[EXOFFI FREELANCE] Autumn: Lady of The Night (Chapter 6)

lady-of-the-night

Autumn: ℒady f the Night

by: Andelle/Han

Main cast:

EXO’s Oh Sehun, OC’s Alexa Kim and Kris Wu

Additional Cast:

EXO’s Byun Baekhyun and Kim Jongin

OC’s Jung Yunhee, Lee Hyena and Choi Hana

A Thriller, Suspense, Tragedy, Romance, and Psycho story

PG-17 rated  ¶  Chaptered length

Credit Poster: Hyunleea@ Indo Fanfiction Arts

DISCLAIMER

We just own the plot and the original character. This is Andelle & Han second fanfict collab in our Season Fanfict Project―Every season has their own story. Previous series has been done for you [Summer: Mirage], you can find that on HERE.Now we come with a new story on new season; Autumn. So, enjoy the Autumn! And there’s no element of plagiarism in this story. Copy this story without any credit and/or our own permission is prohibited.

COPYRIGHT©2016 ANDELLE & HAN ALL RIGHT RESERVED

HAPPY READING

◊◊◊◊◊◊

#Teaser 1 || #Teaser 2 || #Chapter 1 || #Chapter 2 || #Chapter 3 ||

#Chapter 4 || #Chapter 5 || [NOW] #Chapter 6

#6: No game, no fun.

Alexa membuka matanya yang masih berat. Hal pertama yang ia temukan adalah dua buah kardus yang berukuran cukup besar di sudut ruangan. Alexa jelas terkejut mendapati dirinya berada di sebuah ruangan kumuh seperti gudang dengan pencahayaan minim dan tubuh terikat serta bau khas gudang yang terasa menusuk di hidungnya.

Brak!

Baru beberapa detik tersadar, Alexa langsung menghujam lantai. Luka di pipinya yang masih basah itu sedikit terasa perih lantaran sedikit terkena beberapa helai rambutnya yang kini menutupi separuh wajahnya. Alexa mencoba melepaskan dirinya namun hasilnya tetap nihil. Ikatannya terlalu kuat hingga seluruh tubuh gadis itu terasa sakit sekali.

“Sehun―” lirih Alexa dengan matanya yang mulai berkaca-kaca. Hanya satu nama itu yang kini bisa Alexa pikirkan. Kemana lelaki menyebalkan itu? Bukankah ia sudah berjanji akan melindunginya?

Alexa menghela napasnya. Napasnya benar-benar berat saat ini. Ia tak bisa menggerakkan tubuhnya karena entah kenapa ia seperti sudah kehilangan seluruh tenaganya.

“Kau sudah bangun?”

Suara itu langsung menarik atensi Alexa yang sedari tadi hanya menunduk pasrah. Seorang pria berambut hitam dengan setelan jas berdiri di ambang pintu dengan senyum miringnya yang benar-benar menakutkan.

Pria itu berjalan mendekati Alexa yang terjatuh dan ‘membantunya’ hingga kursi yang digunakan untuk mengikat tubuh Alexa kembali ke posisi semula. Sekarang, pria itu tengah berada di hadapan Alexa dan mengamati wajah gadis itu. Dari ekor matanya, Alexa bisa melihat nama pria itu di name tag jasnya. Kris Wu.

“Bagaimana tidurmu? Nyenyak?” tanya Kris sambil menaikkan dagu Alexa dengan ujung jarinya agar gadis itu mau menatapnya.

“Maaf kalau cara Jongin dan Hana membawamu terlalu kasar,” sambung Kris sementara yang diajak bicara hanya diam seribu bahasa.

Tangan Kris yang semula bergerak menyusuri wajah cantik Alexa tiba-tiba berhenti bergerak. Kris menyadari ada sesuatu yang ‘berbeda’ pada diri Alexa. Kris secara perlahan mendekatkan wajahnya dengan Alexa untuk memastikan hipotesis yang tengah ada di pikirannya.

“Jangan menyentuhku,” ucapan Alexa membuat Kris kembali menjauhkan wajahnya yang semula sudah berjarak beberapa sentimeter dari wajah Alexa.

“Maaf, aku hanya menyukai baumu” ucap Kris dengan senyum yang terlihat lebih ramah dari sebelumnya.

“Bauku?”

“Ya, mengingatkanku tentang bau sebuah bunga anggrek.”

“Aku tidak butuh pujianmu. Cukup kau lepaskan ikatanku maka aku akan senang.”

Senyuman tipis menghiasi wajah Kris dalam cahaya yang remang, “Kau terlalu berharga untuk dilepaskan”

Alexa hanya menanggapi ucapan Kris dengan menatap Kris tajam, tepat di matanya untuk beberapa saat hingga suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka menarik perhatian gadis yang rambutnya kini sedikit berantakan itu.

Mata Alexa menemukan sosok Kim Jongin berjalan ke arah mereka. Masih berpenampilan sama seperti saat lelaki itu menculik Alexa. Jongin berjalan dengan santainya sambil tersenyum mendapati korbannya sudah sadarkan diri saat ini. Ia telah menunggu Alexa sadar untuk waktu yang cukup lama sedari tadi. Seorang perempuan cantik dengan wajah dinginnya masuk mengikuti langkah Kim Jongin untuk mendekati Alexa.

“Hai, masih ingat aku? Aku penggemarmu,” sapa Jongin dengan ramah.

“Aku tidak peduli” jawab Alexa ketus.

Mendengar jawaban itu, kekecewaan lantas melanda diri Jongin dan itu tampak dari raut wajahnya, “Kau tidak pernah bersikap dingin pada Sehun. Ah, aku jadi iri padanya. Padahal jelas-jelas wajahku ini lebih baik darinya.”

Hana yang berdiri di samping Jongin hanya memutar bola matanya mendapati Jongin yang begitu narsis. Lebih tampan dari Sehun? Yang benar saja! Bahkan dengan posisinya sebagai lawan main Sehun, Hana masih bisa melihat bahwa Sehun jelas terlampau tampan untuk disamakan dengan lelaki aneh seperti partner-nya itu.

“Justru aku lebih suka wanita dengan sikap dingin seperti dirinya dari pada wanita yang  bersikap sok imut yang membuatku muak,” ucap Kris dengan tenang.

Jongin menganggukkan kepalanya, “Ah, ya, kau benar, Kris. Lihatlah betapa menariknya gadis ini. Aku jadi ingin sekali u―”

“Maaf, tapi aku ingin bilang jika sepertinya pihak kepolisian sudah mulai bergerak,” sela Hana.

Kris melihat ke arah Hana dan memasukan tangannya di kantung celananya dengan santai, seakan tidak ada perasaan takut jikalau nanti mereka akan ditemukan oleh pihak kepolisian Korea Selatan. Ia malah tersenyum, “Perbuatan si Oh, ‘kan?”

“Ya, kemarin ia pergi menemui detektif Byun di sebuah kafe,” jawab Hana.

“Cih, dasar parasit,” decih Kris lalu sedikit memiringkan kepalanya, “Beritahu Yunhee untuk membereskan masalah ini. Aku tidak ingin mereka mengganggu permainanku. Aku hanya ingin bermain dengan Oh Sehun, bukan dengan mereka.”

Hana mengangguk singkat, “Tenang saja. Aku, Hyena dan Yunhee akan menanganinya.”

“Apa yang akan kau lakukan pada Sehun, Kris?!” bentak Alexa.

“Oh, hanya sekedar bermain sebuah permainan saja. No game, no fun. Is it right, Alexa?”

Ya!”

“Nikmati malammu di sini. Aku akan segera kembali.”

Kris melangkahkan kakinya keluar, kemudian diikuti oleh Jongin dan Hana di belakang lelaki jangkung itu. Hana kembali menutu pintu gudang yang menjadi rumah baru bagi Alexa. Dan mengambil jalan yang berbeda dengan Kris dan Jongin yang menuju ke arah utara.

“Jongin, katakan kepada yang lain, kita akan mengubah rencana kita. Tidak ada yang boleh menyentuhnya kecuali jika aku yang memerintahkannya.”

“Baiklah, aku mengerti. Tapi, apa yang akan kau lakukan padanya?” tanya Jongin pada Kris yang kini ada di sampingnya.

“Hm.”

“Kris?”

“Hm.”

Jongin mendesah kesal melihat Kris yang tak menanggapi sedikitpun perkataannya tadi dan hanya melihat ke depannya saja. Tak ada yang menarik di depan mereka. Hanya puing-puing bangunan gedung yang usang. Yap, tempat ini adalah sebuah gedung yang sudah rusak. Gedung ini berada di daerah milik Sehun dan sudah lama tak beroperasi. Daerah itu sudah lama kosong. Bahkan mulai dianggap berhantu. Tahun depan, Sehun memiliki rencana untuk mengubah daerah itu menjadi sebuh pabrik. Bukankah ini tempat penyekapan yang sempurna? Tidak ada yang tahu Alexa yang menghilang ternyata berada di daerah kepemilikan Sehun.  Hanya Kris dan komplotannya yang tahu.

“Aku hanya ingin tahu, kenapa orang-orang memiliki bau yang berbeda-beda? Seperti Hana yang berbau amber, Hyena dan Yunhee yang berbau getah buah palm.”

“Maksudmu parfum mereka?”

“Bukan―feromon mereka. Sebagian orang ada yang berbau seperti buah jeruk, lalu ada yang seperti almond pahit. Jangan bilang kau tak mengetahui itu, Jongin?!”

“Seseorang tak memiliki bau jika mereka tak memakai parfum, Kris.”

“Tidak. Kau salah. Lihatlah Alexa, dia memiliki bau seperti bunga anggrek.

Jongin mengernyitkan dahinya, bingung dengan perkataan Kris, “Bunga anggrek?”

“Yah, bunga anggrek langka yang hanya menghasilkan wangi pada malam hari.”

“Apa namanya?”

Lady of the night.”

Jongin terkekeh, “Wanita malam? Terdengar seperti judul sebuah novel yang dilarang nuna-ku.”

“Aku serius, Jongin. Itu bunga yang langka dan mungkin lebih mahal daripada emas. Kelopak bunganya berwarna putih bersih dan jauh lebih halus daripada bunga melati.”

Yunhee datang dari arah yang berlawan dan berhenti tepat di depan Jongin yang menggaruk kepalanya yang tak gatal karena bingung dengan semua hal yang dibicarakan Kris padanya. Yunhee mengamati Kris yang memasang wajah datar padanya.

“Yunhee, apa kau pikir setiap orang memiliki bau yang berbeda-beda?” tanya Jongin.

“Oh? Apa maksudmu?”

“Kris bilang seperti itu. Dan dia bilang kalau kau dan Hyena memiliki bau seperti getah buah palm―bukankah itu agak aneh?”

Yunhee diam sejenak, “Getah buah palm? Aku bahkan baru saja memakai parfum―”

“Buah jeruk yang dicampur dengan sedikit bunga? Aku tahu itu, tapi bukan bau itu yang kubicarakan. Ada bau lain dalam dirimu dan diri setiap orang. Dan aku baru menemukan bahwa Alexa memiliki bau yang sangat manis seperti bunga lady of the night.”

Lady―what?!”

“Yah, bunga anggrek langka yang hanya menghasilkan wangi pada malam hari.”

Yunhee kembali diam dan menghela napasnya. Mungkinkah? Mungkinkah Kris bisa mencium bau alami seseorang? Dia memang tidak bisa, tapi oppa-nya bisa dan itu adalah bakat yang sangat langka. Apa yang dikatakan Kris memang benar, ia memiliki bau alami berupa getah buah palm. Persis seperti apa yang pernah dikatakan oppa-nya.

Dan, Kris sama seperti oppa-nya. Bisa menebak parfum apa yang sedang ia gunakan meskipun ia tak memberi tahu mereka. Ah, ia hampir lupa bahwa oppa-nya juga pernah membicarakan perihal bunga anggrek bernama lady of the night itu padanya.

Gadis itu tersenyum simpul, kagum akan atasannya.

[Autumn: Lady of The Night]

WHEN LOVE PRESENT BY BLOOD     

Masyarakat Korea Selatan dibuat heboh dengan sebuah berita kontrovesional hari ini. Pasalnya seorang gadis Korea-Amerika yang merupakan tunangan seorang CEO dari sebuah perusahaan paling berpengaruh di Korea Selatan, Oh Sehun, diculik oleh seseorang yang dikabarkan juga merupakan salah satu petinggi sebuah perusahaan lain. Netizen menyimpulkan bahwa motif penculikan ini adalah persaingan antar perusahaan. Kini pihak polisi tengah berusaha mencari keberadaan gadis  yang diketahui bernama Alexa Kim itu. Pada siang hari ini, pengacara Oh Sehun mengadakan konferensi pers di sebuah hotel mewah di Korea. Pihak Oh Sehun menyatakan akan memberikan imbalan yang setimpal jika ada seseorang yang berhasil menemukan Alexa.

“Saya akan memberikan satu per delapan dari kekayaan saya bagi mereka yang menemukan Alexa.”

Berdasarkan perhitungan, satu per delapan dari seluruh kekayaan yang dimiliki Oh Sehun adalah sebesar 200.000.000.000 won.

Pip!

Sehun menekan remot TV untuk kemudian mematikan benda berbentuk persegi panjang yang tipis itu, lalu membantingnya ke sofa empuk yang ada di sampingnya.

“Dimana Alexa, Baekhyun? Ini sudah hampir hari ketiga!” gerutu Sehun sambil mengacak rambutnya kasar.

“Jangan gegabah seperti itu, Sehun. Kau baru saja melakukan konferensi pers siang tadi dan kau harus ingat bahwa menemukan Alexa bukan perkara mudah. Kris sudah merencanakan hal ini dengan matang,” ujar Baekhyun yang sedang duduk di salah satu sofa yang ada di ruang kerja Sehun.

“Apa aku harus menaikkan imbalannya? Menjadi setengah kekayaanku?”

Ya, Oh Sehun! Tenanglah! Lagipula tak mungkin seseorang bisa menemukan Alexa dalam waktu yang sangat cepat.”

Sehun membuang nafasnya dengan kasar, “Bagaimana bisa aku tenang sementara kekasihku sedang berada dalam kendali para psikopat, Baek?!” bentaknya.

Baekhyun terdiam lalu memperhatikan Sehun yang kini menghempaskan dirinya ke sofa yang ada di dekatnya.

“Aku juga tak tega melihat kondisi ibu Alexa yang stress,” sambung Sehun sambil menyeka keringat yang ada di pelipisnya.

“Aku tak benar-benar yakin bahwa kita akan menemukan Alexa dalam waktu yang cepat. Keberadaan mereka tidak bisa ditemukan. Dan aku takut kita bergerak terlalu lambat sementara mereka sudah terlalu banyak melukai Alexa. Mereka berbahaya, Sehun. Karena semua korban mereka―”

Kalimat mengerikan itu pasti akan selesai jikalau Sehun tidak menendang meja dan memotong Baekhyun dengan kasar, “Alexa pasti akan selamat! Bukankah kau kubayar mahal untuk itu, detektif Byun?!”

“Ah, maaf. Aku hanya sedikit terguncang setelah Chanyeol mengirimiku beberapa informasi mengenai komplotan Kris serta para korban mereka yang semuanya mati mengenaskan.”

Sehun menghela napasnya.

“Kau tahu? Aku tak yakin dengan asumsi bahwa Kris menculik Alexa hanya karena masalah persaingan antar perusahaan―itu terlalu sepele. Jadi, ini mungkin masalah pribadi. Apa kau memiliki masalah dengan Kris sebelumnya?”

Sehun memutar matanya dengan jengah, “Bukankah sudah kukatakan bahwa aku tak pernah berteman dengan Kris? Aku hanya sekadar tahu nama dan wajahnya saja karena dia pemilik Wu Company itu.”

Kini giliran Baekhyun yang mengacak rambutnya karena frustasi.

“Ahh! Ini benar-benar membuatku kesal!” gertak Baekhyun lalu bersandar di punggung sofa, “Hah, untung saja bau pengharum ruanganmu sangat menenangkan, Sehun.”

Sehun diam dan menoleh ke arah Baekhyun, “Aku mengharapkanmu, Baek.”

To be Continued

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Autumn: Lady of The Night (Chapter 6)

  1. woahhh… kok bisa kris nyium” gtu…itu kemampuan apa?? trus apa untungnya… klo alexa punya bau yg langka, berarti bisa jadi kris menganggap alexa istimewa..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s