[EXOFFI FREELANCE] Fall – (Chapter 2)

0jIMNMhDIws.jpgAuthor:

Seinyeohyun(@Hyerimnim1)

Tittle:

Fall (chapter 2)

#SIMPATY

Main cast:

-Oh Sehun(exo) -hwang Sejin(oc/you)

Support cast:

-All EXO member, -Kim Shinwa, Jung soojung -and other

Genre:

School life,Drama,Fluff, my be Sad, Romance.

Rating: G

PG:17

Lenght: chapter

Prepost: chapter 1 ||

~summery~

Sejin pernah mengalami rasanya jatuh cinta , tapi cinta itu juga yang memberinya rasa sakit yang begitu mendalam baginya. Sehingga gadis itu trauma akan yang namanya cinta.

Sehun adalah laki-laki yang tampan , tentu saja dia adalah most wanted disekolahnya , playboy itu juga dia. Bahkan namja itu memiliki kepintaran diatas rata-rata.

CHAPTER 2

 

Park Seonsaengnim absen hari ini , jadi kelas 12b tidak melakukan kegiatan belajar. Sejin lebih memilih berkutat dengan puluhan rumus yang tersaji didepanya.

Soojung menghampiri Sejin , melihat aktivitas sahabat barunya itu.

“apa kau tidak lelah belajar eo?” Sejin mendongak menatap Soojung yang berdiri disebelah mejanya.

“yahh…mau bagaimana lagi , aku sudah menyia-yiakan 2 tahun berhargaku. Jadi saat ini lah puncaknya” jelas gadis itu lesu. Soojung mengedarkan tatapannya keseluruh penjuru kelas.

“aku tidak percaya Bae Irene itu akan pindah kesekolah kita , dan apa kau tidak cemburu . Irene dan Sehun pernah menjalin hubungan , bahkan saat ini mereka masih dekat . Padahal Sehun kan sudah menjadikan mu kekasihnya” Soojung mencoba mengalihkan fokus Sejin kepada dua orang yang saat ini sedang berbincang ria.

“aku tidak peduli , yang terpenting bagiku adalah lulus dari sekolah ini dan menata masa depan yang cerah bersama cinta sejatiku nanti. Bukan bermain-main dengan hubungan pacaran yang hanya membuang waktu” Gadis itu berujar tanpa melirik gadis keturunan California-Korea itu.

“lalu mengapa kau menerima Sehun jadi kekasihmu eo?” tanya Soojung sontak membuat Sejin membeku seketika.

“entahlah…”singkat , namun kentara dengan keraguan.

“apa kalian sudah pernah melakukannya?” Sejin langsung mendongak menatap sahabatnya yang sedang berdiri disisi mejanya.

“mwo? Apa maksudmu melakukannya?” gadis itu memicingkan tatapannya.

“Sehun biasanya memacari seorang gadis hanya untuk mendapat kan ….ya kau tau lah apa maksudku” Sejin langsung menatap Sehun yang saat ini sedang bercanda bersama Irene dimeja gadis itu.

“ani…dia tidak pernah menyentuhku…lebih”suara Sejin memelan diakhir.

Kriririring~~~

Bel istirahat berbunyi , Sejin segera memberesi bukunya dan bersiap mengisi perut kosongnya.

Saat gadis itu ingin beranjak dari kursi , sebuah tangan menahan tangannya. Sejin megernyitkan dahinya bingung.

.

.

.

.

Gudang adalah tempat dimana Sejin berada saat ini , gadis itu menatap kesekeliling tempat itu.

“Waeyeo Sehun_ssi , aku tidak punya banyak waktu. Istirahat hanya 20 menit dan aku belum makan apapun dari pagi tadi” Sejin membuang muka diakhir kalimatnya.

“dia mulai memberi kode” Sejin menatap Sehun tanda tidak faham , apa maksud namja itu.

“Irene , dia mulai mengungkit ungkit masa lalu kami.” gadis itu membuang mukanya.

“apa peduliku? Kalau hanya itu aku pergi” Sehun segera menghentikan pergerakan Sejin dengan menyudutkannya didinding.

“kau sudah berjanji Hwang Sejin , lalu kenapa kau jadi berubah seperti ini?” Sejin memberanikan diri menatap tepat pada mata tajam didepannya.

“kau yang memaksaku Oh Sehun , apa kau pikir aku tidak tersiksa dengan semua ini eo?” Sehun menatap gadis dihadapannya dengan tatapan yang begitu sendu.

“kumohon sekali ini saja , aku hanya ingin lepas darinya” namja itu berujah begitu lirih.

“kenapa kau mau lepas darinya eo?” Sejin mulai menetralkan suaranya.

“karena dia hanya memanfaatkanku” gadis itu membelalakkan matanya mendengar penuturan Sehun.

“ji-jinjjaro?kenapa dia memanfaatkanmu?” Sejin mendekat kearah Sehun , tak peduli jarak mereka saat ini begitu dekat.

“irene hanya ingin kekayaan dan popularitas , kau tau Bogum adalah murid kaya dan tampan sama sepertiku. Tapi dia memutuskan hubungannya dengan Irene , lalu gadis itu ingin kembali padaku , apa kau pikir aku sebodoh itu untuk kembali lagi bersamanya” Sejin terlihat berfikir sambil mencerna kata-kata Sehun.

“kau juga tau , kalau satu sekolah ani maksud semua murid yeoja disekolah ini sangat ingin menjadi kekasihku. Dan Irene sangat senang jika dia mendapatkan namja poupuler sepertiku” mata mereka masih bertemu.

“arraseo…” Sehun tersenyum manis.

“kajja…aku akan mentraktirmu ramyeon dikantin” mata Sejin langsung berbinar mendengar penuturan Sehun.

 

Sehun menatap Sejin yang menyantap ramyeonnya dengan ‘ganas’ sambil tersenyum kecil. ‘Oh…apa yang kau pikir Oh Sehun’ batin namja itu segera menyadarkannya.

“kenapa tidak dimakan?” Sejin melihat ramyeon Sehun yang masih banyak dimangkuknya.

“oh…ini aku makan” Sehun segera menyantap ramyeonnya dengan canggung.

“hai…boleh aku bergabung” kedua orang itu langsung mendongak menatap siapa yang datang.

(“irene”) ucap Sejin tanpa bersuara , Sehun hanya mengangguk.

“tentu saja…” jawab Sehun seramah mungkin.

“sayang kau sudah selesai?” namja itu melirik mangkuk Sejin yang sudah kosong.

“ne…”

“oke kalau begitu , kita keperpus ne. Aku lupa kalau buku latihanku tadi tertinggal disana. Mian…irene_aa kami harus pergi dulu” Sehun segera menarik lengan Sejin menuju perpustakaan

 

Sesampai disana mereka berdua duduk disebuah bangku . Sejin menatap Sehun yang tersenyum senang.

“hei…apa itu tadi tidak keterlaluan eo?” tanya gadis itu sambil menatap wajah Sehun yang masing tersenyum.

“tentu saja…kau lihat bagaimana wajahnya tadi , haahaha aku ingin sekali tertawa dihadapannya” Sehun membuka buku dihadapannya.

“sudah selesaikan? Kalau begitu aku pergi” Sejin beranjak dari kursinya , namun tiba-tiba Sehun menariknya dan terasalah sebuah benda kenyal menempel dibibirnya. Gadis itu terpaku tak berdaya.

“itu hadiah untukmu hari ini , gumawo Sejin_ssi” setelah itu Sehun pergi mendahului Sejin yang masih mematung.

 

Asrama sungguh membosankan , Sejin bersumpah tidak pernah tinggal ditempat seperti ini sebelumnya. Orang tuanya benar-benar pintar mencari tempat untuknya.

Drrrtttt… Tiba-tiba ponsel Sejin bergetar panjang menandakan bahwa ada seseorang yang menghubunginya.

‘Oh Sialan’

(“Yeoboseyeo??”)

(“temui aku disekolah sekarang”) perintah orang itu seenaknya.

(“mwo….ya apa kau gila ini sudah malam , aku tidak mau sampai ketahuan pengawas kamar. Kau pikir mau ditaruh dimana nama baik keluargaku eo?”) Sejin berceramah panjang.

(“kita tidak akan ketahuan percayalah padaku ini penting , aku akan menunggumu dikoridor menuju asramamu cepatlah”)

(“aishhhhh….kau benar-benar sialan Oh”) Sejin langsung menyambar sweaternya.

Soojung yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menatap bingung kearah sahabatnya itu.

“kau mau kemana malam-malam seperti ini eo?” akhirnya gadis itu bertanya.

“ada barangku yang ketinggalan , aku harus mengambilnya . Aku pergi dulu” tanpa menghiraukan pertanyaan Soojung lagi , Sejin langsung pergi.

 

Sejin melihat sebuah punggung atletis seseorang yang dibalut kaos abu-abu lengan panjang yang begitu pas dengan tubuhnya.

“hei…sebenarnya ap-” ucapan Sejin segera berhenti karena mulutnya yang dibekap Sehun dan membawanya bersembunyi. Tak berapa lama terlihat pengawas kamar yang sedang memantau keadaan sekitar , Sejin begitu gugup . Bagaimana tidak ? Kalau seandainya pengawas kamar itu tau kalau ia berkeliaran malam-malam seperti ini , bahkan bersama anak asrama laki-laki , mereka akan dihukum habis-habisan dan diskors selama 1 minggu.

Mata Sehun tak lepas sedikitpun dari pengawas kamar itu , ketika pengawas sudah hilang didepan matanya Sehun langsung membawa Sejin berlari.

“ya….apa kau tau apa yang sedang kita lakukan eo? Ini melanggar tata tertib asrama” Sejin mengomel sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Sehun.

“kau diam dan kita tidak akan kena masalah , ada sesuatu yang harus aku tunjukkan kepadamu” Namja itu terus menggenggam tangan Sejin , hingga mereka sampai jalan yang sudah jauh dari sekolah. Terlihat mobil hitam mewah menghampiri mereka , Sejin menghentikan langkahnya.

“cepatlah , jam segini club sudah ramai” tiba-tiba dibalik kaca mobil itu muncullah sosok tan yang sudah rapi dengan pakaiannya.

“tu-tunggu , apa maksud kalian eo? Kita tidak diperbolehkan masuk tempat itu. Kalian ada-ada saja. Aku tidak mau mati muda ditangan kepala sekol-” ucapan Sejin terhenti saat tiba-tiba namja dihadapannya melumat bibirnya lembut , tidak cukup lama.

“kau tenang saja , tidak ada yang mengenal kita disana. Kajja Kai_ah” Kai yang sejak tadi menikmati film gratis itu langsung tersadar dari fikiran kotornya.

“oh…sialan , Sehun lebih dulu mendapatkan bibirmu. Padahal aku ingin sekali mencicipinya” Kai bergumam kecil.

Pukkk

“ya….buang semua fikiran kotormu tentang dia” Sejin hanya menganga tak percaya mendengar kata-kata Kai. ‘mereka benar-benar bajingan’ batin Sejin.

 

Club malam adalah tempat segala kemaksiatan dunia. Sejin menatap jijik orang-orang berpakaian minim yang menarik-narik lengan Sehun dan Kai , tapi kedua bajingan itu malah hanya tersenyum dan menepis pelan tangan ‘kotor’ itu.

“ugh…aku mau muntah Sehun_ssi” oh…Sejin benar-benar merasa perutnya diaduk hebat karena melihat apa yang mereka lakukan ditempat ini.

“YA…UNTUK APA KAU MEMBAWAKU KESINI EO?” gadis itu sedikit berteriak karena musik ditempat itu begitu memekakan telinganya.

“coba kau lihat dimeja itu” Sejin melihat kearah lirikan Sehun , disana terdapat seorang wanita sedang duduk dipangkuan namja dan bibir mereka saling berperang ganas. Saat wajah wanita itu terlihat jelas Sejin langsung membelalakkan matanya.

“BAE IRENE?” tanya Sejin tak percaya. Sehun hanya tersenyum licik kearah gadis itu sambil mengangguk.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Oke untung ini pertama kalinya bagi yeoja itu terlambat , dan untung saja Lee seonsaengnim dapat memakluminya.

Namja yang saat ini duduk disampingnya hanya tersenyum layaknya tidak terjadi apa-apa. Sungguh menyebalkan. Sedangkan Bae Irene ? Iya sungguh aktris yang pandai. Coba lihat wajah tenangnya itu.

“Anak-anak semua hari ini seonsaengnim akan mengumumkan , kalau sekolah kita akan mengadakan studytour sekaligus camping dihutan Mosam . Ini adalah projek sains yang selalu rutin sekolah kita lakukan selama 30 tahun berturut-turut. Jadi kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok dan tempat. Setiap kelompok terdiri dari 4 orang. Setiap kelompok juga memiliki guru pendamping , tapi guru pendamping hanya akan datang saat tugas kalian sudah selesai. Arrachi?” semua murid menjawab serempak.

“ada pertanyaan?” tanya Lee saem.

“berapa hari saem?” tanya Baekhyun merasa ada yang kurang.

“3 hari , seminggu lagi kita akan berangkat. Jadi persiapkan diri kalian”

“NEEEE” setelah itu Lee saem pergi meninggalkan kelas.

“kenapa kau baru masuk eo? Aku sudah membangunkan mu dengan berbagai cara. Bahkan aku sampai menggoyang-kasur kita agar kau bangun” cerca Soojung setelah Lee saem menghilang dari kelas.

“aku masih ngantuk Jung_aa , bisa kau tinggalkan aku” ucap Sejin sambil menekuk tubuhnya sambil terpejam.

Tiba-tiba terdengar suara manja seseorang.

“Hun_aa , ayo kekantin bersama” ajak Irene sambil menarik tangan Sehun . Membuat meja Sejin berpindah dari tempatnya.

“yaisssssshhhh….YA APA KAU BUTA EO? APA KAU TIDAK LIHAT ADA SESEORANG DISINI ? OH TUHANNNNNN , BAHKAN TIDUR 5 MENIT SAJA BEGITU SUSAH” Sejin pergi kesuatu tempat setelah menyelesaikan kalimatnya.

 

“Mungkin disini cukup tenang.” Sejin langsung merebahkan tubuhnya diatas tribun lapangan basket sekolah yang saat ini tidak ada mahluk apapun disana selain dirinya.

Saat mata Sejin sudah terpejam rapat , tiba-tiba ponselnya bergetar membuat sang empu langsung duduk dari tidurnya.

(“Yaiiiisssshhhhhh…WAE? AKU BEGITU MENGANTUK. JANGAN HUBUNGIKU DULU…OHHHH EOMMAAAAAA” Sejin mengomel tak jelas , sampai sebuah suara yang begitu familiar memasuki telinganya.

(“Ini eomma sayang”) gadis itu langsung berdiri dari duduknya.

(“eo…eomma!!!”)

.

..

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

 

 

A\N

Annyeong readers yang setia , masih ada gak yang nungguin ff ini #kayak dikuburan. OHHHHHH aku lagi banyak tugas chingu , jadi maaf yahhh kalo terlalu pendek dan post nya lama….

Mohon pengertian para ANGEL READERS

Regrat

Sehun’s wife a.k.a Norhalisa

6 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Fall – (Chapter 2)

  1. sehun ngajak begadang anak orang mana nggak ngrasa salah lagi.. sejin kok nurut banget si ama sehun.. tp suka sama ceritanya

  2. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] Fall (chapter 3) | EXO FanFiction Indonesia

  3. hahaha…malu aku jadi sejin..
    udah tau irene gtu kenapa sehun mlah gk menghindar..oh mungkin dia minta bantuan sejin itu…tapi apa yg dia dapat coba abis dari club??

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s