[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 12)

byunpelvis

Regret (Chapter 12)

Poster by : https://dirtykindi.wordpress.com

Author : ByunPelvis

 

Cast : Byun Baekhyun, Lee Kyungra (OC/You), Kim Jong In.

Other cast : member EXO lainnya.

Genre : Hurt ,  Romance.

Rating : General.

Leght : Chapter

Disclaimer  : Cerita murni dari pemikiran saya. Maaf untuk typo J.

 

Hallo readers^^

Semoga readers suka kelanjutan ceritaku yang semakin buruk ini.^^

*

*

Happy reading all,.

.

“aku rela menggantikan penderitaanmu. Aku mencintaimu, kumohon bahagialah untukku.”

.

Suara pendeteksi jantung masih terdengar walau kondisi pasien sudah stabil. Kyungra kembali mengalami syok pasca mengetahui kenyataan tentang dirinya yang tak sempurna. Betapa menyedihkannya kondisinya saat ini.

Jong In masih berada disana. Mengamati gadis itu yang sedang menatap pemandangan kota Seoul dengan tatapan kosong. Ia masih khawatir dengan apa yang akan Kyungra lakukan kemarin malam.

Bunuh diri , mungkin hanya  memikirkannya namja itu bisa frustasi berat.

Jong In memang merasakan hatinya tak selalu tenang meninggalkan Kyungra sendirian.

“Jong”

“eum…?”

“apa benar dia baik-baik saja?”

Jong In tak menjawab, ini sudah kesekian kalinya Kyungra bertanya dengan kata-kata yang sama. Tapi saat melihat ekspresi berharap gadis itu membuat Jong In tak kuasa jika hanya diam.

“Baekhyun baik-baik saja. Dia mendapat beberapa jahitan dilengannya.”

Kyungra kini menunduk. Hatinya mendadak perih mengingat kejadian kemarin malam. Dimana saat dirinya mencoba bunuh diri dan malah berakhir melukai Baekhyun.

Karena kebodohannya ia membuat lengan Baekhyun tersayat. Bayangan darah yang mengucur itu membuat dadanya semakin sesak.

Kyungra terisak, Jong In mendekat dan memeluknya. Sejak kejadian  kemarin malam  Baekhyun belum menunjukan wajah lagi.

“aku tidak berniat melukainya Jong, aku hanya ingin…hanya –“

“kau ingin mati? Lalu bagaimana dengan hidupku? Hidupnya dan keluargamu? Kau mau meninggalkan kami yang sangat menyayangimu?. Kyungra! Aku mohon jangan lakukan hal bodoh itu. Arraseo?”

Kyungra semakin mengeratkan pelukan itu, semakin terisak dan menumpahkan kesedihannya dengan meminjam pelukan Jong In.

.

.

.

Baekhyun masih betah duduk di dalam Gereja tua dekat Seoul Hospital. Sejak malam tadi ia tak beranjak sejengkangpun dari sana. Biarawati yang ada disana bahkan sampai menyuruhnya pulang, tapi Baekhyun tak menurut sama sekali.

Tak ada lagi air mata, Baekhyun mencoba tegar dihadapan Tuhan.

Baekhyun mengingat lagi apa yang terjadi padanya. Lengannya diperban karena terluka.

Tak apa,Baekhyun rela. Bahkan jika dibunuh oleh Kyungra sekalipun ia akan rela.

#flashback.

“lihatlah aku! aku tak bisa apa-apa sekarang. Aku lumpuh!”

Baekhyun tak kaget dengan apa yang Kyungra katakan, karena ia sudah mendengar tentang itu terlebih dulu.

“aku tau”

“apa kalian merayakannya? Kalian bahagia saat aku menderita iya kan?”

“kau salah. Bahkan aku tak memiliki daya untuk tersenyum”

Kyungra tertawa hambar, kata-kata Baekhyun tak bisa dipercaya. Gadis itu sudah terlanjur kecewa sejak awal. Sekali ia dibohongi maka akan sulit untuknya percaya kembali.

“apa sebaiknya aku mati saja?”

Baekhyun semakin mendekat saat Kyungra meraih sebuah pisau buah dinakas. Namja itu khawatir Kyungra benar-benar nekat. Jalan satu-satunya adalah merebut pisau itu dari tangan Kyungra.

“jangan lakukan itu Kyungra-ya.”

“wae? Tak ada gunanya aku hidup jika hanya disakiti. Ada baiknya nadi ini putus.”

Baekhyun nekat dan mencekal kedua tangan Kyungra. Ia tau jika seperti itu justru berbahaya, tapi ia terus berusaha agar Kyunra melepas benda tajam itu.

Kyungra semakin menguatkan tenaganya untuk melepas diri dari Baekhyun. Pisau itu tak kunjung lepas , Baekhyun kesulitan membuat Kyungra berhenti dan …

 “akhhh”

Kyungra melepas pisau ditangannya, matanya membulat melihat darah mengucur keluar.

‘clek’

“Kyungra-ya!” tiba-tiba Kyungsoo dan Jong In datang. Mereka cukup terkejut melihat apa yang terjadi.

Baekhyun memegangi lengan kanannya yang terluka. Untuk menahan sakit ia menggigit bibir bawahnya.

“y-ya Baekhyun-ssi neo gwemchana?” .

Kyungsoo yang mengenal Baekhyun terlihat khawatir melihat goresan luka itu.Baekhyun tersenyum walau rasanya luar biasa sakit.

“ne , gwemchana.”

Jong In yang berada dibelakangnya membuang pisau yang ada diranjang. Kyungra syok dan mnjambak rambutnya sendiri. Gadis itu berteriak histeris dan menangis.

Kyungsoo memencet tombol darurat, melihat Kyungra kacau membuat hatinya miris. Sebagai sepupu yang sangat menyayangi adiknya ia tentu takut. Kyungsoo menahan Kyungra dengan memeluknya.

Perlahan teriakan itu mereda, Kyungra semakin tenang dan kehilangan kesadarannya.

#Flashback end.

Baekhyun berusaha menahan bulir krystal yang menggenang dipelupuk matanya, ia tak boleh menjadi namja lemah. Apa lagi ia berada di gereja saat ini, ia harus tegar dihadapan Tuhan’nya.

“Tuhan. Aku mohon beri mukjizatmu untuk Kyungra. Aku sungguh mencintainya…. maaf karena aku pernah mempermainkannya.”

Namja itu menangkup tangan didepan dada, memejamkan matanya untuk mengucap doa-doa.

“Tuhan, aku rela menggantikan penderitaannya. Jangan beri Kyungra kesedihan lagi. Aku mohon buat Kyungra bahagia.Cukup aku saja yang menderita, jebal. Aku ingin menebus kesalahanku.”

Baekhyun mengamini doanya. Sebelum beranjak ia tersenyum, sesekali ia meringis merasakan lengan kananya perih.

Ia tau, rasa sakit itu tak sebanding dengan apa yang Kyungra alami selama ini. Rasa sakit yang ia berikan pada Kyungra lebih besar daripada sayatan dilengannya.

Baekhyun bangun dan  berjalan keluar dari gereja. Tepat dihalaman tempat itu terparkir mobil yang cukup familiar untuknya.

Dua orang keluar dari audidan berjalan menghampirinya.

“Hyung”

Sehun menyapa terlebih dahulu, Baekhyun terlihat acuh dan mengabaikan temannya. Satunya lagi adalah Chanyeol, yang kini menahan lengan Baekhyun.

“Baek, pulanglah. Kau sangat kacau, kami khawatir.”

“Maaf Yeol, biarkan aku sendiri.”

Chanyeol semakin mengeratkan cengkramannya pada lengan Baekhyun yang tak terluka.

“aku mendengarnya dari Jong In. Kau terluka? Matchi?”

“eum. Kau bisa lihat sendiri”

Chanyeol dan Sehun saling pandang. Sejujurnya mereka mengawasi Baekhyun sudah cukup lama. Selama Baekhyun merenung di gereja, kedua namja itu tak memiliki keberanian untuk mengganggu Baekhyun.

“Hyung, maaf.” Sesal Sehun. Namja itu juga telah menjadi penyebab kacaunya keadaan sekarang. Sehun kini tak lagi bermain dengan gadis-gadis yang disukainya. Setelah tau bagaimana sifat egois Minji, namja itu tak punya keinginan untuk berurusan dengan gadis itu.

“sudahlah. Aku juga bersalah disini”

“aku mohon pulanglah.”

Baekhyun mempertimbangkan ajakan Chanyeol dan Sehun. Otaknya cukup mudah diajak untuk bekerja sama.

“baiklah”.

Baekhyun membuka pintu mobil dan masuk. Tak ada harapan walau ia kembali ke ruangan Kyungra. Kehadirannya membuat Kyungra syok, dan ia tak mau kejadian seperti malam kemarin terulang lagi.

Chanyeol mengemudikan mobilnya, melirik Baekhyun terlihat kelelahan dan mulai terlelap. Sahabatnya itu sangat terlihat menyedihkan. Penampilannya sungguh acak-acakan, terlihat bukan Byun Baekhyun yang dikenalnya.

“Sehun-ah. Baekhyun sangat kacau. Aku tak pernah melihatnya seperti ini. Apa yang harus kita lakukan?”

Sehun menggeleng, tak ada ide untuknya bisa membantu Baekhyun. Masalah yang terjadi sudah sangat fatal.

.

.

Taman menjadi tempat yang sangat baik untuk Kyungra. Sudah sangat lama gadis itu hanya mendekam dikamar dan itu membuatnya sangat jenuh. Dokter  menyarankannya untuk menyegarkan fikiran, dan kesempatan itu digunakannya untuk berkeliling ditaman rumah sakit walau harus mengenakan kursi roda. Dokter mengatakan jika kakinya bisa pulih seperti sedia kala jika ia mau berobat dan rajin terapi.

Kyungra janji akan melakukan semua itu. Ia tak peduli uang tabungannya habis untuk berobat nanti.

“kau senang?”

“nde Oppa.”

Yang menemaninya saat ini adalah Kyungsoo, tadi Jong In pulang karena harus hadir jam kuliah. Selain itu Kyungra juga menyuruh namja itu untuk istirahat saja setelah selesai.

Kyungra sedang menatap objek pemandangan ditaman itu. Banyak anak-anak dan orang tua yang berpakaian sama dengannya berada ditempat itu. Mereka juga pasien yang butuh penyegaran. Walau itu taman rumahsakit tapi tidak sepi.

“aigooo…taman ini ramainya seperti taman kota saja.”

“ iya, disini cukup ramai. Ohww oppa, kau tak masuk kerja?”

“heyy, kau lupa aku sudah akan dipindahkan?”

Kyungra meringis menatap Kyungsoo. Gadis itu lupa Kyungsoo sedang mendapat spesial cuti untuk dipindahkan ke Italia.

“Kyungra-ya. Aku janji akan membuatmu sembuh. Kita akan berobat sampai kau bisa berjalan normal.” Janji Kyungsoo. Kata-kata itu membuat Kyungra terharu, kakak sepupunya sangat menyayanginya. Gadis itu menyesal mencoba melakukan hal bodoh.

“Mianhae, gomawoyeo Oppa.”

Kyungsoo tersenyum, melihat senyum Kyungra membuatnya lega. Setidaknya namja itu sudah membuat adiknya tak begitu sedih.

.

.

“kau yakin kaan melakukan itu?”

Jong In yang juga ada di studio menatap Baekhyun yang kini mengangguk. Namja berkulit tan itu menghela nafasnya dan menegakan tubuhnya.

“Baiklah. Ini menjadi rahasia kita.”

Jong In langsung keluar studio setelah pembicaraannya dengan Baekhyun selesai.Baekhyun menghela nafas lega memilih sebuah keputusan yang mungkin membuatnya tak bisa bertemu Kyungra lagi. Baekhyun akan berusaha untuk mengembalikan kebahagiaan Kyungra, walaupun sulit ia akan berusaha. Malah jika bukan takdir, mungkin saja Baekhyun tak akan bisa bertemu Kyungra lagi. Rasanya ia ingin pergi sejauh mungkin.

“aku merindukanmu Lee Kyungra” .

Hanya kata yang bisa disampaikannya, rasa itu membuncah tak bisa tertahankan. Baekhyun rasanya ingin berlari menemui gadis itu. Tapi mengingat Kyungra  membencinya membuat niat dalam hatinya luntur.

“aku rela menggantikan penderitaanmu. Aku mencintaimu, kumohon bahagialah untukku. ”

Baekhyun menatap kosong piano dihadapannya, jari lentiknya terangkat untuk menekan setiap tuts piano menjadi sebuah melodi.

‘Miracle in December’

Itulah nada yang dimainkannya, salju pertama sebenatar lagi akan turun. Dan Baekhyun ingin menyelesaikan lagunya diawal December ini.

Berharap keajaiban datang padanya.

Berharap kisah cintanya seindah awal.

Berharap gadis yang dicintainya kembali kepelukannya.

Baekhyun sungguh bodoh karena tak bisa menyadari perasaannya sejak awal.

.

.

.

.

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Regret (Chapter 12)

  1. Yeay MID itu lagu exo yang something banget… temen aku sampe ngejadiin list lagu favoritenya hehe pas banget lagu itu buat baekhyun sama kyungra. Tapi semoga akhir kisah baekki ngak kayak lagu MID ya… galon banget soalnga hehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s