[EXOFFI FREELANCE] Beloved Female Hostage (Oneshot)

ff-tao-copy

Title : Beloved Female Hostage

Author : BanHana Chance

Cast : -Huang Zitao

-Wang Chia (OC)

Genre : Sad, Romance, Mistery

Lenght : Oneshoot

Rating : PG17

 

Disclaimer : FF ini murni dari otak Author. Dont be silent reader and plagiator.

 

Summary : Pertemuan paling indah adalah pertemuan seperti ini. Disaat kita sama-sama saling merasakan kesakitan yang amat dalam.

 

Author quote’s :Hay hay hay yeoreobeun…. kali ini author bawain FF mistery pertama. Gak tahu sih dibilang mistery atau bukan.  Ya semoga saja berkenan di hati para readers. Oke sekian saja cuap”nya. Keep reading ^_^ .

 

~oOo~

{Author POV}

 

Malam ini terasa sangat dingin. Salju turun sepanjang hari membuat jalan tertutup oleh banyak-nya gumpalan salju yang semakin hari semakin menebal.

 

 

Sama hal-nya dengan sepasang suami istri yang tinggal dirumah kecil yang kini atap rumah-nya ditutupi oleh salju tebal.

 

Mereka tengah asik berpelukan di depan tungku api yang kini membara menghangatkan mereka berdua.

 

Benar-benar suasana yang sangat romantis untuk pasangan suami istri muda yang barusaja menikah 3 bulan yang lalu.

 

 

~oOo~

 

“Apakah kau merasa nyaman chagi-ah? Tanya Tao kepada Chia istri-nya.

 

Chia pun membalas Tao dengan senyuman dan dalam keadaan tetap berpelukan.

 

“Nhe chagi aku merasa sangat nyaman berada di pelukan-mu.” Jawab Chia senang.

 

“Chagi, besok aku ingin mengajak-mu pergi kesuatu tempat, tempat yang sangat indah..” ucap Tao manja.

 

“Mwo… ke suatu tempat? Aigoo chagi.. kau tidak tahu sekarang kan musim salju, aku malas keluar rumah. Shirreo…” jawab Chia menolak.

.

Karena merasa ajakan darinya ditolak oleh sang istri, tiba-tiba Tao melepaskan pelukan-nya dan masuk ke dalam kamar begitu saja menandakan bahwa diri-nya kini tengah marah.

 

“Yaa’ chagi-ah…apa kau begitu marah kepadaku eoh? Mianhae….” rengek Chia sambil memegang tangan Tao manja.

 

 

Namun Tao tetap saja memasang wajah lesu, dia benar-benar kecewa karena ajakan-nya ditolak oleh sang istri. Wajar saja selama menjadi suami dari Chia, Tao benar-benar menjadi suami yang sangat romantis dan penuh dengan kejutan.

 

Karena merasa tidak dihiraukan oleh Tao, akhirnya Chia menyetujui ajakan dari Tao.

 

“Baiklah…aku mau ikut dengan-mu.” Ucap Chia dengan nada lirih.

 

 

Tiba-tiba terukir sebuah senyuman dari sudut bibir Tao. “Apa kau serius chagi….aahh gomawo…” teriak Tao kegirangan sambil memeluk Chia.

 

 

~oOo~

{Ke-esokan hari-nya}

.

“Kenapa aku merasakan firasat tidak enak?” ucap Chia dalam hati-nya. Dari tadi pagi Chia merasakan firasat yang tidak menyenangkan.

 

 

Ntah mengapa dia sangat gelisah dari tadi pagi. Dia sempat bicara kepada Tao namun tetap saja tidak dihiraukan sama sekali.

 

 

Berbeda dengan Tao, justru dia sangat senang hari ini. Dia membayangkan betapa indah-nya dan senang-nya jika Chia melihat kejutan yang akan diberikan Tao kepada-nya.

 

 

“Khajja…chagi..kita berangkat sekarang.” Teriak Tao dari bawah karena menunggu Chia yang sangat lama berada di atas.

 

Terdengar suara teriakan dari Chia “Nhee chagi…tunggu sebentar….” sahut Chia.

 

 

Tidak lama kemudian akhir-nya Chia turun juga dengan baju blouse pink dengan celana jins berwarna putih ditambah dengan jaket kulit merah milik-nya kini menambah kecantikan Chia dengan rambut panjang lurus dengan poni imut-nya.

 

“Kau sungguh cantik chagi-ah….tidak heran jika aku benar-benar sangat menyukai-mu.” Ucap Tao dengan mata tidak berkedip sama sekali.

 

“Sudahlah khajja kita berangkat.” Ajak Chia sembari memeluk lengan Tao erat.

 

 

~oOo~

{Author POV}

 

Kini Tao dan Chia tengah menuju ke suatu tempat yang dimaksud Tao kemarin malam. Tidak ada satu pun yang membuka pembicaraan.

 

Mereka berdua kini saling berdiam diri satu sama lain. Chia dari tadi merasa sangat gelisah. Entah apa yang akan terjadi, yang jelas Chia terlihat sangat murung.

 

Tao yang dari tadi fokus menyetir kini mulai mengawasi Chia yang hanya berdiam saja dari tadi.

 

 

~oOo~

 

“Chagi, sepertinya kita pulang saja. Aku tidak enak badan.” Ucap Chia lirih.

“Wae geurae…chagi..kau kenapa? Kita kan hampir sampai?” jawab Tao sedikit kesal.

 

Chia hanya diam saja dan menunjukkan raut muka kesal. Karena melihat Chia yang mulai marah, akhirnya Tao menuruti kemauan Chia juga. Tanpa banyak bicara pun akhirnya Tao memutar balik mobil-nya.

 

 

Namun setelah beberapa menit dalam perjalanan pulang, tiba-tiba jalan yang licin akibat tertutup salju membuat mobil Tao oleng dan tanpa berfikir panjang Tao langsung membanting stir ke arah kanan sehingga kecelakaan pun tidak ter-elak kan.

 

Bbrraakkkk……..!!!!!!!

 

“Chiaaa……..!!!!” teriak Tao saat mendapati mobil yang dikendarai-nya kini jatuh ke jurang dan di dalam-nya masih ada Chia istri-nya.

 

Saat itu juga Tao terlempar dari dalam mobil, namun sang istri masih tetap berada di dalam mobil.

 

Karena kepala Tao terbentur oleh batu, dengan lemah dan darah bercucuran di kepala-nya, Tao memaksakan dirinya untuk berjalan ke arah jurang untuk menyelamatkan sang istri.

 

Langkah demi langkah Tao lakukan meskipun sempoyongan. Namun tetap saja dia terlihat sangat lemah karena kepalanya kini terasa sangat pening. Darah dari kepala Tao tetap mengalir tak terelak kan.

 

Tiba-tiba saja…. brukkk

 

Kini ambulan membawa Tao kerumah sakit. Polisi tengah mengevakuasi mobil Tao yang terjatuh didalam jurang.

 

 

~oOo~

{Author POV}

 

Kini Tao tengah berbaring lemah di rumah sakit. Setelah mendapatkan  perawatan dari dokter kini keadaan Tao mulai membaik.

 

 

Keesokan hari nya keadaan Tao benar-benar pulih. Dia sudah tersadar dari pingsan-nya. Tao hanya mengalami benturan di daerah kepala dan tidak menyebabkan gagar otak.

 

Tubuh Tao juga baik-baik saja, hanya saja tangan nya membutuhkan gift untuk memulihkan dari benturan saat dia terpental dari dalam mobil. Namun Tao masih tetap bisa berjalan.

 

 

Tak selang beberapa lama, tiba-tiba sang polisi datang memberikan keterangan dari hasil evakuasi kecelakaan kemarin.

 

 

“Maaf tuan Huang Zitao, menurut hasil penyelidikan, mobil anda rusak parah dan meledak.” Ucap salah seorang polisi dan membuat Tao sontak kaget dan marah kepada sang polisi.

 

“Apa kau bilang? Meledak? Di dalam mobil itu ada istri saya, bagaimana bisa kau membuat laporan macam ini eoh?” teriak Tao sambil mencekram baju milik polisi tersebut.

 

Sang polisi pun terheran-heran mendengar ucapan Tao.

 

“Ta..tapi..tuan… di dalam laporan tertulis tidak ada korban jiwa sama sekali. Bahkan di dalam mobil tersebut tidak ada satu orang pun Tuan. Semua Tim Evakuasi sudah mencari ke semua tempat kejadian, namun sama sekali tidak ada istri anda di dalam-nya, sehingga ini bisa dikatakan kecelakaan tunggal dan itu hanya tuan saja.”

 

“Tutup mulutmu…!!! aku tidak butuh laporan darimu, yang ku butuhkan sekarang adalah kabar dari istri ku. Kalau memang laporan mu itu benar, maka aku sendiri yang akan mencari istri ku, cih..” ucap Tao dan pergi berlalu meninggalkan polisi tersebut.

 

 

~oOo~

 

Kini Tao tengah pergi menuju tempat kecelakaan dirinya bersama sang istri kemarin. Tao terlihat sangat kacau dan membuat pengemudi taksi heran dengan-nya.

 

“Anda mau kemana tuan?” tanya pengemudi taksi.

 

“tidak usah banyak bicara tetap kemudikan mobil mu dan bawa aku ke tempat dimana istri ku berada.” Ucap Tao ketus dan membuat pengemudi taksi mengernyitkan dahinya.

.

.

.

Tidak selang beberapa lama, tiba-tiba Tao sampai di tempat dia kecelakaan kemarin. Taksi pun berlalu meninggalkan nya sendirian.

 

Kini Tao turun ke dalam jurang yang terbilang cukup dalam dengan keadaan tangan yang dibalut perban.

 

 

“Chagi-ah….kau dimana eoh..??? apa kau mau bermain petak umpet dengan ku? Cepat keluar chagi-ah….” teriak Tao sambil berkeliling menyusuri tempat yang sepi sekaligus dingin karena salju tidak berhenti turu  itu.

 

Dingin nya salju juga menyelimuti Tao. Tubuh Tao makin lama makin lemah. Namun dia tetap saja mencari keberadaan sang istri.

.

.

Tao benar-benar terlihat sangat kacau. Seseorang tiba-tiba melihat Tao dalam keadaan sudah terbaring lemah di atas salju yang dingin. Tao benar-benar terlihat seperti mayat membeku.

 

 

“Omo… appa.. ada orang meninggal….” teriak salah satu yeoja yang melihat Tao sudah tergeletak.

 

Sang ayah dari yeoja tersebut lari kearah Tao dan mengecek denyut nadi nya. Tiba-tiba sang ayah menjitak kepala yeoja tersebut.

 

Pletakkk…

 

“Ahhh apa yang kau lakukan appa…?” rintih yeoja tersebut.

 

“Apa yang kau katakan eoh? Dia itu masih hidup, cepat bantu appa mengangkat dia.” Ucap sang ayah lalu membawa Tao menuju rumahnya.

 

 

~oOo~

 

“Sepertinya ada hal buruk yang terjadi padanya.” Ucap yeoja tersebut sambil mengelap muka Tao yang terlihat kusam.

 

Tiba-tiba Tao membuka mata-nya perlahan. “Omo…kau sudah bangun? Uh…jangan bangun, kau tidur saja.” Ucap yeoja tersebut kepada Tao.

 

“Perkenalkan namaku Wan Pei, panggil saja aku Pei. Kebetulan aku kemarin menemukanmu tengah pingsan di bawah jurang. Ahh kau tidak perlu menceritakan sekarang. Kau istirahat saja.” Ucap Pei sembari berdiri hendak pergi meninggalkan Tao.

 

Namun tiba-tiba langkah Pei terhenti.

 

“Huang Zitao imnida, aku kesini mencari istriku yang menghilang. Kebetulan sekali kita mengalami kecelakaan disitu, namun polisi tidak dapat menemukan istriku. Dan aku yakin kalau istriku masih hidup.” Ucap Tao lirih.

 

“Ahh begitu, sebaiknya kau istirahat dulu, kalau keadaanmu sudah membaik. Aku bisa membantu-mu mencari istri-mu yang hilang.” Ucap Pei lalu pergi meninggalkan Tao.

 

 

Tiba-tiba Tao menitihkan air mata-nya. “Kau kemana chagi….aku mengkhawatirkan-mu, andai saja aku tidak mengajak-mu ketempat itu, pasti semua ini tidak akan terjadi kepadamu, mianhae chagi-ah… ini semua salahku hiks hiks….” ucap Tao penuh penyesalan sembari menangis.

 

 

~oOo~

Ke esokan harinya….

 

 

“Yaa’ Tao-ssi. Kita sarapan dulu.” Ucap Pei kepada Tao.

 

“Aku tidak nafsu makan.” Jawab Tao lesu.

 

“Yaa’ kalau kau tidak mau makan, bagaimana kau bisa menemukan istri mu yang hilang?” sahut Pei ketus.

 

 

Tiba-tiba Tao diam termenung, sepertinya Tao sangat sedih karena kepergian Chia yang sampai saat ini masih belum juga ditemukan.

 

 

~oOo~

 

Hari demi hari kini Tao lalui sendiri, setiap hari Tao berjuang untuk mencari Chia yang sampai saat ini belum ada kabar sama sekali darinya.

 

 

Namun suatu ketika di saat Tao sedang berada didepan tungku api dirumah-nya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

.

Tok tok tok….

 

“Chia….?” ucap Tao bangun dari lamunan-nya. Tanpa habis pikir Tao pun pergi beranjak dari tempat duduk-nya untuk membukakan pintu rumah-nya.

 

 

Ckrekk…..

 

 

Saat dibuka tidak ada satu orang pun yang berada di depan pintu, Tao melihat ada bayangan sosok hitam kini tengah berada di ujung jalan depan rumahnya kini tengah berdiri seorang diri di bawah lampu yang sedikit rusak, yaitu menyala lalu hidup lagi dan seterusnya seperti itu.

 

 

Tao sedikit memicingkan mata nya kepada sesosok hitam itu. Memberi tanda agar Tao mengikuti-nya. Namun ketika hendak mengikuti orang tersebut, tiba-tiba langkah kaki Tao terhenti ketika melihat secarik surat berada di bawah kaki-nya.

 

 

Tao mulai membuka isi surat tersebut. Dan ketika melihat isi surat itu, Tao langsung lari mengejar sesosok hitam tersebut. Namun langkah kaki Tao yang sedikit sempoyongan membuat Tao tidak bisa mengejar sesosok hitam tersebut.

.

.

~oOo~

 

Kini Tao berada disuatu gedung yang sangat seram. Banyak suara burung hantu dan kelelawar beterbangan dimana-mana.

 

Tanpa rasa takut sedikitpun Tao langsung masuk kedalam gedung tersebut dengan kaki sedikit sempoyongan.

 

 

Tiba-tiba Tao melihat sesosok hitam tadi. Tao pun mulai menemui sosok hitam tersebut dan mendekati-nya.

 

 

“Sebenarnya apa yang kau inginkan? Kembalikan istri ku.” Ucap Tao dengan suara parau nya.

 

“Huahahahaa…. sayang sekali… aku sangat menyukai istrimu, mana mungkin aku bisa memberikan-nya kembali kepadamu?” ucap sesosok hitam tersebut dengan tertawa penuh kemenangan.

 

 

Tanpa berfikir panjang Tao langsung berlari sekuat tenaga untuk menghajar orang tersebut, namun belum sempat Tao memukul, kepalanya sudah mendapatkan pukulan dari balok kayu yang lumayan besar itu.

 

Praakkk….

 

Tao kini tersungkur di tanah dengan hidung mengeluarkan darah. Dia terlihat sangat lemah karena kondisi nya belum terlalu fit setelah kecelakaan tempo lalu.

 

 

“Awas kau sekya…..!!!!” teriak Tao sambil bangkit dari posisi-nya semula dan lari memukul orang tersebut.

 

 

Bbuukk….

 

 

Kini satu pukulan diberikan Tao kepada orang tersebut. Namun lagi-lagi Tao dihajar dengan balok kayu tersebut dan membuat Tao memuntahkan darah segar dari mulut-nya

 

Croott…..

 

Kini Tao tersungkur dan tidak sadarkan diri. Sesosok hitam tersebut pergi meninggalkan Tao yang sudah tidak sadarkan diri.

 

 

Namun tiba-tiba ada seorang memakai topi dan masker hitam datang dan menolong Tao. Seseorang tersebut lari mengejar sesosok berbaju hitam tersebut dan memukulnya dari belakang. Tanpa ampun seseorang itu menghajar sesosok berbaju hitam itu hingga tak sadarkan diri.

 

 

Karena merasa sudah menyelesaikan misi-nya, akhirnya seseorang yang menolong Tao tadi langsung mengangkat Tao bangun.

 

 

“Gwaenchanaeo?” tanya seseorang tersebut.

 

“Na Gwaenchana, gomapta…” jawab Tao merintih.

 

“Kajja kuantarkan kau menemui istri mu, dia ada diruang itu.” Jawab orang tersebut sambil menunjuk ke arah ruangan yang suram.

 

“tunggu sebentar, kau siapa?” tanya Tao penasaran.

 

Seseorang tersebut diam sebentar dan berfikir. Tiba-tiba dia membuka topi dan masker-nya.

 

 

“Pei……???” ucap Tao terkejut karena melihat sesosok Pei yang terlihat begitu berani menghajar seseorang yang tidak dikenalinya tanpa ampun.

 

“Kenapa kau tahu aku berada disini eoh?” sambung Tao.

 

Pei hanya tersenyum kecut melihat Tao. “Cih.. apakah itu penting? Yang terpenting sekarang adalah istri mu, aku yakin dia sekarang pasti sangat ketakutan menunggu-mu. Cepat kau temui dia sekarang juga.” Sambung Pei.

 

 

Tao pun langsung mendobrak pintu yang dikunci itu. Ironis nya Tao kini mendapati sang istri di dalam dengan keadaan yang sungguh mencemaskan.

 

 

Chia kini tengah duduk lemah diatas kursi dengan perban, darah di keningnya yang sedikit mengering karena tidak dibersihkan sama sekali. Tao yakin bahwa itu adalah darah bekas kecelakaan lalu yang sampai saat ini dibiarkan hingga mengering.

 

 

Tubuh Chia benar-benar terlihat kacau. Tangan-nya di ikat di belakang kursi yang diduduki-nya. Di sudut bibir-nya terlihat bercak darah kering. Tubuhnya terlihat sangat kesakitan dan muka nya terlihat pucat.

 

 

Tao terlihat sangat lemah mengetahui keadaan sang istri. Dia langsung berlari memeluk Chia dan melepaskan tali dari tangan-nya.

 

 

“Chagi-ah…..apa kau baik-baik saja? Jawab aku chagi-ah.” Ucap Tao sembari memukul-mukul pipinya karena Chia kini tengah tergeletak pingsan di pelukan Tao.

 

Tanpa berfikir panjang, Pei langsung menelepon ambulan dan mereka segera membawa Chia ke rumah sakit.

 

 

~oOo~

 

“Gomawo Pei kau sudah banyak membantuku. Kalau saja waktu itu kau dan appa mu tidak menolongku, aku sudah menjadi mayat di jurang itu dan aku tidak bisa menemukan istri ku.” Ucap Tao sambil menundukkan kepala-nya.

 

Pei tersenyum ke arah Tao. “Gwaenchana…. melihat kau dan istrimu selamat aku sudah senang, jaga istri mu baik-baik Tao. Aku pergi dulu ya. Bye…” sahut Pei dan pergi meninggalkan Tao.

 

 

Tao sangat senang sekali bisa menemukan sang istri yang lama menghilang. Ternyata sesosok hitam yang mencuri Chia adalah Wu Yifan, mantan kekasih dari Chia dulu. Memang Yifan belum bisa melupakan Chia, maka dari itu Yifan melakukan semua ini kepada Tao dan Chia guna membalas dendam-nya.

 

Namu sekarang ini Wu Yifan sudah mendekam di dalam penjara seumur hidup-nya karena dugaan penculikan, penganiayaan, dan percobaan pembunuhan. Balasan itu sangat setimpal untuk seseorang namja seperti Wu Yifan.

 

 

~oOo~

{House life}

 

Hari ini Tao dan Chia pulang kerumah setelah satu minggu mereka berada dirumah sakit. Tubuh mereka kini sudah sehat semua.

 

 

“Chagi…hari ini kau ingin makan apa akan aku buatkan.” Tanya Tao kepada Chia.

 

“Chagi-ah, hari ini aku ingin menonton film bersamamu seharian dirumah. Besok kan hari natal kita yang pertama. Aku ingin kita menikmati-nya dirumah chagi, apa kau mau menuruti kemauan-ku ini?” tanya Chia manja sambil memeluk Tao.

 

 

Tao pun tersenyum manis, “Apa pun yang kau inginkan chagi, aku akan menuruti semua keinginan-mu, apapun.” Jawab Tao lembut kepada Chia.

 

 

“Ahh….kau sweet sekali chagi….aku mencintaimu….” ucap Chia sambil mencium bibir Tao dengan singkat.

 

Chhuu…

 

Wajah Tao kini mulai memerah, Chia terkekeh geli melihat sang suami kini tengah tersipu malu.

 

 

“Haha chagi pipi mu merah sekali….” ucap Chia sembari memegang pipi Tao dengan kedua tangan-nya.

 

“Yaa’ apa yang kau lakukan eoh? Tidak seperti itu.” Jawab Tao terbata.

 

Namun Chia hanya tersenyum melihat Tao dan menggoda Tao. “Hahaha tetap saja wajahmu memerah chagi…hahaha kejar aku kalau kau berani.” Ejek Chia dan membuat Tao berlari mengejar-nya.

 

“Yaa’ kau mau kemana eoh…” teriak Tao. Namun belum sempat Chia berlari lebih jauh, tiba-tiba tangan Tao berhasil menahan Chia dan langsung menggendong-nya ke dalam kamar.

 

“Yaa’….kau mau membawaku kemana chagi-ah?” tanya Chia sambil teriak.

 

 

 

“Aku ingin mengajakmu membuat baby Tao chagi-ah….hahaha” ucap Tao penuh kemenangan dan membuat Chia membelalakkan mata-nya.

 

 

“Upzzz Baby Tao….???” (o_O)”

_

_

_

_

~end~

.

.

Akhirnya FF yang satu ini sudah kelar. Maaf jika ada kesalahan typo maupun bahasa nya. Jika berkenan harap tinggalkan jejak kalian. Anyeong…. ^_^

 

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Beloved Female Hostage (Oneshot)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s