[EXOFFI FREELANCE] Real Life of Idol – (Chapter 12 – END)

rloi12

 

Title : Real Life of Idol (Part 12-END)

 

Author : Sellafeb (@sellafeb)

 

Cast : Jung Jijae (OC) | Oh Sehun (EXO) | Kim Kai (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

 

Support Cast : SMFAMILY

 

Genre : Romance, Angst, Idol-life, Hurt.

 

Rating : PG-15

 

Lenght : Chaptered

 

 

 

Happy Reading^^

 

 

 

Real Life of Idol – Love is like that

 

 

“Gadis itu…” Kai hendak menghampirinya.

 

Tapi baru selangkah ia sudah menghentikan langkahnya.

 

“Ah, menyebalkan!” Gerutunya.

 

“Aku benar-benar kesal padanya, tapi melihatnya seperti ini membuatku tidak tega.”

 

 

 

Real Life of Idol – Love is like that

 

 

 

Jijae tertidur sambil menggenggam tangan Sehun erat. Dia mengerejapkan matanya dan menatap Sehun yang masih menutup matanya.

 

“Kapan kau akan bangun? Kapan kau akan membuka matamu? Kapan kita bisa saling menatap dan bicara? Onje, Oppa?” Tutur Jijae sambil menatap Sehun.

 

Sehun masih menutup matanya, “Sekarang.” Mulutnya bersuara.

 

Jijae membelalakan matanya kaget, “Oppa?” Bibirnya bergetar.

 

Sehun membuka matanya dan menatap Jijae sambil tersenyum.

 

Jijae menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memejamkan matanya, “Aniya, aniya. Kenapa ilusi ini terlihat nyata?”

 

Sehun tertawa kecil, “Kau lucu sekali.”

 

Jijae membuka matanya kemudian menatap Sehun intens, “Kau benar-benar bangun?” Tanya Jijae, “Ini berapa?” Jijae mengangkat dua jarinya.

 

Sehun terlihat berfikir, “Eum… Berapa, ya?” Canda Sehun.

 

Jijae memukul pelan lengan Sehun, “Dasar jahat! Kenapa kau melakukan itu?” Racau Jijae yang kemudian menangis.

 

Sehun langsung duduk dari tidurnya, “Yak! Kenapa kau menangis?”

 

“Kenapa kau tega tertidur seperti itu? Eoh? Kau mau mati?” Isak Jijae.

 

Sehun memeluk erat tubuh Jijae, “Uljima! Aku sudah ada disini.”

 

“Eotteokhae? Aku benar-benar bahagia.” Isaknya.

 

Sehun tertawa kecil, “Kau bahagia tapi menangis?”

 

Jijae langsung melepas pelukan Sehun, “Yak!” Jijae menatap Sehun intens, “Apa kau tahu namamu? Aku siapa? Siapa nama Eomma-mu? Dan sekarang kau ada dimana? Jawab aku!” Jijae melontarkan pertanyaan karena Dokter bilang ada kemungkinan Sehun amnesia.

 

Sehun hanya menatap Jijae. Dia menatap Jijae dengan bingung, tepat seperti ekspresi orang amnesia.

 

Jijae panik, “Kau tidak tahu?” Tanya Jijae, “Eotteokhae?” Jijae menutup wajahnya.

 

Sehun tertawa tanpa sepengetahuan Jijae. Dia imut sekali. –Batin Sehun.

 

“Namaku Oh Sehun, kau Jung Jijae, nama Eomma-ku Kim Haein, aku ada di Rumah Sakit sekarang. Otte?”

 

Jijae menatap Sehun usai menurunkan tangannya yang menutupi wajah cantiknya. Jijae tersenyum, kemudian langsung memeluk Sehun erat.

 

“Gomawo. Terima kasih sudah kembali.” Jijae meneteskan air mata bahagianya.

 

Sehun membalas pelukan erat kekasihnya itu, “Aku janji tidak akan tidur lagi, Jijae-ya.” Tuturnya, “Eum… Tapi, sepertinya kau sangat akur dengan Eomma-ku.” Sehun tersenyum.

 

Sedangkan, Jijae kebingungan. Gadis itu melepas pelukannya dan menatap Sehun intens.

 

“Dari mana kau tahu?” Heran Jijae, “Apa kau sudah bangun kemarin?” Tebak Jijae.

 

Flashback On.

 

“Putra-ku yang tampan, makanlah yang banyak.” Ucap seorang wanita paruh baya yang akan menyuapkan sesuap bubur untuk putra tercintanya.

 

Putra-nya memakan bubur itu dengan lahapnya sambil tersenyum.

 

“Aku bersyukur kau baik-baik saja, Oh Sehun.”

 

“Tentu saja aku baik-baik saja. Aku bukan lelaki yang lemah, Eomma.” Ujar Sehun.

 

Eomma-nya hanya tersenyum.

 

Sementara itu Sehun mendengar suara Jijae diluar.

 

“Oppa, kau tidak mau masuk terlebih dahulu?” Tanya Jijae.

 

“Aniya, aku titip salam pada Eomoni.” Balas Kai.

 

Sehun panik, “Eotteokhae?”

 

“Wae?” Heran Eomma-nya.

 

“Aku tidak mau dia tahu aku sudah bangun, ini pertemuan yang tidak romantis.”

 

Eomma-nya tertawa, “Mwoya? Kau ini ada-ada saja.”

 

“Eomma, jangan bilang padanya kalau aku sudah siuman! Oke?” Sehun langsung pura-pura tertidur.

 

Pintu ruangan itu terbuka, Jijae masuk sambil tersenyum.

 

“Eomoni, aku sudah datang.” Sapa Jijae.

 

Jijae menatap Sehun sebentar, kemudian beralih pada Eomma-nya Sehun.

 

“Ah iya, tadi Kai Oppa yang mengantarku, tapi sepertinya dia buru-buru, jadi tidak bisa menyapa Eomoni.” Tutur Jijae.

 

“Geurae? Gwenchana. Duduklah!” Eomma-nya Sehun gugup karena dia harus berakting pura-pura tidak tahu kalau Sehun sudah siuman.

 

Jijae melihat mangkuk bubur di meja, “Apa Anda makan bubur?” Tanya Jijae.

 

Eomma-nya Sehun mengangguk cepat, “Eum… Aku sedikit lapar tadi.”

 

Setelah perbincangan mereka, mereka sibuk melakukan banyak hal bersama. Seperti merajut syal dan banyak lagi.

 

Eomma-nya Sehun memasangkan syal berwarna pink itu dileher Jijae, “Cantik ‘kan?”

 

Jijae mengangguk sambil tersenyum.

 

Flashback Off.

 

“Dasar lelaki jahat! Beraninya kau mengerjai kekasihmu!”

 

 

 

Real Life of Idol – Love is like that

 

 

 

Kai berlari usai mendengar Sehun siuman, dia langsung masuk ke dalam mobilnya dan menancap gas menuju Rumah Sakit.

 

Sesampainya disana, dia menatap Sehun yang tengah disuapi oleh Jijae. Sehun dan Jijae menyadari kedatangan Kai. Lelaki itu masih sibuk mengatur napasnya yang tersenggal karena berlari.

 

Mata Kai berkaca-kaca dan kemudian tersenyum saat melihat Sehun disana. Sehun pun tersenyum padanya. Begitupun juga dengan Jijae.

 

Kai melangkah menghampiri Sehun, “Yak! Kenapa kau tidur begitu lama dan membuatku menunggu untuk menepati janji kita, huh?”

 

Sehun meneggakan tubuhnya, “Mianhae, Kai-ya. Kita harus pergi sehabis perban dan infus ini lepas dari tubuhku. Terima kasih karena telah menjadi sahabatku, Chingu-ya.” Sehun tersenyum.

 

“Ah, jinjja! Jangan mengatakan itu! Aku merinding.”

 

Sehun dan Jijae tertawa mendengar itu. Jijae bangkit dari kursinya. Sehun dan Kai menatapnya.

 

“Kalian bicaralah!” Jijae tersenyum kepada mereka berdua dan keluar dari sana.

 

“Gomawo, Jijae-ya.” Teriak Sehun.

 

“Yak! Kenapa kau membiarkannya pergi?” Heran Kai.

 

“Sepertinya dia tahu tentang kita.” Balas Sehun.

 

“Mwo? Tahu apa?” Bingung Kai.

 

“Tahu tentang masalah kita.”

 

Kai terlihat berpikir. Apa maksudnya? –Batin Kai.

 

Kai membelalakan matanya, “Dia tahu aku menyukainya?”

 

Flashback On.

 

Jijae tersenyum melihat Sehun yang makan dengan lahapnya. Tapi tiba-tiba dia teringat pembicaraannya dengan Eomma-nya Sehun kemarin. Beliau memberitahu semuanya pada Jijae, termasuk tentang perasaan Kai padanya.

 

Jijae menundukan kepalanya kemudian menghela napasnya. Sehun menyadari itu dan langsung menghentikan makannya.

 

“Wae? Apa ada masalah?” Tanya Sehun.

 

Jijae menatap Sehun, “Aniya, tidak ada.”

 

Sehun terus menatap Jijae, “Jinjja?”

 

Jijae mengangguk.

 

“Tapi… Aku bersyukur semua orang disekelilingku menjagaku dengan baik. Member Section, Sehun Oppa, dan… Kai Oppa juga.” Jijae menundukan kepalanya saat menyebut nama Kai.

 

Sehun hanya menatapnya bingung.

 

“Aku benar-benar merasa bahagia, tapi juga merasa bersalah. Sungguh!”

 

Flashback Off.

 

Jijae duduk dikursi tepat didepan ruang inap Sehun.

 

Mianhae, Oppa. Aku benar-benar tidak tahu, aku hanya berpikir tentang perasaanku tanpa memikirkanmu. Aku benar-benar jahat. –Batin Jijae.

 

 

 

Real Life of Idol – Love is like that

 

 

 

“Bukankah hari ini Sehun boleh pulang?” Tanya Yoonji.

 

Jijae mengangguk sambil tersenyum. Member yang lainnya pun merasa bersyukur mendengar berita ini. Image Sehun tidaklah buruk lagi didepan member Section. Mereka sudah sepenuhnya percaya bahwa Sehun bisa menjaga Jijae dengan baik.

 

Mereka berhenti saat berpas-pasan dengan Red Velvet. Saling menyapa satu sama lain. Tapi Yoonji enggan melihat wajah Seulgi. Jijae juga menyadari itu. Yoonji sudah memberitahu Jijae tentang perbuatan Seulgi, bahkan tanpa diberitahu pun Jijae pasti sudah mengetahuinya.

 

“Ah, aku dengar Sehun masuk Rumah Sakit. Apa dia baik-baik saja?” Tanya Wendy sambil menatap Jijae.

 

“Dia sudah boleh pulang hari ini.” Balas Jijae.

 

“Syukurlah.”

 

Yoonji menatap tajam Seulgi, “Geurae, kalau tidak ada yang menyelakainya pasti dia tidak akan seperti ini.”

 

Keadaan jadi sangat canggung. Jijae menyenggol lengan Yoonji pelan.

 

“Arraseo, mian. Aku tidak bisa menahannya.” Gerutu Yoonji.

 

“Bisa bicara denganku sebentar?” Jijae menatap Seulgi.

 

Jijae dan Seulgi bicara setelah Seulgi setuju untuk bicara dengannya.

 

“Jujur saja, aku tidak menginginkan hal ini. Kenapa kau berusaha sekeras ini untuk menyingkirkanku?” Jijae menatap Seulgi.

 

Seulgi menatap Jijae, “Kau pikir aku mau melakukannya? Kau pikir aku baik-baik saja setelah melakukannya, huh?” Racau Seulgi.

 

“Lalu kenapa kau melakukannya? Sudah tahu itu akan memperburuk, kenapa kau tetap melakukannya?”

 

“Karena aku membencimu. Sungguh!” Tandas Seulgi.

 

“Aku juga. Tapi… Aku tidak akan melakukan hal itu padamu. Bahkan sekarang aku sedang menahan untuk tidak menjambak dan menamparmu.” Tutur Jijae dengan mata berkaca-kaca.

 

“Tampar saja! Kau mau jambak rambutku? Baiklah, jambak saja!”

 

“Aniya, tidak perlu.” Balas Jijae, “Tapi apa kau tahu? Aku hampir mati karena melihatnya terbaring disana karena melindungiku. Apa kau tahu betapa menyakitkannya itu, huh?” Racau Jijae seraya meneteskan air matanya.

 

“Aku tidak bisa pulang ke Dorm, aku tidak bisa meninggalkannya walaupun hanya 1 detik. Karena aku takut dia pergi, aku takut dia tidak akan membuka matanya lagi. Aku harus ada disampingnya karena aku penyebab dia terbaring disana. AKU!” Racau Jijae.

 

Seulgi meneteskan air matanya, “Yak! Apa hanya kau yang menderita? Nado! Aku lebih menderita darimu. Aku selalu dihantui rasa bersalah dan khawatir. Aku tidak bisa pergi ke sana karena Kai tidak mau melihat wajahku. Dia tidak mau melihat wajah sahabatnya ini, dia membenciku. Sedangkan kau? Kau bisa kesana setiap waktu, kau selalu menemaninya, kau selalu ada disampingnya. Kau bisa terus menatap wajahnya yang tampan. Apa yang bisa aku lakukan, huh? MWO?” Racau Seulgi.

 

Jijae menundukan kepalanya, “Kau benar. Tapi apa kau tahu rasanya melihat matanya yang tertutup? Itu menyakitkan. Kadang aku ingin pergi dari sana, tapi… Aku tidak mau jauh darinya. Aku tidak tahu harus bagaimana. Bukankah kau juga menangis saat melihatnya?” Jijae menatap Seulgi dikalimat terakhirnya.

 

Seulgi menatap balik Jijae.

 

“Aku melihatmu.”

 

Flashback On.

 

Seulgi menggenggam erat sebuket bunga yang sama persis seperti yang ia bawa kemarin. Kemarin dia gagal masuk karena melihat Jijae ada didalam. Tapi sekarang tidak ada siapapun. Hanya tubuh lemah Sehun yang terbaring diranjang itu.

 

Seulgi menangis tersedu-sedu melihat Sehun. Miris sekali saat melihat orang yang ia cintai terbaring lemah karena ulahnya.

 

“Sehun-ah, mianhae. Aku benar-benar bodoh. Aku tidak bisa apa-apa saat itu, aku tidak tahu apa yang aku lakukan. Benar bahwa aku dendam padanya, tapi aku pun bertanya pada diriku, kenapa aku melakukan itu? Perbuatan bodoh apalagi yang aku lakukan? Aku bingung pada diriku sendiri.” Seulgi berjalan mendekati ranjang Sehun.

 

“Jeongmal mianhae. Aku bersalah.” Seulgi menutup mulutnya dengan tangannya untuk memperkecil isakannya.

 

Sementara itu, Jijae menyandarkan tubuhnya didinding sebelah pintu ruang inap Sehun. Jijae meneteskan air matanya, kemudian menundukan kepalanya.

 

Seulgi menggenggam erat tangan Sehun, “Bukalah matamu, jebal! Sehun-ah, jebal! Jangan seperti ini! Aku tidak mau kau pergi, andwae!” Isakan Seulgi semakin terdengar.

 

“Ini menyakitkan.”

 

Flashback Off.

 

Seulgi masih menatap Jijae, begitupun juga sebaliknya.

 

“Aku tahu kau sangat mencintai Sehun Oppa. Aku tahu kau membenciku karena itu. Arra.” Ujar Jijae.

 

Seulgi hanya menatap Jijae tanpa menjawabnya.

 

“Tapi… Aku tidak bisa melepasnya. Aku tidak mau.”

 

 

 

Real Life of Idol – Love is like that

 

 

 

Kai menatap Sehun sesekali untuk melihat keadaan temannya itu.

 

“Gwenchana? Apa kau sudah baikan?” Khawatir Kai.

 

Sehun tersenyum pada Kai, “Jangan khawatir! Gwenchana.”

 

Kai dan Sehun keluar dari lift dan berjalan menuju ruang latihan mereka.

 

“Bagaimana kau bisa latihan dengan keadaan seperti ini, huh? Kau mau masuk Rumah Sakit lagi?” Geram Kai pada Sehun yang memaksa untuk latihan.

 

“Yak, Kim Kai! Gwenchana. Aku sudah keluar dari sana, aku sudah sembuh.” Balas Sehun.

 

Kai hanya menghela napasnya karena sikap keras kepala Sehun ini.

 

Kai membuka pintu ruang latihan, member EXO yang ada didalam langsung berhamburan keluar dan memeluk Sehun. Mereka terlihat sangat senang dengan keadaan ini. Bersyukur karena tidak terjadi apa-apa pada maknae mereka itu.

 

“Sehun-ah, gomawo.” Suho memeluk Sehun begitu erat bahkan matanya berkaca-kaca.

 

“Yak, Hyung! Gwenchana.” Sehun menepuk-nepuk pelan bahu Suho.

 

“Jangan masuk kesana lagi! Aku benar-benar akan memukulmu jika kau berani melakukan itu lagi.” Ancam Suho.

 

“Aku senang melakukannya, aku merasa sangat bangga. Aku bisa melindunginya.” Sehun tersenyum, “Kenapa kau malah memarahiku?”

 

“Yak! Aku tidak pernah melarangmu untuk melindunginya, tapi dengan mengorbankan dirimu itu tidak bisa dibenarkan.” Ujar Suho.

 

“Baiklah, aku tidak akan mengulanginya lagi.”

 

Sementara itu, Seulgi berjalan lemah usai bicara dengan Jijae tadi. Dia ingin kembali ke ruang latihannya. Dia berjalan sambil menundukan kepalanya. Dia tidak menyadari kalau member EXO sedang menatapnya. Member EXO menatapnya bingung karena dia berjalan begitu lemah.

 

Ada apa dengannya? –Batin Kai.

 

Sehun juga menatapnya intens. Apa dia sakit? –Batin Sehun.

 

Seulgi menyentuh dinding untuk menahan tubuhnya yang lemah. Member EXO semakin bingung. Tak lama kemudian, tubuh Seulgi jatuh ke lantai. Member EXO langsung membelalakan mata mereka. Kai berlari menghampiri Seulgi. Sehun menjadi orang ke-2 yang menghampiri Seulgi, kemudian member yang lain juga menghampirinya.

 

Kai memangku kepala Seulgi, “Seulgi-ya, ireona!” Kai menepuk-nepuk pelan pipi Seulgi.

 

Sehun menatap iba Seulgi yang lemah dipangkuan Kai.

 

“Seulgi-ya? Yak, Kang Seulgi!” Kai mengangkat tubuh Seulgi ke ruang kesehatan.

 

Dia meletakan tubuh Seulgi diranjang dan membiarkan perawat memeriksanya.

 

Kai dan Sehun menunggu diluar ruangan.

 

“Apa dia seperti ini karena aku?” Sehun bicara tanpa menatap Kai.

 

Kai menatap Sehun, “Aniya, jangan salahkan dirimu!”

 

 

 

Real Life of Idol – Love is like that

 

 

 

Jijae berlari ke ruang kesehatan usai mendengar kabar bahwa Seulgi pingsan. Dia berhenti didepan pintu usai melihat Sehun dari jendela. Sehun ada didalam sana. Sehun menatap Seulgi yang masih menutup matanya. Sehun menghela napasnya, kemudian menundukan kepalanya.

 

“Kalau kau seperti ini karena aku, mianhae. Jeongmal mianhae.” Gumamnya.

 

Jijae menempelkan punggungnya dipintu ruangan itu dan mendengarkan perkataan Sehun.

 

“Aku yang salah, aku mencintainya padahal kau masih begitu mengharapkanku. Tapi… Ini bukan salahnya, dia menyukaiku jauh sebelum kita berkencan. Kencan palsu itu hanya kebetulan, dia juga tidak menyetujuinya, tapi CEO memaksanya. Tidak ada yang perlu kau benci darinya, dia gadis yang sangat baik. Aku yang salah, jadi aku pantas mendapatkannya. Bencilah aku, Seulgi-ya.” Tutur Sehun.

 

Jijae menundukan kepalanya dan menangis disana. Sedangkan saat Sehun kembali menatap Seulgi, dia kaget saat melihat air mata Seulgi yang jatuh dengan mata tertutup.

 

“Seulgi-ya?”

 

“Mianhae.” Lirih Seulgi dengan mata tertutup.

 

Jijae kembali melihat ke jendela usai mendengar suara Seulgi.

 

“Seulgi-ya…”

 

Seulgi membuka matanya dan menatap Sehun, “Jeongmal mianhae, aku bersalah. Mianhae, Sehun-ah.” Lirihnya.

 

Sementara itu Kai juga ada disana, dia berdiri didekat jendala tapi jendela yang berbeda dengan Jijae. Dia bisa mendengar jelas suara mereka dari sini. Kai menundukan kepalanya.

 

Sehun menatap Seulgi, “Aniya, jangan minta maaf!”

 

Seulgi menggelengkan kepalanya, “Aku bersalah, aku yang melakukan semua itu padanya. Mianhae. Jeongmal mianhae.” Isaknya.

 

Jijae kembali menempelkan punggung dipintu, kemudian menyeret punggungnya sampai ia terduduk dilantai. Gadis itu menutup mulutnya dengan punggung tangannya agar isakannya tak terdengar.

 

Kai menatapnya yang terduduk lemah disana, “Jijae-ya…” Gumamnya pelan yang tak bisa terdengar oleh Jijae.

 

Jijae terus menangis disana, gadis itu memegang dadanya yang sesak karena terus menahan isakannya.

 

Jijae melihat sepasang sepatu didepannya, dia langsung menatap orang itu, “Oppa?”

 

“Mau makan ice cream denganku?” Kai tersenyum pada Jijae.

 

 

 

Real Life of Idol – Love is like that

 

 

 

Kai tersenyum melihat Jijae dengan lahapnya memakan ice cream cokelat pemberiannya. Sampai-sampai ice cream itu tertinggal dibibirnya. Kai tertawa kecil, kemudian membersihkan sisa ice cream dibibir Jijae dengan ibu jarinya.

 

Jijae tersenyum canggung karena ini. Dia tahu kalau Kai menyukainya dan itu membuatnya canggung berada didekatnya.

 

“Kalau kau sudah tahu, anggap saja tidak tahu.” Kai bicara tanpa menatap Jijae.

 

Jijae langsung menatap Kai, “Apa maksudmu?” Heran Jijae.

 

Kai menatap Jijae, “Perasaanku. Lupakan saja! Anggap saja kau tidak tahu. Aku yang akan mengatasi perasaanku. Jangan khawatir!” Tutur Kai sambil tersenyum.

 

“Mianhae. Jeongmal mianhae, Oppa.”

 

“Aniya, jangan minta maaf! Kau bisa terus menganggapku sebagai Oppa-mu. Aku tidak mengharapkan apapun darimu, hanya saja… Satu harapanku, yaitu kebahagianmu.” Kai tersenyum menatap Jijae, kemudian mengacak-acak rambut Jijae pelan.

 

Jijae tersenyum mendengar itu, “Seperti yang diharapkan, Kai Oppa-ku memang sangat keren!” Jijae mengacungkan jempolnya pada Kai.

 

Kai hanya tertawa, kemudian kembali menatap langit yang masih terlihat jauh walaupun dia sedang berada diatap gedung. Jijae masih menatap Kai. Kai yang menyadari itu langsung menatap Jijae.

 

“Wae?” Heran Kai.

 

“Bisakah aku memelukmu sebentar?” Jijae menatap Kai.

 

“Mwo?” Kaget Kai.

 

Hanya selang 3 detik, Jijae sudah memeluk Kai. Kai kaget.

 

“Apa yang kau lakukan?” Heran Kai.

 

Jijae menyandarkan dagunya dibahu Kai dan melingkarkan tangannya dipinggang Kai erat. Jijae menutup matanya dan mempererat pelukannya.

 

“Jijae-ya…”

 

“Sekali saja… Aku ingin merasakan kehangatan dari Oppa-ku, sekali lagi.” Gumamnya.

 

Kai mulai merespon Jijae, dia menepuk-nepuk bahu Jijae pelan. Jijae tersenyum tanpa sepengetahuan Kai.

 

“Gomawo, selama ini kau selalu melindungiku tanpa rasa takut. Terima kasih karena selalu menjadi Oppa terbaik didalam kehidupanku, terima kasih karena… Sudah mencintaiku. Gomawo, Oppa.” Tuturnya lembut.

 

Kai menghela napasnya dan menundukan kepalanya. Kai mempererat tautan mereka. Dia mengelus lembut surai rambut Jijae.

 

“Aku tahu hanya terima kasih-lah yang dapat kau ucapkan. Karena ‘Saranghae’ hanya akan kau ucapkan pada Sehun.”

 

 

 

Real Life of Idol – Love is like that

 

 

 

Jijae menyandarkan kepalanya dibahu Sehun. Dia tersenyum saat melihat tangannya yang digenggam erat oleh Sehun.

 

“Dingin?” Tanya Sehun.

 

Jijae menggeleng, “Ada kau disini, kau menggenggam tanganku, sama sekali tidak dingin.”

 

Sehun tersenyum, “Kau sudah pandai merayu rupanya.”

 

Jijae menatap Sehun, “Aniya, aku sungguh-sungguh.”

 

Sehun tersenyum kemudian mendorong kepala Jijae agar kembali bersandar pada bahunya.

 

“Kau senang? Karena semuanya sudah selesai?” Tanya Sehun.

 

“Sudah selesai? Maksudmu begitu juga dengan hubungan kita?” Geram Jijae.

 

“Aniya, bukan hubungan kita. Semuanya sudah membaik, fans kita akur, kau sudah baikan dengan Seulgi, aku juga sudah lama baikan dengan Kai. Semuanya sesuai kemauanku.” Tutur Sehun.

 

“Dan juga… Kai Oppa sepertinya sudah melupakan cintanya padaku, dan menaruh sedikit harapan pada Yoonji Eonni. Ah, Chanyeol Oppa juga, sepertinya dia semakin dekat dengan Eunji.” Balas Jijae.

 

“Kau benar, mereka semua terlihat bahagia. Aku senang.” Sehun melepas genggaman tangan dan merangkul Jijae erat.

 

“Aku suka, aku suka keadaan ini.” Ucap Jijae.

 

“Nado.”

 

Jijae melingkarkan tangannya dipinggang Sehun. Sehun tersenyum.

 

“Tatap aku!” Pinta Sehun.

 

Jijae mengabulkan itu, dia menatap Sehun, Sehun tersenyum padanya, “Cantiknya~” Pujinya sambil mencubit pelan pipi Jijae.

 

Jijae mengecup pipi Sehun cepat, “Saranghae~” Jijae kembali menyandarkan kepalanya dibahu Sehun.

 

Sehun hanya tertawa, “Rupanya Nyonya Oh semakin berani saja.”

 

Jijae menatap Sehun, “Yak! Aku masih Jung! Nona Jung!” Protes Jijae.

 

“Aniya, aku sudah mengubahnya.” Balas Sehun.

 

“Mana bisa begitu? Sejak kapan?” Protes Jijae.

 

“Sekarang!” Sehun menangkup pipi Jijae dan mencium bibir Jijae secepat kilat.

 

Jijae yang awalnya membelalakan matanya karena ini, perlahan menutup matanya dan merespon Sehun. Jijae melingkarkan tangannya dileher Sehun.

 

Tak berapa lama, Sehun melepas tautan itu dan menatap Jijae.

 

“Mulai sekarang kau milikku, Nyonya Oh!” Ucapnya kemudian kembali mencium bibir Jijae.

 

 

 

Tidak terlambat bukan untuk mencintaimu? Walau aku terlalu lama menyadari perasaanku, tapi aku akui kau gadis tipeku. Kau punya senyum yang indah dan hati malaikat. Terima kasih sudah menjadi Nyonya Oh-ku. Terima kasih sudah menggenggam tanganku. Saranghae, Jung Jijae. –OH SEHUN.

 

Saat kau mencintai seseorang, lindungi dia dengan tulus. Temani dia dan genggam tangannya. Katakan padanya bahwa kau mencintainya, tidak ada kata terlambat, jika kau berjuang kau akan mendapatkan yang terbaik. Percayalah! –JUNG JIJAE.

 

 

 

FINISH!!!

 

 

 

Huwaaaaaaaaaaaa~ Akhirnya finish nih ff amburadul. FF yg melelahkan dan bikin kepikiran terus kyk gimana endingnya. Aku gatau ending ini bakalan ngena/? atau enggak. Sorry for typo. Makasih juga buat para Readers yang setia nongol saat ff ini dipostJ Kalau gaada kalian aku gabakalan semangat nyelesain ff ini. Kamsahamnida~

 

Dan juga tolong kasih cinta yang sama /kalau bisa lebih wkwk/ di ff-ku selanjutnya /kalo ada hehehe/. LUV<3

 

RCL JUSEYO~

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Real Life of Idol – (Chapter 12 – END)

  1. akhirnya end jg…ini ff udah lama bngt sejak pertama kali aku baca…sempat menghilang bak diterpa angin topan sehun..akhirnya muncul lg…

    yaa ..seneng karna akhirnya bahagia semua..masalah clear semua… aku kira kai bakal sama seulgi..ternyata sama member section toh..hahaha
    makasih author-nim yg udah bekerja keras nulis ff ini…ditunggu karya” selanjutnya…
    chuuu~~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s