[EXOFFI FREELANCE] Autumn : Lady of The Night (Chapter 7)

lady-of-the-night

Autumn: ℒady f the Night

by: Andelle/Han

 

Main cast:

EXO’s Oh Sehun, OC’s Alexa Kim and Kris Wu

Additional Cast:

EXO’s Byun Baekhyun and Kim Jongin

OC’s Jung Yunhee, Lee Hyena and Choi Hana

 

A Thriller, Suspense, Tragedy, Romance, and Psycho story

PG-17 rated Chaptered length

 

Credit Poster: Hyunleea@ Indo Fanfiction Arts

 

DISCLAIMER

We just own the plot and the original character. This is Andelle & Han second fanfict collab in our Season Fanfict Project―Every season has their own story. Previous series has been done for you [Summer: Mirage], you can find that on HERE.Now we come with a new story on new season; Autumn. So, enjoy the Autumn! And there’s no element of plagiarism in this story. Copy this story without any credit and/or our own permission is prohibited.

COPYRIGHT©2016 ANDELLE & HAN ALL RIGHT RESERVED

HAPPY READING

◊◊◊◊◊◊

 

#Teaser 1 || #Teaser 2 || #Chapter 1 || #Chapter 2 || #Chapter 3 ||

#Chapter 4 || #Chapter 5 || #Chapter 6 || [NOW] #Chapter 7

 

 

 

#7: Love Yourself, Oh Sehun.

 

Baekhyun membolak-balik tumpukan kertas yang ada di hadapannya. Sesekali menuliskan sesuatu di beberapa bagian. Ia bersenandung kecil mengikuti suara musik yang terputar melalui handphone-nya untuk menghilangkan rasa bosan. Bahkan ia menggoyangkan badannya saat lagu sudah mencapai klimaksnya.

Yunhee yang berada tepat di sebrang lelaki itu hanya mampu menggeleng pelan melihat tingkah atasannya yang satu itu. Bisa-bisanya ia bersantai saat ia sedang menangani sebuah kasus besar? Apakah atasannya itu benar-benar serius? Tidakkah ia mengerti jika salah satu warga kota Seoul tengah berada dalam bahaya?

“Byun Baekhyun, hentikan musik berisikmu itu. Kau membuatku tidak bisa bekerja,” gerutu Yunhee.

“Jika tidak ada musik malah aku yang tidak bisa bekerja” bela Baekhyun, “Cause music is my life.”

“Tidak usah berbohong. Kau kemarin bekerja tanpa mendengarkan musik”

“Untuk hari ini aku ingin bekerja dengan mendengarkan musik. Jangan membantah. Aku ini atasanmu, Jung Yunhee”

“Sialan!” umpat Yunhee. Ia lupa tentang fakta bahwa Baekhyun merupakan atasannya dan Yunhee benci menjadi bawahannya. Bagaimana bisa ia menjadi bawahan dari seorang lelaki menyebalkan nan aneh seperti Baekhyun? Apa tidak ada lagi yang lebih layak untuk menjadi atasannya?

Tepat setelah musik habis, Baekhyun tertawa senang melihat perubahan wajah Yunhee dari ekspresi angkuhnya menjadi ekspresi kesal, “Jangan cemberut. Kau tidak bisa mengubah fakta bahwa aku ini atasanmu.” Yunhee hanya tersenyum kecut lalu membuka kembali berkas yang tadi sempat ia tinggalkan.

Baekhyun mematikan musik selanjutnya yang mengalun dengan irama RnB, “Yunhee, apa kau sudah menemukan petunjuk tentang penculik Alexa?” tanya Baekhyun dengan serius.

“Yah, dua orang penculiknya adalah laki-laki. Dan mereka sangat tampan, juga tinggi―tidak sepertimu” jawab Yunhee sambil menaikkan satu alisnya, mencoba membalas perlakuan Baekhyun padanya tadi.

Ya, Jung Yunhee!” gertak Baekhyun kesal, “Aku serius!”

Yunhee menghela napasnya panjang, “Kris Wu. Dia punya satu bakat langka. Dia bisa mencium bau alami seseorang.”

“Feromon?”

Gadis itu membenarkan posisi duduknya, “Kurasa itu yang menyebabkan Kris tertarik pada Alexa karena sepertinya gadis Amerika itu punya bau alami yang benar-benar menarik bagi Kris.”

“Bagaimana dengan pria yang satunya?” tanya Baekhyun.

“Namanya Kim Jongin. Pria berkulit tan yang sangat suka menggoda perempuan.”

“Dia terdengar seperti seorang psikopat bertabiat bejat. Apa hanya mereka berdua?”

“Seorang perempuan bernama Choi Hana. Ia terlalu pendiam, aku tidak tahu banyak tentangnya. Ia pembunuh berdarah dingin. Ada juga perempuan yang bernama Lee Hyena. Dia sekretaris Sehun.”

“Kerja bagus, Yunhee. Aku harap kau terus bekerja dengan baik seperti ini,” puji Baekhyun sambil tersenyum manis.

“Aku memang selalu bekerja dengan baik”

“Aku tahu.”

Suara deringan handphone yang menandakan sebuah panggilan masuk membuat Yunhee mengalihkan perhatiannya. Yunhee melihat nama yang tertera di layar handphone-nya itu dan langsung berdiri, ”Aku pemisi dulu.”

Setelah melihat Baekhyun mengangguk tanda setuju, Yunhee segera pergi ke luar ruangan kerja mereka dan mengangkat panggilan dari handphone-nya setelah memastikan suasana yang ada cukup lenggang, “Yeoboseyo. Ada apa, Kris?”

“Bagaimana dengan tugas yang kuberikan padamu?”

“Jangan khawatir, aku melakukannya dengan baik. Aku bahkan mendapatkan informasi penting yang kau butuhkan.” Yunhee melihat jam tangannya dan melanjutkan, “Aku akan ke sana satu jam dari sekarang.”

 

[Autumn: Lady of The Night]

WHEN LOVE PRESENT BY BLOOD

  

Alexa menatap tajam Kris yang duduk tepat di hadapannya. Entah sudah berapa lama mereka melakukan hal itu. Kris membalas tatapan tajam Alexa dengan tatapan tenangnya yang menghanyutkan. Sesekali Kris memiringkan kepalanya dan tersenyum simpul menatap wajah datar yang ditunjukkan Alexa padanya. Dari semua hal yang telah Kris observasi, ia bisa menyimpulkan bahwa Alexa adalah mainan yang menarik. Dan dia sudah tak sabar ingin bermain dengan mainan barunya ini.

“Alexa,” kata Kris memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.

“Jangan memanggil namaku. Kau membuatku kesal.”

Kris terkekeh pelan, “Jangan seperti itu, aku hanya ingin menawarkan sebuah perjanjian untukmu.”

“Perjanjian dengan iblis sepertimu tidak akan menguntungkanku,” ucap Alexa dengan tegas.

“Ini bisa sangat menguntungkanmu jika kau pintar,”

“Sayangnya aku bodoh. Maaf,” kata Alexa sambil memalingkan wajahnya dari Kris.

Kris menyunggingkan sebuah senyum, “Kau pikir hanya karena Sehun yang mengatakan kau bodoh, aku akan percaya? Maaf nona, tapi aku tahu kau bukan wanita bodoh.”

Whatever.”

“Ini menyangkut tentang Sehun―jika kau ingin tahu” ucap Kris dengan nada acuhnya.

Alexa langsung menoleh pada Kris setelah mendengar nama prianya disebut, “Don’t touch him, you bastard.”

“I won’t touch him if you dare to take a deal with me,” kata Kris dengan senyum smirk-nya.

“What deal?’’

“Hancurkan Sehun.”

“Apa maksudmu?! Aku tidak mungkin melakukannya hanya untukmu!” bentak Alexa.

“Jadi, kau lebih memilih aku yang menghancurkannya? Jika aku yang menghancurkannya aku tidak hanya menghancurkan perusahaannya, tetapi juga menghapus jejaknya dari dunia ini.”

“Jangan coba-coba menyentuhnya, Kris!” gertak Alexa.

“Tidak mungkin aku tidak menyentuhnya. Dia terlalu mengganggu hidupku. Aku harus menyingkirkan semua yang mengganggu hidupku agar menjadi lebih mudah, bukan?”

Alexa mendecih, “Aku mengenal Sehun lebih baik daripadamu. Ia tidak mudah untuk kau hancurkan. Jika kau bisa menghancurkannya, kenapa kau tidak menghancurkannya dari dulu saja?! Kau terlalu lemah untuknya. Kau pria yang menyedihkan, Kris Wu.”

Plak!

Alexa merasakan pipinya mulai memanas setelah Kris menampar pipinya dengan keras. Dan bahkan kini Alexa mulai merasakan rambutnya ditarik dengan kuat. Kris mendekatkan wajahnya dengan wajah Alexa. Matanya menatap benci Alexa, “Sepertinya kau harus diperlakukan dengan keras.”

Alexa mengeratkan genggamannya yang menahan gerakan tangan Kris yang semakin kuat menarik rambutnya. Itu sangat menyakitkan hingga Alexa hampir saja menumpahkan air matanya. Suara pintu yang terbuka membuat Kris mulai merenggangkan genggamannya.

“Ada apa, Kris?” tanya Hyena dengan Hana yang berdiri di sampingnya.

Kris menghempaskan rambut Alexa dengan cukup keras, membuat kepala Alexa sedikit terbanting dengan lantai. Suara rintihan Alexa memenuhi seisi ruangan.

“Aku memperbolehkan kalian melakukan apapun dengannya,” ucap Kris.

“Apapun?” tanya Hyena.

“Ya, apapun. Tapi jangan sampai membunuhnya. Kita masih membutuhkannya.”

“Aku mengerti,” ujar Hyena dengan nada riang.

Kris perlahan melangkahkan sepasang kakinya untuk kemudian pergi meninggalkan ruangan itu, menyisakan Hana dan Hyena yang memandang Alexa―yang meringis kesakitan―dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Hello, bicthy” sapa Hana dengan tatapan merendahkan Alexa.

Alexa menaikkan pandangannya, “Hello too, Slut.”

“Tadinya aku ingin berbaik hati padamu. But now, i just wanna tear your hellish mouth.” Hana langsung mencengkram dagu Alexa dengan kuku panjangnya yang berwarna hitam pekat.

So do I,” ucap Alexa menantang.

Hana menatap Alexa dingin. Ia lalu melepaskan cengkramannya dari dagu Alexa dan berdiri tegak.

“Tunjukkan sedikit martabat!” Kaki jenjang Hana yang mengenakan sepatu heels hitam tajam melayangkan sebuah tendangan keras tepat di kepala Alexa. Menyebabkan kepala Alexa kembali terbentur dengan keras di lantai. Rasa sakit mulai menjalar di kepalanya.

Let me see untill when you could speak as brave as that.”

Alexa memegangi kepalanya. Tersenyum miring selagi menahan sakit yang terasa menyiksa dari kepalanya, “I’ll do it.”

Hyena melangkah mendekati Alexa seraya mencekik leher Alexa dengan erat. Kuku-kukunya yang tajam melukai kulit leher Alexa. Meninggalkan luka sayatan yang mengalirkan darah segar.

You know? It’s better to think twice before you say like that, bitchy. You maybe brave in the hell.”

Alexa mencengkram tangan Hyena, menariknya dengan kuat agar terlepas dari lehernya. Tapi, ia kalah kuat dengan Hyena. Nafas Alexa terhembus dengan tidak teratur akibat cekikan Hyena yang menahan jalur masuk nafasnya.

“Hyena, cukup! Ia bisa kehabisan nafas dan mati jika kau terlalu lama mencekiknya. Kris tidak ingin ia mati,” ucap Yunhee yang baru saja memasuki ruangan.

Hyena mengalihkan pandangannya pada Yunhee sebelum kembali menatap tajam Alexa. Ia mengeratkan genggaman tangannya pada leher Alexa. Lalu melepaskannya dengan kasar. “Jika bukan karena Kris, kau pasti sudah mati sekarang.”

Alexa tidak menjawab apapun. Ia lebih memilih untuk mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Mengisi paru-parunya kembali dengan oksigen yang terasa begitu sulit ia lakukan tadi.

“Hana, dimana Kris?” tanya Yunhee.

“Aku tidak tahu. Coba kau hubungi dia,” jawab Hana.

“Baiklah, terima kasih.”

Yunhee berbalik, melangkahkan kakinya keluar ruangan sambil mengambil handphone-nya dan menghubungi Kris.

“Kau dimana Kris?”

“Aku sedang mengendarai mobilku. Kau ada di gedung itu?”

“Ya,”

Aku akan kembali ke sana. Tunggu sebentar,”

“Baiklah,”

Yunhee menutup sambungan teleponnya. Lalu kembali melangkah masuk ke dalam ruangan yang digunakan untuk menyandera Alexa. Disana ia sudah terbaring pingsan di lantai. Entah apa yang telah dilakukan oleh Hyena dan Hana pada Alexa saat ia meninggalkan ruangan itu tadi.

“Apa kau sudah bertemu dengan Kris?” tanya Hana.

“Belum. Ia sedang dalam perjalanan ke sini,” jawab Yunhhe.

“Sayang sekali, wanita jalang ini sudah pingsan,” sesal Hyena sambil menendang-nendang kecil badan Alexa.

“Bagaimana dengan tugasmu? Apa berjalan dengan baik?” tanya Hyena.

“Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Aku rasa aku akan melakukannya dengan baik sampai akhir,” ucap Yunhee sambil mendudukkan dirinya di sebuah kursi.

“Semoga kau tidak melakukan kesalahan apapun yang dapat mengahancurkan rencana kita.” Hana berucap pelan.

Yunhee tersenyum tipis, “Jangan khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan.”

“Apa kita akan membiarkannya tetap disini?” Hyena sambil menunjuk tubuh Alexa.

“Terserah padamu, Hyena. Yang penting dia tidak mati,” jawab Hana bergendik bahu.

“Untuk apa Kris membiarkannya tetap hidup? Bukankah lebih baik jika dia mati?” gerutu Hyena.

“Kris menyukai baunya, ia ingin tetap bisa mencium baunya,” ujar Yunhee.

“Ini membuatku kesal. Kenapa ia cepat sekali pingsan? Padahal aku masih ingin mendengar ocehannya”

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tanya Kris yang baru saja sampai.

“Tidak ada, hanya mengobrol” jawab Hyena.

Kris memandangi tubuh Alexa dengan tatapan dingin,”Aku rasa kita akan melakukan rencana kita lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Sehun sudah bertindak terlalu banyak.”

“Ya, mereka bahkan hampir menemukan lokasi kita jika aku tidak segera bertindak,” ucap Yunhee menanggapi.

“Mulai malam ini, kita jalankan rencana kita. Aku ingin minggu ini kita telah menyelesaikan semuanya.”

 

[Autumn: Lady of The Night]

WHEN LOVE PRESENT BY BLOOD

 

Sehun masuk ke kamarnya tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 12 malam. Ia langsung melemparkan tas kerjanya ke sembarang tempat dan menghempaskan diri di atas tempat tidur tanpa berniat mengganti pakaian kantornya dengan pakaian yang lebih layak dikenakan jika akan beranjak tidur.

Sehun memejamkan matanya dan menghela napasnya yang berat. Matanya kemudian memandangi seluruh isi kamarnya. Berantakan. Itulah kata yang pantas untuk menggambarkan suasana kamar Sehun saat ini. Padahal, Sehun adalah tipe lelaki yang selalu memperhatikan kerapihan―tapi tidak untuk situasi seperti saat ini.

Dengan sisa-sisa tenaga yang masih ia miliki, Sehun bangkit dan beranjak berjalan menuju balkon kamarnya. Memandangi Seoul yang tengah terlelap meskipun masih ada beberapa aktifitas kecil di luar sana. Sehun melonggarkan ikatan dasinya dan membuka bagian atas kancing kemejanya agar ia bisa lebih leluasa mengambil nafas.

Pandangan Sehun beralih ke balkon di sebelahnya―balkon kamar Alexa. Membuat Sehun hanya bisa menghela napas berat. Sunyi. Dan suara isak tangis frustasi Ibu Alexa masih terngiang di kepalanya. Sehun tersenyum tipis ketika ia memandangi bunga blue rose yang tertanam pada sebuah pot berukuran sedang di bagian atas pagar balkonnya. Alexa yang menaruhnya di sana, beberapa waktu lalu. “Setidaknya kau punya satu tanaman yang akan membantu menyegarkan ruanganmu, Oh Sehun,” ujar Alexa setiap kali ia bertanya alasan gadis itu meletakkan bunga blue rose itu di balkon kamarnya. Sungguh Sehun tidak merasa diuntung-rugikan dengan adanya bunga itu. Toh, ia juga tak mengerti bagaimana cara merawat bunga dengan baik. Lihatlah buktinya sekarang, bunga itu sudah mulai berubah warna menjadi kecoklatan karena orang yang biasanya bertugas untuk merawatnya entah dimana.

Sehun mengambil ponselnya dari dalam kantong jasnya. Ia membuka sebuah foto yang ia terima beberapa jam yang lalu dari sebuah nomor tak dikenal. Foto Alexa. Rambut Sehun yang berwarna hitam legam jatuh di pelipis dan bulu matanya berkilau oleh air mata yang tak tertitikkan ketika melihat betapa mengenaskannya kondisi gadisnya saat ini. Wajah yang biasanya terlihat cantik dan selalu memberikan kebahagiaan baginya kini dipenuhi goresan-goresan luka akibat perbuatan para bajingan itu. Dan Sehun bisa melihat dengan jelas darah yang masih keluar dari leher dan pelipis Alexa.

Otak Sehun kembali berpikir, Sekarang apa? Sekarang apa yang kulakukan? Apa lagi yang bisa kulakukan? Sisi rasional Sehun sangat kuat. Itu sebabnya beberapa orang membawa masalah mereka kepadanya. Dan sangat jelas itu adalah salah satu penyebab mengapa ia menjadi seorang CEO penting perusahaan terbesar Korea di usianya yang masih muda. Sesungguhnya, semakin sulit persoalannya, semakin besar tekad Sehun untuk memecahkannya. Kecuali persoalan yang sekarang menghadangnya. Kali ini tidak penting dari beberapa sudut dia menelaah. Dia tidak punya jawaban dan itu menyiksanya.

Suara pintu yang terbuka dari balkon kamar Alexa membuat Sehun langsung menoleh. Ia mendapati Ibu Alexa yang tengah berdiri di sana. Wanita itu tersenyum pada Sehun yang sedari tadi hanya menatapnya dengan pandangan datar.

“Kau baru pulang, Oh Sehun?” tanya wanita itu sambil menerawang ke arah langit malam.

“Ah, ne” jawab Sehun kikuk sambil memegangi tengkuknya yang terasa dingin.

Ibu Alexa menghela napas panjang. Sehun bisa dengan jelas melihat mata sembab wanita itu dari jaraknya saat ini. Wanita itu mengamati penampilan Sehun yang acak-acakan, “Kau pasti belum makan malam. Akan kuantarkan makanan ke apartemenmu, ya?”

“Ah, tidak perlu, ahjumma,” cegah Sehun.

Wanita itu berbalik dan kembali tersenyum. “Tak apa. Oh, ya, penampilanmu terlihat sangat kacau. Sebaiknya kau mandi dan aku akan membuatkan sup hangat untukmu. Alexa..” seakan tersedak, ia menghentikan kalimatnya sepersekian detik lalu kembali melanjutkan, “.. tak akan suka melihat keadaanmu seperti ini. Sayangi dirimu sendiri, Oh Sehun.”

Sehun terdiam dan menelan salivanya dengan susah payah.

Ya, andai Alexa melihatnya.

 

To be Continued

 

 

 

 

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Autumn : Lady of The Night (Chapter 7)

  1. aigoo.. knapa harus ada tbc😦
    bingung deh sma yunhee sbenernya dia mihak siapa sihh … di tunggu next chapternya chingu🙂

  2. Y ampun cpt bgt tbc ny
    Yunhee ad d pihak syp sih?? Trus sekretaris sehun jg ap2an ikut2an ama kriss jg
    Uuhhh thor kau menyiksa ku
    Penasaran abiiisss

  3. oh my God.. kejam ya kris itu… haduh kenapa semua bawahan sehun baekhyun jadi mata”nya kris…mereka gk bisa dipercaya kan… pecat mereka sebelum terlambat..
    kok aku yang jadi sensi sendiri…haduhhhh

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s