[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 19)

Mr Mafia Cover1

Tittle/judul fanfic: Mr. Mafia

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Action, School Life, Married life, kekerasan.

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) , Hwang Hyerin, Yugyeom (Got7), Tiffany (SNSD)

Supporting Cast :

EXO member, Got7 member, SNSD member, Beast member

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun.

jangan lupa Comment dan Like ya

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

“ bawa aku pulang ”

“ aku harus mengantarmu ke rumah sakit ”

“ tidak, aku harus pulang, Hyerin dalam bahaya ”

mendengar kata – kata Sehun, laki – laki itu menancap gas dan melajukan mobilnya ke rumah Sehun,

sesampainya di sana ia membawa Sehun masuk dan menidurkannya di sofa rumah Sehun seperti yang Sehun minta, setelah itu ia pergi dari tempat itu,

tapi tiba – tiba langkahnya terhenti, hatinya bekata lain, ia tak ingin ada penyesalan yang pasti akan datang di akhir cerita,

dengan keadaan khawatir, laki – laki itu membantin stir kemudinya dengan kencang,

“ sial ! aku masih saja peduli ” laki – laki itu memukul stir kemudinya kencang,

beberapa saat kemudian ia sampai di depan rumah Sehun, terlihat pintu rumah itu sudah tak lagi tertutup, ia mencoba memeriksa keadaan di dalam rumah itu, terlihat dua orang bodyguard dari Mr. Yang berada di sana,

Nafasnya tercekat kala matanya menangkap wajah gadis yang menjadi hidup dan matinya, ia mencoba untuk menutup matanya keras, jika Oh Sehun mati sekarang, tugasnya untuk membunuh laki – laki itu juga selesai, tapi bagaimana dengan wanita yang sekarang terduduk di lantai sambil menangis itu?,

“ ah sial ! ” laki – laki itu berjalan masuk dengan senjatanya,

“ urusanmu hanya dengan Sehun, bukan dengan wanita itu ”

“ maafkan kami tuan ”

kedua laki – laki itu keluar dari rumah Sehun terburu – buru,

“ Hyerin-aa, kau harus pergi dari sini sekarang juga, ini sangat berbahaya ”

“ tidak.. aku tidak akan meninggalkan Sehun sendirian ! ” laki – laki itu panik, walau mungkin ia bisa mengalahkan semua prajurit Mr. Yang, ia tidak mungkin membuat Hyerin dalam bahaya,

Brak!

Dengan sekali hentakan Yugyeom memukul tengkuk kepala Hyerin dan wanita itu jatuh lemas di pelukan Yugyeom, tanpa pikir panjang Yugyeom membawa tubuh Hyerin pergi dari tempat kejadian secepat mungkin,

“ Hyerin-aa… maafkan aku… aku tidak ingin kau celaka ”

Yugyeom menggumam memandang tubuh Hyerin yang terlemas di kursi penumpang,

“ Oh Sehun.. ” Hyerin terus mengigau,

Yugyeom hanya terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap bahwa tidak ada orang yang membuntuti mereka berdua,

Yugyeom memarkirkan mobilnya di salah satu hotel bintang tiga yang terlihat aman, menyewa satu kamar untuk Hyerin dan membawa Hyerin masuk kedalam kamar dengan terburu – buru agar tidak ada yang melihat, ia membaringkan tubuh Hyerin dengan hati – hati di atas tempat tidur,

“ Sehun-aa ” lagi – lagi Hyerin menyebut nama itu saat matanya masih tertutup,

apa memang ia sudah tidak punya kesempatan lagi ?

Yugyeom terduduk di sofa yang terletak di sebelah tempat tidur di kamar itu, ia memegang kepalanya yang berdenyut kencang, ia ingin sekali menghindar tapi hatinya berkata tinggal, ia ingin sekali menyerah, tapi hatinya berkata berjuang, hati dan pikirannya tak sejalan dengan apa yang ia hadapi saat ini, ia terus menyalahkan hatinya yang masih tidak bisa merelakan wanita itu,

Beberapa hari lalu, saat ia menyaksikan bagaimana Sehun berusaha untuk melindungi Hyerin benar – benar membuatnya mundur, ia tau bahwa Sehun tidak main – main dalam permainan cintanya untuk Hyerin, sedangkan jika ia berani untuk mengambil Hyerin dari Sehun, bukan hanya dirinya yang dalam bahaya namun Hyerin juga akan terlibat dan ia tak ingin Hyerin di sakiti oleh siapapun,

Mungkin ini memang saatnya bagi Yugyeom untuk mundur dari peperangan, tapi saat ia menatap mata Hyerin, ia tak dapat mempertahankan ideologinya sendiri,

Seperti saat ini, melihat Hyerin yang tergeletak di atas tempat tidur membuatnya ingin sekali mendekap wanita itu dalam perlukannya,

Seharunya ini semua tak pernah terjadi jika saja waktu itu ia mau menyelamatkan Hyerin dari para algojo yang menyeret Hyerin ke rumah Mr. Oh,

Statusnya sebagai orang kepercayaan SE7EN membuatnya terus terikat pada ratusan pertaturan yang sudah ia setujui jauh sebelum semuanya terjadi,

Apa ia sanggup untuk membunuh Oh Sehun ?

apa yang akan terjadi jika Hyerin tau bahwa ia telah membunuh laki – laki yang sepertinya Hyerin cintai ?

ia pasti akan kehilangan gadis itu untuk selamanya, apa ia siap dengan semua konsekuesi yang akan terjadi ?

semua pertanyaan itu membuatnya ingin mengulang semuanya dari awal, ia tak ingin semua ia terjadi, jika saja Oh Sehun tidak pernah mengenal Hyerin, maka dengan mudah Yugyeom menghabisi laki – laki itu tanpa ampun sedikitpun.

~ EXOGOT7 ~

“ jadi Mr. Oh menyuruhmu untuk membunuh Mr. Yang dengan ancaman jika kau tidak bisa melaksanakannya Hyerin akan kembali menjadi pelacur di rumah Mr. Oh ? ” Baekhyun mengambil kesimpulan dari cerita panjang Sehun,

“ apa yang sebenarnya Mr. Oh inginkan ? ia berusaha untuk membunuh menantunya sendiri ” Xiumin menatap Sehun bingung,

“ lalu apa kau tau apa yang terjadi pada Hyerin sekarang ? ” Chanyeol bertanya dengan terburu – buru,

“ ya.. ada apa denganmu yang sangat peduli dengan Hyerin ? ” Xiumin menepuk punggung Chanyeol ringan,

“ ti – tidak.. bukankah Hyerin sekarang mejadi salah satu dari kita ? ” Chanyeol berkata gugup,

“ sesaat setelah aku di pukul dan terjatuh ke lantai, laki – laki itu datang dan membawa hyerin pergi, aku yakin mereka orang yang sama dengan laki – laki yang menyelamatkanku dari rumah Mr. Yang ”

“ apa ? lalu di mana kita harus mencari laki – laki itu ? ” Luhan yang masih terduduk lemas di sofa karena kondisinya membuka suara,

“ dia anak dari ahjumma yang berjualan makanan di kampusku ” Sehun kembali menjawab dengan mata tajamnya,

“ Sehun-aa, bisa kah kita mengatur rencana setelah semuanya membaik, baru beberapa hari lalu kita semua celaka dan sekarang kau dalam kondisi yang sangat mengenaskan, ku harap kau bisa menunggu sebentar, aku tau siapapun laki – laki itu, ia tidak bermaksut untuk mencelakai Hyerin ” Suho memberi nasehat pada laki – laki yang telah menyelamatkan hidupnya itu,

“ tidak Hyung, aku tidak ingin ada yang ikut campur dengan masalah ini, ini adalah peperagnanku dengan kakek tua Bangka itu ” Sehun menjawab,

“ ya.. apa kau tidak menganggap kami sebagai teman lagi? ” Luhan kembali bertanya,

“ Ani.. bukan masalah teman, tapi aku tak ingin kalian celaka ” Sehun kembali menjawab sambil masih memandang ponsel Hyerin yang sekarang dalam keadaan mati,

Tiba – tiba Chanyeol meninggalkan ruangan Sehun dan duduk di kursi yang berada di depan kamar inap itu, Xiumin yang lihat keadaan Chanyeol berjalan keluar menyusul Chanyeol,

“ ya.. ada apa ? ” Xiumin duduk di sebelah Chanyeol hati – hati,

“ hyung… mereka punya mata yang sama ” kini Chanyeol membuka suara,

“ maksutmu Hyerin ? ” Xiumin bertanya lagi,

Xiumin yang mengenal Chanyeol jauh sebelum dirinya mengenal Sehun memandang Chanyeol hati – hati, kini ia berusaha untuk mengingat wajah wanita yang pernah menjadi penghuni hati laki – laki tinggi itu, mungkin saja.. Xiumin juga tidak terlalu ingat akan wajah wanita yang hanya ia lihat sesekali itu,

“ tapi Hyerin milik Sehun, Chanyeol-aa, kau tidak berfikir untuk merebutnya bukan ”

“ ania… hanya saja, aku seperti melihat Hwayoung saat memandang mata Hyerin ”

Xiumin hanya bisa tertawa, laki – laki dengan tinggi badan melebihi rata – rata dan tubuhnya yang sangat atletis ternyata menyerah hanya karena seorang wanita biasa,

“ ayo kita pulang, Sehun ingin sendirian ” kata Baekhyun saat ia melihat Chanyeol dan Xiumin yang terduduk di depan ruangan,

“ baiklah ” Chanyeol berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi,

“ Xiumin-aa, hubungi aku jika terjadi sesuatu ” Suho juga pergi bersama – sama dengan yang lain,

di sisi lain, Sehun yang berada di dalam ruangan memandang ponsel yang berada di tangannya, ia menghidupkan ponsel itu dan memandang layar ponsel itu dalam, fotonya terpampang di layar ponsel Hyerin,

senyum pahit terlihat di wajah tampannya,

ia berharap wanita itu ada di sisinya dan membuatnya tertawa dengan tingkah konyol yang wanita itu lakukan,

“ Hyerin-aa, boghoshippo ” Sehun berbisik pada angin yang menerpa wajahnya,

~ EXOGOT7 ~

Seorang wanita menggeliat di atas tempat tidur, kepalanya terasa ingin pecah membuatnya ingin memukul kepalanya sendiri,

“ Hyerin-aa, kau sudah sadar ” suara Yugyeom membuat Hyerin memutar kepalanya mencari keberadaan laki – laki itu,

kepingan demi kepingan gambar di otaknya membuat kepalanya berputar – putar,

“ Hyerin-aa ” Yugyeom kembali memanggil nama Hyerin pelan memastikan bahwa perempuan itu mendengarnya,

“ Se – sehun… ” Hyerin menyebut nama Sehun pelan,

Hyerin menyandarkan kepalanya pada dipan tempat tidur dan berusaha untuk membuat dirinya nyaman,

“ oppa, apa yang terjadi ” Hyerin kini menyadari keberadaan Yugyeom,

“ saat aku datang kau dan Sehun tergeletak di lantai ” Yugyeom mencoba berbohong,

“ jangan berbohong oppa, aku melihatmu datang saat itu dan kedua laki – laki itu memberi salam padamu, sebenarnya apa yang terjadi ” Hyerin bertanya sambil menatap mata Yugyeom intents,

“ Hyerin-aa, aku hanya ingin melindungimu ” Yugyeom mencoba memberi penjelasaan,

“ oppa, kalau melindiku adalah untuk membunuh laki – laki itu, aku lebih baik mati ”

  Hyerin membuang wajahnya,

“ maafkan aku Hyerin-aa, aku… aku begitu menyayangimu ” Yugyeom menundukan kepalanya,

Hyerin turun dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi untuk melihat keadaannya yang tidak baik – baik saja,

Hyerin hanya bisa menitihkan air matanya, ia tak mengerti harus berbuat apa dan bagaimana keadaan Sehun sekarang menjadi pusat pikirannya,

Ia memutuskan untuk berjalan keluar dari kamar mandi dan menemukan bahwa Yugyeom tidak ada di tempat itu lagi,

Hyerin beralih menatap telpon yang ada di sebelah sofa besar di kamarnya,

Nomor telpon yang ia ingat hanyalah nomor telpon rumah yang ia dan Sehun tempati karena hampir setiap hari Sehun selalu memberi kabar lewat telpon rumahnya dari pada telpon genggam atau text,

Ia mencoba untuk menelpon rumahnya dan berharap seseorang mengangkat telponnya secara langsung,

Tuutt.. tuuttt..

Tidak ada suara dari ujung sana, Hyerin menundukan kepalanya, apa Sehun tidak apa – apa, bagaimana keadaannya ? apa dia masih hidup?

Dengan terpaksa Hyerin hanya bisa diam di dalam kamar menunggu kabar selanjutnya,

Di sisi lain Yugyeom mendapat panggilan telpon untuk menghadap Mark di salah satu café yang biasa meraka kunjungi,

“ ada apa ? ” Yugyeom membuka pertanyaan,

“ aku masih melihat si brengsek itu berkeliaran, apa aku salah menyuruhmu untuk membunuhnya ? ” Mark menjawab,

“ aku menunggu waktu yang tepat ” Yugyeom mencari alasan,

“ cih… sekarang kau lupakan tentang laki – laki itu, aku ingin kau menghabisi nyawa wanita ini ”

Mark melempar foto Hyerin di depan Yugyeom, mata laki – laki menegang,

“ ini ? ”

“ benar.. wanita itu sepertinya menjadi kekasih Oh Sehun dan aku ingin si brengsek itu merasakan apa yang aku rasakan ” Mark meminum Jack Daniel dari gelasnya,

“ tapi kenapa ? bukankah membunuh Sehun saja sudah cukup ? ” Yugyeom kembali bertanya,

“ sejak kapan kau mempertanyakan tugasmu ? ” Mark menatap laki – laki itu tegas,

Yugyeom hanya membuang pandangannya,

“ aku akan menolak tawaran ini, kau potong saja separuh bayaranku ” Yugyeom kembali memberi tawaran,

“ ada hubungan apa kau dengan wanita itu ? ” Mark yang bingung dengan gelagap Yugyeom,

“ tidak, aku hanya tidak bisa membunuh seorang wanita cantik ” Yugyeom memberi tawa kecil palsunya,

“ baiklah.. ini bukan pekerjaan sulit, aku bisa menghubungi yang lain ” Mark memberi aba – aba agar mereka menyeret Yugyeom keluar dari café itu,

para algojo itu menarik kedua lengan Yugyeom keras,

“ tunggu ” katanya menahan diri,

“ ada apa lagi, aku tidak ingin mendengar kata – kata konyolmu lagi ” mark kini sedikit emosi,

“ aku … aku akan membunuhnya ”  Yugyeom kini bersujut menundukan kepalanya di depan Mark,

“ terlambat, aku merubah pikiranku ” mark kembali melambaikan tangannya agar para algojo itu menyeret Yugyeom,

laki – laki itu keluar dengan gontai, kakinya seakan tak senada dengan pikirannya, bagaimana mungkin Mark ingin membunuh Hyerin tanpa alsa yang jelas, sebenarnya apa yang Mark rencanakan ? apa ia tau bahwa wanita itu kini bersama dirinya ?, apa jika ia memberi tau bahwa wanita itu kini tidak bersama Oh Sehun lagi ia akan berhenti memburu wanita itu ?

Beribu pertanyaan menemani perjalanannya kembali ke Hotel tempat ia dan Hyerin menginap,

Ia membuka pintu kamarnya pelan,

Terlihat Hyerin yang sepertinya masih terbaring lemas,

“ Hyerin-aa, mari makan, aku membawa ddokpokki kesukaanmu ” Yugyeom berusaha untuk memberikan senyum terbaiknya,

tanpa mata memandang Hyerin hanya memejamkan matanya,

“ Hyerin-aa… ” kini Yugyeom memanggil wanita itu dua kali,

“ Hyerin-aa, aku mengerti kau pasti masih marah padaku, tapi aku hanya ingin melindungimu, Sehun adalah laki – laki dengan petahanan di atas rata – rata, aku yakin sekarang ia baik – baik saja, bisa kah kau mempercayai perkataanku sekali ini saja ? ” Yugyeom memberikan pandangan prihatinnya untuk Hyerin,

Hyerin memandang wajah Yugyeom dalam,

“ oppa… aku tidak ingin kau terlibat dalam semua ini… aku tidak akan sanggup kehilangan satu – satunya orang yang aku anggap menjadi keluargaku, kau seharunya meninggalkanku di rumahku dan membiarkaku menjadi tawanan ”

kini Hyerin menahan airmatanya,

“ opaa.. aku… aku tidak bisa melihat siapun terluka hanya untuk melindungiku ”

tak terasa butiran – butiran bening mulai berjatuhan dari pelupuk mata Hyerin,

“ aniaa.. Hyerin-aa, aku tidak akan pernah membiarkanmu terluka sedikitpun, kau harus percaya padaku, saat semuanya membaik aku akan mengantarmu pulang ke rumah, tapi saat ini kau harus berada di sisiku terus ” Yugyeom memberi senyum termanisnya,

tangan kekar laki – laki itu menjulur mengelap air mata yang bercuran di pipi Hyerin,

“ jangan menangis lagi, semuanya akan baik – baik saja, percayakan semuanya padaku ” Yugyeom membawa Hyerin kedalam pelukannya,

walaupun hatinya begitu sakit saat mengetahui bahwa Hyerin sepertinya benar – benar mencintai Sehun lebih dari apapun, tapi setidaknya detik ini wanita yang ia cintai selama kurang lebih 12 tahun itu berada di sisinya,

mereka berdua menikmati makanan yang Yugyeom bawa sepulangnya dari menemui Mark di Café, pikirannya begitu jenuh, ia benar – benar kehilangan akal sehatnya saat Mark melempar foto Hyerin di depan wajahnya,

besok atau lusa, pembunuh bayaran yang Mark sewa pasti akan datang untuk memburu Hyerin dan dirinya,

otaknya berputar cepat mencari jawaban dari pertanyaan yang sangat sulit ini, berbanding dirinya yang hanya sebatang kara, Sehun punya orang – orang terlatih yang akan melindungi Hyerin,

walaupun begitu, hatinya selalu mengatakan untuk tidak memberikan Hyerin pada Sehun lagi, melainkan biarkan Hyerin berada di sisinya terus menerus seperti ini,

~ EXOGOT7 ~

2 hari berlalu Sehun kini sudah bisa berjalan dan bercanda dengan teman – temannya yang selalu datang menemuinya di rumah sakit,

“ Sehun-aa, apa sekarang kau masih bisa menari seperti dulu ” Baekhyun menirukan Sehun saat ia menari di club malam beberapa minggu lalu,

“ ya ! ya ! ya ! apa yang kau lakukan, kau merusaknya ” kini Luhan berbicara saat Baekhyun mulai menari,

Sehun hanya bisa tertawa saat melihat aksi konyol teman – temannya, tapi di dalam pikirannya ia masih terus memikirkan Hyerin tanpa henti,

“ Kyungsoo Hyung, apa kau sudah mendapat kabar ? ” Sehun bertanya pada Kyungsoo yang terfokus pada handphonenya seperti biasa,

“ belum.. ” Kyungsoo menjawab singkat,

mata laki – laki itu menyipit saat melihat rekaman sisi TV yang baru saja ia dapat, di dalam video itu terlihat Hyerin juga Yugyeom yang memasuki mini market di daerah Yeonju bersama,

lalu mengapa Kyungsoo tidak mengatakannya pada Sehun,

itu semua karena pada member WOLF yang lain tidak memperbolehkan Sehun untuk keluar dari rumah sakit sebelum ia benar – benar pulih, karena mereka tau Sehun akan membabi buta saat mengetahui keberadaan Hyerin dan mereka semua tidak akan mungkin menghentikan Sehun dengan cara apapun,

Kyungsoo kembali memperhatikan gerak – gerik Hyerin melalui Ponsel canggihnya, dengan plat nomor yang ia dapat dari CCTV, kini ia melihat mereka berdua memasuki area pemukiman yang jauh dari ibu kota, perbukitan tinggi menutupi perumahaan yang berada di kaki gunung,

“ ya ! kyungsoo-aa, berhentilah melihat kearah ponselmu ” Baekhyun menepuk punggung Kyungsoo pelan,

Kyungsoo mengalihkan pandangannya pada Chanyeol,

“ lepaskan ” Kyungsoo memberi pandangan mengerikannya pada Baekhyun,

Baekyun melepaskan pelukannya dari punggung Kyungsoo, dan Kyungsoo melesat keluar dari kamar Sehun di ikuti Chanyeol,

“ Sehun-aa, aku akan membeli kopi ” kata Chanyeol sebelum ia keluar dari ruangan,

mereka berdua berjalan berdampingan,

“ bagaimana ? ” Chanyeol bertanya,

“ dia ada di daerah Muju (Ski resort) ” Kyungsoo memandang Chanyeol,

“ benarkah ? untuk apa dia kesana ? ” Chanyeol mengalihkan pandangannya,

“ aku tidak tau Hyung ” Kyungsoo menjawab dan mengambil pesanannya pda Conter pengambilan di café yang dekat dengan rumah sakit itu,

“ apa kau akan mengatakannya pada Sehun ? ” Kyungsoo bertanya,

“ tidak, aku tidak bisa melakukan itu, lagi pula cepat atau lambat Sehun pasti mengetahuinya sendiri ” Chanyeol kembali memandang Kyungsoo,

di lain cerita, Hyerin memang benar berada di Muju, Yugyeom menyewa sebuah resort kecil di kaki gunung tempat di mana biasanya dulu ia berlatih ilmu bela diri,

“ ahjumma, aku titip pacarku yang cantik ini di sini, jangan biarkan ia kemana – mana sebelum aku sampai ” Yugyeom melingkarkan tangannya di bahu Hyerin sambil tersenyum manis pada wanita paruh baya yang sedang membersihkan sayur – mayor untuk di masak hari ini,

“ aigo, Gyeom-aa, tidak usah kau berkata seperti itupun aku akan menjaganya seperti aku menjagamu ” ahjumma itu melambaikan tangannya,

kamsahamnida ahjumma ” kata Yugyeom dan menarik tangan Hyerin menaiki jalan setapak,

“ ya… kenapa kau bilang aku pacarmu ? ” Hyerin bertanya telak,

“ kalau tidak ahjumma pasti tidak akan mau menerimamu di sini secara cuma – cuma ” Yugyeom tersenyum manja,

“ tinggalah di sini untuk sementara waktu, aku harus kembali ke Seoul untuk menyelesaikan beberapa urusan ” Yugyeom kini memandang jauh kearah orang – orang yang bermain Ski dari atas gunung,

mereka berdua memandang keceriaan yang ada di setiap wajah orang – orang yang sedang bermain ski, seandainya saja kecerian bisa menular, Hyerin ingin sekali mendekati orang – orang yang ada di sana untuk membagi senyuman yang mereka punya,

Hyerin benar – benar kalap, ia tak tau apa yang harus ia lakukan sekarang, ia tidak punya uang, handphone, juga kendaraan untuknya bisa kembali ke Seoul dan bertemu dengan Sehun,

Setelah berlama – lama di atas sana, Yugyeom memutuskan untuk kembali ke pemukiman,

“ oo~ Gyeom-aa, ahjumma baru saja selesai memasak ” Shin Ahjumma melambaikan tangannya dari dapur,

“ wahh… pas sekali, aku rindu masakanmu ” Yugyeom berlari kecil untuk membantu Shin ahjumma yang ingin menyiapkan meja makan yang berada di halaman kecil mereka,

beberapa orang datang untuk makan bersama, mulai dari suami, anak, juga beberapa tetangga yang mereka anggap keluarga makan bersama di satu meja besar,

kende…. Agha-sshi, siapa namamu ” seorang wanita tua bertanya,

“ hyerin imnida ” Hyerin menundukan kepalanya,

“ aigo~ yeppo ” suami Shin Ahjumma memberi senyumnya,

“ tentu saja, dia calon istriku ” Yugyeom kembali memberi senyum andalannya,

suasana di pedesaan yang selalu dingin itu sebenarnya begitu hangat, orang – orang ramah yang membatu satu sama lain membuat pedesaan itu menjadi ramai di setiap harinya,

dari yang berjualan bahan pangan hingga saling bertukar sayuran, kebanyak dari mereka bekerja menjadi pelatih ski seperti anak dari Shin Ahjumaa, seorang laki – laki tinggi dengan wajah tampan menjadi idola di pedesaan itu,

uang yang ia dapat dari melatih para pemain ski ia berikan untuk keperluan sehari – hari karena pekerjaan ayahnya yang hanya seorang petani dan mendapatkan pemasukan yang kecil.

Hari berganti, Hyerin kini di beri pekerjaan oleh yifan ( anak dari Shin ahjumma ) di ski resort tempatnya bekerja, walau hanya menjadi pelayan restaurant, tapi Hyerin bekerja cukup giat, ia bisa memberikan bayaran perharinya untuk Shin ahjumma membeli sayur juga buah – buahan di pasar terdekat,

~ EXOGOT7 ~

“ Selamat sore Mr. Oh ” seorang laki – laki paru baya duduk di depan Mr. Oh yang sedang menikmati coffee paginya di sebuah café yang berada di gangnam street,

“ Mr. Han.. sudah lama aku tidak melihatmu di sini ” Mr. Oh memandang laki – laki dengan cin – cin yang begitu besar di jari manis tangan kanannya itu dengan pandangan senang,

“ bagaimana apa mereka sudah menyetujui pengajuan yang kita berikan ? ” Mr. Oh memulai pembicaraan,

“ mereka masih menolak tawaran anda, tapi aku yakin mereka kan menyetujuinya sebentar lagi ” kini Mr. Han memesan sebuah café late panas pada pelayan restaurant,

“ mungkin saja, jika tidak aku punya cara yang lebih cepat ” Mr. Oh kembali mengucap,

“ tapi sebenarnya apa yang ingin kau bangun di Muju, bukankan kau punya banyak tanah di tempat – tempat yang lebih menjanjikan ? ” Mr. Han menaikan alis kanannya,

“ aku ingin membangun sebuah resort ” Mr. Oh hanya membuang pandangannya,

“ benarkah ? bukan ide yang buruk ” Mr. Han kembali mengecap kopi kesukaannya itu,

“ bagaimana kalau kita Survey tempat yang akan kau beli ” Mr. Han memberi tawaran,

“ Yongjae.. apa hari ini aku ada acara ? ” Mr. Oh bertanya pada asissten pribadinya,

“ tidak ada tuan ” laki – laki muda itu menundukan kepalanya,

“ baiklah, aku akan pergi ke Muju hari ini ” Mr. Oh berdiri dari tempat duduknya di ikuti Mr. Han,

mereka berdua duduk di satu mobil yang di kawal beberapa orang dari belakang,

di sisi lain, hari ini Hyerin berencana untuk mengisi bahan dapur yang sepertinya akan habis sebentar lagi, ia mulai mencatat barang – barang yang ini ia berli di buku kecilnya,

“ ahjumma… aku akan ke pasar sebentar ” Hyerin berteriak dari balik pintu,

“ baiklah… jangan lupa untuk kembali sebelum makan siang ” Shin ahjumma menjawab terikan Hyerin,

“ baiklah… aku berangkat ” Hyerin memakai sepatunya dan beranjak dari rumah dengan jaket yang cukup tebal,

perjalanan menuju pasar bisa di tempuh dengan waktu sekitar 20 menit menggunakan Bus dari terminal terdekat,

Hyerin menaiki bus dengan senyum manis di bibirnya, sedikit demi sedikit ia bisa memahami apa yang terjadi dan menerima kenyataan bahwa sekarang bukan waktu untuk dirinya kembali ke Seoul dan mengacaukan semua rencana Yugyeom,

“ Hyerin-sshi ” sura berat dengan intonasi lembut membuyarkan semua pikiran Hyerin,

“ Chanyeol-sshi sendang apa kau di sini ? ” Hyerin bertanyaan dengan nada serius,

“ apa Sehun… ”

“ tidak… aku tidak datang untuk Sehun, melainkan untukmu ” Chanyeol memberikan senyuman andalannya,

“ apa… Sehun baik – baik saja ? ” kini Hyerin menundukan kepalanya,

jarinya terus beradu satu sama lain kala hatinya tidak tenang,

“ Sehun baik – baik saja, ia pasti akan mencarimu sebentar lagi ” Chanyeol kembali tersenyum ramah,

“ apa kau akan memhubungi Sehun dan memberi tahu keberadaanku ? ” Hyerin sedikit menaruh harapan agar Chanyeol menghubungi Sehun dan memberi tahu bahwa ia balik – baik saja dan Sehun harus sedikit bersabar menunggu dirinya,

“ ah… tidak.. aku tidak akan memberi tahu Sehun, jika kau memintapun aku tidak akan memberi tahu ” Chanyeol kembali tersenyum

“ memangnya kenapa ? ”

“ saat ini Sehun berada dalam kondisi yang tidak baik – baik saja, ia harus masih di rawat di rumah sakit untuk beberapa minggu kedepan, jika aku memberi tahu keberadaanmu, ia pasti akan langsung datang kemari tanpa memperdulikan semua yang akan terjadi dengan tubuhnya, beberapa tulang punggungnya patah dan sayatan di pinggangnya sedikit mengenai organ dalamnya, maka dari itu ia harus menerima perawatan intensive dari dokter ” Chanyeol bercerita panjang lebar,

Hyerin menundukan kepalanya, benar apa yang di katakan Yugyeom bahwa dirinya hanya akan menjadi beban untuk Oh Sehun sekarang, dan akan lebih baik bila ia datang di saat Sehun benar – benar pulih,

“ berhenti ” Hyerin berteriak kepada supir bus yang sudah sangat tua itu,

“ Chanyeol-sshi, terima kasih atas infonya, aku harap kau merahasiakan keberadaanku untuk sementara waktu ” Hyerin memberi salam terakhirnya dan menuruni bus tersebut,

kini pikirannya kacau, ia sangat kalut dengan berita yang baru saja ia dapat, Sehun terluka parah dan ia hanya akan menjadi beban.

Hyerin melanjutkan perjalanannya menuju pasar segar yang berada di atas gunung,

“ oo.. Hyerin-sshi, apa yang kau butuhkan ” suara ahjumma tua terdengar,

Hyerin memberi senyuman manisnya dan mulai membacakan barang – barang yang ia butuhkan,

“ MINGGIR ! ” suara lantang seorang laki – laki tua terdengar membuah Hyerin juga yang lain memandang kearah seorang laki – laki tua dengan pakaian yang seperti preman berbicara kepada pemilik pasar segar itu,

“ APA KAU TIDAK TAU SIAPA LAKI – LAKI YANG KAU TANTANG ? ” laki – laki itu kembali mengeraskan suaranya, sedangkan ahjumma yang terlihat sudah tua itu beringsut mundur,

“ HEY PAK TUA ! MENGAPA BERTERIAK – TERIAK SEPERTI ORANG GILA ” Hyerin kini berada tepat di depan pria dengan belahan rambut klimis itu,

“ CIH ! ANAK KECIL TIDAK USAH IKUT CAMPUR ! ” laki – laki itu kembali mengeraskan suaranya, berteriak di depan wajah Hyerin,

“ tolong jangan gusur kami, kami tidak punya mata pencarian lain selain berjualan di sini ” nenek tua itu memeluk kaki preman pasar di depan Hyerin,

“ BUKAN URUSANKU ! ” laki – laki itu menendang nenek tua yang berada di kakinya dengan kencang,

“ ahjumma !! ” Hyerin berlari dan menolong nenek tua yang tersungkur ke barang dagangannya sendiri,

“ YA ! APA YANG KAU INGINKAN ! ” Hyerin berteriak di depan laki – laki itu lagi,

“ APA KAU INGIN MENJADI PAHLAWAN KESIANGAN ? BAWA WANITA ITU ! ” laki – laki itu pergi dari hadapan Hyerin di gantikan dengan dua orang laki – laki berbadan besar yang menyeret tubuh Hyerin,

“ LEPASKAN ! ” hyerin terus menarik tubuhnya yang tidak berimbang dengan laki – laki yang menyeret tubuhnya,

di dekat pintu masuk, terlihat Mr. Oh dan Mr. Han yang sepertinya baru sampai di tempat tujuan mereka,

“ LEPASKAN AKU ! DASAR GILA ! ” suara Hyerin bergema di sekeliling pasar itu, membuat Mr. Oh juga Mr. Han memalingkan padangannya pada Hyerin yang berada di ambang pintu keluar,

“ ada apa ini ? ” Mr. Oh bertanya pada seseorang yang berada di dekarnya,

“ gadis itu sungguh berani, ia melawan preman – preman yang akan menggusur kami dan sepertinya ia di tangkap oleh preman itu ” kakek tua itu menjawab dengan gemetaran,

“ benarkah ? ” Mr. Oh kini berjalan cepat menuju gadis malang yang masih di seret – seret kearah pintu keluar,

“ tunggu ” Mr. Oh berkata kala gadis itu hampir saja masuk ke dalam mobil preman pasar itu,

“ ooo… Mr.Oh.. ” ketua preman itu memberi salam dan menundukan kepalanya berkali – kali,

“ YA ! LEPASKAN AKU ! ” Hyerin yang posisinya kini membelakangi Mr. Oh membuah Mr. Oh berfikir dua kali, Mr. Oh merasa mengetahui lekuk tubuh wanita itu dan rambut panjang yang terurai itu…

– TBC-

27 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 19)

  1. Waduh….. makin ruyem aja…..apa yg akan dilakui. si tuabangka aka tn oh……sehuna cepatlah sembuh……hyerin membutuhkanmuuuuuu…..
    Fighting thorrrrrrrrrrrr………
    Aku nungguin kelanjutan ff nya

  2. wah hyerin bakal diapain nih sama mr.oh klo dia sampe tau itu hyerin. semiga aja ada yg nolongin hyerin, kasian sehun gak bisa ketemu hyerin dalam sementara waktu. lanjut thor….. selalu ditunggu chapter selanjutnya

  3. aduh kirakira mr. oh tau gak ya kalau itu hyerin? trus gimana nasib hyerin? aduh panasaran kelanjutannya, di tunggu next chapternya ya semangat

  4. Sehun-hyerin malah jadinya kepisah begini x___x
    Mana ketemu mertua pula ckck jangan sampe hyerin ditawan mr.oh buat bikin sehun nurut T_T ntar malah disuruh nikah ama nenek sihir lg wkwkwk

    Nextnya ditunggu eonn😄 keep writing~

  5. annyeong haseo author-nim.. Kira* apa yg akan di lakukan oleh mr.oh ketika tau yeoja yg d.tarik oleh preman itu adl menantu x? Di next dong ff mafia x.. Udh penasaran bgt.. Kalo bsa lebih panjang lagi, biar tambah seru baca x.. Hehehe.. Oh ya mf jrng komen tpi aku slalu ngelike lewat fb.. #fighting author-nim

    Pada tanggal 27/09/16, EXO FanFiction Indonesia

  6. Ya Tuhan masalah apalagi ini???
    kenapa banyak masalah sih dihidupnya Hyerin -_-

    Tapi apa CY ga nemeni Hyerin, semoga Hyerin baik baik aja

  7. Yifan? Yifan oppa/kris?, cuman numpang lewat nama aja😂😂😂

    Astaga., itu appanya sehun bkin ksel aja ya.

    Ehh itu nanti kalo mr. Oh tau yeoja itu hyerin bagaimana jadinya??

    Next kak ditunggu loh^^

  8. Astagaaa kenapa jadi begini eoh?
    Ada apa dengan chanyeol?
    Yugyeom org suruhan se7en? Parahh -_-
    Gmn dgn nasib hyerin mr oh bakalan nolong gak ya?

  9. Ternyata yugyeom org suruhan se7en? Ahh tak kusangka -_- ituu hyerin gmn jadinyaaa?? :’) hyerin ktmu dgn mr.oh, apakah hyerin jadi tawanan mr.oh atau malah di tolong sm mr.oh dri preman pasar? Kutunggu klnjutan ceritanya kak, fighting!😉

  10. tuhkan bener dugaanku,itu orangnya se7en. aduh itu mr. oh tolongin hyerin dong,,,sehun cepet sembuh biar bisa tolongin hyerin ya? chanyeol mau ngpain kesitu??

  11. siapa yg dimaksud chanyeol??? jngan” cinta pertamanya…tapi kenapa baru sadar skrg…bhkan dulu udh pernah lu godain yeol…
    gk nyangka yugyeom orangnya se7en…kirain ikut wolf biar bisa deket sama ye-en…hehe..
    nextt

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s