SWITCH – 9th MOSSAIC — IRISH’s Story

irish-switch-2

s      w      i      t      c      h

|  Jongdae x Hyunhee  |  Fantasy x Historical x Mystery x Romance  |  Chapterred x Short Story  |  Teen  |  by IRISH  |

|  prompt from EXO`s 3rd Repackage Album Song Title: She’s Dreaming  |

Show List:

ForewordPrologue1st Mossaic 2nd Mossaic3rd Mossaic4th Mossaic5th Mossaic6th Mossaic7th Mossaic 8th Mossaic [PLAYING] 9th Mossaic

It’s funny, when morning comes
You won’t even remember

♫ ♪ ♫ ♪

In Hyunhee’s Eyes…

Akh!”

Aku tersentak saat tubuhku tiba-tiba saja terasa sangat sakit, begitu menyiksa. Kepalaku sangat pening dan—

“Hyunhee?” aku menoleh terkejut, tatapanku bertemu dengan netra gelap milik Jongdae yang menatapku dengan pandangan yang tidak bisa kumengerti. Tatapanku melebar kala kutemukan diriku berada di ruangan yang kukenali sebagai ruangan tradisional yang hanya ada di zaman kerajaan, dan bukannya di ruanganku.

Mengapa? Mengapa aku tidak kembali ke kehidupanku? Kenapa aku ada di tubuh Lady Jo lagi? Rasa sakit yang kurasakan semalam sudah jelas merupakan sebuah pertanda bahwa aku sudah selesai dengan masalah di masa kehidupan yang kutempati sementara.

“Kenapa aku ada di sini?” tanpa sadar bibirku berucap, tatapanku kini bersarang pada Jongdae yang masih menatapku dengan cara yang sama.

“Kenapa aku ada di sini, Jongdae-ya?” alis Jongdae terangkat saat mendengar aku menyebut namanya. Ada apa dengan Jongdae? Mengapa ia tidak mengatakan apapun padaku? Dan bagaimana bisa aku lagi-lagi berakhir di sini saat aku seharusnya sudah kembali ke kehidupanku?

Apa masih ada masalah di sini?

“Kau mengingatnya?” pertanyaan Jongdae sekarang membuatku menyernyit bingung. Mengingatnya? Memangnya aku sebodoh itu sampai tidak ingat apa yang sudah terjadi semalam?

“Apa yang kau bicarakan? Apa sesuatu terjadi pada Hyunwoo? Woo Ryung berhasil membawanya ke hutan, bukan? Ya, semalam kau bilang dengan pasti kalau Woo Ryung tidak memerlukan bantuan kita. Apa semalam aku tidak sadarkan diri? Hyunwoo baik-baik saja bukan?” cecarku pada Jongdae.

Ia masih bergeming, tatapannya lamat-lamat berubah lembut, dan sebuah senyum bahkan muncul di wajahnya.

“Mengapa kau tiba-tiba bicara tentang Hyunwoo?”

“A-Apa?” aku menatap tidak mengerti. Apa maksudnya? Bukankah semalam kami—tunggu. Apa aku terbangun di kehidupan Lady Jo yang pertama kali kudatangi? Jadi sekarang… sudah berlalu beberapa tahun sejak penyelamatan Hyunwoo?

“Kau sangat lucu, Hyunhee-ah. Beberapa musim lalu kau tidak ingat tentang kejadian di malam itu. Tapi ada apa denganmu sekarang? Kau tiba-tiba saja bicara tentang Hyunwoo.”

Aku terkesiap. Benar. Ini pasti masa yang berbeda, tapi aku masih terjebak di tubuh Lady Jo. Tapi apa maksud ucapan Jongdae? Apa aku seharusnya tidak mengingat kejadian itu?

“Apa yang sudah kau lakukan padaku? Apa kau memberiku ramuan lupa ingatan? Kenapa kau melakukannya?” tanyaku terkejut. Apa mungkin Jongdae sudah memberiku ramuan—tunggu, jernihkan pikiranmu, Hyunhee. Ingat lagi apa yang sudah terjadi padamu saat terakhir kali terbangun di kehidupan ini.

Woo Ryung. Ya. Aku terbangun malam itu, sebelum bulan purnama ketiga, lalu aku kembali ke kehidupanku setelah mencuri-dengar pembicaraan Woo Ryung dan Jongdae. Kemudian perpindahan selanjutnya yang kualami adalah ke dalam tubuh Lady Jo beberapa waktu sebelum ini.

Luka. Ya, alasan yang membuatku mempertanyakan keadaan ini adalah lukaku.

Refleks aku menyingkirkan kain yang menutupi bahu kiriku, mencari keberadaan luka yang seharusnya ada di dada kiriku dan kini tiba-tiba saja lenyap.

“Apa yang terjadi padaku? Mengapa lukaku tiba-tiba menghilang?” tanyaku pada Jongdae, sementara ia masih menatapku dengan tatapan yang sama.

“Luka apa?” tanyanya tidak mengerti.

“Aku terluka, Kim Jongdae. Aku ingat benar aku terluka—tidak. Tolong, jelaskan saja padaku apa yang sudah terjadi di sini.” ucapku tidak sabar. Kediaman Jongdae adalah sumber tanda tanya lainnya bagiku. Apa ia juga sama bingungnya denganku?

“Hyunhee-ah.” ucapnya membuatku akhirnya memandang Jongdae. “Kenapa?” tanyaku dijawabnya dengan senyuman kecil. “Darimana kau tahu kalau aku adalah seorang penyihir?” pertanyaannya sekarang membuatku menyernyit.

Darimana aku tahu? Ugh, mengapa ia terus saja mempertanyakan hal itu?

“Hanya, aku tahu begitu saja. Apa hubungan kita sekarang baik-baik saja?”, tanyaku membuat Jongdae menatap dengan dahi berkerut bingung. “Baik-baik saja?”, ulangnya tidak mengerti.

“Bukankah karena aku semua orang tahu kalau kau adalah penyihir? Itu adalah alasan kita saling membenci dan akhirnya saling menjauhi, bukan? Apa tidak seperti itu? Apa aku salah mengingat?” ucapanku malah membuat Jongdae makin tersenyum lebar.

Dengan santai ia melangkah mendekatiku, duduk di hadapanku dan menatap ke luar ruangan tempat kami sekarang sama-sama singgah.

“Tidak ada yang tahu kalau aku adalah seorang penyihir. Kau juga tidak pernah menjauhiku, apalagi membenciku. Terlebih lagi, kau tidak pernah terluka, Hyunhee. Semuanya baik-baik saja. Apa kau bermimpi buruk?”

“Apa?” aku menyernyit mendengar pertanyaan Jongdae. Mimpi buruk? Tolong. Apa kehidupan di masa ini berubah hanya karena apa yang kulakukan beberapa menit lalu?

“Dan juga, hanya ada dua orang yang tahu tentangku. Woo Ryung, dan seorang gadis bernama Jo Hyunhee yang beberapa musim lalu tiba-tiba saja tahu tentang identitasku, dan memintaku untuk menyelamatkan Hyunwoo.”, lagi-lagi ucapan Jongdae mengejutkanku.

“Beberapa musim lalu?”, ulangku tanpa sadar. Benar, aku pasti terbangun di waktu lainnya. Tapi kapan? Apa ini waktu sebelum waktu pertama aku datang ke tempat ini? Atau sesudahnya? Aku bahkan tidak terluka di sini.

Atensiku segera beralih pada Jongdae ketika kurasakan jemarinya menyentuh punggung tanganku. Sebuah senyuman tulis ia pamerkan, senyum yang tidak bisa kumengerti tapi tidak juga bisa kupertanyakan.

“Kupikir aku memang bermimpi buruk.” aku akhirnya berucap.

“Beberapa malam lalu, aku juga bermimpi buruk, Hyunhee-ah. Di dalam mimpiku, kutemukan kau diserang oleh orang tidak dikenal. Dengan bekas luka yang ditinggalkan oleh anak panah dan membuatmu sekarat.

“Karena aku enggan melihatmu mati, aku menghilangkan luka itu, dan esok harinya, kau terbangun… tidak mengingatku, bahkan tidak ingin melihatku. Dan aku sangat marah karena hal itu.

“Apa kau tahu, apa hal aneh dalam mimpiku?” tanyanya membuatku menyernyit.

“Apa?” ucapku.

“Pertama, karena hari ini kau tiba-tiba saja bicara tentang luka yang ada di mimpiku. Lalu kedua, malam itu saat aku terbangun, aku teringat, beberapa musim lalu, kau pernah bersikap aneh padaku. Tiba-tiba saja mengatakan padaku kalau kau tahu aku adalah seorang penyihir, lalu memintaku menyelamatkan Hyunwoo.

“Malam itu juga, aku ingat kau mengatakan padaku untuk tidak memberitahumu tentang siapa sebenarnya aku saat kau terjaga. Aku terlalu bingung saat itu, tapi saat kau terbangun, kau tidak ingat apa yang sudah kita lakukan. Kau bahkan tidak ingat bagaimana kau menyelamatkan Hyunwoo.

“Sejak saat itu, aku begitu takut. Aku takut, saat kau terbangun di pagi hari, kau tidak akan mengingatku, tidak mengingat apa yang sudah kita lakukan. Tapi di waktu yang bersamaan, ada keinginan kecil di dalam hatiku yang terus meronta untuk bertahan.

“Siapa yang malam itu bicara padaku? Siapa yang memintaku untuk menyelamatkan Hyunwoo? Siapa Hyunhee… yang tahu dan menerima keberadaanku sebagai seorang penyihir?”

Aku terdiam. Jongdae mengingatnya. Meski ingatannya berubah menjadi anggapan bahwa ingatan itu adalah sebuah mimpi, tapi dia ingat. Dan bahkan ucapanku sekarang pasti membuatnya semakin bertanya-tanya.

Ia juga pasti sadar jika aku sekarang terbangun dan kembali bicara hal yang aneh padanya, seperti malam itu. Karena aku tak pernah terbangun dua kali di kehidupan orang yang sama tapi di waktu yang berbeda, tentu akan ada perbedaan yang juga terjadi.

Seperti sekarang, saat Jongdae sadar jika aku dan Lady Jo berbeda.

“Jongdae, aku bisa—”

“Aku belum selesai dengan ceritaku, Hyunhee-ah.” potong Jongdae pelan, ia tersenyum kecil padaku sebelum akhirnya melanjutkan. “Sejak saat itu juga, aku selalu menyelinap ke kediamanmu setiap pagi, berharap kau tidak akan lupa padaku saat kau bangun, tapi aku juga berharap… jika suatu hari kau akan terbangun dengan ingatan lain tentangku.

“Pagi ini, kau datang. Setelah aku menunggumu selama ini, kau akhirnya terbangun dan bicara padaku dengan cara yang sama seperti hari itu, hari saat kau meminta padaku untuk menyelamatkan Hyunwoo.”

Aku terdiam, penjelasan Jongdae sekarang menerangkan padaku tentang bagaimana aku sudah mengubah kehidupannya hanya karena kejadian beberapa menit lalu. Karena apa yang terjadi beberapa menit lalu, kehidupannya selama beberapa tahun sudah berubah.

Dan apa yang akan terjadi padaku? Apa perubahan juga terjadi padaku dan Lady Jo jika kehidupan di masa lalu berubah?

“Apa kau… hidup dengan baik selama ini?” tanyaku tanpa sadar.

“Ya, aku seorang Sarjana sekarang, Hyunhee-ah. Aku bekerja untuk istana.” ucapannya membuatku tersenyum tanpa sadar.

Ya, Jongdae mungkin tidak ingat bagaimana bagaimana kehidupannya sebelum ini. Sebelum aku mengubahnya hanya karena permintaan kecil. Sebelum aku memberinya sebuah kalimat yang kumaksudkan sebagai kalimat perpisahan tapi malah berujung sebuah pertemuan kembali.

Jika aku kembali ke kehidupanku, apa sejarah yang tertulis juga sudah berubah? Apa Jongdae… mungkin akan berakhir dengan nama yang tertulis dalam sejarah? Apa Lady Jo… juga tidak hanya sekedar mati karena bunuh diri?

“Apa kau… Hyunhee yang kutunggu?” pertanyaan Jongdae mengejutkanku. Apa pembicaraan yang beberapa menit lalu berlalu sebagai sebuah perpindahan, adalah sebuah penantian bagi Jongdae?

Tapi mengapa? Mengapa ia menungguku? Bukankah ia harusnya bisa hidup dengan damai sekarang? Tanpa adanya siapapun yang tahu tentang keberadaannya dan siapa dia sebenarnya?

“J-Jongdae-ya. Aku—” ucapanku terhenti saat Jongdae meletakkan telapak tangannya di pipiku, sebuah senyum terukir di wajahnya, sangat berbeda dengan ekspresi kaku yang pertama kali kulihat di wajahnya saat itu.

“Kau bisa menjelaskan padaku apa yang telah terjadi, bukan? Aku sudah menunggumu, karena kau berhutang padaku, Hyunhee.” hutang? Hutang saat aku katakan aku akan meluangkan satu malam untuknya?

“Mengapa kau menungguku? Kau bahkan sudah hidup dengan baik sekarang. Tidak ada seorang pun tahu tentangmu.” ucapku pelan.

“Apa dulu aku tidak hidup dengan baik?” pertanyaannya menghancurkan pertahananku. Musnah sudah batas yang seharusnya aku ciptakan di kehidupan yang aku pinjam.

Ia tidak seharusnya tahu tentangku, tidak juga seharusnya aku memberinya sinyal apapun yang bisa membuatnya tahu tentangku. Semuanya terjadi sebagai sebuah usaha untuk menyelamatkan diri.

Aku yang tidak ingin Hyunwoo mati, tidak juga ingin Jongdae berakhir dikucilkan, tidak juga ingin kehidupan Lady Jo berakhir menyedihkan. Dan semua yang kurencanakan sudah terjadi dengan sebuah akhir seperti ini.

Hyunwoo sudah pasti masih hidup, meski aku tidak tahu dimana ia sekarang berada, atau apa ia baik-baik saja. Tidak seorang pun tahu tentang Jongdae dan kenyataan bahwa ia adalah seorang penyihir. Jika ucapan Jongdae benar, maka kehidupan Lady Jo juga masih baik-baik saja.

Tapi mengapa aku lagi-lagi terjebak di kehidupan ini?

“Kenapa kau tidak menjawabku?” aku lagi-lagi menatap Jongdae, kusadari jika tatapannya—tak tak bisa kumengerti—kini dapat kupahami dengan baik. Saat aku terbangun, ia selalu berharap jika akulah yang tiba-tiba muncul selama beberapa tahun ini, dan tadi saat aku memberondongnya dengan pertanyaan bodoh… ia pasti sadar—

“Apa aku dulu tidak hidup dengan baik? Apa kau… Hyunhee yang aku tunggu selama beberapa musim ini?”

—jika sosok yang ditunggunya telah kembali.

Akhirnya, aku tersenyum kecil, tidak sanggup memikirkan apa yang mungkin akan terjadi padaku jika aku mengatakannya, atau apa yang mungkin terjadi kemudian hari akibat tindakanku kali ini. Aku tak lagi memikirkan alasan yang membuatku lagi-lagi terbangun di waktu ini, di tubuh ini.

Apa kau sudah menungguku selama beberapa musim? Apa kau tahu kalau dalam ingatanku, baru beberapa menit berlalu sejak pembicaraan itu, Jongdae-ya.

“Aku akan menjelaskannya.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Jelaskan padaku.”

“Itu semua penjelasannya.”

“Apa?” aku menatap Jongdae, sudah berjam-jam kami habiskan di ruangan ini hanya karena ia menuntut sebuah penjelasan yang tidak bisa aku jelaskan, dan lebih lagi, tidak ingin kujelaskan.

“Apa begitu sulit bagimu untuk menjelaskannya secara lebih mudah dan ringkas sehingga aku bisa mengerti?” tanya Jongdae.

Aku terdiam sejenak. “Begini. Anggap saja, ada dua Hyunhee yang hidup di tubuh ini. Bagaimana? Kau bisa menerimanya?” tanyaku akhirnya.

Kali ini giliran Jongdae yang terdiam.

“Lalu mengapa kau tiba-tiba muncul? Mengapa hanya kau yang mengingatku sedangkan Hyunhee tidak mengingat siapa aku?” tanyanya membuatku menyernyit. “Karena Lady Jo dan aku punya ingatan sendiri-sendiri. Aku hanya muncul saat Lady Jo membutuhkan bantuanku. Apa penjelasanku begitu sulit untuk dimengerti?”

Aku terpaksa berbohong pada Jongdae. Mengatakan fakta-fakta—yang sebenarnya bohong—sehingga ia berpikir jika aku adalah Lady Jo juga. Anggap saja, di kehidupan yang akan datang, mungkin Jongdae akan mengerti tentang seorang dengan dua kepribadian, meski sekarang ia tidak tahu.

Setidaknya aku tidak memberitahunya kalau aku adalah seorang dari masa depan yang sudah berpindah belasan kali ke kehidupan orang lain.

“Jadi, kau katakan kalau kau adalah Hyunhee juga, begitu?”

“Aku Hyunhee, dan dia adalah Lady Jo, kami berbeda, mengerti? Aku tidak pernah ingin menjadi selir Raja.” ucapku saat Jongdae terus-terusan menyebutku sebagai Hyunhee dan menyebut Lady Jo sebagai Hyunhee.

Tolong, aku juga bisa merasa bingung karena ucapannya.

“Kau dan Hyunhee sama?”, ulangnya.

“Ya. Kami adalah satu orang yang sama.” tegasku.

“Tidak masuk akal.” ucapnya menolak penjelasanku. Beruntung saja dia adalah seorang penyihir, sehingga aku bisa membandingkan ketidak masuk akalan eksistensiku dengan keberadaannya.

“Lalu bagaimana dengan penyihir sepertimu?” tanyaku membuatnya menatap tidak senang. “Jaga nada bicaramu, seseorang mungkin mendengar kita.” peringatnya.

“Kau pasti berterima kasih padaku, bukan? Aku sudah membuat kehidupanmu jadi lebih baik. Karena tidak ada seorang pun tahu kau adalah seorang penyihir.” ucapku.

Jongdae terdiam, lagi. “Masih ada hal yang aneh dengan penjelasanmu.” ucapnya.

“Apa? Apa lagi?” tuntutku.

“Jika kau benar-benar Hyunhee lain yang ada di tubuh Hyunhee, lalu mengapa baru sekarang kau muncul?” tanyanya lagi.

Lady Jo pasti punya masalah.” tegasku, lagi.

Jongdae menyernyit, tampak berusaha mengingat-ingat sebelum akhirnya ia tersadar. “Ah, benar. Dia memang punya masalah.”

“Apa?” tanyaku tidak sabar.

Benar dugaanku, aku kembali ke kehidupan ini karena Lady Jo masih punya masalah. Sekarang, aku hanya perlu menyelesaikan masalah itu dan kembali ke kehidupanku. Tidak ada lagi masalah yang perlu aku pikirkan.

Karena setidaknya, saat aku kembali nanti, aku harus pastikan jika semua orang tidak akan tahu tentang Jongdae. Dan aku harus pastikan, aku akan berikan sebuah perpisahan yang layak bagi Jongdae.

Sehingga ia tidak harus menungguku lagi.

“Sukwon. Malam ini Sukwon akan melayani Raja.”

“S-Sukwon?” aku terkesiap. Benar-benar terkejut mendengar ucapan Jongdae. Bukankah Sukwon menjadi selir Raja karena Lady Jo tidak terbangun selama beberapa bulan purnama?

Lalu mengapa… sekarang ia lagi-lagi dihadapkan pada masalah ini? Mengapa Sukwon lagi-lagi berada di posisi yang memaksanya untuk jadi selir Raja dan membuat Lady Jo lagi-lagi membuatku terjebak di tubuhnya?

“Hyunhee,”

“Ya?”

“Sejak tadi, ada yang aku pertanyakan.” ucap Jongdae memecah konsentrasiku. Tatapanku sekarang tertuju padanya, tidak perlu aku merespon untuk membuatnya tahu bahwa aku tengah menunggu pertanyaan darinya.

“Jika kau ada di sini, sekarang. Lalu di mana Hyun—maksudku, Lady Jo sekarang?”

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

Aku mau sampaikan permohonan maaf dulu karena posting fanfiksi ini mundur satu minggu. Ini terjadi karena galaunya aku sama jadwal post yang benturan sama Chen Birthday kemarin ;-; harusnya sih fanfiksi ini bisa pas tanggal 30 september selesai, tapi yah… jadi sedikit molor, gapapa ya? Btw aku ingin menangis lantaran ikutan bingung sama apa yang terjadi sama Mba Hyunhee.

Aku kudu otokeh menghentikan petualangan Mba Hyunhee ini? Kudu otokeh? ;-;

Nasib dia kenapa jadi semakin blur dan enggak jelas? Mana Jongdae semakin ambigu dan bikin galau. Mana temennya Tante Jo juga masih aja ada masalahnya. Hiks.

.

.

.

[HELP! Aku lagi-lagi butuh vote → HELP! I NEED YOUR VOTE (2) ]

.

.

| MY SHOW |

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

37 thoughts on “SWITCH – 9th MOSSAIC — IRISH’s Story

  1. oalah, yang di gendong mas Jondae waktu itu lady jo.. ya ya mudeng aku.
    sukwon itu yang pelayannya lady jo bukan? iya nnggak sih? wehh wehh jadi selir raja..
    o iya ya, lady jo kemana ya? jangan-jangan keliling-keliling.. hemm au ahh aku gak tau..

  2. Chapter ini bener bener belibett…aku bingung hyunhee ada dijaman yang mana. Jaman sebelum atau sesudah hyunwoo diselamatkan. Nah,sama,pertanyaan ku selama ini>kemana jiwa orang orang yang tubuhnya ditempati hyunhee

  3. Iy y masuk akal jg kmn perginya lady jo ? Apa ke masa dpn ? Kl gt mrk tukeran dong ?? Aaaakhhhhh eon gregetan jdny kkkkkk~ sm ni ff😀

  4. huwee ku galau.. fanfic ini bgtu menggoda :’v tapi ku ada ulangan harian biologi :’.
    dan cerita di chapt ini membuatku tmbh galau dan pusing /alay:v. kak irish lagi”………….jjang!😭

  5. Ya allah… udah update lagi. Maaf baru sempet😀
    Demi avah ikoh jadi macem ni? Kenapa banyak sekalih berbagai pertanyaan yang muncul setelah baca chap ini? Kalo gak salah ni mbak komposer punya masalh terus, kapan selese nya mbak? Gak capek?
    Aih, pokoknya mah semangat kak irish!! *maafkalo gaje

  6. ketika yg nulis pun bingung ama masalah yang dihadepin karakternya, apa kabar dengan readers yang lebih bingung kaaaa. tapi aku liat ada beberapa kata, cuman dua sih yang diulang. itu gatau emng kaya gtu atau murni typo eaa:v. kumenungguchapterinikemarintapibarubacasekarang.

  7. laah kailish yg bikon ceritanya hyunhee aja binggung apalagi daku cuma seorang readers’..wkwkwk
    hahaha keren deh aku jg mikirny muter” kek mbk hyunhee…ciee yg abis ultah galu nih ye#kodekeras
    dan pertanyaan trakhirny chentong jg ga aku dugao_O..mm sekarang tinggal masalah sukwon yah…oiya btw berita yg beredar jan jan yg fotony chentong kesebar sama ekhem awewe itu sebenernya….hyunhee yah#plaak wkwkk oke semangat deh kailish

  8. serasa ditarik ulur sama hyunhee…
    wah kayanya seru yah klau lady jo yg masuk ke tubuh hyunhee dimasa depan heheeee….???
    mangat mangat ka irish, di tunggu chapter selanjutnya^^

  9. Aq berasa ditarik2 mba hyunhee kesana kemari

    Dan kenapa tetap kejadian sukwon menghadap raja

    Apa gimanapun lady jo ataupun hyunhee hrs mutusin buat ttp mati didalam sejarah ya?

    Dan jongdae berubah jd org galau gara2 hyunhee

  10. “Jika kau ada di sini, sekarang. Lalu di mana Hyun—maksudku, Lady Jo sekarang?”
    Jongdae peka deh 😚😚 /plak!/ Tanyakan pada Kak Irish, daku juga ga tau dan penasaran dari awal cerita kemanakah Lady Jo 😂😂

  11. Makin greget nih kak aku makin penasaran dengan jawaban hyunhee nanti dia jawab kaya gimana
    Ditunggu yaa next chapternya semangat kak rishh!!

  12. KAK RISH, AKHIRNYA NEW CHAPNYA DIUPDATE, YEHET!😆
    NANTI JADI FAST UPDATE SEPERTI DULU ATAU SLOW UPDATE NIH KAK?😂
    Ff birthday chen mengalihkan segalanya.. 😂😂
    Ditunggu next chapnya kak,.MAKIN GREGET.😆😆😆

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s