[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 13)

cover-bgbm-2

Bad Guy Beside Me (Chapter 13)

 

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : General

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun

Additional cast : Xi Luhan, Kris Wu, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Yoon Jihye (OC)

🔫🔫🔫

Gadis itu berhenti sebentar didepan kedai dan memandang banner besar kedai yang mungkin ia tak akan bisa lagi datang ketempat ini, dia tersenyum lalu segera melangkah menuju dimana Sehun menunggunya. Sehun berdiri disamping mobilnya sambil memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celananya.

 

“Ayo!”ucap Nayeon singkat sebelum masuk kedalam mobil Sehun. Sehun tersenyum lega melihat gadis itu akhirnya ikut dengannya.

 

Sehun membuka pintu mobilnya dengan tergesa setelah menghentikan mobilnya didepan rumahnya diikuti Nayeon yang juga keluar dari mobil dengan tergesa-gesa. Benar saja, mereka sudah datang. “Cekrek!!” “Cekrek!!” Suara bidikan kamera terdengar saling bersahut sahutan dibarengi dengan kilatan flash yang menyilaukan mata. Sehun menghentikan langkahnya dan mengamati keadaan sekitar yang riuh ditambah lengkingan sirine mobil polisi yang menderu begitu memekikan telinga. Bahkan beberapa polisi telah siap dengan senapan laras panjangnya dibeberapa titik tersembunyi yang bahkan sangat mudah diketahui Sehun. Ini terlihat seperti penaklukan monster yang tengah berada dalam puncak amarahnya. Jemari ditangan kiri Sehun menyelinap disela-sela jemari Nayeon yang begitu dingin lalu menggenggamnya erat meyakinkan bahwa mereka akan baik-baik saja. Tangan kanan Sehun terlihat meraih sesuatu dari kantong bagian dalam jasnya tanpa mengalihkan pandangan dari paparazzi yang masih saja mengambil gambarnya. Tangan kanan Sehun diam sebentar dibalik jasnya lalu

“Krek”sebuah pistol yang siap meluncurkan pelurunya untuk menembus raga-raga tak bersalah yang kiranya menganggu  seorang Oh Sehun. Membuat para wartawan menjerit takut dan menghentikan aktivitasnya.

Polisi kemudian dengan sigap menyiapkan pistolnya dan Sehun tak peduli itu, karena para polisi tidak mungkin menembaknya mengingat Yoo Nayeon kini dalam genggamannya.

 

Sehun lalu mulai melangkah pelan menuju helikopternya sambil terus mendekap Nayeon dan menempelkan ujng pistolnya kekening Nayeon dengan begitu tak ada yang berani menembaknya sekarang.  Memasang wajah yang menakutkan, ekspresi yang tak pernah dilihat Nayeon sebelumnya. Ekspresi wajah yang terlihat begitu murka dan mungkin lebih mirip dengan psikopat yang sebentar lagi akan memakan korbannya.

Persetan dengan semua ini, Nayeon benar-benar berharap salah satu polisi itu menembakknya sekarang tepat pada jantungnya agar rasa cinta yang tidak masuk pada akalnya itu hancur dan dia mati saat ini juga, Ini benar-benar membuat Nayeon gila. Langkah kakinya seperti terasa mengambang tak menginjak lantai bandara. Berat tubuhnya sepertinya sudah hilang atau gravitasi bumi yang tak mampu lagi menariknya karena Sehun mungkin jauh lebih kuat dari gravitasi bumi.

 

“Sehun.”panggilnya pelan.

 

“Diamlah!”balas pria itu sambil terus melangkah.

 

‘Kenapa tak ada yang berani menembaknya? Bukankah Sehun sedang sendiri sekarang? Bagaimana puluhan polisi tak ada yang berani bertindak untuk melawan satu orang? Apakah memang begitu kuatnya kelompok mafia yang dipimpinnya?’batin Nayeon meracau tak tentu mendapati pemandangan konyol yang tengah berlangsung sekarang.

 

***

 

Palestina

Sehun masih berdiri ditempat itu sejak setengah jam yang lalu, bangunan yang menurut Nayeon menyeramkan karena sudah hacur sana sini. Sehun berdiri diantara puing-puing reruntuhan bangunan itu dan Nayeon sejak tadi masih ragu untuk masuk kedalam. Sebuah bangunan yang letaknya agak tinggi, bangunan yang tak pernah disambangi siapapun kecuali Sehun. Rumput sekitar bangunan itu tumbuh tinggi hingga sebatas lutut Nayeon. Beberapa ekor burung beterbangan rendah. ‘Dasar psikopat! Untuk apa kau mengajakku pergi ketempat ini?’rutuk Nayeon kesal.

Tak lama kemudian Sehun keluar dan berdiri disamping Nayeon. Pria itu menatap lurus kedepan menyebar pandangannya pada pemandangan kota gaza yang telihat lebih damai saat ini.

Tak ada topik apapun yang ingin Nayeon bicarakan pada Sehun. Diam akan lebih baik dari pada ia harus mendengar rangkaian kata yang meluncur dari bibir mungil Sehun yang mungkin akan membuatnya merasa akan mati.

” 22 tahun yang lalu aku dan hyungku ditemukan disini disamping jasad ibuku.”ujar Sehun membuka pembicaraannya. Nayeon menatap Sehun dengan penuh tanya .

 

“Ketika usiaku masih sekitar satu minggu, Oh Jong Hun apa kau tau tentang dia?” Sehun melirik Nayeon sebentar tapi gadis itu tak berniat menjawab pertanyaan Sehun meskipun ia sangat tahu dan lebih memilih menunggu kelanjutan kisah Sehun.

 

“Mafia besar yang tertembak mati 3 tahun yang lalu oleh musuhnya Byun-“ucapan Sehun berhenti mengingat bahwa ada bagian yang tidak boleh diceritakan pada gadis itu. Bagian yang mungkin akan membawa gadis itu pergi jauh dari pandangan matanya. Tapi jika Nayeon tidak tahu bagaimana jika dia tahu dari orang lain? Itu akan membuat Nayeon semakin marah.

 

“Oh Sehun?” Nayeon melambaikan tangannya didepan wajah Sehun.

 

“Ah ya sampai mana aku tadi?”

 

“Byun” raut wajah Nayeon berubah sedikit murung, Byun Baekhyun pria bermarga Byun itu telah membuat takdir hidupnya semakin kelam. Dan kini Sehun menambahnya masuk kedalam jurang gelap tak berujung yang memaksanya untuk merasakan jatuh terus menerus.

 

“Pria yang menembak mati ayahku adalah Byun Jang Wook, ayah dari mendiang kekasihmu Byun Baekhyun.”ucap Sehun pelan, lebih pelan dari biasanya bukan pelan yang datar penuh ketenangan seperti biasa melainkan pelan yang lemah dan penuh kekhawatiran. Nayeon menoleh lalu menyeritkan alisnya.

“Apa yang kau bicarakan?”tanya Nayeon sambil menatap tajam kedua bola mata Sehun, Nayeon bisa melihat dengan jelas ketakutan disana seperti ketakutan untuk kehilangan sesuatu yang berharga dihidupnya. Ekspresi wajah Sehun terlihat lebih mirip dengan anak usia 5 tahun yang sedang menatap nanar permen kapasnya yang baru saja direbut orang lain. Cuaca Gaza sore ini memang cukup bersahabat hanya saja angin terus berhembus hingga menciptakan gemuruh ditelinga Nayeon.

 

“Aku yang membunuh kekasihmu.”ucap Sehun makin pelan diantara gemuruh angin. Nayeon masih diam tak merespon, otaknya masih berusaha mencerna kata-kata Sehun baru saja yang sepertinya ditolak oleh saraf pendengarannya. Gadis itu menatap nanar beberapa sisa sisa bangunan yang menjadi saksi bisu kekejaman bangsa Israel. Hingga air mata menghamburkan pandangannya dan luruh membasahi pipi tirus Nayeon.

“Dimasa sekaratnya ayahku mengatakan bahwa ia sangat ingin melenyapkan nyawa keturunan pertama tuan Byun, tapi saat itu Baekhyun masih SMA dia masih terlalu muda untuk tau tentang dendam dan kekejaman mafia maka aku-”

Nayeon memukul keras dada bidang Sehun hingga membuat Sehun sedikit tersentak mundur.

 

“Kau bregsek! Saat kau mengakui bahwa kaulah yang membunuh ayahku sebenarnya aku begitu kecewa padamu tapi aku menahannya karena aku tahu kau sedang dalam bahaya dan kau tahu bahwa aku tidak akan meninggalkanmu waktu itu. Lalu sekarang saat aku benar-benar tidak bisa lari darimu kau mengakui ulah bajinganmu itu! Kau brengsek hun!”tangis Nayeon keras.

 

“Hentikan semuanya sampai disini! Aku membencimu!”ucap Nayeon kemudian gadis itu berlari jauh meninggalkan Sehun.

 

“Dia pergi?”Sehun bertanya pada hatinya sendiri mencari tahu apakah yang akan terjadi selanjutnya namun nihil dia tak dapat menemukan apapun. Sehun bahkan sulit menerjemahkan formula-formula cinta yang teramat rumit ketimbang kode-kode rahasia yang biasa dia pecahkan. Pria itu biasanya lebih cekatan untuk mengetahui apa saja yang mungkin akan terjadi dan bagaimana cara mengatasinya tapi tentang cinta dibenar-benar kacau.

 

“Duar!!”sebuah bom berkekuatan lemah berhasil meledakkan gedung disamping Nayeon dan gadis itu terhenyak sebentar merasakan dentuman yang menjalar hingga ulu hatinya.

 

“Duar!!”kali ini peluru melesat nyaris mengenai kepalanya, beruntung Nayeon sigap untuk menghindarinya.

Gadis itu mulai mencoba melangkah diantara kacaunya suasana. Peluru yang melesat disana sini dan bom yang tidak dapat ditebak keberadaannya dan kapan akan meledak, Kepulan asap terasa begitu menyesakkan didadanya.

 

Nayeon tertohok menemui seorang bayi yang tengah menangis sambil memandangnya penuh harap. Berharap Nayeon akan menyelamatkan nyawanya, membawanya ketempat yang lebih aman. Gadis itu melangkah mendekat namun seorang pria telah lebih dulu membawa bayi itu kedalam dekapannya, Sehun.

“Sehun.”ucap Nayeon dengan suara bergetar ketakutan. Sehun berbalik menatap Nayeon “Aku takut”sebulir air mata akhirnya lolos dari mata indahnya, Nayeon tertunduk lemah.

“Aku disini.”ucap Sehun setelah merangkul pundak Nayeon.

“Ayo, kita harus membawa bayi ini kerumah sakit.” ajak Sehun lalu Nayeon merangkul erat lengan Sehun.

 

***

 

Sehun melangkah keluar dari rumah sakit, menghampiri Nayeon yang menunggunya. Gadis itu duduk dikursi taman rumah sakit sambil memandang langit malam yang penuh bintang. Sehun tersenyum simpul lalu ikut duduk disebelah Nayeon.

 

“Ayo kita pulang.”ucap Nayeon pelan dengan nada selembut mungkin agar tak memancing emosi Sehun.

 

“Kemana?”

 

“Korea, aku takut disini. Ayo pulang dan aku berjanji akan benar-benar menjauhimu.”

 

Sehun menarik satu sudut bibirnya keatas, tersenyum meremehkan ucapan Nayeon.

 

“Yeri sudah memberikan titah untuk bawahannya agar memblokir akses kedatangan kita kesana.”

 

Nayeon membelalakan matanya tak percaya. Kim Yeri bukanlah gadis biasa, dia bisa menguntungkan dan sekligus berbahaya untuk Sehun. Sepeninggalan ayahnya, Yeri-lah yang membuat Sehun bebas berada di Korea dan tetap melaksanakan aksi kotornya diberbagai bidang. Yeri juga yang meloloskannya dari jeratan hukum ketika terang-terangan merampok beberapa bank. Namun sekarang, sejak Nayeon datang dan merebut hatinya. Semuanya berubah, Sehun bukan lagi orang yang disegani petinggi negara, bukan lagi mafia hebat yang tangguh. Misi penangkapan Sehun gencar dilaksankan diseluruh penjuru Korea bahkan dunia dan mungkin sebentar lagi mereka akan tahu dimana Sehun bersembunyi.

 

“Tidak mungkin!”gadis itu nampaknya sebentar lagi akan kembali menangis. Ia tak mungkin bisa bertahan hidup disini. Dia benar-benar takut sekarang.

 

“Apa yang kau takutkan? Aku punya ini.”Sehun mengeluarkan pistolnya dari balik jas hitamnya.

 

Nayeon merebut pistol itu dari tangan Sehun lalu menjatuhkannya ketanah.

“Aku tidak butuh itu, aku ingin pulang. Kau jahat! Setelah membunuh Baekhyun apa kau akan membunuhku juga disini?”tangis Nayeon.

 

“Nayeon-a”

Nayeon tak merespon lagi, dia lebih memilih menumpahkan air matanya berharap rasa takutnya akan sedikit hilang.

 

“Aku disini dan akan ku pastikan kau tetap hidup.”Sehun membimbing Nayeon untuk merasakan hangat dekapan kedua tangan kekarnya.

 

Nayeon dapat merasakan detak jantung tenang didada Sehun. Pria itu selalu saja tenang meski keadaan sangat mencekam. Hal yang disukai Nayeon dari seorang Oh Sehun, pria itu tenang tapi tidak untuk sore tadi. Setelah mengakui bahwa ialah yang membunuh Baekhyun, wajahnya penuh gurat kekhawatiran. Dia terlihat sangat kacau dan ketakutan, apa Sehun akan kalah dengan seorang wanita? Dan jawabannya adalah iya, Nayeon telah mengalahkannya. Nayeon telah membuatnya membunuh orang-orang tak bersalah hanya karena Nayeon membuatnya marah.

“Untuk kekasihmu itu maafkan aku.”tutur Sehun lembut.

Nayeon bersumpah, Sehun benar-benar pria jahat sekarang. Dengan mudahnya pria itu meluluhkan hatinya untuk memaafkan perbuatan keji yang telah dia lakukan. Membawa Nayeon kabur jauh dari Korea dengan kedok penyanderaan, membuat Nayeon terlibat dalam hidupnya. Dia psikopat.

 

***

 

Nayeon sontak membuka matanya setelah mimpi buruk menghampiri tidurnya yang belum genap 3 jam. Hari sudah cerah, pagi hari di Gaza begitu damai dan lengang. Entahlah kemana semua orang, atau mungkin tempat yang mereka tinggali sekarang memanglah jauh dari pemukiman.

 

Nayeon menyebar pandangannya keseluruh sudut kamar. Hingga manik hitamnya menangkap sebuah pistol yang tergeletak dinakas dekat ranjangnya.

 

“Aku yang membunuh kekasihmu.”

 

Ucapan itu kembali terngiang ditelinga Nayeon.

 

“Tidak! Aku tidak boleh membunuhnya!”Nayeon menggeleng cepat.

 

Tapi bukankah Sehun sudah kelewat jahat padanya? Bukankah dia pantas mati?

 

“Maksudmu?”Sehun berusaha mencerna ucapan Yeri yang baru saja diucapkan lewat telepon.

 

“Sebaiknya kau segera memberi tahu Nayeon untuk bersiap-siap pulang ke Korea! Kau akan segera mati hun.”ucap Yeri tenang namun penuh amarah.

 

Sehun menjatuhkan ponselnya begitu saja. Tubuhnya lemas tak berdaya. Pasukan khusus Korea Selatan akan segera mengepun rumahnya. Tidak ada waktu lagi untuk melarikan diri selain bertekuk lutut menyerah.

 

Nayeon membenahi piyama tidurnya lalu melangkah pelan mencari-cari sosok Sehun didalam rumah yang tidak terlalu besar ini. Gadis itu menarik nafasnya pelan ketika mendapati Sehun tengah berdiri membelakanginya, menghadap pintu samping rumahnya. Nayeon mulai menodongkan pistolnya seraya mengendap pelan mendekati Sehun.

 

“Klek” Nayeon mulai menggerakkan penutup geser pistol kearah belakang. Sehun refleks menoleh kesumber suara.

 

“Jangan bergerak!”teriak Nayeon dengam suara bergetar.

 

Sehun menghela nafasnya pelan lalu mengangkat kedua tangannya.

 

“Aku akan membunuhmu hun!”ucap Nayeon.

 

Sehun masih diam ditempatnya tanpa sedikitpun niat untuk melawan. Fikirannya tengah kacau sekarang, setelah menerima telepon dari Yeri beberapa saat tadi.

 

“Jangan bermain dengan benda itu yeon-a”ucap Sehun lemah.

 

Gadis itu menatap tajam Sehun tanpa sedikitpun niat untuk mengurungkan niatnya.

 

“Oh Sehun! Kau terkepung! Menyerahlah!”sebuah suara terdengar samar diantara gemuruh mesin helikopter.

 

Lalu satu tembakan peringatan dilayangkan dari atas rumahnya. “Duar!!” Nayeon yang terkejut lantas menekan pistolnya hingga sebuah peluru melesat begitu saja mengenai bahu Sehun.

 

“Argh!”Sehun mengerang keras ketika merasakan ngilu yang luar biasa dibahu kirinya. Rasa sakitnya menjalar hingga ke ulu hati, karena peluru yang ditembakan Nayeon bukanlah peluru biasa. Peluru itu mengandung racun yang bisa membunuh korbannya perlahan dengan rasa sakit luar biasa.

 

“Se-Sehun-ah”Nayeon segera mendekati Sehun yang kini wajahnya memucat.

 

“Tidak ada waktu lagi, ayo kita pergi.”Sehun kemudian berjalan ke kotak obat, mengambil antiseptik, obat bius dan perlatan lainnya yang sekiranya bis membantunya mengambil perluru yang kini bersarang dipundak kirinya.

 

“Ayo!”Sehun menarik tangan Nayeon lalu berlari sekencang mungkin.

 

Menaiki mobilnya hingga ketengah kota dengan kecepatan penuh.

 

“Ikut aku!”Sehun berlari menuju barisan truk pengngkut barang yang terparkir disebuah lahan yang luas. Kemudian pria itu berhenti didepan sebuah box truk yang dipenuhi kardus-kardus.

 

“Ayo masuk!”

 

Gelap, ya ketika pintu box ditutup maka hanya ada gelap.

 

Nayeon masih mengatur nafasnya yang terengah. Lalu gadis itu tertuduk menyesali perbuatannya. Menatap nanar luka tembak Sehun yang terlihat samar-samar oleh indera pengelihatannya.

 

“Maaf.”ucap Nayeon pelan.  Tubuh mereka yang kini tak berjarak membuat Nayeon dapat mendengar nafas Sehun yang terdengar sesak.

 

“Tolong obati lukaku ya?”pinta Sehun dengan begitu lemah. Beruntung bahwa tempat mereka bersembunyi sekarang minim pencahayaan, jadi Nayeon tidak bisa melihat bahwa wajah Sehun benar-benar pucat pasi.

 

“Tahan ya? Ini mungkin akan sakit.”ucap Nayeon seraya memberikan cairan antiseptik dibahu Sehun. Gadis itu dapat merasakan bahwa cengkeraman Sehun dipiyamanya makin kuat. Menandakan bahwa ia sangat kesakitan sekarang.

 

“Aku akan mengambil pelurunya sendiri.”ucap Sehun yakin. Ya, karena Nayeon tidak mungkin bisa melakukannya. Dia bukan mahasiswa kedokteran. Dia juga tidak terbiasa dengan luka seperti ini.

 

Sehun memejamkan matanya saat peluru sudah berhasil dia keluarkan. Rasa sakit semakin menjadi karena pendarahan belum juga berhenti.

 

“Maafkan aku hun.”ucap Nayeon sekali lagi.

 

Sehun masih tak merespon, dia lebih memilih menyandarkan tubuhnya pada dinding box besi tempat mereka bersembunyi sekarang. Hingga ia merasakan bibirnya tengah dilumat penuh kasih oleh Nayeon.  Sehun kemudian melingkarkan tangan kanannya dipinggang Nayeon lalu merapatka jarak antara keduanya. Meskipun sejak tadi tubuh mereka tak lagi berjarak.Pria itu tetap diam membiarkan Nayeon menguasai bibirnya.

 

Hingga Nayeon merasakan basah dipipi Sehun. Lalu menyadari bahwa prianya itu tengah menangis. Nayeon menangkupkan kedua tangannya pada wajah Sehun lalu kembali menghujani bibir mungil Sehun dengan ciumannya. Membiarkan semuanya hanyut begitu saja. Membiarkan Sehun yang perlahan larut dalam uraian hasratnya.

 

Tak peduli apapun yang terjadi, semua akan tetap seperti ketentuannya. Sehun akan segera lenyap dan itu adalah kepastian yang tak akan bisa diubah kecuali keajaiban. Lalu apakah Tuhan sudi memberikan keajaiban untuk umatnya yang begitu kotor seperti pria ini? Lihatlah betapa brengseknya dia, bahkan sekarang tangan kanannnya telah bergerilya dibalik piyama tidur Nayeon. Mencari sesuatu yang bisa dimainkan olehnya.

 

Nayeon melepas pagutan bibir mereka lalu menatap Sehun membuat pria itu menghentikan kegiatannya.

“Aku mencintaimu hun.”tutur Nayeon pelan lalu diakhiri senyuman dan kembali dengan ‘kesibukan’ mereka. Entah sejak kapan permainan mereka yang diawali tangis haru menjadi sangat liar seperti ini. Oh Sehun memanglah brengsek.

 

Tbc…

23 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 13)

  1. Akhirnya ff ini update jugaaaaa!
    Wahh permasalahannya kin rumit, ga sabar mau tau sehun akhirnya gimana.
    Ini bener2 seru thorr!
    Maaf ya thor, komennya di chap ini doang. Karna aku ngebut baca dari chap 11
    Fight thor! Aku pembaca setiamuu

  2. Astaga gila emang sehun
    Masih smpet aj bgini bgtu d mobil box
    Njiirrrr ini yg psikopat sehun ap othor ny?? #plakkdijitakothor
    Ku tunggu chap slanjut ny y

  3. eh busehh, si sehun ditembak kek bgitu. kasian diaa, udah diujung maut beet yakk. itu mereka bakalan bersama ga yaa. ko aku sedih sendiri sii baca chao ini :(( kasian ihh sehunnya hiks😥 tapi dai nya duluan sih yg salah yaa. udah dehh nayeon jangan nambahnambahin bebannya si sehun. tetep stay aja dehh sama sehun. kasian dia nyaa. duhh ini endinya bakalan gimana deh >,< ga sabar deh. moga aja sehun-nayeon tetep hidup yess dan bahagia. jangan sad end dong shafa T…..T jebal :DDD
    next ditunggu sangat!!🙂

  4. Suasananya mencekam mereka masih sempet”nya bercinta -_-

    Tapi Sehun serius bakal mati? Lu Han mana ga nolongin adiknya?? Kris juga???
    Semoga mereka bakal baik baik aja

  5. suka suka sukaaa banget sama ff ini,sehun knapa kamu bisa sebrengsek ini,aku gk rela 🙅🙅
    thor endingnya happy ending dong,aku nungguin banget ff ini,untung authornya cepet update nya!!
    author jjang, fighthing thor! ditunggu next chapternya lagi ya eon!

  6. Buset jauh amat sampe ke gaza eonn x_x
    Udah jauh, pake acara nyaris ketangkep pula ckck
    Si nayeon labil bener, pas tau sehun yg bunuh baek, nayeon malah pengen bunuh sehun balik, giliran sehun ketembak, malah jd minta maaf x___x hadehh
    Moga2 sehun ga knp2

    Nextnya ditunggu eonn😄

  7. o ouuu… apaa ini.. ?? hayo sehun.. ituu ngapain sama nayeon… plizzz jangan pisah in sehun sama nayeon yaaa.. happy ending pokoknya.. plizz plizz plizz

  8. aduh,mereka itu yaa? masih aja ada kesempatan! eeh,sehun sama nayeon jangan smpe kepisah ya,jan sampe sehun mati. sehun tuh gaboleh mati😥 semoga mereka ttp bisa berdua and happy ending!!

  9. Udh adegannya deg degan, ehh trkhirnya ada romancenya hahaha😀 btw part ini nusuk yaa feelnya :’) huaa.. aku ksian sm sehun jadinya, klnjutannya aku tungguin ya kak fighting!😉

  10. Dasar lagi dalam keadaan bahaya juga masih sempet2 sempetnya. Tapi bayangin kedatangan nayeon ama sehun d gaza malah keinget DOTS yang d Urk hehe. Semangat terus nulisnya…

  11. ituu gimana ceritanya..udah degdegan ee akhirnya gitu jg hadehhh..memang dasar mereka itu…
    aku blm bisa nebak” akhirnya kek gimana.. mafia yg diburu kemanapun..sedangkan telepon sehun masih aktif berarti masih bisa dilacak dong ya… yeri jg mah pinter..ihhh.. degdegan bngt lho itu..trus bayi kecilnya ditinggal gitu aja??

  12. Setelah part awal ampe tengah bikin tegang aku senyum2 gaje d part akhir. Omg dasar ya mereka. Orang lagi kesakitan juga , masi sempet2nya gitu….😂😂😂
    Aakh suka chap ini. Gimana nasib mereka selanjutnya??
    Sehun nya jangan dibikin mati yaaaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s