Joohyun mengelus pipi Baekhyun.

Baekhyun menggenggam tangan Joohyun yang ada di pipinya, “Aku bukan ilusi-mu, Joohyun-ah. Aku sudah disini. Maaf membuatmu lama menunggu.” Ucapnya lembut.

Perlahan air mata Joohyun menetes. Baekhyun langsung menghapus air mata itu dari pipi Joohyun. Lelaki itu langsung memeluk erat tubuh Joohyun.

Tangis Joohyun semakin menjadi. Joohyun mengeratkan pelukannya, “Terima kasih sudah kembali, Baekhyun-ah.”

Baekhyun melepas pelukannya, kemudian menatap Joohyun, “Saranghae, Joohyun-ah.” Baekhyun mengecup singkat bibir Joohyun.

 

Aku merindukanmu. Aku sedang memikirkanmu terutama lebih di hari ini. Angin yang hangat mengingatkanku padamu. –KIM JOOHYUN.

Malam itu saat aku bersamamu. Aku memelukmu di bawah lampu jalan. Dan aku berharap waktu akan berhenti. –BYUN BAEKHYUN.

 

 

FINISH~
KOMEN JUSEYO~

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s