Offenbaren [Prolog]

picsart_10-01-07-00

  ::— Offenbaren —::

.

.

(Prolog : Awake)

By kreyafe

—starring

[EXO] Park Chanyeol || [OC] Min Soyeon

Also

[BTS] Min Yoongi | [EXO] Oh Sehun | [I.B.I] Lee Suhyun

AU! | Friendship | Dark | Family | Collage-life | Romance

The length still undetermined | Teen

‘My life became maze since the first day i met you’

Inspired by some of kdrama’s, fanfiction, and anime

Langit biru yang kalanya cerah kini memulai gradasi dengan warna abu-abu, menandakan langit telah mendung. Dalam jangka waktu pendek mulai terdengar riuh-riuh suara petir dan guntur yang bergantian mengeluarkan irama. Hingga akhirnya rintik-rintik tiap tetesan air turun menemani dikala keringnya aspal dan membuat bumi menjadi basah. Hujan yang tak teratur seperti biasanya mulai turun lagi.

Gedung besar yang isinya benar-benar tak luput dari bau obat-obatan menyengat saat ini benar-benar ramai, bahkan para pekerja kesusahan untuk hanya sekedar lewat. Jika gedung besar—rumah sakit ini yang seharusnya bersuasana tenang pada umumnya, justru benar-benar berisik. Sepertinya hujan yang ditemani kilatan cahaya yang sesaat menyilaukan dan suara menggelegar yang membuat orang menjerit serta jantung berdebar, menimbulkan efek samping.

Namun hal-hal seperti itu tak berefek pada seorang gadis yang dengan tenang terlelap, ditemani alat-alat medis menempel ditubuhnya. Hingga saat ini diruangan tempat si gadis terlelap hanya terdengar suara elektrokardiogram dan tentu sesekali suara guntur—petir terdengar namun volumenya kecil. Sangat kontras dengan suasana di lobby bawah yang benar-benar ramai tak terkontrol, ruangan yang terletak di lantai 4 rumah sakit ini terlihat sangat tenang.

Min Soyeon—gadis yang 3 hari sebelumnya, baru menginjak umur 21 tahun. Dan dalam waktu kurun 3 tahun telah menempuh masa-masa kritis dalam koma yang menyakitkan. Setiap harinya hanya memejamkan matanya ditemani dengan berbagai alat medis yang menempel di setiap sisi tubuhnya tanpa tahu kapan ia terbangun.

Kriet.

Suara deritan kecil terdengar ketika pintu putih rumah sakit menggesek permukaan ubin. Seorang wanita dengan pakaian khas perawat rumah sakit melangkahkan tungkainya, kemudian melihat setiap sisi Soyeon dan alat medisnya. Perawat itu terlihat mencatat kondisi Soyeon yang berwajah pucat, sesekali si perawat melihat grafik pada layar elektrokardiogram.

Wajah si perawat itu terlihat mengunggah senyuman senang melihat kondisi Soyeon. Tak lama, ia berlari keluar ruangan, seperti ingin memanggil seseorang. Benar saja, suara sepatu mulai beberapa kali terdengar hingga si pemilik muncul dan masuk ke dalam ruangan. Si pemilik—Dokter Kim yang sudah menjadi dokter untuk memantau dan menangani Soyeon sejak dariawal gadis itu dibawa kesini dengan kondisi tak karuan penuh darah. Sama dengan si perawat, dokter Kim terlihat senang.

Beberapa kali bahkan sering Soyeon mengalami kondisi antara hidup dan mati karena kondisi tak stabil. Mengalami shock mendadak atau bahkan serangan jantung ketika koma, dan tak tau kapan semua ini berakhir dan mendapati Soyeon sadar.

Namun, baru saja dokter Kim selesai memeriksa kondisi Soyeon yang cukup memuaskan, tiba-tiba ada sesuatu yang aneh pada alat elektrokardiogram di sebelah ranjang Soyeon. Statik pada layar alat elektrodiogram yang memantau jantung Soyeon tak sesuai dengan seharusnya, statik gelombang yang seharusnya terdiri atas 1 gelombang P, 1 kompleks QRS dan 1 gelombang T, justu gelombang tersebut hampir mendekati garis lurus.

“Astaga! Dia terkena serangan jantung!” Pekik dokter Kim. Tak lama setelah dokter Kim memekik, beberapa perawat dan dokter lainnya mengerubungi Soyeon dan memberikan bantuan agar Soyeon tetap bertahan.

Beberapa kali memberikan kejutan listrik dengan defibrilator agar mempertahankan stimulasi listrik ke jantung untuk memulihkan dan menstabilkan ritme normal jantung. Hasilnya cukup memuaskan karena statik gelombang dilayar elektrokardiogram kembali normal seperti seharusnya. Dokter-dokter dan para perawat yang menangani Soyeon barusan bergegas keluar.

Menit ke 15 berikutnya, hujan yang kala sebelumnya benar-benar tak karuan kini sudah mereda sepenuhnya. Disaat itu juga, jemari di tangan kanan Soyeon bergerak perlahan hingga akhirnya seluruh jemari pada tangan kanannya lamat-lamat bergerak. Tak lama dari itu, kedua kelopak manik Soyeon terbuka untuk pertama kali dalam 3 tahun.

.

.

Seorang pemuda mengenakan coat panjang berwarnakan abu-abu serta cap hitam menghentikan langkahnya yang terbilang santai, ketika kedua netra milik pemuda itu menangkap angka 301 disebelah pintu rawat inap. Sorot netra yang dariawal memang tajam bertambah mengerikan ketika mengintip—melihat keadaan isi kamar rawat inap 301 dari kaca kecil di pintu kamar, layaknya medusa seperti ingin mengutuk orang menjadi batu. Kemudian ia menyeringai dan melangkah meninggalkan ruangan itu, ia tak ingin terlihat mencolok atau mencurigakan.

“Berbahagialah nona, karena tidur panjangmu akhirnya berakhir.” Desisnya bersamaan dengan kedua tungkai yang beranjak pergi.

 

-Fin

Or To Be Contiuned?

Mungkin dari scene tadi diatas mirip sama sesuatu? Yup, drama Let’s fight ghost. Aku ga pinter ngedeskripsiin seseorang yg lagi koma dan lagi diambang mau sadar (?) jadi aku Cuma modal scene dari lets fight ghost tadi dan google T-T maap yak. Tapi dijamin beda banget, ini Cuma buat prolog doang karena balik lagi, aku ga pinter deskripsiin. Btw sorry banget kalo ada yang salah di istilah istilah itu, aku Cuma modal googling ^_^v maklumin yah.

Sorry for typo(s)

Regards,

kreyafe

6 thoughts on “Offenbaren [Prolog]

  1. Next authornim. Di tunggu~ kepo parah jadinya. Tuh orang ber-cap itu chanyeol kah? Hunhun kan? Atau anon😁 lupakan yg terakhir~ biarkan aku membaca lanjutan ceritamu~
    Ditunggu next chapnya…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s