[EXOFFI FREELANCE] Academy Of King (Chapter 1)

academy-of-king

JiYeol Park Present

Academy Of King (Chapter 1)

Staring

EXO’s Member OT12

OC’s Aurum Wu

OC’s Leania Kim

Other.

Genre

Fantasy, School Life, Romence.

Lenght

Chaptered

Rating

PG 17

disclaimer

This story is pure mine. Dont read if you dont like this story, this story just a fiction with alternative universe plot. Hope you like this story and try to be a good readers, dont bash and give me your comment. Thanks!

.

.

.

.

.

.

.

.

 

“Tapi kita lebih kuat.” Ucap tao. Semua langsung memandang pria yang diam sejak tadi iti dengan mata berbinar.

 

“Kenapa aku bisa sampai melupakan bocah ini?” Gumam joonmyeon tak habis pikir dengan dirinya sendiri.

 

Dia menatap Kris dan Minseok bergantian, memastikan bagaimana ekspresi kedua orang itu yang ternyata masih sama sampai sekarang. Terlihat kusut bak lukisan yang belum kering namun sudah diacak acak oleh tangan sang seniman.

 

“Apa itu bisa berhasil?” Tanya joonmyeon.

 

“Kita coba saja.” Balas minseok pelan.

 

“Yeah, apapun agar semua kekacauan yang dibuat oleh adikku cepat selesai.” Tambah kris.

 

“Baiklah, kalau begitu siapapun yang bisa membantu pegang bahuku. Kurasa ini akan menguras banyak waktu, dan jongdae sepertinya harus menyetrum kedua gadis itu agar mereka pingsan dan kekuatan mereka yang meluap itu  menyurut.” Jelas tao.

 

Tidak seperti instruksi tao, semua ikut berpegangan bahkan beberapa orang yang kekuatannya tidak terlalu berguna juga ikut.

 

“Err… sehun dan jongin, apa kalian yakin ingin ikut?” Tanya Yixing ragu.

 

“Tenang saja hyung, aku sudah tahan panas dan dingin begitupun sehun.” Jongin menyengir tidak yakin, tadi itu ajakan sahun dan bukan murni kehendaknya.

 

Tao segera membekukan waktu, semua yang berada disekitar mereka tak bergerak lagi. Bahkan anginpun sudah tak berhembus dan hanya menyisakan hawa panas dan dingin yang memusingkan, mereka semua berdecak kagum karna belum pernah melihat langsung seperti apa pembekuan waktu itu kecuali Tao.

 

Yang pertama dilakukan adalah mematikan api disekitar mereka. Minseok meniup lembut api disekitar mereka, dan ajaib api itu padam dan tidak ada efek apapun selain hawa dingin yang menjadi semakin menusuk, dataran disekitar mereka tidak ada yang membeku. Kemudian dilanjutkan oleh kris dan chanyeol yang meleburkan semua es yang menyelimuti sebagian hutan barat, api itu padam dan hanya menyisakan bau hangus. Kali ini yixing turun tangan bersama baekhyun untuk mengembalikan pohon pohon yang hangus itu menjadi seperti semula, mereka hanya perlu membuat luka kecil kemudian darah yang keluar dari luka itu mereka teteskan keatas tanah yang hangus. Baekhyun baru saja belajar healing beberapa bulan lalu.

 

“Lakukan tugasmu, tukang setrum.” Ucap tao sambil menepuk bahu jongdae, oh mungkin tao masih kesal pada jongdae karna kejadian tempo hari dimana ia tanpa sengaja menyetrum tao hingga pingsan selama hampir dua jam.

 

Jongdae pertama tama mendekati namjae, karna ia tidak mau melepuh terlebih dahulu. Sekali lagi jongdae agak gemetar, sebenarnya ia tidak tega menyetrum orang terlebih seorang gadis. Apalagi itu gadis itu adik minseok dan kris, dia merinding untuk sesaat saat membayangkan dirinya dihukum habis habisan kalau sampai leania dan aurum tidak bangun juga hingga berjam jam.

 

“Maafkan aku jika nanti adikmu tidak bangun untuk waktu yang cukup… Yaeh, lama. Aku tidak bermaksud mencelakai mereka, reaksi tubuh setiap orang kadang berbeda beda terhadap setrumanku.” Jelas jongdae.

 

“Kau banyak bicara.” Komentar minseok.

 

“Lakukan sekarang juga atau aku yang akan membuatmu pingsan.” Tambah kris.

 

Jongdae menyerah, dia segera menyentuhkan telapak tangan kanannya ketengkuk leania. Tubuh gadis itu ambruk tak lama setelahnya, dan minseok segera mengangkat tubuh adiknya yang sedingin es itu kemudian menyelimuti leania menggunakan mantel milik jongin untuk sementara. Dia meringis sendiri saat melihat luka dibeberapa bagian tubuh leania, sayap milik gadis itu bahkan terluka. Jongin membantu membawakan pedang milik leania, dia terpana dengan pedang itu. Sangat indah dan jongin sempat berdelusi untuk memiliki satu yang mirip dengan pedang itu, Baekhyun menyikut jongin yang memain mainkan pedang milik leania. Ada saja ulah anak itu.

 

“Tunggu, kau tidak boleh melihat lihat tubuh adikku.” Kris menghampiri aurum, mengambil dua bilah pedang yang masih menyala merah dari tangan adiknya kemudian menaruh benda panas itu ketanah lalu menutupi tubuh aurum menggunakan mantel miliknya. Beberapa bagian dari kemeja biru muda milik aurum sobek dan itu membuat kris tidak nyaman.

 

“Aurum sudah kuanggap seperti adikku sendiri, kris hyung. Asal kau tahu.” Ucap jongdae sambil mengelus elus rambut hitam aurum yang tergerai. Untuk kali ini ia sendiri yang membopong aurum dan menyerahkan tubuh gadis yang tergolek pingsan itu pada kakaknya.

 

 

**

 

 

Seisi Academy Of King geger saat mengetahui penyebab, lebih tepatnya siapa penyebab dari cuaca ekstrim semalam yang tidak lain adalah kedua anak baru disekolah itu. Hingga siang ini mereka masih membicarakan hal itu, beberapa ada yang mengagumi kekuatan hebat keduanya namun ada juga beberapa yang malah takut pada mereka berdua. Orang sekuat mereka berdua biasanya sering bertindak sesuka hati, terlebih mereka memiliki ‘kekuasaan khusus’ di Academy Of King.

 

Dari isu yang beredar sejak dulu. Kakek buyut kris dan aurum adalah pendiri Academy Of King, sedangkan kakek buyut minseok dan laenia adalah master besar sekaligus kepala sekolah pertama Academy Of King. Kalau semua isu itu benar, tidak heran kenapa kedua gadis itu bisa memiliki kekuatan sehebat kakek buyut mereka. Kedua orang penting itulah yang dulu berhasil memenjarakan jiwa kegelapan terkuat diseluruh dimensi dan menyimpan jiwa kegelapan itu ditempat tersembunyi dan tidak diketahui oleh siapapun kecuali mereka berdua.

 

Kedua gadis itu masih pingsan dan masih berada diruang perawatan, bahkan setelah dua hari mereka belum juga menampakkan tanda tanda akan bangun. Kris dan minseok berencana untuk menghabisi jongdae dengan tangan mereka sendiri, mereka berniat membakar pria bebek itu kemudian membekukannya. Beruntung, baik baik para guru dan sahabat sahabat mereka mencegah kedua orang itu.

 

Diantara kris dan minseok, mungkin minseok lah yang lebih beruntung. Leania hanya mendapatkan beberapa luka dan memar, itupun tidak terlalu parah. Sedangkan kris harus lebih ekstra menjaga aurum setelah ini karna bisa dipastikan baik luka luar maupun luka dalam yang ada ditubuh adiknya akan sembuh dalam jangka waktu yang cukup lama, Luka dalam aurum lah yang paling parah.

 

“Adikmu sepertinya mengalami banyak tekanan batin dimasa lalu.” Ucap luhan yang tak sengaja melihat mimpi yang dialami aurum dalam tidurnya.

 

“Lu, hentikan kebiasaan burukmu itu!” Ucap kris kesal.

 

“Memang mimpi apa yang dialami aurum?” Tanya kris penasaran, luhan berdecak kesal.

 

“Mungkin disana sedang musim gugur dan ia menangis terisak sembari menatap pantulan dirinya di air danau. Kelihatannya ia masih berumur sepuluh tahun saat itu, tapi dia memang sudah cantik sejak dulu ternyata. Tapi sayang, dia terlihat kesepian.” Jelas luhan sambil menutup matanya, berusaha mengingat apa saja yang ia lihat beberapa saat lalu.

 

“Tentu saja dia cantik, dia adikku.” Ucap kris narsis.

 

“Kalau begitu kenapa kau tidak menjodohkannya saja padaku? Aku pasti akan sangat menyayanginya, ugh… pria mana yang mampu menyakiti gadis sepertinya. Jika ada berarti pria itu bodoh.” Luhan berniat bercanda, kris memukul lengan luhan dengan kesal. Raut wajah kris tiba tiba berubah murung, dan luhan sama sekali tidak bisa melihat jauh kedalam pikiran kris hingga ia tidak bisa mengetahui apa yang membuat raut kris tiba tiba berubah. Apakah karna ucapannya? tapi yang mana?

 

“Leania sudah bangun.” Baekhyun memberitahu kedua orang itu.

 

“Lu, bisa kau jaga aurum sebentar sementara aku menengok leania?” Tanya kris memastikan dan dibalas anggukan oleh luhan.

 

Setelah punggung kris menghilang dibalik pintu, ruangan itu langsung diserang oleh kesunyian yang intens. Hanya ada ia dan aurum yang masih belum bangun, luhan memperhatikan wajah gadis itu yang terlihat tenang dalam tidurnya. Namun luhan tahu bahwa dialam bawah sadar sana gadis itu tidak tenang sama sekali, gadis itu sangat ingin bangun dari mimpi buruknya namun tidak bisa. Mimpi buruk yang kemungkinan adalah memori dari masa lalu itu menjadi penghalang aurum untuk bangun.

 

“Aurum, bangunlah… semua hanya mimpi… Setelah kau bangun semua akan menjadi normal kembali… Semua itu hanya mimpi…” Bisik luhan sambil mengelus rambut aurum pelan, dia berbisik dan berusaha agar alam bawah sadar aurum memdengarnya. Namun semua ini belum cukup.

 

Luhan sendiri tidak percaya bahwa ia tengah melakukan hal ini, dia mengecup pelipis aurum. Kalau kris melihat ini, luhan tidak berani membayangkan reaksi apa yang akan kris keluarkan. Walau begitu luhan tetap melakukannya, dia mengecup pelipis gadis itu cukup lama. Ia bahkan sampai memejamkan matanya, sesuatu memaksanya untuk menutup mata karna luhan tidak sanggup melihatnya. Dia tidak mau melihat semua yang terjadi pada aurum tanpa seizin gadis itu.

 

“Aku akan melenyapkanmu!” Suara lirih namun terdengar bergetar dan berat itu berasal dari mulut aurum, saat itu luhan langsung yakin bahwa suara itu bukan suara aurum. Secempreng apapun suara aurum, gadis itu tidak pernah mengeluarkan suara semengerikan barusan.

 

“Siapa kau?!” Tanya luhan.

 

“Aku aurum tentu saja! hahaha, kau pasti tertipu dengan suara baruku, kan? kris yang mengajarkan itu padaku.” Luhan mundur beberapa langkah karna aurum langsung bangun dari tidurnya dengan tawa puas yang lantang, ini semua membuat luhan pusing. Padahal ia tadi sangat yakin bahwa suara yang keluar dari mulut aurum sangat menyeramkan, seperti lelaki tua.

 

“Kau baru menciumku, kita lihat saja reaksi apa yang akan kris keluarkan saat mengetahuinya.” Lanjut aurum.

 

Luhan membeku ditempatnya, dia serius melihat mimpi aurum. Gadis itu terlihat tidak bangun beberapa saat lalu, gadis itu masih tenggelam pada alam bawah sadarnya.

 

“Kurasa kau memiliki bakat membangunkan seorang gadis yang sedang pingsan, kau mirip pangeran di dongeng snow white. Terima kasih.” Ucap aurum. Dan luhan masih membeku.

 

 

**

 

 

Mungkin jika di dimensi manusia aurum bisa pergi kemana saja saat jam pelajaran berlangsung tanpa perlu di cari oleh guru, di Academy Of King semua berbeda. Dia tidak bisa pergi kemanapun, dan guru guru disini walaupun kelihatan acuh tak acuh dengan kelakuan para murid, mereka sebenarnya lebih waspada dari pada hyena betina. Aurum pernah beberapa kali mencobanya dalam jangka waktu seminggu belakangan. Dan hasilnya, dia dihukum berbicara memakai hampir lima puluh bahasa asing dalam waktu satu jam. Semua harus sempurna tanpa celah.

 

Dan sekarang jam pelajaran herbatologi, sama buruknya dengan pelajaran kimia dan biologi di dimensi manusia. Membuat mengantuk. Malah sekarang aurum sudah tertidur dengan memanfaatkan punggung seorang mirid laki laki yang berbadan besar didepannya sebagai pelindung dari jangkauan penglihatan guru shannon. Murid lain sibuk mencatat materi, termasuk Leania yang duduk disamping kiri aurum. Sangat mengejutkan mengetahui mereka masih bisa duduk berdampingan setelah pertarungan mematikan dua minggu lalu.

 

Leania terganggu dalam kegiataan menulisnya, bagaimana tidak jika gadis sialan disampingnya tidur bagaikan anak kerbau. Gadis itu mengeluarkan berbagai bunyi aneh saat tertidur, walau tidak sampai terdengar ketelinga murid lain, tapi suara itu mampu menggangu leania.

 

Gadis itu mengeluarkan sebuah lipstik berwarna peach dari laci mejanya, lalu mengarahkan lipstik itu kewajah aurum yang mengarah padanya. Ia tertawa tanpa suara saat mencoret coret wajah aurum dengan lipstik miliknya, oh perlukah dia menambahkan glitter? tapi sayang leania lupa membawa glitter di laci meja belajar kamarnya.

 

“Apa yang sedang kau lakukan, Leania?” Pertanyaan yang disampaikan oleh miss shannon dari depan kelas sana membuat leania refleks menghentikan kegiatan jahilnya.

 

Gadis itu tertegun sebentar, tiba tiba sebuah ide muncul dalam otaknya.

 

“Ada seseorang yang sedang tertidur di kelasmu, miss.” Adu leania dengan senyum samar yang berusaha ia sembunyikan.

 

“Ya, tapi kau malah sibuk mencoret coretkan lipstik diwajah ‘seseorang’ itu dan tidak menulis materi yang baru saja kuterangkan? satu lagi, kau bahkan memakai lipstik dan membawanya ke kelasku.” Miss shannon balik menatapnya tajam. Leania meneguk salivanya susah payah, apa yang dikatakan miss shannon memang benar semua. Satu lagi guru itu tidak suka melihat murid perempuan memakai riasan wajah saat kelasnya berlangsung.

 

Miss shannon berjalan kearah meja mereka, suara ketukan heels wanita itu saja sudah membuat bulu roma leania meremang apalagi saat nanti guru itu memberikan hukumannya.

 

“Jangan tidur dikelasku!” Leania menghela nafas lega untuk sesaat saat melihat miss shannon lebih dulu menjinjit telinga kiri aurum dan membuat gadis yang tengah tertidur itu terbangun dan memekik sakit, telinganya bahkan sampai merah.

 

“Jangan cuma tertawa, kemarikan tas riasanmu!” Kini miss shannon beralih pada leania, gadis itu langsung menghentikan euphoria kemenangan sesaatnya.

 

“Tapi aku hanya membawa lipstik ini, miss.” Kilah leania. Tangan kirinya bergerak gelisah di laci meja.

 

“Kau sedang berusaha menyembunyikan tas riasan itu, kau pikir aku tidak bisa membaca pikiranmu?!” Tanya miss shannon semakin marah.

 

Leania menyerah pada guru galak itu dan akhirnya mengeluarkan sebuah tas kecil berwarna pink dari bawah laci meja miliknya tanpa banyak argumen lagi, miss shannon segera mengambil tas itu kemudian membawa benda itu dan melenyapkannya.

 

“Kalian berdua pergi keluar dari kelasku, sebelum mendapatkan surat izin dari kepala sekolah kalian tidak boleh memasuki kelasku untuk selamanya!” Ucap miss shannon sadis.

 

Leania hampir pingsan saat mendengarnya, bagaimana bisa ia yang sudah mendapatkan prestasi sebagai pelajar teladan berturut turut disekolahnya dulu harus tercoreng prestasinya hanya karna miss shannon dan peraturan anehnya. Hei, dia sudah dewasa dan menurutnya wajar saja jika ia memakai riasan wajah, miss shannon saja juga memakainya jadi kenapa ia tidak boleh?! ini semua benar benar tidak adil. Ia berdiri dari tempat duduk bersamaan dengan aurum, anehnya gadis itu terlihat biasa saja.

 

Aurum hanya mengangkat bahunya acuh kemudian meninggalkan kelas tanpa banyak cakap, dia menguap sekali dihadapan miss shannon tanpa memperdulikan tatapan kesal wanita itu. Dia berniat pergi keruang kesehatan untuk melanjutkan tidur siang, tak sadar bahwa di kelas miss shannon malah mengadakan razia dadakan dan itu semua karna ulah leania dan didirinya.

 

“Kau ingin pergi kemana dengan wajah acak acakan seperti itu?” Aurum menoleh ke samping kirinya, disana ada leania yang menyodorkan sebuah tisu padanya.

 

“Oh kumohon, aku tahu aku ini terlalu baik jadi jangan ucapkan terimakasih padaku.” Balas leania sombong, menghentikan aurum yang akan membuka mulutnya untuk bicara.

 

“Aku hanya ingin mengatakan bahwa kau sialan, dasar bodoh.” Balas aurum datar sambil membersihkan wajahnya dengan tisu yang baru saja diberikan oleh leania.

 

“Kau merusak riasanku.” Lanjut aurum sambil mengeluarkan sebuah cermin kecil dari sakunya. Para gadis memang selamanya tidak bisa jauh dari riasan, bahkan aurum yang sedikit melenceng sekalipun.

 

 

**

 

 

Sore ini luhan tengah sibuk bermain pacuan kuda bersama dengan kris, joonmyeon, dan jongin. Di hutan timur. Sedangkan sisanya tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing masing didekat tanah lapang, beberapa dari mereka ada yang tengah bertanding pedang dan panah dan yang lain hanya sedang melakukan olahraga sore seperti jogging. Hutan itu ternyata dipenuhi oleh mahluk mahluk berwajah tidak wajar seperti mereka.

 

Luhan memacu kudanya semakin jauh memasuki hutan timur, meninggalkan ketiga temannya yang lain jauh dibelakang. Mungkin inilah daya tarik seorang Xi Luhan, putra mahkota kerajaan Andro Rufus. Dia merupakan penunggang kuda terhandal seantero Academy Of King, memang gambaran nyata seorang calon raja yang tangguh.

 

Tanpa sadar luhan melamun dan kuda hitamnya berjalan semakin pelan menyusuti hutan, ia bahkan sampai tidak sadar bahwa ada sosok mahluk yang menghadangnya didepan sana dengan wajar datar. Ia baru menyadari hal itu saat kudanya tiba tiba berhenti. Luhan melirik terkejut kearah sosok indah didepannya, sampai saat ini ia masih bingung mencari letak dari daya tarik adik kris hingga sampai bisa menghipnotisnya sejak pertama kali bertemu. Ya, mahluk yang menghadang luhan dan kudanya didepan sana adalah aurum.

 

Luhan meneguk salivanya susah saat melihat gadis itu dengab balutan baju santainya. Sebuah jeans biru dongker dengan crop shirt hitam bertuliskan ‘Boys’ berwarna putih yang menampilkan permukaan perut ratanya dan lipstik merah lembut yang menghiasi bibir gadis itu. Entah apa yang salah, apakah penampilan aurum yang selalu mempesona dimata luhan, atau kah gadis itu yang terlihat berbeda dari gadis lainnya yang membuat luhan selalu menahan nafas setiap gadis itu berada didekatnya. Meski selama ini ia selalu dikelilingi gadis gadis cantik, tidak ada satupun dari mereka yang mampu membuat luhan tertarik seperti aurum.

 

“Sedang apa kau disini, huh?” Tanya aurum, luhan malah menautkan kedua alisnya bingung.

 

“Justru aku yang harusnya bertanya seperti itu padamu. Apa yang kau lakukan disini? apa kau tidak takut pada binatang buas dan mahluk aneh lainnya? mereka banyak berkeliaran disini saat hari mulai gelap.” Tanya luhan sambil turun dari kuda miliknya.

 

“Aku sedang berjalan jalan, sangat membosankan berada di asrama dan mendengarkan pembicaraan gadis gadis lain tentang para laki laki. Lagi pula ini hari ulang tahunku, aku ingin merayakannya dengan berjalan jalan sore.” Jelas aurum. Terlihat santai saat mengatakan setiap kalimat tanpa memperhatikan ekspresi luhan yang mulai aneh, lebih di dominasi dengan kebingungan.

 

Kris tidak pernah bercerita apapun padanya tentang ulang tahun aurum, pertama kali melihat kedua saudara itu luhan sudah merasakan kejanggalan diantara keduanya. Mereka berdua terlihat sangat dekat dan saling melindungi namun jika di lihat lebih dalam ada keseganan yang tertanam di diri aurum maupun kris, mereka berdua seperti menyimpan rahasia masing masing. Luhan mulai berpikir liar, mungkinkah kedua bersaudara ini memiliki perang batin yang hanya keduanya yang tahu? Tapi hei, luhan bukan siapa siapa yang dengan seenaknya bisa membuat kesimpulan seperti itu.

 

Tapi sekali lagi luhan berpikir positif, mungkin aurum hanya sedang bercanda saat mengatakan bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Bukankah kris sudah memberi peringatan bahwa adiknya itu sangat tidak bisa diatur dan sangat jahil, mungkin saja aurum mengatakan hal barusan untuk mengerjai luhan karna mengetahui laki laki itu sangat baik dan aurum bisa memanfaatkan kebaikan luhan itu. Tapi ia masih saja menaruh curiga, dasar luhan.

 

Seingat luhan aurum itu memang jahil dan suka sekali membuat masalah ataupun mencari masalah, bahkan mungkin adik minseok lebih baik dari aurum dari segi sifat walau wajah kedua gadis itu sama sama melebihi rata rata. Entah kenapa luhan sekarang sangat memperhatikan aurum dan leania, apa ia tertarik pada dua gadis sekaligus? Entahlah.

 

“Kau tidak sakit sedang sakit, kan?” Tanya luhan, aurum lantas langsung menggeleng.

 

“Sudah kubilang aku hanya ingin berjalan jalan untuk merayakan ulang tahunku.” Tegas aurum kesal, bersiap untuk berbalik dan meninggalkan luhan.

 

“Kenapa tidak merayakannya bersama yang lain? aku yakin kris pasti tidak melupakan hari ulang tahunmu.” Tanya luhan, pertanyaan itu berhasil menghentikan langkah aurum.

 

“Kuyakin kris melupakannya, dia hanya fokus pada pelajarannya disini dan tidak memikirkan hal lain lagi. Aku tidak mau membebaninya. Dan asal kau tahu, kadang alam lebih mengerti diriku dari pada orang lain bahkan kakakku sendiri apa lagi kedua orangtuaku. Merayakan sendirian lebih menyenangkan.” Aurum bicara tanpa berbalik, luhan tertegun karna tak bisa membaca apa isi kepala gadis itu saat ini. Dia penasaran, aurum berbicara seolah dia sedang tersakiti padahal kenyataannya gadis itulah yang sering menyakiti orang lain, kan? Aura gadis itu bahkan terlihat sangat kelabu saat ini, seperti ada ribuan bahkan jutaan kesedihan sedang ia simpan sendiri.

 

“Ikutlah pulang bersamaku, aku akan mengantarkanmu sampai ke depan pintu gerbang asrama.” Itu tawaran langka dari seorang Xi Luhan yang terhormat, ia tidak pernah mengatakan kalimat itu pada siapapun sebelum ini.

 

“Aku bisa pergi sendiri.” Ucap aurum, gadis itu segera pergi dari hadapan luhan dan menghilang bersama gumpalan asap hitam pekat. Untuk persekian detik luhan merasa pernah melihat asap itu sebelumnya namun ia lupa kapan dan dimana ia melihatnya. Dia tidak ingat pernah melihat keluarga kerajaan Vladimir menggunakan kekuatan menghilang seperti itu.

 

 

-TBC-

 

Salah satu temen JiYeol suka banget sama fanfic ini jadilah sekarang sudah diputuskan bahwa fanfic ini akan terus lanjut, walau mungkin slow update. JiYeol nulis sesuai mood soalnya ._.V, Oke see you next time~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Academy Of King (Chapter 1)

  1. jangan” aurum itu bukan aurum yg itu..aduhhh ada apa sama kris dan adiknya..kayanya perselisihan keluarga yaa…
    yg adem ayem minseok laenia..atau memang blm ditulis hubungan antara mereka…hahaha sok tau aku ini…hehe

    sehun jongin jadi anak bontot yg kekuatannya blm diakui??? aduhh kesian…padahal aku nebaknya dua orang ini yg bkal tertarik sama aurum laenia..tapi luhan lahh gk papa, terserah author aja..

  2. aduh kak. itu sbnernya aurum bukan si? kok bingung gini akunya? terus itu typo apa gimana kak? kok ” Jongdae pertama tama mendekati namjae, karna
    ia tidak mau melepuh terlebih dahulu.” namjae tuh yang mana kak? kak nextchap nya cepet kak yaa? gasabar lihat aurum kenapa^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s