[EXOFFI FREELANCE] Without Identity – (Chapter 3)

pizap.com14704064468501.jpg

Tittle/judul: Without Identity (Chapter 3)

Author: Annisa Maulidia.

Length: chaptered.

Genre: school life, comedy, romance.

Rating: 17.

Main Cast:

  • Sangmi a.ka You
  • Irene Red Velvet
  • Chanyeol EXO
  • Sehun EXO
  • Kai BTS
  • Other cast

Disclaimer: Fanfict ini buatanku sendiri, terima kasih yang sudah mau baca fanfict yang ntah bagaimana kedepannya.

Sangmi POV

Hari ini, menakutkan sekali padahal cuaca diluar sana sangat cerah, tapi entah kenapa aku merasa dingin.

Ahhh… aku harus bisa.

Dengan celana panjang dan kemeja putih bersih ini aku siap pergi ketempat magang, semoga diterima.

“ayo.” Kutoleh jimin sudah rapi dengan pakaiannya siap mengantarkanku, sementara aku hanya diam saja menatapnya.

“waeyeo? Ayo, aku tahu aku tampan.” Ujarnya membuatku muak.

Jimin mengantarkanku menggunakan mobilnya, jalanan terlihat lenggang padahal yang kuharapkan adalah macet, agar aku bisa menenangkan diriku.

“cahh.. sampai, kalau mau jemput telpon aku ya, faighting.”

Aku tak menanggapinya, segera kuturun dan memakaikan tas ransel serta selembar surat, mobil jimin sudah melenggang jauh, jadi tinggal aku sendiri menatap gedung tinggi dihadapanku, lalu aku mengalihkan perhatianku ke namsan tower yang tak jauh dari gedung tempat magangku.

“ahh.. ayo sangmi pasti kau bisaa..” semangatku dalam hati, tapi tetap saja tidak bisa, baru menginjak tanah depan gedungnya saja sudah membuat perutku mulas.

“sangmiii..” kudengar suara.. suara Irene arggg.. aku melupakannya, diakan juga ikut magang disini.

“ahh.. kau juga disini, ku pikir kau tidak datang.” Ledeknya, cihh kau pikir aku akan baper dengan kata-katanya.

“aku datanglah, inikan tugas sekolah.” Aku pun meninggalkannya yang tertawa renyah, dia pikir ucapanku lucu.

“ayo bareng.” Tiba-tiba dia menggenggam tanganku dan menarikku kedalam gedung tersebut.

Author POV

Sangmi dan Irene pun masuk kedalam gedung, mereka sempat berhenti dan menatap keseluruh dalam gedung tersebut.

“besarnya.” Kagum sangmi.

“ayo, jangan malu-maluin.” Irene pergi kemeja resepsionis lalu disusul sangmi dibelakangnya yang tengah mendumel kesal.

“permisi bisa bertemu HRD Tuan Kim?” Tanya Irene sopan dihadapan sang resepsionis bername tag ‘kim soohyun’

“sudah membuat janji?” tanyanya.

“udah.” Jawab sangmi dengan menggunakan bahasa kesehariannya, membuat soohyun tersenyum dan Irene menatapnya kaget.

“waeyeo?” sangmi menatap Irene datar.

“gunakan bahasa sopan.” Bisik Irene.

“baiklah tunggu di ruang sana ya.” Tunjuk resepsionis, menunjuk sebuah ruangan agak besar.

“baik terima kasih.” Ucap Irene lalu disusul sangmi “makasih ya.”

“iya.”

Mereka berdua pu berjalan kearah ruangan tersebut, bertulis dipintu tersebut kalau itu adalah ruang tuggu, mereka pun masuk lalu menutup kembali pintu tersebut.

“argghhh…” sangmi merenggangkan otot-ototnya.

“sangmi shhh.. ini kantor bukan sekolahan.” Irene duduk dihadapan sangmi.

“aku tahu, siapa bilang ini sauna?” sangmi pun berdiri berkeliling ruangan dan berhenti menatap suatu lukisan.

“sangmi kau kesini makai sepatu sekolah?” Irene tak sengaja menatap pakaian sangmi dari atas hingga bawah, rambut dengan tatanan ikat satu, kemeja putih yang dimasukan dan digulung hingga siku, celana hitam panjang, serta sepatu sekolahnya yang agak dekil.

“memangnya kenapa, inikan pilihanku, kenapa kau yang repot.” Ketus sangmi tanpa menatap Irene.

“isshhh kau seperti bukan yeoja..”

Berbeda dengan Irene yang memakai kemeja putih panjang yang dimasukan dan rok span hitam, high hills yang berukuran 10 cm, serta tatanan rambut yang rapih digerai, tak lupa tas yang ia pakai adalah tas gandeng.

Toktoktok..

Masuklah seorang pemuda tampan manis, dengan kemeja dan jas hitamnya, membuat Irene menatapnya kagum dan sangmi menatap datar.

“perkenalkan saya Kim Jong In, kalian bisa panggil saya Kai, saya adalah HRD disini.” Hormatnya.

“saya park sangmi, bisa dipanggil sangmi.” Sangmi menatap kai sembari tersenyum.

“saya Irene kim, bisa dipanggil Irene.” Hormat Irene.

“baiklah eumm..” kai menatap sangmi dan Irene bergantian.

“kau ikut aku.” Kai menunjuk Irene, mereka pun pergi keluar meniggalkan sangmi yang masih mematung dengan wajah flatnya.

“jadi aku diterima apa gak sih.” Kesal sangmi meraih tasnya.

“kau.”

Tiba-tiba kai masuk keruangan mengagetkan sangmi.

“aigoo..”

“ahh maaf, ikut saya.”

“hmm..”

Sangmi pun mengikuti kai dari belakang, lalu mereka menaiki lift menuju lantai 5.

Ting..

Mereka pun berjalan kembali, kai pun berhenti disalah satu pintu agak besar bertulis ruang direktur.

direktur?’ ungkap sangmi dalam hati, jantungnya berdegup kencang, kai mulai membuka pintunya.

“masuklah, manajer belum datang.”

“ah..” hati sangmi pun menjadi tenang kembali.

“tolong bersihkan ya, direktur akan datang sebentar lagi, setelah itu kau ke lantai 4, temui saya kembali, saya mengandalkanmu.” Ucapnya menepuk pundak sangmi yang sudah melemah mendengar ucapannya tadi.

“mengandalkanmu, bersihkan, aku disini mau belajar dan bekerja bukan jadi cleaning service.” Sangmi menutup pintu ruang direktur dan mulai membereskan ruangan yang luas tersebut.

Sudah 30 menit berlalu, ruangannya pun bersih, sangmi menggenggam kai pel dan ember, kemejanya sudah lusuh dan agak basah setelah memeras kai pel, keringatnya bercucuran.

“selesai.”

Clekkk…

Seorang masuk dan langsung melongos duduk dimeja kerjanya, dan membuka tas mengeluarkan laptop dan berkas.

Sangmi yang barus selesai membersihkan itu pun menatap orang tersebut kaget.

‘apa dia tidak melihatku? Orang apa seperti itu?’ sangmi dalam hati.

“euhhh.. ruangannya baru dipel masih basah.” Ucap sangmi dalam hati, karna ia tahu dia sedang berbicara dengan seorang direktur.

“bersihkan lagi.” Ucapnya enteng.

Sangmi pun menarik nafasnya dan mulai memeras kain pelnya lagi, bajunya sudah lepek agak basah, dan ia pun mulai mengepel lantainya lagi.

“oh ya abis ini tolong buatkan kopi ya.” Ucapnya focus kelaptop.

Karna sudah kesal diberi pekerjaan seperti ini sangmi pun mengoceh dihadapan sang direktur.

“ajjushi saya disini ingin belajar dan bekerja sebagai karyawan, bukan sebagai cleaning service.” Sangmi memasukan kai pelnya keember dengan keras hingga airnya keluar-keluaran.

Namja tersebut pun menatap sangmi yang tengah menatapnya juga dengan tajam.

“jadi kau anak magang ya, emm..” direktur tersebut menatap sangmi dari atas hingga bawah.

“kau mau magang atau mau tawuran? Lihat pakaianmu basah, keluar-keluaran kemejanya, pakai sepatu lagi.” Tunjuknya dari atas hingga bawah.

“aisshhh..”

“siapa namamu?”

“mau apa? Mau laporan kesekolah ya?” sangmi menatap direktur tersebut tajam.

“ya.” Ucap direktur enteng.

“yak.. apa-apaan kau, aku juga akan bilang pada pihak sekolah kalau kau memperbudak anak sekolahan yag sedang magang.” Sangmi berjalan kemeja sang direktur.

“ahhh.. perilakumu saja seperti itu, masih mau magang apa tidak?” ujarnya membuat sangmi terdiam.

“siapa namamu?” tanyanya lagi.

“sangmi, park sangmi.” Sangmi halus.

“panggil aku sehun, aku bukan seorang ajjushi, umurku bahkan baru 25 tahun, cepat buatkan aku kopi.”

“argghh..” kesal sangmi keluar ruangan membawa kain pel dan ember tersebut, sementara sehun melihatnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s