[EXOFFI FACEBOOK] Please Look at Me (Chapter 1)

11257216_778357688948284_3069240205773978751_n

 

Tittle                     :  Please Look at Me Chapter 1

Author                  : Maeda-jun

Lenght                  : Chaptered

Cast                       : Kim jongin, Oh sehun, Jeon Minju and Jeon ahra.

Genre                   : Friendship, Family, Romance

Rating                   : Teen

 

 

Untuku hal yang paling menyakitkan adalah cinta yang tak terbalas, Perasaan ku yang tidak berarti apapun untuk orang itu, tapi dia tetap sangat berarti untuk ku”  –Jeon Yu Mi

 

_____

 

Aku tidak segera keluar rumah, aku menunggu lama di dalam gerbang rumah ku hingga suara sepeda terdengar keluar dari rumah tetangga, aku mulai membuka gerbang.

 

“Ah, oppa kau kesiangan?” Aku berpura pura terburu buru keluar dari gerbang rumah.

 

“Kau sendiri kenapa belum berangkat?”  tentu saja aku menunggu mu oppa, agar aku bisa berangkat bersama mu.

 

“Kajja, naiklah kita berangkat bersama” Ucap kai oppa lagi, aku segera duduk diboncenganya karena dia segera mengayuh sepedanya kencang.

 

Hanya seperti ini yang bisa kulakukan, memandang dari belakang kai oppa yang lebih tua satu tahun dari ku. Aku tidak bisa mengatakan kalau aku menyukainya karena kai oppa menyukai kakak ku, yang jelas jelas satu tahun lebih tua darinya.

 

“Aku akan mengatakan perasaan ku pada ahra nuna, saat acara ulang tahunya besok”

 

“Apa oppa yakin akan diterima? Eonie tidak suka namja yang lebih muda”

 

“Awalnya aku ragu tapi sehun meyakinkan ku”

 

“Sehun, teman sekelas ku?”

 

 

Duaghh… Kepala ku membentur badan kai oppa yang tiba tiba mengerem sepedanya.

 

“Mian, ponsel ku bergetar”

Kai membuka sebuah pesan dari  ponselnya.

 

“Mianhae minju-ya, ahra nuna mengirimi ku pesan untuk mengantarnya, dia ketinggalan bus” Kai  oppa memutar sepedanya setelah aku turun dari sepedanya.

 

“Tidak apa apa oppa, lagi pula sekolah kita sudah dekat” Aku berusaha tersenyum di depan kai oppa. Aku tidak tau kenapa dia selalu menuruti apa yang dikatakan eonie, mendengarkan cerita eonie tentang laki laki lain padahal dia sendiri juga menyukainya. Aku sangat senang waktu eonie memilih sekolah khusus wanita, aku lebih punya waktu dengan kai oppa, tapi tetap saja kai oppa tidak pernah memandang kearah ku.

 

 

Setelah sampai di kelas aku segera merebahkan kepalaku dia atas meja.

 

“Kau bicara apa pada kai oppa?” aku menatap sehun yang baru saja duduk di bangku sebelah ku.

 

“Aku hanya memberi saran saja”

 

“Pabbo, kenapa kau banyak bicara, bagai mana kalau eonie ku menerimanya”

 

“Tentu saja mereka akan pacaran” Ucap sehun sambil menyapa beberapa murid perempuan yang menyapanya.

 

“Yakk.. Aku sedang serius bicara dengan mu”

 

“Aku pusing selalu mendengar keluh kesah mu, saran ku juga tidak ada satupun yang ku lakukan ini bukan salah ku” ucap sehun tetap menyapa murid perempuan yang tergila gila padanya tanpa menoleh kearah ku.

 

“Ini saran terakhir untuk mu, pertama menyerah kedua bertahan dan terakhir kau mengatakan perasaan mu, terserah kau pilih yang mana” lanjut sehun dan mulai menatap kearah ku. Pilihan macam apa itu, sehun tidak pernah memberikan saran yang meringankan beban ku.

 

“Aku ingin menyerah saja”Aku hanya meremas rambut ku frustasi.

 

“Aku dengar kakak mu sangat cantik, bisa kau berikan nomor ponselnya” ucap sehun menatap penuh harap.

 

“Aku tidak mau”

 

“Aku selalu membantu mu anggap itu hadiah untu ku”

Rengek sehun, sehun terus merajuk hingga jam sekolah usai bahkan sehun mengikuti ku sampai di depan rumah.

 

“Yakk.. Pulang lah, eonie ku memang sangat cantik, tapi kau tidak tau dia sebenarnya iblis” Aku menceritakan pada kai bagai mana aku dan kai oppa diperlakukan seperti budak oleh eonie, menyuruh kami membeli di toko saat malam hari dan mencuri bunga di rumah nenek kim yang sangat galak.

 

“Minju-ya ceritanya di dalam saja, kenapa teman mu tidak kau persilahkan masuk?” Kata ahra eonie yang entah kapan sudah berada di belakang ku.

 

“Besok ulang tahun ku, aku ingin kue tart red velvet”

 

“Akan ku buat kan” tak sampai di situ ahra eonie yang masih dibelakang ku mencengkram pundaku keras.

 

“Hari ini eoni pulang jalan kaki, eonie lalah sekali”

 

“Ne, eonie akan aku pijat”

 

“Kalau nuna mau, aku bisa memijat, mempunya nuna secantik ini, aku juga ingin menjadi adik nana nuna”Tiba tiba sehun mendekat  dan memilin rambut eonie.

 

Bughhh, seperti yang kuduga eonie menendang kai sampai tersungkur.

 

“Anak ingusan seperti mu berani menyentuh ku, tapi kalau sudah lebih dewasa akan ku perhitungkan” eonie tersenyum manis kearah sehun dan masuk kedalam rumah.

 

“Sepertinya aku jatuh cinta pada ahra nuna”

 

“Jangan bodoh, dia tidak akan menyukai mu cepat bangun” aku ikut duduk didepan sehun saat dia tiba tiba menarik tangan ku.

 

“Kalau begitu dengan adiknya juga tidak apa apa, wajah dan rambut mu pun agak mirip denganya” sehun memegang daguku mensejajarkan wajah ku denganya. Tak biasanya sehun menatap ku dalam.

 

“Yakk sehun-ah, apa yang kau lakukan” Tiba tiba kai oppa datang dan menariku menjauh dari sehun.

 

“Kau tidak ikut latihan basket ternyata berkencan disini”

 

“Aniyeo oppa, kami tidak..” Kenapa kai oppa sampai berpikiran seperti itu, sehun bodoh membuat kai oppa salah paham pada ku.

 

“Setiap namja yang akan berkencan dengan minju, harus lapor dulu dengan ku” aku tertegun mendengar ucapan kai oppa, diotaku berputar perkataan sehun, menyerah bertahan atau menyatakan cinta ku.

 

 

______

 

 

“Sudah kuputuskan aku akan mengganggu kai oppa saat akan mengatakan cinta pada eonie besok”

 

“Kenapa kau tidak langsung mengatakan perasaan mu?”

 

“Aku tidak bisa mengatakanya, itu terlalu sulit hun”

 

“Kalau begitu, kita bekerja sama aku membantumu mendapatkan kai hyung, dan aku akan mendekati ahra nuna”

 

Otak tidak beres kami mulai berpikir hal yang tidak harusnya kami lakukan, aku dan sehun sepakat mencoba mengunci sehun dan eonie di dalam gudang rumah, dan aku akan pergi berkencan dengan kai Oppa.

 

 

____

 

 

“Eonie hari ini  sehun juga akan datang, walaupun dia terlihat dingin tapi sebenarnya dia baik” aku mencoba membuat eonie tertarik pada sehun.

 

“Ini pertama kalinya kau membicarakan namja dengan ku, akhinya kau sadar kalau kau ini yeoja” eonie merangkul ku dari belakang.

 

“Kau suka pada sehun ya?”

 

“Tidak bukan begitu”

 

“Tidak perlu malu semua orang pasti mengalami cinta pertama”

 

“Eonie bukan begitu” eonie tidak mendengarkan perkataan ku, selalu sibuk dengan apa yang dipercayainya sendiri. Eonie beranjak dari kursi dan membuka pintu saat terdengar sura bel berbunyi.

 

“Sehun-ah kebetulan kau datang, ada yang harus ku ambil di dalam gudang eonie bisa kau membantu ku juga”

 

Dengan terpaksa eonie juga ikut membantu, sehun sudah masuk lebih dulu kedalam gudang namun eonie masih di depan pintu. Belum sempat aku meminta eonie untuk masuk, eonie mendorong ku ke dalam gudang, mengunci ku dan sehun di dalamnya.

 

“Cukup disini eonie membantumu minju-ya, sekarang aku serahkan pada mu, berduaan di dalam gudang pasti akan membuat kalian lebih dekat”

 

 

“Eonie kau salah paham, cepat buka pintunya” aku berteriak di balik pintu, berharap eonie akan segera membukanya.

 

“Tidak perlu malu, kau sudah bukan anak anak lagi, aku akan pergi berdua dengan kai”

 

setelah itu sudah tidak terdengar suara eonie dari luar, aku mulai duduk dan gemetar.

 

“Sepertinya sekarang kai hyung sudah mengatakan cintanya, atau membelikan cincin tunangan untuk nuna” sehun melangkah mendekat dan duduk disampingku.

 

 

“Aku tidak secantik eonie, aku juga tidak sepintar dirinya, aku tidak punya bakat apapun tidak akan ada yang menyukai ku”

 

 

“Tentu saja, tidak akan ada yang suka dengan yeoja yang tidak percaya diri, aku juga pasti akan menolak” Sehun sangat pintar menyiram bengsin di api yang berkobar, dia tidak tau betapa takutnya aku sekarang, takut kehilangan kai dan takut pada ruang gelap dan tertutup. Tubuhku semakin menggigil.

 

“Mungkin suatu saat juga ada yang menyukai mu, jadi berhentilah menangis” sehun menepuk lembut kepalaku, aku memeluk lututku dan menenggelamkan kepala ku diatasnya.

 

“Minju-ya kenapa badan mu bergetar”

 

“Sejak 10tahun lalu waktu eonie menyuruh ku malam malam pergi kegedung sekolah bersama kai oppa, aku jadi takut tempat gelap, aku..” Tubuh ku semakin bergetar, perutku terasa nyeri aku tidak bisa melanjutkan kata kata ku.

 

“Minju-ya apa kau didalam sana?” aku mendengar suara kai oppa berteriak di balik pintu

 

“kai oppa…. aku di dalam sini”

 

 

TBC…

5 thoughts on “[EXOFFI FACEBOOK] Please Look at Me (Chapter 1)

  1. ohh krisis percaya diri… ahh aku jg pasti gtu kalo punya kakak yg bedanya jauh..padahal sodara..
    menarik dan bikin penasaran…
    lanjut yaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s