SWITCH – 12th MOSSAIC — IRISH’s Story

irish-switch-2

s      w      i      t      c      h

|  Jongdae x Hyunhee  |  Fantasy x Historical x Mystery x Romance  |  Chapterred x Short Story  |  Teen  |  by IRISH  |

|  prompt from EXO`s 3rd Repackage Album Song Title: She’s Dreaming  |

Show List:

ForewordPrologue1st Mossaic 2nd Mossaic3rd Mossaic4th Mossaic5th Mossaic6th Mossaic7th Mossaic 8th Mossaic 9th Mossaic 10th Mossaic 11th Mossaic [PLAYING] 12th Mossaic

I’m afraid I’ll be forgotten

♫ ♪ ♫ ♪

In Hyunhee’s Eyes…

Tidak ada perubahan spesifik yang terjadi lagi selama aku menghabiskan beberapa hari di sini. Aku tidak lagi punya keinginan untuk mengungkapkan keberadaan Jongdae, tidak juga punya rencana untuk menyelesaikan keinginan Lady Jo di sini.

Ugh. Semuanya terasa begitu membingungkan, sekarang. Mengapa aku masih terjebak di sini sementara masalah Jongdae sudah selesai? Apa Lady Jo masih ingin aku menyelesaikan masalahnya yang lain?

Tentang apa? Hyunwoo? Atau Jongdae?

Mengingat bagaimana Jongdae berkata jika ia dan Lady Jo tidak berhubungn dengan baik setelah kepergianku malam itu, kupikir Lady Jo tidak tahu jika Hyunwoo masih hidup, atau mungkin tidak. Aku sendiri juga tidak tahu keadaan Hyunwoo sekarang.

Lalu… tentang Jongdae? Memangnya masalah apa lagi yang—perasaan? Hal yang sejak beberapa hari lalu juga menggangguku?

Baiklah. Ada dua kemungkinan yang sekarang harus aku coba. Bertanya pada Jongdae tentang keadaan Hyunwoo, dan mencoba menyampaikan apa yang mungkin menjadi perasaan Lady Jo pada Jongdae.

Tapi, bagaimana jika aku tidak juga kembali setelah melakukan dua hal itu? Mengingat Jongdae mengatakan bahwa Lady Jo sebenarnya menderita sakit parah… apa ia akan mati?

Apa aku akan kembali ke kehidupanku saat Lady Jo mati?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Ah… aku tidak pernah tahu dunia akan terlihat seindah ini di malam hari. Mengingat bagaimana aku terus mengurung diri di dalam kediamanku ketika malam tiba, rasanya tidak pernah ada kesempatan bagiku untuk menikmati keindahan yang ada di sini.

Bahkan setelah sekian lama berada di sini, baru sekarang aku punya kesempatan untuk menyentuh alat-alat musik tradisional. Meski aku tidak tahu bagaimana cara memainkannya, setidaknya aku akhirnya bisa menikmati kehidupan dari tubuh seseorang.

“Apa kau ingin bermain musik?” aku menoleh, mendapati Jongdae berdiri di sudut bangunan kecil tempatku sedari tadi duduk, tersenyum padaku, padaku, bukan Lady Jo.

Aku menggeleng pelan, menepuk ruang kecil di sisiku agar Jongdae duduk di sana, dan ia menurutiku. Masih dengan memasang senyum yang sama,  ia duduk di sebelahku.

“Mengapa mengajakku bertemu di malam hari? Kau tahu kan penjaga malam akan menemukan kita dengan mudah?” ucap Jongdae memperingatkan.

Penjaga malam. Ah, aku jadi teringat pada judul drama yang Jongdae berikan padaku. Night Walkers of Gwanghaegun. Drama itu pasti menceritakan tentang para penjaga malam di zaman ini, bukan?

“Biarkan saja,” ucapku pelan, “bukankah mereka tidak akan membunuh siapapun? Lagipula… tahun akan segera berganti. Mereka tidak akan bertahan lama lagi.” ucapku, mengingat benar bagaimana penjaga malam di sejarah sudah tidak ada di tahun 1924.

“Apa maksudmu?” tanya Jongdae membuatku menatapnya.

“Aku pernah katakan padamu kalau aku akan memberitahu sebuah rahasia, bukan?” ucapku malah makin membuat Jongdae menyernyit bingung.

“Dan apa yang akan kau beritahukan padaku?” ucapnya.

Aku terdiam sejenak. Bagaimana aku harus memulainya? Menanyakan Hyunwoo jadi prioritas saat ini. Jika dengan mengetahui keadaan Hyunwoo bisa membuatku kembali, itu artinya aku tidak perlu benar-benar menjelaskan apapun pada Jongdae.

“Apa Hyunwoo baik-baik saja?”

“Hyunwoo?”

Aku menatap Jongdae.  “Hmm, Hyunwoo, adikku. Dia masih hidup, bukan?” tanyaku dijawab Jongdae dengan anggukan pelan. “Ya, Woo Ryung sering mengawasinya, dia baik-baik saja. Meskipun, ia sempat mengalami trauma dan tidak mengingat tentang masa-masa mengerikannya di tahanan.”

Ah, Hyunwoo masih hidup. Dan keadaanku masih baik-baik saja. Itu artinya keadaan Hyunwoo bukanlah hal yang bisa membuatku kembali.

“Sudah berapa lama… kau menyukai Lady Jo?” tanyaku kemudian.

“Sebenarnya apa yang kau coba katakan?” Jongdae malah balik bertanya.

Lagi-lagi, aku memandang Jongdae. Aku harus mencoba cara ini dulu, untuk memastikan apa keinginan Lady Jo sebenarnya.

“Katakan saja… bukankah kau tidak pernah punya kesempatan untuk mengungkapkan perasaanmu padanya? Kupikir… aku tahu apa yang ia rasakan padamu.”

Jongdae akhirnya menghela nafas panjang. “Sejak pertama kali bertemu denganmu, Hyunhee-ah.” aku terkesiap. Mengapa ia harus menyebutkan namaku? Tidak. Ia sedang menyebut nama Lady Jo, Hyunhee-ah.

“Aku selalu memperhatikanmu sejak saat itu, tersenyum saat kau tersenyum. Marah saat kau marah, bersedih saat kau tengah sedih. Tapi kau tidak pernah memandangku sebagai kebahagiaanmu, Hyunhee-ah. Hoon… adalah seorang yang kau cintai.”

“A-Apa?” lagi-lagi aku tersentak. Apa maksud ucapannya?

“Tidak, Jongdae. Bukan Raja, tapi kau. Kau yang membuat Lady Jo—”

“Aku menyadarinya, saat aku memperhatikan caramu menatap Hoon… dengan sangat berbeda. Aku begitu menyesal karena kau harus terjebak dalam penderitaan karena Hoon tidak pernah menyentuhmu saat aku tahu kau begitu menginginkannya.”

Apa aku—tidak, Lady Jo, apa dia sebegitu mesumnya hingga Jongdae saja bisa melihat tatapan ‘ingin’ itu di matanya?

“Lalu… kenapa kau tetap menyimpan perasaan itu?” tanyaku.

“Menyenangkan. Mencintai seseorang, bagiku terasa menyenangkan. Meski tidak bisa memilikinya, meski tidak ada yang menyadarinya, tapi rasanya sangat menyenangkan. Saat kau hanya melihat ke satu orang saja sebagai kebahagiaanmu.”

Aku terdiam mendengar penuturannya. Bisa kupahami bagaimana tulusnya Jongdae menyimpan perasaan pada Lady Jo. Tapi jika ucapan Jongdae benar, lantas mengapa aku masih ada di sini bahkan jika Jongdae bukanlah seorang yang Lady Jo cintai?

“Kurasa… ia tidak menyimpan perasaan itu untuk Raja saja.”

“Apa?” Jongdae menatapku tidak mengerti.

Melihat bagaimana aku masih duduk dalam keadaan baik-baik saja, sudah bisa kupastikan jika ucapan Jongdae tentang perasaan Lady Jo telah keliru. Jika Lady Jo benar-benar tidak menganggap Jongdae apapun, aku pasti sudah tidak sadarkan diri dan kembali ke kehidupanku.

“Jika Lady Jo memang mencintai Raja… aku pasti tidak akan ada di sini.” akhirnya aku berucap. Mendengar perkataanku, Jongdae menyernyit.

“Apa maksudmu? Bukankah kau—”

“Aku sudah membohongimu.”

“Membohongiku?”

Aku mengangguk pelan. “Aku… memang Jo Hyunhee. Tapi aku bukan seorang yang sama seperti Lady Jo, Jo Hyunhee yang kau kenal.” ucapku.

“Lalu siapa kau jika kau bukan Hyunhee?” tanya Jongdae membuatku memejamkan mata sejenak. Mengapa ia tidak pernah bisa mengatakan Lady Jo untuk membedakanku dengan Lady Jo?

“Aku… adalah Jo Hyunhee yang berbeda.”

“Berbeda?” ulangnya.

Aku terdiam sejenak. Bagaimana harus menjelaskannya pada Jongdae? Memangnya jika aku—tidak. Aku harus menjelaskannya, bagaimanapun.

“Kau tahu… terkadang di dunia ini ada hal-hal yang tidak masuk akal. Kau juga percaya itu, bukan?” ucapku memulai. “Ya, lalu apa hubungannya?” tanya Jongdae.

“Namaku… adalah Jo Hyunhee. Dan aku… terjebak di dalam tubuh Jo Hyunhee yang kau kenal, Kim Jongdae-ssi.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Jadi, di kehidupanmu, kau adalah seorang pencipta musik?”

Hyunhee menatap pemuda di sebelahnya. Sudah dua jam berlalu sejak ia bersusah payah menjelaskan tentang keadaannya pada pemuda itu. Meski Hyunhee tidak mengatakan semuanya, tapi setidaknya ia sudah memberitahu Jongdae permasalahan utamanya.

“Hmm, dengan alat-alat yang ada di sana… aku bisa menciptakan musik.”

Jongdae menghela nafas panjang. “Apa kau hidup dengan baik?” tanyanya membuat Hyunhee menatap dengan pandangan bingung. “Kehidupanku di sana?” ucap Hyunhee memastikan. Jongdae mengangguk sebagai jawaban.

“Ya, aku hidup dengan cukup baik. Meski kedua orang tuaku sudah meninggal… dulu aku masih punya Hyunwoo, adikku. Lucu bukan? Beberapa orang di sini, punya nama yang sama dengan orang-orang yang aku kenal di kehidupanku.”

“Benarkah?” Jongdae kini menatap gadis itu dengan seulas senyum di bibirnya.

“Ya. Woo Ryung… namanya adalah Jongin.” ucap Hyunhee.

“Jongin? Wah, dia punya nama yang keren di kehidupan selanjutnya. Lalu bagaimana denganku? Apa aku juga ada di kehidupanmu?” pertanyaan Jongdae berhasil membuat Hyunhee terdiam.

“Hyunhee-ah?” Jongdae menatap gadis itu saat ia terus terdiam.

“Ya, kau juga ada di sana.” ucap Hyunhee, tersenyum kecil.

“Seperti apa aku di kehidupanmu?” tanya Jongdae lagi.

“Hmm… Kau adalah seorang yang sangat menyenangkan. Kau suka menggoda gadis-gadis, tapi kau adalah teman terbaikku.”

“Kita berteman juga di kehidupanmu?” Hyunhee menatap pemuda di sebelahnya saat mendengar perkataan Jongdae. “Ya, kita berteman sangat dekat. Aku sering bermalam di tempat tinggalmu saat aku kesepian, begitu juga denganmu. Oh, jangan berpikir aneh-aneh. Di kehidupanku, terkadang beberapa orang bisa singgah di rumah kenalannya.”

Jongdae tersenyum, anggukan pelan ia tunjukkan sebagai tanda bahwa ia paham benar tentang situasi yang sedang Hyunhee coba jelaskan.

“Lalu, siapa namaku di kehidupan selanjutnya?”

“Jongdae.”

“Apa?”

“Kim Jongdae. Kau adalah Kim Jongdae.”

Kali ini Jongdae terdiam. Dipandanginya Hyunhee tanpa sanggup berkata-kata. Meski Hyunhee mengatakan jika beberapa orang di kehidupan ini memiliki nama sama persis seperti yang ada di kehidupannya, tapi ia juga tidak menyangka jika dirinya akan punya nama yang sama pula.

“Pantas saja kau selalu memandangku dengan cara yang berbeda dengan yang Lady Jo lakukan. Kau pasti menganggapku Jongdae yang kau kenal, bukankah begitu?” Hyunhee terkesiap mendengar ucapan pemuda itu.

“Apa maksudmu?”

Senyum kecil Jongdae sunggingkan sebelum ia berucap. “Kau selalu memandangku seolah kita sangatlah dekat, Hyunhee-ah. Terkadang, aku berpikir jika Lady Jo yang menatapku seperti itu. Tapi sekarang aku mengerti. Kau hanya menatapku dengan cara yang sama seperti caramu menatap seorang yang kau kenal.”

“Tapi aku juga mengenalmu.” ucap Hyunhee.

“Saat kembali ke kehidupanmu, kau hanya mengenangku sebagai bagian dari sejarah, bukankah begitu?” Hyunhee terdiam, ucapan pemuda itu menyudutkannya.

“Dan saat kau kembali… Hyunhee akan terbangun dan tidak ingat semua waktu yang sudah kau lalui denganku, bukan?” belum selesai Hyunhee terpana pada kalimat Jongdae sebelumnya, ia sudah dikejutkan oleh ucapan lain pemuda itu.

“Kenapa kau berkata seperti itu?”

Jongdae terdiam.

“Aku hanya takut, Hyunhee-ah. Aku takut, jika aku akan dilupakan.” Hyunhee menyernyit, lekas gadis itu memutar otak. “Tapi aku tidak akan lupa padamu.” ucap Hyunhee.

“Kau tidak akan mengingatku setelah tahun-tahun kehidupanmu berlalu.”

“Tidak, aku akan mengingatmu, sungguh.” Hyunhee meyakinkan.

“Bagaimana kau bisa begitu yakin?”

Kali ini Hyunhee yang terdiam.

“Aku… akan mati, Jongdae-ssi. Karena aku sudah berpindah ke beberapa kehidupan, aku tahu kapan aku akan mati.” tatapan Jongdae membulat saat mendengar ucapan gadis itu.

“Kau akan mati?”

“Ya. Saat usiaku berganti di tahun ini—di kehidupanku—aku akan mati. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang aku lewati saat aku masih di sini, tapi… bukankah itu berarti jika aku akan terus mengingatmu bahkan setelah aku kembali nanti?”

“Apa yang membuatmu mati?” tanya Jongdae. Hyunhee menggeleng pelan. Memang, ia tidak tahu apa yang membuatnya terbunuh, tidak juga berusaha mencari tahunya, atau mengantisipasi.

“Aku juga tidak tahu. Tapi… memangnya seseorang bisa menolak kematiannya? Aku sudah katakan padamu, aku melihat Lady Jo akan mati beberapa kali, dan aku mencegahnya.

“Tapi kemudian kau berkata jika Lady Jo sakit parah… itu artinya dia juga akan mati, bukan? Kurasa hal yang sama juga terjadi padaku. Aku akan mati, cepat atau lambat.”

“Bagaimana jika kau tidak kembali?”

“Apa?” Hyunhee menyernyit mendengar ucapan pemuda itu.

“Bagaimana jika kau tetap di sini dan tidak kembali ke kehidupanmu?”

Kebisuan sekarang mendominasi. Hal yang membuat Hyunhee diam-diam berpikir. Bagaimana jika ia tidak kembali? Apa ia juga akan mati di sini? Tapi Lady Jo juga akan mati, ia tidak punya pilihan.

Kembali atau tidak, ia akan tetap mati.

“Tapi tidakkah menurutmu akan lebih baik bagiku jika menghabiskan waktu terakhir yang kumiliki di kehidupanku sendiri?”

“Kau juga tidak tahu bagaimana caranya untuk kembali.” Hyunhee bungkam. Sebenarnya, ia bisa saja mengatakan pada Jongdae jika ia mencoba bunuh diri, akan ada kemungkinan ia bisa kembali ke kehidupannya.

Tapi bagaimana jika usahanya gagal? Lady Jo akan mati karena bunuh diri, dan di kehidupannya, ia juga akan mati, bukan? Semua pilihan Hyunhee sekarang memiliki akhir yang sama, kematian.

Hanya waktunya saja yang berbeda.

Lantas, apa lagi yang bisa Hyunhee perbuat?

“Jongdae-ssi…”

“Ya, Hyunhee-ah?”

“Apa kau… keberatan jika aku menghabiskan waktuku di sini?”

Jongdae tersenyum tulus. “Tidak sama sekali, Hyunhee-ah.” Hyunhee terdiam, dialihkannya pandangan karena merasa tidak nyaman saat melihat senyum pemuda itu.

“Apa kau juga tidak keberatan untuk menemaniku? Maksudku, aku tidak ingin sendirian saat—”

“Sebagai teman yang ada di kehidupanmu, atau sebagai diriku?”

“Apa?” Hyunhee menatap pemuda itu tidak mengerti.

“Kau ingin aku menemanimu sebagai siapa?”

Sebuah senyum akhirnya muncul di wajah Hyunhee, sebagai balasan terhadap senyum yang Jongdae pamerkan padanya, tentu saja.

“Sebagai Kim Jongdae, tentu saja. Bukankah aku sekarang ada di sini?”

— 계속 —

.

.

.

IRISH’s Fingernotes:

Butuh berjam-jam buatku menentukan siapa yang harus mati… sampe aku bertapa di depan laptop sambil mantengin lembar kosong Word demi nemu inspirasi atau sekedar bayangan tentang ending yang paling normal buat cerita ini :”)

Sampailah aku pada kesimpulan kalo chapter 12 belum cukup buat ngebunuh salah seorangnya, LOL. Ya ampun, ini sudah jam berapa. Laporanku masih menumpuk tanpa tersentuh dari sore. Huhu.

Anyway, akhir pekan ini akan jadi say goodbye dari Switch. So… see you :”)

.

.

.

BANTU AKU MENEMUKAN CINTA DI SINI → HELP! I NEED YOUR VOTE [3]

.

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

51 thoughts on “SWITCH – 12th MOSSAIC — IRISH’s Story

  1. Ping-balik: SWITCH [AFTERWORD] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: SWITCH – EPILOGUE — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: SWITCH – 14th MOSSAIC [FINAL] — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  4. Yang ini aku bacanya cepet banget! Perasaan chapter sebelumnya berasa panjang, ini berasa drabble masa wkwk
    Tuh kan… Jongdae di kehidupan Hyunhee bikin penasaran. Apa cuma aku yang penasaran? 😂

  5. Ping-balik: SWITCH – 13th MOSSAIC — IRISH’s Story | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ya beginilah kak irish, tanpa pandang bulu, kalo kata kak irish si ini mati ya mati. T.T kan akunya greget-_-
    Ya udah deh tinggal nunggu kelanjutannya aja, cukup nikmatin aja, gak mau macem macem minta ini itu, takut di kemplang ama kak irish :v
    Maap kak kata-kataku agak abstrak, jangan masukin ke hati.
    Akhir kata, keep writing and fighting!^^

    • Iyaa ._. Prinsip aku kan gitu buakakak mati ya mati ga ada tawar menawar😄 jadi readers engga merasa aku kibulin juga😄
      Gapapa kata2 kamu abstrak😄 selama ini aku juga abstrak😄

  7. Waaaaaaaahhhh kira” sp yg mati lady jo/ hyunhee??? G mungkin dua” nya eon???? Akhirnya hyunhee blg yg sebenarnya sm jongdae n ada jg yg tAu ttg keistimewaan hyunhee ??? Smg happy ending eon please 😀 fighting ne eon

  8. Yee akhirnyaaaa…
    tapi nggak tau deng mau ngoment apa tiba2 blank setelah baca😆 tapi syukur deh disini hyunhee udah jelasin yang sebenarnya ke jongdae. Tapi ini beneran udah mau end yah
    hufft~

  9. Ya ampun, aku pikir kak irish beneran hiatus sampe sampe aku gak tengok tengok kesini selama sebulan ini. Dan apa ini tiba tiba udah nyampe capter 10 aja. Aku nyampe baca marathon dan merelkan tugas kuliah yang terus terusan melambai pengen ku sentuh. Karna aku bingung mau komen apa di capter capter yang awal jadi aku putusin aja buat cuap cuap di capter paling baru 😂😂. Gak maksud apa apa cuman biar mood bacanya bagus dan bisa curhat panjang lebar tanpa batas di sini😁. Ngomong ngomong aku seneng banget sama ceritanya, bikin greget banget pokoknya. Tapi suka bingung juga kalo mbak hyunhee ada di tubuhnya tante jo itu si tantenya ada di mana?? Tapi keluar dari itu semua aku beneran suka deh pokoknya. Tolong selamatkan bang jongdae, aku gak bisa bayangin perasaan bang jongdae yang bingung sama dua orang dalam satu badan. Semoga akhir cerita ini bisa bikin aku fokus buat uts minggu depan ya kak😁 pokoknya aku tunggu kelanjutannya, semangat buat ka irish 🙆🙆🙆

  10. homina.. homina.. homina.. ku tak bisa berkata kata:v eaaa abang chen kaga mau dilupain. siapa sih yang berani lupain kamu wew. masuk banget euy ama lagunya. aaaarrrghh romancenya kurang greget tapi ini cukup. apa kabar jongdae ku dikehidupan sekaraaang. uncch dede kangen eaak. ka semangut nuliseu nya!!!!!

  11. Siapa yang say goodbye duluan? Lady Jo or Hyunhee? Udah, dua-duanya biar adil :v /plak!/
    Entah mengapa, membaca Lady Jo sangat menginginkan Hoon….agak rada ambingu ya :v

  12. gak tau entah kenapa aku suka hyunhee jaman modern bisa bersama jongdae jaman joseon, tapi aku juga penasaran apa yang terjadi sama hyunhee dikehidupannya pas dia masuk ke jaman joseon dia terluka atau mungkin hyunhee akan mati di kehidupan modern dan gak bisa kembali lagi ke kehidupannya jadi hyunhee modern bisa sama jongdae masa joseon. hehehe maksa banget. maaf ya kak irish

  13. yang mati ntar siapaa? dua”nya? hyunhee? lady jo? ap cmn salah satu?? apa malah mas jongdae? wkwk kepo akutu😭

    hwee weekend bkal say byebye ama mas jongdae :3 . semangat ye kak!😁
    kak irish jjang!!

  14. Yalord kak rish, kalimat lady jo sangat menginkan itu kok jadi nganu?😂
    Wkwk, gak sabar nunggu weekend..😂😂
    Hehe, sekarang gak jebol kan kepslocknya kak? Biar kakak makin semangat ngetik maksudnya /plakk/apa hubungannya?😂
    Hwaiting kak Rish!

  15. yeye setelah ngebut bacanya, udah sampai update terakhir…
    entah kenapa aku lebih memilih jongdae dan hyunhee di jaman modern yang bersatu daripada jongdae dan hyenhee (lady jo) di jaman joseon yang bersatu. aku cuma mau happy ending untuk salah satu jaman aja. jadi biar adil, tetep ada sad ending tapi juga ada happy ending. karna ada beberapa sejarah yang tidak bisa diubah.

  16. huhuuuu,,kenapa ya saat Irish bilang ini akan tamat ko,,rada ga rela gitu,,,aku suka banget situasi dimana jondae dan hyunhee dekat sebagai teman,dan sisi lain mereka punya perasaan lebih,tp tak mau saling mengungkapkan,karna kebersamaan adalah yg terpenting,,seperti Jongdae yg menyukai lady Jo! bukankah paling bahagia itu saat org jatuh cinta..wqwqwqq
    Btw,,,,- jng sad ending donk Rish,!ambil tengahnya aj donk,,setidaknya salah satu Jo Hyunhee harus bahagia dengan hidupnya,,atw setidaknya perasaan suka mereka tersampaikan gtu,trutama buat Jongdae,,?

  17. Akhir pekan yuhuuu :3
    Akhirnya mau say goodbay juga sama bang Jongdae. Ah, berbahagialah engkau disana. Eh tapi, siapa nih kak yang bakalan mati? Aing penasaran jadinya.
    Yang cepet ya kak updatenya❤ haha
    Sayang kak Irish :3
    Fighting!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s