[EXOFFI FREELANCE] In Your Eyes (Chapter 1)

_20160819_201140

In Your Eyes’s present from Puspita.desu

Cover by Laykim Indo Fanfiction Art

Byun Baekhyun • Kim Yoora

Crime • Fantasy • Mistery • Family • Romance • Angst

15+ and Chaptered length.

.

Selamat datang!

Kita ketemu lagi di projectnya Baekhyun-Yoora. Kenapa cast oc nya masih sama?

Entah kenapa efek dari Autumn kemaren diri ini jadi ilang feel kalo pasangan Baekhyun bukan Yoora. Bukan maksud mengajak untuk men-ship, tp apa daya daku sudah terlalu suka sama nama Kim Yoora. Bahakss.

Sebenernya aku mau garap story lain dulu yg udah dari dulu masuk list sebelum ini, tp karena permintaan readers tinggi di IYE. Ya, dengan senang hati aku kabulkan hihi.

Semoga suka yaa, enjoy and comment..

******

Tak pelak ketika aku menemukan mata merahmu yang berkilau.

Hanya mencoba merasakan hembusan nafas,

Hanya mencoba menapaki kaki sekuat tenaga,

Nyatanya mata Indah itu bukan delusi bahkan selalu membuatku ingin menghentikan rotasi saat ini juga.

.

.

“Appa, aku ingin pulang! ”

Kim Yoora sekali lagi mencoba merengek pada ayahnya, sebab dia sedari tadi hanya mengeluh namun tetap tak didengar oleh ayahnya.

Hanya sibuk membersihkan ruangan demi ruangan rumah mereka yang dulu.

Banyak sekali kenangan mereka disini, tentu saja. Bahkan Yoora masih mengingat setiap sudut kejadian yang pernah mereka lewati.

Mengingat ketika dia dan ibunya bermain petak umpet dibawah meja makan,

Mengingat ketika ibunya menyuapi Yoora tatkala hendak berangkat sekolah,

Mengingat ketika Yoora menemukan ibunya meninggal karena penyakit yang dia derita.

Lima tahun berlalu ketika ayahnya memutuskan membawa Yoora ke Jepang karena tak tega melihat anaknya yang terus saja mengurung diri. Efeknya Yoora tak ingin lagi kembali ke Korea.

Hanya membuatnya mengingat kenangan buruk,

Hanya membuatnya mengingat betapa sakitnya melihat ibu terbaring mengenaskan.

“Maaf sayang, Appa tak punya pilihan”

Jawab Tuan Kim akhirnya, setelah sekian lama bergelut dengan fikirannya yang penuh rasa bersalah pada anak gadisnya.

“Mengapa? ”

Yoora terduduk, mengamati gerakan ayahnya yang terhenti dari pekerjaannya membereskan lemari Yoora. Memperhatikan garis tua yang kini kentara.

Jika mengingat kembali, Yoora ingin menangis. Ingin melupakan bahwa semua makhluk pasti akan mati.

Dia tak ingin kehilangan ayahnya, satu-satunya orang yang dia punya.

“Appa terjerat kasus Yoo! ”

“Kasus apa Appa? Apa itu bahaya? Apa itu akan membuatmu terbunuh? ”

Tanya Yoora khawatir.

Ayahnya adalah seorang pemasok organ tubuh manusia, dia mendapatkannya dari berbagai orang yang menjual organnya pada Tuan Kim lantas menjualnya kembali pada pihak rumah sakit.

Pekerjaan yang menakutkan memang, namun Yoora hidup dari organ-organ tersebut.

Yoora tak bisa menentang pekerjaan ayahnya, namun kasus seperti apa yang bisa didapat dari seorang pemasok organ?

“Tidak apa sayang, Appa hanya perlu menghindar lalu jika semuanya sudah selesai kita akan kembali ke Jepang.. ”

Tuan Kim tersenyum menenangkan, mengusap rambut anak gadisnya sayang.

Yoora tersenyum, mencoba tenang walau hatinya takut luar biasa.

Ya, lebih baik percaya saja pada Ayahnya.

.

.

“Halo, saya Kim Yoora. Saya pindahan dari Jepang dan sudah menetap lima tahun disana. Jadi, mohon bimbingannya dari teman-teman semua! ”

Kim Yoora menunduk setelah memperkenalkan dirinya dihadapan seluruh teman barunya. Sehari setelah kepindahannya, Yoora langsung memasuki sekolahnya di tingkat 2 high school.

Mungkin tidak semuanya menyambut dengan baik, hanya beberapa pria yang bersiul padanya saat melewati meja depan, dua orang gadis di pojok kelas yang tersenyum sumringah padanya dan pria bermata satu yang menatapnya aneh.

Apa dia fikir dirinya bajak laut?

Oh, seketika Yoora merindukan Akira Kenji dan Yuzuki Reiga sahabat terdekatnya di Jepang.

Apakah dia bisa menemukan teman baiknya disini?

Teringat saat dulu dia bahkan tidak memiliki satu temanpun untuk bermain,

Yoora selalu sendiri. Dan orang-orang menjulukinya si rambut merah karena ibunya menurunkan rambut merah padanya.

Hanya anak pria yang selalu menjahilinya dan berakhir dengan dirinya yang menangis ketika pulang sekolah.

Sungguh, tak ada kenangan Indah satupun di Korea.

Maka dari itu, dia ingin pulang.

“Perkenalkan aku Park Yoojin..! ”

Dan Yoora melupakan bahwa dirinya tidak sendiri di balik meja belajarnya.

Yoora tersenyum, berdoa semoga dia mendapat teman yang sama baiknya dengan Kenji dan Reiga.

“Kim Yoora”

Yoojin mengangguk dan melepas pagutan tangan mereka. Seketika mengubah haluan pandangan anehnya pada rambut Yoora.

“Ah, ini bawaanku sejak lahir. Jadi mereka tak menghukumku! ”

Jawab Yoora mengerti, membuat Yoojin kembali mengangguk dan tersenyum sumringah.

“Bagus sekali, kau bahkan tak perlu mewarnai rambutmu! ”

Yoora tertawa kecil dan seketika memperhatikan guru barunya yang berdehem hendak memulai pelajaran.

Kembali berdoa agar semuanya berjalan lancar.

.

.

Praanggg

“Ah maafkan aku! ”

Yoora menunduk, membersihkan kekacauan yang dia buat. Bahkan dia bisa merasakan semua pandangan kini tertuju padanya.

Bodoh, mengapa bisa seceroboh itu. Menabrak orang sesuka hati layaknya tak punya mata.

Yoora berdiri setelah mengira semuanya bersih, dia mendongak pada pria yang baru saja dia tabrak tanpa sepatah katapun.

Dan terhenyak ketika mengingat pria bajak laut yang menatapnya aneh saat di kelas tadi.

Ada apa dengan mata kirinya? Mengapa dia menutupnya seperti itu?

Yoora berani bersumpah jika dia membukanya, pria itu tampan luar biasa.

Menggeleng karena berfikir aneh lagi.

“Kau buta? ”

“Apa?”

“Oh, dan kau juga tuli! ”

Yoora mengernyit dan kemudian menunduk meminta maaf kembali. Pria itu membuka jas sekolahnya yang kotor akibat tumpahan kaldu dan melemparnya tepat di wajah Yoora. Semua orang yang ada disana bahkan berteriak terkejut.

Mati sudah anak baru itu. 

Kenapa dia berani sekali padanya? 

Dia tak akan selamat. 

Yoora bisa mendengar beberapa bisik-bisik dari siswa disekitarnya.

Sungguh dia tak ingin berurusan dengan siapapun bahkan dihari pertamanya.

“Bersihkan itu untukku!”

Ujar pria itu akhirnya. Suara yang mengalun terlalu Indah bahkan itu cacian.

Seperti cokelat meleleh.

Yoora menggeleng kembali, meraih jas pria bajak laut yang kini terjatuh.

“Hei, kau fikir aku ini pembantumu?”

Yoora berteriak seraya menunjuk punggung pria itu yang hendak berlalu, membuat langkahnya terhenti dan menatap gadis dihadapannya tajam. Yoora menelan salivanya kasar.

“Kenapa? Kau menakutiku? Haha aku tidak takut sama sekali, pria bajak laut.”

Setelahnya Yoora merasakan tangannya yang ditarik kasar oleh pria itu. Yoora memberontak, menoleh pada Yoojin yang berada dibelakangnya dan teman barunya itu hanya menggeleng dan menunjukan raut khawatir. Tak ada yang berani menolongnya.

Apa takdirnya sampai disini?

.

.

Kim Yoora berjengit kesakitan sebab punggungnya baru saja bertabrakan dengan dinding belakang kantin. Pria itu menyeretnya cukup jauh dan berhasil menjadi tontonan seluruh siswa yang mereka lewati. Berbisik penuh kengerian dan Yoora merasa bahwa dirinya akan ditelan hidup-hidup.

Mengapa sebenarnya pria misterius ini?

Tanpa teman, sendirian dan ditakuti.

“Kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?”

Pria itu memenjarakan Yoora diantara dinding, mata kanannya yang kelam menatapnya bak ingin memangsa. Dingin dan menakutkan.

Yoora terdiam lantas menunduk takut. Berdoa dalam hati agar dia selamat dari pria didepannya.

“Ma maafkan aku, a aku akan mencuci jas mu. Yah, mana jas mu?”

Yoora mencoba menyingkirkan tangan pria itu dari sisinya. Dan menarik paksa jas yang ada ditangannya. Kembali menatap mata yang tertutup itu, dia ingin melihat apa yang ada dibaliknya sungguh.

Namun..

“Akhh.. ”

Yoora memekik karena tangannya yang tadi mencoba membuka penutup mata itu dicekal si pemiliknya. Memutarnya keras sampai dia merasakan tangannya seperti patah.

“Hentikan! ”

Keduanya menoleh dan menemukan pria tinggi di belakang pria bertopeng. Yoora seketika menghela nafas lega, setidaknya nyawanya tidak tamat untuk hari ini.

“Cukup Baekhyun, dia sudah meminta maaf padamu. Jangan bertindak berlebihan! ”

Baekhyun?

Kim Baekhyun?

Park Baekhyun?

Atau Baekhyun John?

Yoora terkikik kecil dengan segala pemikiran gilanya perihal nama pria itu.

“Lihat, dia sendiri menertawaimu Oh Sehun!”

Yoora seketika terdiam dan melirik pria bernama Oh Sehun yang tadi menolongnya, lantas memutar matanya melirik Baekhyun yang juga menatapnya tajam, seperti biasa.

“Aku hanya menertawai namamu. Oh ini akan aku bersihkan sebersih mungkin, bahkan jika kau tidak mencucinya selama satu bulanpun akan tetap bersih. Ya, kecuali jika badanmu jarang menyentuh air. Aku tak bisa meyakini itu! ”

Yoora menampilkan giginya dengan polos, membuat Baekhyun kembali naik pitam dan Sehun dengan cepat meraih Yoora menariknya untuk meninggalkan Baekhyun dengan seluruh emosinya.

.

.

“Kau benar-benar gila,!”

Sehun menggelengkan kepalanya kemudian menyeruput es mocca favoritnya. Beruntung jam istirahat masih tersisa sehingga dia dan Yoora bisa menikmati sedikit waktu di kantin. Tentunya setelah menghindar dari amukan Baekhyun.

“Memangnya kenapa? Toh aku tidak sepenuhnya salah, aku memang membuat jas nya kotor tapi itu tidak sengaja. Apa perlu dia bersikap demikian?”

Yoora berceloteh panjang lebar, meluapkan emosinya pada pria yang baru saja dia kenal.

Namanya Oh Sehun. Kelas dua C. Hanya bersebelahan dengan kelasnya. Atlet basket dan senang bermain musik.

Apa lagi? Pria itu tadi bercerita lebar tentang dirinya tanpa menanyakan Yoora sedikitpun.

Heol, pria egois dan suka pamer.

“Ah, siapa namamu?”

Apa dia bisa mendengar apa yang ada di kepalaku? 

Yoora berdehem. Tersenyum.

“Kim Yoora. Aku pindahan dari Jepang dan ini hari pertamaku.”

“Oh ya? Kenapa bahasa Koreamu fasih sekali?”

“Ah, aku pernah menatap disini waktu kecil. Dan juga aku dan ayah selalu berbicara Korea jika di rumah.”

Sehun mengangguk dan kembali menghabiskan minumannya, membuat Yoora terhipnotis dan mengikuti gerakan pria tampan di depannya.

Juga merasa risih karena orang disekitarnya menatap mereka sedari tadi.

“Ah pokoknya jangan pernah lagi berurusan dengan Baekhyun. Berikan jas itu padaku besok dan aku yang akan memberikan padanya.”

“Memangnya kenapa sih? Semua orang terlihat ketakutan padanya. Dia sepertinya baik ”

Sehun membuka matanya lebar, terkejut dengan apa yang barusan dia dengar. Bahkan sekarang pria itu berpindah tempat ke samping Yoora. Berbicara sedekat dan sepelan mungkin.

Yoora terheran sekaligus takut.

“Baik kau bilang? Kau bahkan akan dijauhi seluruh orang jika berani mengenalnya.”

Apa separah itu?

“Kuberitahu rahasia besar Yoora, ah bukan ini bahkan sudah diketahui seluruh orang..

Sehun menjeda kalimatnya, menoleh ke sekeliling takut jika ada Baekhyun mendengarnya.

Apa yang Oh Sehun katakan?

Kebenaran macam apa itu?

Yoora merasakan pening di kepalanya. Sungguh, ini bukan awal yang baik.

.

.

Opsir Lee mengetuk pintu untuk kesekian kalinya, dia bahkan berjengit kesal karena si penghuni rumah tak kunjung membukanya atau sekedar menyahutinya.

Namun tetap mengetuk sebab apa yang dibawanya sangat penting.

Dan pintu terbuka dengan tenangnya setelah diketuki habis-habisan oleh satpam rumah itu.

“Ah, Pak Lee. Ada apa?”

Kim Yoora mengucek matanya karena dia baru terbangun dari tidurnya. Merasakan ketukan berkali-kali dari depan dan berharap ayahnya membuka pintu.

Tapi setelah beberapa menit berlalu, ketukan itu masih terasa dan Yoora dengan terpaksa mengakhiri mimpi indahnya.

“Ah, apa Tuan Kim ada?”

“Ayah mungkin baru saja tertidur, dia baru selesai menulis laporannya. Ada apa Pak?”

Opsir Lee terlihat gelisah, Yoora melihat amplop cokelat ditangan pria itu.

“Apa itu untuk Appa? Berikan padaku, aku akan menyampaikannya.! ”

Opsir Lee terlihat ragu, namun setelahnya memberikan amplop itu pada Yoora.

“Ah ya, terimakasih nona! ”

Yoora mengangguk dan menutup pintu setelah Opsir Lee berlalu. Menatap amplop cokelat ditangannya dan mencoba membuka penutup amplop itu.

Namun tersentak kaget karena ayahnya datang dan merebut amplop itu.

“Eih, kebiasaanmu selalu melihat surat untuk ayah terlebih dahulu. ”

Tuan Kim mencoba melempar candaan pada anaknya, namun Yoora terdiam memperhatikan raut gelisah dibalik senyuman ayahnya.

Ada yang aneh.

“Appa baik-baik saja?”

Tuan Kim terperanjat dari lamunannya, tersenyum hangat pada anaknya seraya mengusap surai Yoora lembut.

“Tak apa sayang, tidurlah kembali ini masih malam.”

Dan dia berlalu begitu saja, meninggalkan Yoora yang terbingung merasa keanehan dari ayahnya.

.

Yoora berbaring kembali, mencoba mengenyahkan pikirannya dari sang ayah dan berharap apa yang ayahnya katakan bahwa dia baik-baik saja memang seperti itu.

Namun teralih kembali pada kejadian tadi siang, saat Oh Sehun mengatakan perihal Baekhyun. Pria yang mengerikan. Dia terhenyak, sekali lagi berdebar sama cepatnya dengan tadi siang.

Baekhyun menghabisi seluruh keluarganya. 

Dia membantai keluarganya tanpa sisa, 

Semua orang tahu dan aku berharap kau juga menjauhinya. 

Jangan pernah berfikir kau ingin berdekatan dengan orang itu. 

Baekhyun, pria bertopeng yang menghabisi seluruh keluarganya.

Apa dia membunuh dengan mata itu?

Seperti mata iblis?

Mata Shinigami?

Kau mengerti, Kim Yoora? 

Tidak, aku akan mendekati Baekhyun. Pemilik mata itu.
To be continued.

5 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] In Your Eyes (Chapter 1)

  1. eaaaa… kenapa ini yg heboh kok malah sehun yaaa…ada yg aneh..baekhyun yg jadi cwo dingin…hahaha

    baekhyun misterius…penasaran..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s