[EXOFFI FREELANCE] Llibrary Love (Chapter 9)

coves

Library love chapter 9

Author        :    sucibyun

Cast            :    park chanyeol

                Kang seul dae

                Byun baekhyun

                Park ra young

                Shin ranran

                Oh sehun

                Do kyungsoo

Genre        :    romance, MERRIAGE LIFE .comedy

RATING    :     PG 18++

Note :                                ~Happy Reading~

Author pov….

Siang ini terik matahari yang sangat menyilaukan, menyebabkan pejalan kaki yang ada di kota seoul,hanya bisa melindungi wajahnya dengan telapak tangannya. Bahkan ada yang tidak tahan dengan pansanya matahari, dan memutuskan mencari tempat berlindung. seperti di bawah pohon yang terletak di pinggir jalan, atau memutuskan menunggu bus di halte. Bahkan pantulan sinar matahari menghiasi sungai han yang mengalir tenang. Pantulan itu seperti kilauan kristal indah di permukaan air sungai,benar-benar panorama yang menabjubkan!.

Tempat ini di sebut tempat yang paling ampuh menghilangkan sters, selain tenang dan damai,pemandangannya juga sangat indah. sangat cocok  sebagai obat penenang hati.ketika  orang  merasa tertekan dan banyak masalah, bukankah tempat seperti ini yang paling tepat?. Seperti misalnya,, yeoja yang ada di pinggir sungai itu.ia memakai kemeja putih dan celana jens, rambut yang di kuncir memperlihatkan pipi cabinya yang mulus. Bibir mungil yang di beri lipstik pink dan mata yang terlihat indah. Dengan penampilan seperti itu menandakan yeoja ini adalah seorang mahasiswi. Bagaimana tidak di sampingnya terletak dua buku tebal yang tersusun rapi dekat tas ranselnya. Buku itu berstempelkan “SNU(SEOUL NATIONAL UNIVERSITY)” .

Bukankah itu membuktikan ia adalah seorang mahasiswi!. Tapi apa yang di lakukan seorang mahasiswi di saat mata kuliah sedang berlangsung?. Sebenarnya ada apa dengan yeoja ini.dari tadi ia terlihat murung sambil memegangi ponselnya, entah apa yang membuatnya tidak bersemangat, sementara dari tadi ponselnya terus bergetar. tapi tidak ada niat  sedikitpun untuk melirik handphone samsungnya itu. Ia hanya terfokus dengan pemandangan yang ada di depannya. Sesekali ia memejamkan mata menikmati angin yang berhembus dan menerpa wajahnya. Ia menarik nafas dan membuangnya kasar, menandakan pikirannya mulai terkendali,dan perasaannya membuat otaknya kembali berfikir normal

@ Campus….

-KANTIN-

“ishh ada apa dengan anak ini?, tidak biasanya ia meninggalkan handphonenya” seul dae terus saja mengomel seakan memarahi handphonenya sendiri.

Nyam..nyam..nyam..~

“Yak! Berhentilah untuk makan!” pekik seul dae mengomeli Ra ran yang terus saja makan,sedangkan dirinya benar-benar khawatir akan ra young. handphonenya sejak tadi menempel di telinganya, berharap rayoung mengangkat telfonnya. tapi nihil tak ada jawaban sedikit pun. Ia mencoba berkali-kali menelfon, sedangkan pandangannya mengarah ke Ra ran yang masih saja sibuk memasukkan lauk ke mulutnya,

“ckck. Bagaimana d.o akan suka dengan yeoja yang suka makan sepertimu” tangannya memegang handphone yang menempel d telingannya. Tapi bibirnya terus saja mencibir ra ran yang sangat tenang menikmati makannya.

“cinta tidak memandang apapun! kau tau itu? Isshh..” hampir saja sendok yang di pegang ra ran melayang di kepala seul dae. Jika saja ia tidak memmundurkan kepalanya

“eyyy. Sensitif sekali..ck.”seul dae membuang mukanya ke samping,

“ishhh. Kenapa dia tidak mengangkat telfonnya”  seul dae kembali mengeluh, ia menekan nomor dan meletakkan handphone ke telingannya.

“dari kemarin aku menghubungi nomornya tpi dia sama sekali tidak mengangkatnya, aku sangat jengkel dan memilih untuk tidak menghubunginya lagi. Aku pikir dia tidak ingin di ganggu” setelah berkata itu, ra ran meneguk segelas air seakan mengakhiri kegiatan yang sejak tadi ia lakukan . Kemudian ra ran  beranjak membersihkan mejanya. Saat akan membawa piring makannya.tiba-tiba saja Ra ran dihentikan oleh sosok namja yang tersenyum padanya. Namja itu mengambil benda yang di pegang ra ran kemudian meletakkannya kembali di meja. Namja itu kemudian menarik tangan ra ran tampa malu, seakan ra ran telah terhipnotis Dan menuruti apa yang di lakukan namja itu

“ikutlah denganku” ucap namja itu menarik tangan ra ran lalu membawanya pergi dari kantin

Sama halnya dengan seul dae, ia membeku mendapati seorang namja yang tiba-tiba datang dan duduk di sampingnya. Namja itu sedikit tertawa melihat ekspresi seul dae. Senyum khas seorang byun baekhyun telah menghipnotis dirinya. Ia seakan berada di dunia mimpi. Handphenya yang sejak tadi menempel di telinganya perlahan ia turunkan,bibirnya sedikit terbuka menatap wajah tampan di depannya.

“yeoboseo~” ia bahkan mengabaikan sambungan yang masuk dari panggilan masuknya.

Baekhyun menautkan alisnya. Tangan kirinya melambai-lambai ke wajah seul dae. karna terkejut akan prilaku baekhyun, seul dae langsung berdiri dari duduknya. Matanya masih membulat tidak percaya. Tangannya tidak sadar meletakkan  handphone persegi panjangnya di meja, ia lalu pergi begitu saja.

Bagaikan orang bodoh seperti itulah seul dae sekarang, lantaran gugupnya ia melupakan handphonenya lagi. Baekhyun yang masih santai di kursinya hanya tersenyum manis melihat handphone yang ada di meja. Stay cool baekhyun berdiri, pandangannya mengarah ke seul dae yang berjalan tampa arah. Tangannya lalu mengambil handphone yang ad di meja ,menyalakan handphone itu tampa ragu mengetik nomornya lalu menyimpannya dengan name kontak ‘si tampan’. Ia lalu berlalri mengejar seul dae yang belum jauh di luar kantin.

Setelah menemukan seul dae yang masih berjalan pelan, baekhyun langsung menghampiri dan memegang bahu seul dae membalikkan tubuh seul dae yang masih mematung.

“kau sepertinya sangat gugup di depanku” baekhyun tersenyum  menatap mata bulat seul dae, seul dae hanya membalas tatapan baekhyun, bibirnya enggan untuk berbicara

“a…a..aku..?” ucap seul dae tergagap. Ia menundukkapn kepalanya

“hehe.. kau sampai melupakan handphonemu lagi” tutur baekhyun berusaha menatap mata seul dae yang tertutup poni.

“aku akan menelfonmu” seul dae mengangkat kepalanya, memosisikan wajahnya dengan wajah baekhyun, pikirannya kosong. benar ia mendengar semua ucapan baekhyun tapi otaknya tidak juga merespon dirinya.

baekhyun hanya bisa tertawa kecil melihat gadis yang gugup didekatnya sekarang. Baekhyun meraih tangan kanan seul dae dengan lembut lalu meletakkan handphone seul dae di atas telapak tangan seul dae yang lembut. Pipi seul dae seketika panas merasakan kehangatan tangan baekhyun. Matanya dengan lembut menatap tangan baekhyun yang memegang tangannya, ia seperti tidak ingin menggenggam handphonenya jika saja baekhyun tidak mengepal jari-jarinya dengan lembut

“g..go..gomawo” ucap seul dae akhirnya berbicara. Senyum manisnya keluar begitu saja.

“Eum~ ne” gumam baekhyun membalas senyum seul dae. Seul dae begitu senang dengan namja yang berdiri tepat di depannya

“aku pergi dulu.” Setelah mengatakan itu baekhyun mengepal 3 jarinya menyisahkan jari kelingking dan ibu jarinya membentuk seperti telfon genggam lalu menaruhnya di telinga. Memberi tahu bahwa iya akan menelfon gadis di depannya. Sedangkan gadis itu menjawabnya dengan anggukan.

Baekhyun sudah pergi dan seul dae masih terdiam di tempat,rasanya ia ingin meluapkan rasa bahagianya dan berteriak. Tapi itu tidak mungkin jadilah dia loncat-loncat bahagia.

~~~~~

@lapangan

“eum~ kita mau kemana?” tanya Ra ran mensejajarkan jalannya dengan d.o.

d.o merespon dengan senyum , lalu beralih menatap wajah curiga Ra ran. Ia menangkap wajah ra ran yang merona karna malu.

“kita akan pergi ke tempat yang tenang hehe..” tutur d.o mengikuti langkah ra ran yang lambat.

“oh my got! ke tempat yang tenang? dan… dan hanya aku dan d.o?. oh tuhan! aku mimpi apa semalam?” teriaknya dalam hati, pipinya memerah tidak tahan dengan d.o yang terus tersenyum padanya. Mereka berjalan di tengah lapangan, tampa bahan obrolan hanya senyum yang menghiasi bibir masing-masing.

Dan beberapa saat D.o tertegun melihat tiga yeoja berlari ke arah mereka. Yeoja-yeoja itu sampai dengan wajah yang tidak terima

“oppa!. Nuguya?” salah satu yeoja memakai kaos ping,rambut lurus sebahu itu menunjuk wajah ra ran yang sontak terkejut .

d.o menoleh ke ra ran” dia? Chingu. Iya “ jawabnya santai, sedangkan ke tiga yeoja itu kelihatannya tidak terima

tiba-tiba saja pipi ra ran memanas mendengar kalimat yang di ucap d.o “woahh chingu?. A..a..ku chingunya?” teriak ra ran dalam hati bibirnya membentuk senyum yang di sembunyikan

“mwo!chingu?” bisik yeoja tinggi itu kepada temannya

Yang di bisiki juga tidak percaya. Matanya menatap ngeri yeoja yang berdiri di samping d.o

“klo dia temanmu. Trus kami ini apa?” timpal yeoja dengan make up yang terlihat tebal.

“eum~” d.o berfikir hingga kata”fans?” tiba-tiba kelur dari mulutnya.

“hahaha” d.o  tertawa garing. Tapi ketiga yeoja itu mulai cemberut mendengar pengakuan d.o

“HUHH!” dengus ke tiga yeoja itu bersamaan. Setelah mendapat penjelasan mereka pergi dengan kesal. Sampai yeoja berbaju ping tadi sempat menatap kesal wajah ra ran yang tidak tau apa-apa.

Walau merasa canggung berjalan bersama d.o tapi ra ran tiadak bisa mengepresikan rasa senangnya. terkadang ia mencuri pandang pada d.o, tapi saat d.o meliriknya dia langsung berbalik dan pura-pura tidak melihat. Tapi d.o juga tidak naif ia mengetahui semuanya, bahkan ia tidak henti-hentinya tersenyum melihat tingkah ra ran yang sangat lucu. Ra ran berjalan mengikuti langkah kaki d.o dan ia tidak sadar kalau d.o membawanya ke belakang kampus,mereka menaiki tangga sekarang. Tangan kiri ra ran memegang pagar tangga,

“apa kau lelah?” tanya d.o melihat ra ran memegangi betisnya

“tidak.. tidak” jawab ra ran cepat. “hanya saja sepatuku ini…sangat mengganggu hehe..” ra ran melepas sepatu putih yang berhak . ia menenteng sepatunya lalu kembali menaiki tangga , d.o lalu meraih sepatu yang di pegang ra ran “ O’ gomawo” ra ran sedikit oleng jika saja d.o tidak cepat menahan pinggang ra ran dengan lengannya. “berhati-hatilah kalau tidak tulangmu akan patah” goda d.o

“ahahaha… emm ne. Apa kita akan naik ke atas?.” Tanya ra ran menunjuk rooftoop. “tentu saja.”d.o mengangguk

Setelah menaiki tangga dari beton itu mereka akhirnya sampai di atap. D.o langsung duduk di tepi atap.”wahhh di sini sangat indah!”seru ra ran ikut duduk di tepi. Mereka benar-benar bisa melihat kota seoul dengan jelas di atas sini.

d.o hanya tersenyum mendengar ra ran. Ia lalu melirik ra ran yang ternyata sedang memejamkan matanya. Merasakan angin yang menerpa wajah bulatnya. D.o berdecak kagum melihat ra ran, menurutnya ra ran adalah gadis yang lucu.

“ku dengar kau menyukaiku?” timpal d.o masih menatap ra ran, mendengar itu ra ran membuka mata, lalu menoleh hingga pandangan mereka bertemu. “eum~.” Ra ran tersenyum, ia tidak bisa mengatakannya. Ia hanya jengah menatap d.o

~ ~~ ~ ~ flash back

“AHHH!!” desah sehun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Entah apa yang membuatnya merasa tidak nyaman

Siang ini tepatnya pukul 02:35 para ‘the danger’ menyempatkan waktu untuk bersantai di Hollys Coffee salah satu cafe terkenal di seoul. Hollys Coffee terletak  di yangpyeong-dong,seoul. Cafe ini terkenal akan kelezatan kue dan minumannya. tak jarang orang yang datang kesini, Cafe yang berdiri sejak tahun 1998 tahun ini sampai harus buka 24 jam karena banyaknya pengunjung yang datang. Lihat saja ketika mereka datang , tempat ini sudah hampir penuh oleh pengunjung.

~~~~

d.o hanya tersenyum, tidak ada yang lebih nikmat selain kue bluberry yang ada d depannya , ia sudah menghabiskan setengah dari kuenya. Dengan lembut d.o memotong kuenya dengan garpu kecil lalu memakannya

“ternyata seperti itu hahaha” baekhyun tiba –tiba tertawa . tangannya meraih cangkir kopi lalu menyeruputnya dengan bangga.

“ahh aku paling benci namanya fans atau semacamnya hyung!” ketus sehun mengacak rambutnya

“ya’ kenpa?. Bukannkah bagus jika kita di senangi banyak orang?” timpal baekhyun melirik sehun yang berseblahan dengannya.

“ini sebabnya aku selalu menolak tawaran beberapa agensi Artis. Ku akui aku memang tampan dan tentu saja aku punyak banyak penggermar” baekhyun dan d.o mulai menahan tawa .

“tapi aku sangat benci yang namanya jadi artis atau semacamnya .aku benci yang namanya fans. Aku ingin hidup dengan bebas, aku tidak ingin hidupku di atur dan penuh tekanan.” Sambung sehun men jelaskan dengan pdnya

“aku tidak setuju denganmu sehun. Fans itu bagaikan saudara bagiku.dan bagaikan malaikat yang selalu ada di saat kita sedih maupun senang” timpal D.o yang di ikuti anggukan oleh baekhyun

“tapi ini sangat menarik bukan? fansku adalah istri chanyeol. Wahhh ini tidak bisa di percaya” baekhyun menggelengkan kepala, setelah berkata itu ia berhenti sejenak untuk berfikir.

“ah~ bagaimna kalau kita bersenang-senang?” d.o dan sehun mengernyit.

“kenapa kalian menatapku seperti itu?. Mendekatlah biar ku beri tahu”  d.o menurut, begitupun sehun, ia menggeser kursinya mendekati kursi baekhyun  dan mereka mulai mendekatkan telinganya, memasangnya baik-baik dan mulai mendengar ocehan byun baekhyun

Yang satunya tersenyum mengiyakan dan yang satunya sepertinya tidak terima.

“tidak..tidak.. aku tidak mau. Hyung saja! “ tolak sehun “aku tidak akan melakukan hal yang tidak penting sepeti itu. Aku sudah bilang aku tidak suka yang namanya fans apalagi penguntit”

“ya sudah. tapi d.o, kau setuju kan?” tanya baekhyun yang di tanya hanya mengangguk. “aku ingin melihat seperti apa reaksi chanyeol hihihi” baekhyun tertwa jahil sedangkan sehun hanya memasang wajah datar .hanya ia yang tidak setuju dengan rencana baekhyun,sedangkan d.o ,d.o memikirkan rencananya.

“““`flashback of“““`

Malam mulai larut tapi ra young tidak juga menahan taxi atau naik bus. Ia hanya duduk di halte bus dan merenungkan sesuatu,sejak tadi ia diam memandang kendaraan yang lewat,bahkan ia tidak merasakan hembusan angin malam yang bisa saja membuat orang menggil kedinginan. Matanya terfokus memandang cafee di sebrang jalan,nampaknya cafee itu sangat ramai oleh pengunjung yang datang. Sedangkan tokoh pakaian dan minimrket yang ada di samping kiri kanan cafee itu sudah tertutup sejak pukul 08:00 tadi. Sekarang saja sudah pukul 11:20 malam. hanya ada satu atau dua orang yang berkeliaran di jalan, yang lainnya adalah kendaraan yang berlalu lalang

Ra young berdiri dari tempat duduk halte, ketika bus terakhir tiba di depannya. Lantas apa yang di lakukannya hingga ia menaiki bus terkhir dan terlebih lagi ini sudah tengah malam,bukankah mata kuliah juga berakhir jam tujuh malam?.

“pyeongchang-dong” setelah mengatakan itu pada  sopir bus,rayoung berjalan di lorong bus dan duduk di kursi ketiga dari depan. Padahal kursi yang depan kosong, dan yang benar saja penumpang bus hanya dirinya!.busnya sangat kosong dan terasa menyeramkan apalagi bus ini akan melewati trowongan Jahamun, tapi untuk menghilangkan rasa takutnya ra young memasang headset di telinganya dan memutar lagu instrument yang membuatnya tertidur.

25 menit berlalu trowongan Jahamun juga sudah di lewati,tidak ada aura menakutkan sejak tadi, semuanya baik-baik saja. Dan bus itu juga sudah sampai di Pyeongchang-dong.

“nona sudah sampai di pyeongchang-dong” sopir memberitahu, tapi yang di beritahu tidak merespon, dengan kesalnya sopir itu menekan klakson dan terdengar bunyi PIIIIIIPPPPPP yang keras. Ra young tersadar dengan cepat dia beranjak dari kursi dan keluar dari bus.

”HUFT” ra young mendesah legah. Ia berjalan dengan malas melihat jarak rumahnya sudah dekat.meski itu bukan rumahnya setidaknya ia sudah mengontrak rumah itu selama dua tahun. Tempat yang kecil memang. dan letaknya juga strategis, ia bersyukur karena tempat tinggalnya berada di rooftop dan ia tidak akan merasa bosan di atas sana.

Ra young berhenti di depan tangga,kakinya enggan menaiki anak tangga di depannya.mengingat ibu kontrakannya hampir saja melempar semua barang-barangya keluar rumah,itu karna sudah 5 bulan ra young menunggak pembayaran yang setiap bulannya harus ia bayar.

Ketika kakinya mulai melangkah menaiki dua anak tangga tiba-tiba ia terhenti melihat sebuah benda bulat seperti kertas menggelinding dan jatuh tepat di kakinya. Dengan penasaran rayoung mengabil kertas itu dan membukanya ,matanya membulat tidak percaya .

“keluarkan semua barangnya!” ra young spontan mendongak ke atas. Terikan itu membuatnya berlari ke atas. Dan benar saja sesampainya di atas ia sudah melihat beberapa barangnya sudah tidak berada di teras rumah. Ibu kontrakan itu menyambut ra young dengan tolakan pinggang. Sedangkan dua anak buahnya bolak balik ke dalam rumah mengeluarkan isi rumah ra young.

“oho! ternyata kau sudah datang. Bantu mereka mengeluarkan barang-barangmu” ajumma itu berkata tampa menatap Ra young, terkesan dingin dan menyakitkan.

“jangan!!” teriak ra young menghentikan pesuruh itu mengeluarkan tvnya. Ia berlari dan merebut tv dari pesuruh itu dan meletakkannya di dekat pintu

“ajumma.. beri aku waktu dan aku akan membayar semuanya. Saat ini orang tuaku sedang mengalami kesulitan hiks..hiks..aku mohon padamu”  ra young meraih tangan ajumma, memohon dengan sangat,tapi nihil ajumma berambut pirang itu tidak mendengarkan dan dengan kasar menghempas tangan ra young.

“sudahlah. Aku tidak bisa membantumu lagi. Sebentar lagi, pemilik baru rumah ini akan datang” mendengar itu ra young sangat sedih. Air matanya yang mengalir menandakan akhir dari usahanya, tidak ada gunanya ia memohon,jika kenyataannya sebentar lagi orang itu akan datang dan mengambil rumah yang sudah menjadi sahabatnya selama 3 tahun.

“kenapa kalian diam saja? ayo lanjutkan pekerjaan kalian!. Apa aku membayar kalian untuk menjadi patung. Cepat keluarkan semuanya sebentar lagi pemuda itu akan datang” ajumma itu memarahi kedua pesuruh yang sejak tadi berdiri di depan pintu. Tapi karena mendengar ajumma itu mulai marah ,mereka lalu melanjutkan .masuk ke dalam rumah.

“ajumma!.” Ra young menghentikan langkah wanita setengah baya itu. Ia berbalik dan menatap punggung ra young

“apa aku benar-benar akan meninggalkan rumah ini?” ra young berbalik, wajahnya terlihat miris “ apa aku tdak akan tinggal di tempat ini lagi?. Apa aku juga akan meninggalkan bunga-bunga ini?” ra young menunjuk pot yang ada di sudut rumahnya.

“tentu saja.” Ajumma itu menjawab ketus dan berbalik membelakangi ra youg

“aku salah.kenapa dulu aku harus menerima tawaranmu. Bahkan dengan berkata manis kau menyuruhku untuk mengontrak rumah ini. Tapi ternyata kau bermuka dua” mata ra young memanas setelah mengatakan itu

“apa katamu?” ajumma itu kembali bebalik ,menatap ra young tapi kali ini ia menatap gadis itu dengan kemarahan

“kau tidak punya hati nurani. Kau tidak mengerti perasaan seorang anak. Selama ini kau hanya mengerti akan uang” ra young mengeluarkan semua ucapannya tampa sadar. Mendengar itu ajumma itu begitu marah dan mulai melangkah mendekati ra young.

“kau pikir dirimu siapa?. seenaknya menceremahiku eoh!.” Bentak ajumma itu mukanya memerah,hampir saja ia menampar wajah ra young jika rayoung tidak berlutut dan memegang kaki ajumma itu. “ayahku kesulitan hiks… Sekarang usahanya hancur huwaaaaa!!”. Rayoung menangis ,sedangkan ajumma itu hanya memasang ekspresi datar. Ia tidak peduli sama sekali dengan keadaan ra young.

“eomma melarangku datang ke sana. Mereka bilang jika aku pulang, maka aku akan menambah penderitaan mereka. Itu sebabnya aku tidak ingin meninggalkan rumah ini.” Ra young menangis sambil bicara ,hatinya sangat sakit menceritakan keadaan keluarganya, sebenarnya ia tidak ingin bercerita tentang ini, tapi ini sudah menjadi alasan agar ia tidak pergi dari rumahnya.

“mian. aku tidak bisa membantumu. Kau bisa mencari tempat lain yang lebih mengerti keadaan ekonomi keluargamu, aku sudah terlanjur menyewakan rumah ini” ajumma itu pergi dari hadapan ra young begitu saja

“aku memberimu satu hari..” ra young mendongak “untuk membawa semua barang-barangmu” kata ajumma melanjutkan perkataannya. Kemudia ia berlalu menuruni tangga di ikuti dua orang pesuruh di belakangnya.

“HUAWAAAA!!!!..EOMMAaaa~~~ HIKS… HIKS…”

““““

Author pov end.

Sehun pov.

Malam ini aku akan pergi dari rumah. Bukan selamanya hanya sampai nenek sihir itu pergi ke Amerika lagi, tinggal di rumah bersama wanita itu membuatku ingin gila, aku akan selalu seperti ini. Aku akan menjauh darinya, aku tidak akan membiarkan dirinya mengatur hidupku lagi .

“tuan, bagaimana jika nyonya bertanya tentangmu?. Aku harus jawab apa?”

“kau jangan bilang apa-apa, Cukup diam saja. gampangkan?” aku mengambil koper dari tangan min ho .

“biar aku yang bwa tuan” min ho berniat mengambil kembali koper di tangaku tapi aku menolak…

“ tidak usah  kau pulang saja. Kalau wanita itu banyak bertanya, pecat saja dia!”

“Hah!. Tuan, apa kau sadar?. Aku ini pelayan, mana bisa aku memecat majikanku sendiri. Hukum baru dari mana itu?” mendengar itu aku tertawa geli. Dan kelihatannya minho sedikit kesal dengan itu.

“pergilah, eh tunggu. di sana  rumah yang itu . aku akan tinggal di sana” aku menunjuk rumah di persimpangan jalan. min ho mengangguk. Setidaknya minho bisa tau di mna ia harus datang jika aku memanggilnya  “jika kau datang kau naiklah ke atas,” minho nampaknya mengerti apa yang ku maksud.

“tuan akan tinggal di rooftop yang kecil itu?” tanya minho

“tentu saja. Ya sudah, kau pulanglah.”

Minho adalah supir pribadiku, sekaliagus pelayannku,dia selalu ada untukku.dia  membatuku dalam segala hal termasuk membohongi wanita tua itu,aku sudah sangat dekat dengannya,aku sudah menganggap dirinya sebagai kakakku sendiri. Itu sebabnya aku selalu bersamanya, dan hidupku selalu tergantung padanya.

Min ho menunduk hormat,lalu setelah itu ia masuk ke mobil dan pergi.

Sehun pov end

Author pov.

Satu tangan sehun menarik koper coklatnya sedang tangan yang lainnya ia masukkan ke saku sweeternya ,karena cuaca yang dingin ia sedikit menggigil. Sedangkan Min ho baru saja berlalu membawa pergi mobilnya,

Sehun berhenti sejenak, ia sedikit lelah mendaki jalan di persimpangan , dan sekarang ia harus menaiki tangga. Setelah menarik nafas dan menormalkan nafasnya ia menarik kopernya dan menaiki tangga rooftop yang akan ia tinggali, saat menaiki tangga ia berpapasan dengan ajumma dan kedua anak buahnya

“oh’ kau sudah sampai rupanya. Kami sudah mengosongkan rumahnya,jadi kau bisa tinggal dengan nyaman” ajumma itu tersenyum ramah pada sehun.

“ne. Gomawo” sehun kembali menaiki tangga.

Saat sampai di atas, ia terpaku melihat sekitaran rooftop. Pemandangan yang sangat memukau bagi sehun.  Suasana  malam hari yang berbeda di bandingkan pemandangan yang ada di namsan tower. Jika di namsan tower kita bisa melihat seluruh kota seoul, setidaknya di sini sehun bisa melihat sungai Han dengan sangat jelas. Dan satu lagi yang membuatnya kagum dengan tempat ini, jika memandang ke langit itu terasa sangat dekat dengan angkasa, benda langit itu berkilau gemerlap-gemerlip,benar-benar mengagumkan.dan lampu-lampu kota di bawa sana,  menambah pemandangan kota seoul. Setelah lama mengamati keindahan yang ada,tiba-tiba saja sehun mendapat pemandangan jelek,yang dia lihat tidak lain barang-barang dan perabotan rumah, dan seorang gadis yang terduduk sambil menangis.

“hiks…hiks… eomaaa…hiks” sehun menurunkan peganan kopernya lalu mengankatnya

“ckck..hei!” sehun berdiri di depan gadis itu..

“hiks.hiks..” ra young mendongak. matanya merah,dan pipinya sangat basah.

“kenapa kau menangis?” tanya sehun, kini kedua tangannya berada di dalam saku sweeternya. Sehun menunduk dan mendekatkan wajahnya Sehun mengernyit ketika melihat wajah miris gadis itu.

“huwaaaa….eomma aku akan tinggal di jalan. tidak ada yang peduli padaku huweee” tangisan gadis bernama park ra young itu semakin kencang dan  membuat sehun menatap ngeri wajah gadis itu

“ckck..menyedihkan sekali “ sehun berbalik dan mengangkat penanak nasi yang berada di tumpukan barang ra young “di mna aku meletakan ini?” sehun sudah di depan pintu. Tapi ra young hanya memandang dirinya. “Hei! Kenpa kau hanya menatapku. Ayo bantu aku!”

Ra young berdiri dengan cepat. Ia menghapus air matanya, ia memandang sehun dengan mulut terbuaka. Ia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Mana mungkin dalam situasi seperti ini sehun bisa muncul dalam pikirannya. Sehun meletakkan penanak nasi di depan pintu. Sekarang pintu itu benar-benar terhalang dua benda yaitu tv dan penanak nasi. Sehun kembali mendekati ra young yang mematung

“HEI!..” sehun melambai-lambaikan tangannya ke waja ra young, tapi ra young tetap saja memandangnya dengan mulut terbuka

PLAKK!!

AAAAAKKHHH!!!!!

TBC……

Sampai di sini dulu perjumpaan kita readers… sampai jumpa di part berikutnya..

Tetap menunggu ya readers ☺ salam manis dari istri baekhyun kkkk~😀

 

19 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Llibrary Love (Chapter 9)

  1. Aouthornim maaf baru sempet komen di chapter ini soalnya aku baca ffnya dikebut. Miane.. aku suka banget sama ff ini, buat aku masuk ke dalem ceritanya. Oh ya saran aku nih ya agak di panjangin lagi ya per chapternya soalnya aku sebagai reader kurang puas hebehe apa lagi, lagi seru2nya eh TBC muncul. Hufft!! Bisa banget ya author ini bikin readersnya penasaran. Nah karna author udah pada bikin kita panasaran, jadi update next chapternya jangan lama2 yaaa.. ya ya yaa.. *maksa. Hehehe.. mian* tanggung jawab lho thor *ngancem(diasahin golok sama author) hahaha* Keep writing thor dan semoga dapet pencerahan biar nulis ff ini jadi tambah absurd lagi..
    Maaf reader yg satu ini cerewet. Hehehe..
    Anyeong~

    • OMO!.uthor jadi takut wkwk. ok deh aku usahain, tapi tetap sabar ya… soalnya uthor lagi banyak tugas^^. jadi yang sabar ya.. hari senin klo gak ad halangan atau apalah part 10nya bakal di publis jadi di tunggu ya readers…

      salam hangat dari uthor #flaykiss

  2. Chanyeol oppa di chap ini gx ada 😂😂😂

    Itu sehun oppa kena pukul ra young kah karena dia kesel sama sehun / karena gx percaya tiba tiba sehun ada di situ..wkwkwkwk

    Next kak ditunggu klanjutanya^^

    • iya ching. karena ini khusus part rayoung dan oh se. jadinya hanya beberapa cast yang muncul dalam cerita . pada akhirnya kalian akan tau kenapa ff ini belum masuk dengan judul yang saya berikan di ff ini.. jadi di tunggu saja ok!. tetapa semangat reader’s😉

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s