[EXOFFI FREELANCE] All Is Patient (Chapter 12)

Poster All Is Patient

Title:

All Is Patient

Author:

Candyness

Lenght:

Chaptered

Genre:

Romance, marriage life

Rating:

PG15

Main Cast:

Park Chanyeol (EXO)

Oh Sehun(EXO)

Son Wendy (RED VELVET)

Kang Seulgi (RED VELVET)

Other Cast:

EXO member

RED VELVET member

Seohyun (SNSD)

And many more

Disclaimer :
Fanfict ini murni karangan Author, dan fiktif belaka. Ff ini juga di publish di candynessblog.wordpress.com

Note:
Update~

Happy Reading!~

.

Chapter 12

Chanyeol senang sekali hari ini. Ia sangat merindukan Wendy setelah 2 hari ini mengurusi pekerjaan di pulau Jeju. Jika sedang mengurusi pekerjaan, Chanyeol tidak menghiraukan ponsel sama sekali. bahkan Ia sering menonaktifkan ponselnya. Ia pulang 1 jam lebih cepat, karena urusannya kebetulan selesai lebih cepat. Ia ingin mengejutkan Wendy. Kini jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam.

Sesampainya di depan rumah, Chanyeol langsung membuka pintu, Ia pikir Wendy pasti sedang di kamar, tidur.

Chanyeol berjalan pelan menuju kamar, Ia membukanya, namun Wendy tak ada.

“Yeobo~” Chanyeol berkata agak keras. Tak ada jawaban. Ia mencoba memanggilnya kembali, namun tetap tak ada jawaban.

“Dimana Ia malam-malam begini?” Chanyeol bingung. Ia mencoba menghubungi istrinya dan menghidupkan lampu rumah yang gelap.

“Nomor yang Anda tuju..”

“Aish, dimana dia?” Chanyeol terlihat bingung. Tanpa sengaja, ekor matanya melihat sebuah amplop dan kertas di bawahnya. Chanyeol bergegas membukanya.

Chanyeol Oppa

Oppa. Ingat perjanjian kita bukan? Waktu 6 bulan sudah berlalu. Aku sudah menyiapkan surat perceraian. Tolong tanda tangani. Terima kasih telah baik kepadaku selama ini. Dan maaf telah membuatmu kerepotan dengan masalahku dan pergi tanpa perpisahan, jaga kesehatanmu.

Wendy.

“Yaa, apa ini?” Chanyeol berkata dengan ekspresi tak menentu. “Wendy, apa yang kau tulis huh? Bercandamu terlalu kaku sayang”

“Yeobo!” Chanyeol masih tak percaya dengan surat yang baru saja di bacanya. Ia memanggil-manggil Wendy. Tetap tak ada jawaban apapun.

Selanjutnya, Chanyeol keluar dari rumahnya. Tak memedulikan rasa lelah, Ia menuju ke apartemen Wendy dan Irene yang dulu.

Sesampainya di sana, Chanyeol tidak mendapat sahutan dari dalam, Ia sudah memencet bel seperti orang gila, namun tak ada hasil.

“Apakah Anda mencari Son Wendy dan Irene?” Tanya seorang wanita. Chanyeol menoleh dan mengangguk cepat. Ia berharap cemas pada wanita itu.

“Tadi pagi mereka pindah dari sini” Lanjut wanita tadi.

“Pindah kemana?” Chanyeol langsung bertanya.

“Entahlah, Saya kurang tahu” Wanita tadi berkata lalu pergi meninggalkan Chanyeol.

“Aish!” Chanyeol mengusap kasar rambutnya. Ia kemudian lari menuju mobilnya dan langsung menuju ke apartemen Sehun dan Seulgi. “Yaa! Neo eodiga?” Chanyeol berkata pedih. Ini sudah malam, tapi Chanyeol tak menyerah. Ia ingin cepat-cepat menemukan Wendy. Ia masih tak memercayai surat yang dibacanya tadi.

Chanyeol memencet bel apartemen Sehun, masa bodoh jika Ia mengganggu kegiatan orang di dalamnya. Tak lama, Seulgi membukakan pintu.

“Seulgi. Dimana Wendy? Ia di dalam kan?” Chanyeol berkata cepat dan melongok ke dalam apartemen Sehun.

“Tenanglah.. Ada sesuatu yang Wendy tinggalkan untukku tadi” Seulgi berbicara sambil menatap iba Chanyeol. Selanjutnya, wanita itu menyerahkan sebuah kertas pada Chanyeol setelah Ia mengambilnya dari dalam apartemen.

Chanyeol membaca tulisan yang ada pada surat itu.

Teman terbaikku Seulgi, maafkan aku untuk mengatakan ini. Aku akan pergi dari Seoul, Aku pergi sendiri karena Irene Eonni akan segera menikah. Aku akan bertemu denganmu sekali-kali. Aku benar-benar minta maaf harus pergi jauh. Dan jika ada Chanyeol Oppa, tolong jangan katakan apapun, termasuk menunjukkan surat ini padanya. Anyeong!. Jaga dirimu dan bayimu Seulgi!

Chanyeol terduduk lemas di depan Seulgi seketika setelah membaca surat itu.

“Direktur!” Seulgi panik melihat Chanyeol terduduk lemas seperti itu. Pria itu terlihat menyedihkan sekali.

“Seulgi-ya, nugu?” Sehun keluar dari dalam apartemen. “Hyung? Kau kenapa?” Sehun bertanya pada Chanyeol. Chanyeol terkaget mendengar Sehun memanggilnya ‘Hyung’. Ia menatap Sehun.

Chanyeol sepertinya sadar kalau Sehun sudah sembuh. Ia terlihat sedikit lega, namun setelahnya Ia hanya berdiri dan pamit pergi.

“Hyung! Kau mau kemana Hyung? Menginap sini saja. Hyung!” Sehun memanggil-manggil Chanyeol dan berkata dengan keras, namun Chanyeol tak mau mendengar.

“Sehun-ah, eottokke?” Seulgi panik di depan Sehun.

“Ada apa sebenarnya?” Sehun tak tahu apa yang terjadi.

“Wendy pergi jauh, entah dimana”

“Benarkah?”

“Iya, bagaimana dengan Chanyeol? Dia sepertinya sangat terpukul”

“Entahlah..” Sehun juga terlihat bingung.

………………………………

Wendy sampai di tempat tujuannya. Mukanya sangat pucat. Dia belum makan sejak tadi pagi. Dirinya tidak memberitahu Chanyeol tentang keberadaannya, Ia yakin pria itu tak akan menemukan dirinya.

Flashback

Wendy masuk ke ruangan ayah chanyeol di rumah beliau.

“Ah Kau duduklah!” Ayah Chanyeol menyuruh.

Perasaan Wendy tak enak, namun Ia menurut saja.

“Bagaimana kabar Ibumu?” Tanya Ayah Chanyeol tiba-tiba.

“Ne?” wendy bertanya-tanya dalam hati, bagaimana bisa Ayah Chanyeol tahu Ibunya?

“Baiklah, lupakan, Aku akan langsung ke intinya. Ku beri Kau 2 pilihan sekarang” Ayah Chanyeol berujar.

Wendy mulai menunduk dalam, perasaannya tambah tak enak.

“Cerai dengan Chanyeol dan hidup baik dengan Ibumu atau Kau tetap bersama Chanyeol dan hidup sengsara?”

Wendy menatap ayah Chanyeol penuh. “Apa yang Anda bicarakan? Saya tidak maksud”

“Yah, hidup sengsara itu bisa meliputi banyak hal. Aku akan mengusik kehidupan keluargamu juga. Aku bisa saja membuat mereka semua jatuh secara bersamaan”

“Maaf, Saya masih belum mengerti” Wendy berkata lagi. ia benar-benar merasa kesal dengan pria paruh baya di depannya, namun Ia masih menjunjung kesopanan.

“Sudah kubilang untuk bercerai dengan Chanyeol! Kau bodoh! Bagaimana bisa Chanyeol menyukai orang bodoh dan miskin sepertimu! Aku sudah menahannya selama ini untuk tidak segera memisahkanmu dengan Anakku! Kau kira Aku setuju untuk menikahkan anakku dengan orang miskin? Itu hal yang pasti terlalu bodoh”

Wendy menahan air matanya sebisa mungkin. Ia merasa sangat terhina. Ia memang miskin, tapi Ia tak sebodoh itu!

“Baiklah. Saya akan melakukannya. Tapi tolong beri waktu untuk bersiap-siap” Ucap Wendy akhirnya setelah terdiam cukup lama.

“Lakukan itu besok! Aku juga sudah menyiapkan surat percerian, bersiap-siaplah besok saat Chanyeol sedang berada di Jeju. Ia berada di sana selama 2 hari” Tuan Park berkata lagi.

“Aku sudah menyiapkan tiket transportasi untukmu. Kau hanya harus menata barangmu. Ibumu ada di sana” Tuan Park menyerahkan sebuah tiket kereta dengan muka yang tegas. Apa katanya? Ia harus bertemu dengan ibunya yang telah mengecewakannya? Yang benar saja.

“Cepat terimalah. Kau akan tahu keadaan ibumu yang sebenarnya setelah sampai kesana” Tuan Park berkata lagi. keadaan yang sebenarnya? Apa maksudnya? Perkataan tuan park sungguh berbelit.

Wendy masih duduk diam dengan meremas rok yang di pakainya. Ia tak tahu bagaimana kehidupannya selanjutnya tanpa Chanyeol. Semua sudah mengetahui bahwa dirinya sudah sepenuhnya mencintai pria itu.

“Ne” Wendy menerimanya dengan menunduk dalam dan langsung pamit pergi dari ruangan itu. Setelahnya, Wendy bisa bebas meluncurkan air matanya. Ia benci pada diri sendiri yang tak bisa menolak perkataan mertuanya hanya karena beda status sosial, Ia seperti orang miskin yang dijadikan sebuah mainan untuk tujuan tertentu.

Flashback End

Wendy menggelengkan kepalanya bermaksud untuk tidak memikirkan Chanyeol.

Beberapa langkah kemudian, kaki Wendy membeku di tempat. Ia melihat seorang wanita tua yang berada di depan sebuah rumah seperti menunggu seseorang. Wendy harus menghela napas lagi dan lagi.

Wendy mendekati wanita itu. “Eomma..” Panggil Wendy lirih. Wanita tadi langsung menolehkan kepalanya menuju sumber suara dan menatap Wendy bingung sesaat, namun setelahnya epkspresinya berubah dengan muka sedih bercampur bahagia. Wanita itu berlanjut untuk memeluk Wendy.

“Aigoo, sayang.. Anakku, Kau akhirnya di sini Nak” Ternyata wanita itu adalah Ibu Wendy.

Wendy diam tak membalas pelukan Ibunya, namun airmatanya menetes dengan deras. Langsung terpikir oleh perkataan tuan Park yang mengatakan bahwa Ia akan mengetahui keadaan ibunya yang sebenarnya, ternyata inilah kebenarannya, sepertinya Ibunya tidak menikah dengan orang kaya. Terlihat dengan tempat yang ditinggali ibunya. Tempat itu sangat kecil.

“Mianhae Eomma” Wendy akhirnya membalas pelukan Ibunya.

“Tidak, Ibu yang harusnya meminta maaf” Ibu Wendy melepas pelukannya dan menangkup pipi Wendy. “Kau tumbuh dengan baik sendirian. Maafkan Aku” Lanjut Ibu Wendy.

“Masuklah ke dalam rumah. Di luar sangat dingin” Ibu Wendy tersenyum pada anaknya dan menyuruhnya masuk, bahkan wanita itu melepas jaketnya agar di pakai Wendy.

……………………………..

Hari-hari terus berlalu, Chanyeol sudah mencari Wendy kemanapun, namun tak ditemukan. Ia menjadi frustasi dan hampir menyerah, bahkan rumahnya sudah seperti kapal pecah karena dirinya tak bisa mengurus rumah dengan benar. Bodohnya, Ia memecat semua pembantu di rumahnya hanya karena kesal Wendy pergi tanpa perpisahan. Biasanya Ia juga hanya bermain piano dan menggebug drum dengan sangat keras untuk menunjukkan kacaunya dirinya. Chanyeol terlihat seperti mayat hidup setelah ditinggal Wendy, Tak jarang dirinya mogok makan, sampai-sampai kakaknya harus terus memantau Chanyeol agar makan teratur. Ngomong-ngomong mengenai Yoora, Ia juga mendapat surat dari Wendy.

Yoora Eonni. Terima kasih atas semua bantuan dan dukunganmu selama ini. Kau sangat baik padaku, Aku benar-benar senang menjadi adik iparmu. Sungguh, Aku tidak bohong sama sekali.

Dan juga, maafkan Aku. Aku akan pergi meninggalkan seoul hari ini. Maaf tak melakukan perpisahan. Selamat tinggal Eonni! Jaga kesehatanmu!

Mengingat surat itu, Yoora benar-benar kecewa pada Wendy, Ia sedih karena adiknya ditinggal begitu saja hingga hampir sekarat karena ditinggal pergi istrinya. Yoora bertekad untuk membawa kembali Wendy dan membuat Chanyeol bahagia. Yoora adalah kakak yang baik, Ia tidak akan tega melihat adiknya sengsara.

Walau seperti sudah menyerah dan putus asa, namun dari dalam hati Chanyeol selalu ada dorongan untuk tetap mencari Wendy. Pagi itu, chanyeol bermaksud pulang ke rumah Ayahnya.

“Hey, waktu itu ada istri Tuan muda kesini kan?” Tanya seorang pelayan di rumah chanyeol.

“Iya, tapi kenapa mukanya masam sekali? sepertinya istri tuan muda juga menangis waktu itu” Ujar pelayan satunya.

“Siapa yang kalian maksud?” seperti biasa, pendengaran tajam Chanyeol mendengar sesuatu yang penting.

Animida” Sang pelayan menunduk ketakutan.

“Tolong katakan padaku apa tadi yang kalian maksud..” Chanyeol berkata terdengar putus asa.

“mm, anu.. Beberapa hari yang lalu Istri anda kesini dan masuk ke ruangan tuan Park, namun saat keluar mukanya benar-benar sedih, bahkan istri tuan muda menangis”

“Mwo?” Chanyeol berkata masih menatap sang pelayan lalu langsung masuk ke ruangan ayahnya tanpa mengetuk pintu.

“Apa ini? Pakailah tata kramamu!” Ayah Chanyeol berkata tegas pada anaknya. Beliau sedang membaca koran tadi, namun kegiatannya terganggu karena Chanyeol.

Abeoji, katakan dimana istriku sekarang!” Chanyeol berkata to the point.

“Entahlah”

Abeoji..” Chanyeol berlutut di depan Ayahnya. “Kumohon, beritahu dimana dia” Akhirnya pertahanan Chanyeol lepas, selama ini Dia selalu bersikap cool di depan ayahnya, namun Ia sekarang berlutut dan memohon pada pria paruh baya itu. Sungguh ini adalah pertama kalinya.

“Apa maksudmu! Dia bukan siapa-siapa kita sekarang! menikahkah dengan wanita yang sederajat dengan kita! Jangan dengan wanita bodoh dan miskin sepertinya!” Tuan Park berkata keras pada Chanyeol.

Chanyeol menatap Ayahnya dengan tajam. “Aku akan mencarinya bagaimanapun juga” Ujarnya kemudian keluar dari ruangan ayahnya tanpa salam.

“Heish, Anak ini..” Tuan Park menggertakkan giginya dan membanting koran di depannya.

“Ada apa?” Yoora melihat Chanyeol yang terlihat keluar dari ruangan ayah mereka dengan muka merah padam.

Chanyeol diam beberapa saat dan menghela nafas. “Semua ini skenario ayah” Ujarnya dan langsung pergi dari rumah besar ayahnya.

Yoora menatap kepergian adiknya sambil mencerna apa perkataan Chanyeol.

“Skenario Ayah?” Yoora menggumam pelan lalu segera menatap ruangan ayahnya. “Aish, Ayah.. benar-benar”

…………………………………………

Wendy sedang menjemur pakaian di luar rumahnya. Yah, beberapa hari terakhir ini hidupnya memang terasa berat, bukan karena tinggal dengan ibunya. Ibunya tak salah apapun padanya. Dulu, Ibu Wendy pergi ke luar kota dengan alasan menikah dengan pria lain agar Ayah Wendy menyesal dan mau berobat karena sakit. Ibu Wendy sudah menyuruh suaminya untuk berobat berkali-kali, namun tidak ditanggapi, itulah penyebab Ibu Wendy bersandiwara. Beliau tidak menikah dengan orang kaya sama sekali. justru Ia kembali ke rumah saat Wendy sedang menangis dengan keras karena Ayahnya meninggal. Cukup melihat itu untuk membuat Ibu Wendy menyesal dan tak mampu menemui Wendy. Ia merasa bersalah.

“Eomma, Aku akan pergi bekerja” Wendy memberitahu Ibunya.

“Eo, hati-hatilah” Ibu Wendy memperingati dan ditanggapi senyum oleh anaknya.

Wendy bekerja di sebuah panti asuhan. Ia di bayar untuk mengajari anak-anak panti. Orang yang mengatakan Wendy bodoh hanyalah orang yang tak tau apa-apa. Jika berkata Wendy bodoh itu salah besar. Bahkan waktu di Kanada, Ia mendapat sebuah piagam yang ditandatangani langsung oleh presiden Obama, dan piagam itu hanya keluar satu tahun sekali. Waah, hebat. Namun Wendy tak mau bekerja di perusahaan besar lagi, entah.

Wendy mengajari anak-anak dengan sangat tekun dan telaten, Ia tidak pernah mengeluh dengan pekerjaan barunya itu. Walau gajinya tidak seberapa, Ia senang melakoni pekerjaan barunya ini.

Selesai mengajar, Wendy keluar dari ruangan dan menuju taman panti asuhan. Disana Ia menghirup udara segar. Wendy mengambil earphone miliknya dan memasangnya ke telinganya. Ia mendengarkan sebuah lagu dan ikut menyanyi di bawah pohon yang bisa melindunginya dari sinar matahari.

changgae bureooneun gaeulbarameun teong bin maeumeul seuchyeo ganeunde
(angin musim gugur berhembus melewati hatiku yang kosong)

chagawojin byeoge gidaeeomeolli balkaoneun saebyeokhaneul baraboayo
(aku bersandar di dinding yang dingin dan langit senja mulai bersinar)

bogo sipjiman gakkai gal su eopseo ijen geudae gyeoteul tteonagaya hae
(aku merindukanmu, tapi aku tidak bisa mendekatimu, kita harus berpisah sekarang)

oerowosseodeon naui memareun geu du nune keugo ttatteuthan sarangeul jueodeo
(kau yang membawakanku sebuah cinta yang luar biasa hangat  untuk hidupku yang sepi dan mengeringkan tangisku)
 
geudae gyeoteul ije tteonaneun geoseul huhoehaljido moreujiman geudael saranghagi ttaemuniya
(meski aku menyesal meninggalkanmu, aku melakukannya karena aku mencintaimu)

geudaemaneul saranghaneun geol ijeul suneun eopsjiman seulpeum soge geudael jiwoyaman hae
(aku tak bisa melupakan cintaku padamu, tapi aku harus menyingkirkanmu dan kesedihanku)
 

nunbusin haessal arae manheun saramdeureun useum jieumyeo geotgo ijiman
(di bawah mentari yang bersinar, orang-orang tertawa dan berjalan)

chagapgeman neukkyeojineun gaeul haneulcheoreom on sesangi naccseolge boyeo
(tapi seperti langit musim gugur yang dingin, seluruh dunia terlihat asing)

saranghajiman tteonal subakke eopseo jigeum i sungani neomu himdeureo
(aku mencintaimu tapi kita harus berpisah, oh, betapa sulitnya,)

eoduwojiman naneun al su isseosseo geudae nungae heureuneun nunmureul
(meski di kegelapan, aku bisa mengatakan bahwa kau menangis)
 
nan geudaeege sangcheomaneul jujiman eonjengan nae maeumeul ihaehal su igeji
(aku tidak memberikanmu apapun selain luka, tapi suatu hari, kau akan mengerti hatiku)

geudae gyeoteul ije tteonaneun geoseul huhoehaljido moreujiman geudael saranghagi ttaemuniya
(meski aku menyesal meninggalkanmu, aku melakukannya karena aku mencintaimu)

geudaemaneul saranghaneun geol ijeul suneun eopsjiman seulpeum soge geudael jiwoyaman
(aku tak bisa melupakan cintaku padamu, tapi aku harus menyingkirkanmu dan kesedihanku)

geudae gyeoteul ije tteonaneun geoseul huhoehaljido moreujiman geudael saranghagi ttaemuniya
(meski aku menyesal meninggalkanmu, aku melakukannya karena aku mencintaimu)

geudaemaneul saranghaneun geol ijeul suneun eopsjiman saranghaneun geudaeyeo annyeong
(aku tak bisa melupakan bahwa kaulah satu-satunya yang ku cinta, tapi, sayang, selamat tinggal)

(SMROOKIES Wendy Because I Love You (Ost Mimi))

Wendy ikut bernyanyi dengan lagu yang di dengarnya tersebut. Ia juga memejamkan matanya saat bernyanyi, seakan isi lagu itu memang menggambarkan kehidupannya sekarang. yah memang seperti realita, benar-benar realita, lagu itu nyata.

Saat membuka matanya, Wendy melihat seorang anak kecil memegang tangan Wendy. “Bu guru, kenapa sedih?” Tanya anak kecil itu.

“Ah, sooyeon-ah. Tidak apa-apa, mata bu guru hanya berair karena anginnya kencang” Wendy berbohong.

Anak kecil bernama sooyeon itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Sooyeon-a, ayo masuk ke dalam” Wendy menyuruh sooyeon masuk ke dalam.

“Ne, arassebnida” Sooyeon menurut. Selanjutnya, Wendy menuntun Sooyeon masuk ke dalam.

~

Sehun sudah berangkat ke kantor sejak beberapa hari yang lalu. Ia sudah bersikap seperti biasa, namun akhir-akhir ini Ia jarang melihat Chanyeol, Ia sudah menghubungi Chanyeol tapi tidak di angkat sama sekali. hal itu membuat Sehun khawatir.

Selesai bekerja, Sehun tidak langsung pulang, Ia pergi menuju rumah Chanyeol.

Ting-tong..

Sehun membunyikan bel. Tak ada respon.

Ting-tong..

Lagi, sehun membunyikan bel, setelah beberapa detik, Chanyeol membuka pintu.

“Hyung! Ada apa denganmu?” Sehun panik saat melihat Chanyeol begitu pucat.

“Oh, Sehun.. Masuklah” Chanyeol menyuruh Sehun masuk dengan lemas, pria itu menurut.

“Hyung..” Sehun memanggil Chanyeol saat rumah ini sangat berantakan. “Apa tak ada pembantu yang membersihkan rumah?” Tanya Sehun.

“Tidak..” Hanya itu jawaban Chanyeol. Sehun menatap sekeliling dan menghela napas.

“Jangan begini hyung! Kau tidak boleh menyerah dengan hidupmu” Sehun berucap serius.

“Apa?” Chanyeol palah bertanya.

“Ikhlaskan saja Son Wendy”

Chanyeol yang sedang duduk di sofa tersenyum miring saat mendengar kata-kata Sehun.

“Haruskah? Aku sudah mencobanya tapi tidak bisa” Chanyeol berkata jujur. Ia memang sudah mencoba melupakan Wendy, tapi tidak bisa. Ia juga tidak mau bercerai dengan istrinya itu. Surat cerai yang ditandatangani Wendy waktu itu sudah ia sobek-sobek.

“Tapi tidak begini juga Hyung, lihatlah rumahmu.. seperti kapal pecah, sangat berantakan”

“Biar, Aku tidak peduli pada rumahku”

“Hyung..”

“Sehun.. Diamlah! Kau tidak mengerti apa-apa!”

Sehun hanya diam saat mendengar suara keras Chanyeol.

……………………….

Seulgi berharap cemas di rumahnya, kenapa Sehun belum pulang? Ini sudah jam 9 lebih.

Cklek.. pintu terbuka.

“Ah Kau akhirnya pulang” Seulgi langsung menuju ke depan pintu.

Benar saja, Sehun pulang. Seulgi langsung saja membawa tas Sehun dan melepas dasi suaminya. “Bagaimana pekerjaan hari ini? Apa kakak sepupu tak berangkat?” Seulgi bertanya. Kakak sepupu yang di maksud adalah Chanyeol.

“Begitulah, tadi Aku sempat ke rumahnya” Jawab Sehun.

“Ah ya, Sehun..” Seulgi berkata lirih.

“Hmm?”

“Besok sidang Ayah” Seulgi menjawab lirih tanpa menatap mata Sehun.

“Aah, baiklah.. Aku akan datang” Kata Sehun

“Tapi Sehun, Kau tak apa?” Seulgi menatap mata suaminya.

“Tentu saja, memangnya kenapa?” Sehun bertanya bingung.

“Bagaimana kalau Ayah memang bersalah?” Seulgi menatap takut Sehun.

Sehun tersenyum. “Jika memang itu kebenarannya ya mau bagaimana lagi. hukum tetap hukum”

“Kau tidak akan membenci keluargaku kan?”

“Aigoo..” Sehun mengacak-acak rambut Seulgi. “Bagaimana Aku membenci keluarga istriku yang amat kucintai? Aku sudah mengikhlaskan Ibu, toh jika Aku membenci keluargamu tak ada untungnya untukku”

“Jinjja?” Seulgi bertanya ragu.

“Nee. Ah ya, bagaimana denganmu? Apa masih mual-mual? Bayi kita sehat kan?” Sehun bertanya protektif. Seulgi hanya mengangguk.

“Ah ya, dan juga.. Kau sudah meminum susu yang sudah ku beli kemarin?”

“Tentu”

“Baguslah” Sehun mengelus perut Seulgi, membuat Seulgi tersenyum.

………………………………..

07.00 KST

Pagi-pagi, Yoora menuju ke rumah Chanyeol. Ia langsung masuk karena ia tahu password rumah adiknya itu. Ini memang kegiatannya setiap pagi—jika sela—, mengunjungi rumah adiknya. Ia tak mau ada sesuatu buruk terjadi pada Chanyeol. Yoora selalu membersihkan rumah adiknya ini semampunya. Namun jika esoknya Yoora kesini lagi pasti rumah akan berantakan lagi. memang, pria seperti Chanyeol sepertinya tak bisa hidup sendiri.

“Yeol-a, bangun” Yoora membangunkan Chanyeol setelah membersihkan rumah. Merasa dibangunkan, Chanyeol langsung terduduk, namun Ia menghela napas setelahnya. Ia selalu merasa orang yang membangunkannya adalah Wendy.

“Kenapa? Ayo bangun. Aku memiliki informasi penting untukmu” Yoora berujar.

“Apa?” Chanyeol berkata malas dan hendak tidur lagi. Ia masih malas beraktivitas. Padahal sudah beberapa hari sejak Ia ditinggal oleh Wendy.

“Ayolaah. Ini tentang istrimu” Yoora kembali berujar.

“Apa?” Chanyeol langsung melebarkan matanya.

“Wendy. Aku rasa Aku tahu dimana dia” Yoora berkata senang.

“Noona Yakin?” Chanyeol terlihat ragu.

“Aish, yakin. Cepat mandi!”

Chanyeol bergegas untuk bangkit menuju kamar mandi, dan Yoora menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu.

Yoora sudah menyiapkan makanan di meja. Chanyeol selesai mandi dan duduk di sisi meja makan.

“Cepat katakan Noona. Dimana Wendy?” Chanyeol berkata tak sabar.

“Busan, sepertinya dia ada di Busan. Aku tadi menuju ke ruangan Ayah dan me—”

“Aku pergi!” Chanyeol langsung mengambil dompet serta ponselnya dan pergi meninggalkan Yoora.

“Aigoo, bocah itu.. Aku belum selesai bicara!” Yoora berkata dengan gelengan di kepalanya.

………………………………………..

Hari ini merupakan hari persidangan Ayah Seulgi. Sebelum menuju ke pengadilan, Sehun mengantar Seulgi menuju ke rumah Ibu mertuanya. Sudah lama Sehun tak ke sana. Selama ini hanya Seulgi yang kesana sendirian. Awalnya Ibu Seulgi merasa stress berat setelah mendengar kalau Ayah Seulgi merupakan tersangka kasus kecelakaan Ibu Sehun. namun lama kelamaan Ibu Seulgi bisa tenang setelah mendengar kata-kata dari Seulgi. Padahal waktu itu Seulgi lebih menderita karena Sehun amnesia ditambah Ayahnya menjadi tersangka kasus kecelakaan ibu mertuanya sendiri. Seulgi memang wanita yang kuat.

“Eomma.. Aku datang dengan Sehun” Seulgi tersenyum pada Ibunya. Ibu Seulgi menatap Sehun.

“Se.. Sehun..?” Ibu Seulgi menghadap Sehun. “Maafkan Aku Sehun-ah.. maafkan wanita tua ini, Aku tidak tahu kalau suamiku telah mencelakai ibumu” Ibu Seulgi berkata tulus dan berlutut di depan Sehun.

“Apa yang Eomeonim lakukan?” Sehun kaget melihat ibu mertuanya berlutut di depannya, Sehun langsung saja ikut berlutut, begitu pula Seulgi.

“Harga diriku begitu tinggi. Aku belum pernah berlutut pada orang yang lebih muda. Jadi tolong maafkan Suamiku Sehun-ah..”Ibu Seulgi benar-benar memohon.

“Ne. Jangan khawatir Eomonim. Saya sudah mengikhlaskan Ibu saya. Tersangkanya juga belum tentu Abeonim, tenanglah Eomonim” Sehun menunjukkan senyumnya, membuat Seulgi menoleh dan bersyukur. Ibu Seulgi juga terlihat lega. Sehun mengajak Ibu mertuanya untuk kembali berdiri.

“Eonni!” Yeri berjalan keluar dari kamarnya dan langsung memeluk Seulgi. “Eonni, Kau tak apa?” Yeri bertanya. Seulgi tersenyum “Eo. Aku tak apa. Terima kasih Yeri, Kau menjaga Ibu dengan baik”

“Aigoo. Apa aku anak kecil? Seharusnya Kau yang harus menjaga dirimu sendiri dan suamimu!” Ibu Seulgi berkata.

“Ditambah bayinya” Celetuk Yeri.

“Bayi? Bayi apa?” Ibu Seulgi bingung. Semua orang lainnya tersenyum.

“Eomma, waktu Ayah tertangkap, Aku ingin memberimu kabar bahwa Aku hamil. Hingga sekarang umurnya sudah 3 bulan. Waktu yang cepat bukan?” Seulgi akhirnya memberitahu berita bahagia itu pada Ibunya.

“Omo. Kau yakin? Sudah 3 bulan?” Ibu Seulgi terlihat sangat bahagia.

“Ne”

“Omo, Kau anak nakal! Kenapa tidak memberitahuku jauh hari?”

“Itu karena Ibu terlihat sangat stres”

“Aigoo-aigoo. Syukurlah Nak! Kau harus berhati-hati sekali”

“Ne..”

“Ah ya, Eonni Aku akan ke rumah Saeron di Busan. Boleh yaa? Eomma membolehkan, tapi Aku harus izin padamu dulu” Yeri mengganti topik.

“Eo? Kau mau ke rumah sepupuku? Dengan siapa?” Sehun bertanya.

“Hanya Aku dan Saeron”

“Busan itu jauh Yeri” Seulgi mengingatkan.

“Ya, Aku tahu.. Tapi hanya 5 jam jika menaiki bus. Kalau tidak ya naik kereta saja, mungkin 3 jam sampai”

“Saeron biasanya sering bolak-balik Seoul-Busan sendirian” Sehun berkata jujur.

“Mwo?” Seulgi terlihat kaget.

“Benarkah? Tidak ada yang menemaninya?” Kini Ibu Seulgi ikut berbicara.

“Ne. Dia sudah terbiasa” Ujar Sehun.

“Tapi benar-benar aman kan?” Ibu Seulgi bertanya lagi.

“Iya” Sehun yakin 100 persen.

“Huh. Aku terpaksa mengatakan ini padamu Yeri. Baiklah Kau boleh pergi. Tapi Aku akan tetap meminta Supir Ahn untuk menjagamu” Seulgi berkata.

“Ya. Itu lebih aman” Ibu Seulgi setuju.

“Aish, Aku sudah SMA, tak perlu lagi dijaga-jaga” Yeri menunjukkan protesnya.

“Tetap pergi bersama Supir Ahn atau tidak pergi sama sekali?” Seulgi memberikan dua opsi.

“Aish. Arasseo. Tapi Supir Ahn hanya boleh menjaga dari kejauhan”

“Eo. Tentu” Ibu Seulgi lagi-lagi setuju. Sedangkan Sehun hanya menonton dengan senyuman.

~

Chanyeol menaiki kereta untuk menuju ke Busan. Ia tidak peduli dengan perutnya yang meraung-raung meminta makanan. Yang ada di pikirannya hanyalah Wendy. Setelah perjalanan beberapa jam, akhirnya Chanyeol sampai di Busan. Ia membuka ponselnya lagi. yoora mengiriminya alamat dimana Wendy tinggal.

Chanyeol bertanya pada orang-orang di sekitar mengenai alamat yang tertera di ponselnya. Setelah bertanya pada beberapa orang, akhirnya Chanyeol menemukannya. Ia melihat ada sebuah rumah kecil yang ditunjuk oleh seseorang yang Ia tanyai mengenai rumah Wendy. Chanyeol menghela napas sedih. Bagaimana keadaan Wendy sekarang? apa Ia makan teratur? Dan apakah Ia betah tinggal di rumah kecil seperti itu?

“Terima kasih” Chanyeol berucap pada orang itu. Setelahnya, Ia menuju ke rumah yang tadi ditunjuk. Namun, baru beberapa langkah, Chanyeol langsung menyembunyikan dirinya. Ia melihat Wendy yang keluar dari rumah itu. Huh, lihatlah.. Wendy terlihat kurus.

“Eomma, Aku berangkat” Wendy pamit pada Ibunya.

“Eo..mma..?” Gumam Chanyeol. Banyak pertanyaan bersarang di kepalanya.

“Eo.. Hati-hati” Ibu Wendy mengingatkan. Wendy tersenyum dan mengangguk. Sungguh, Chanyeol sangat bingung dengan situasi sekarang. ‘Bukankah Ibu Wendy menikah dengan orang kaya?’ Batinnya.

Wendy lewat di depan Chanyeol tanpa mengetahui keberadaan pria itu, yah karena Chanyeol menyembunyikan dirinya.

Wendy berjalan dengan perasaan cemas. Ia merasa ada yang mengikutinya. Ia menoleh ke belakang secara berkala, namun tak ada siapa-siapa.

Sedangkan Chanyeol terus mengikuti Wendy. Ia terus bersembunyi ketika tiba-tiba Wendy menoleh ke belakang.

Wendy sampai di panti asuhan, seperti biasa, Ia akan mengajari anak-anak. “Selamat siang anak-anak” Wendy menyapa.

“Selamat siang Ibu guru” Anak-anak membalas sapaan Wendy dengan ceria.

Sementara itu, Chanyeol melongok sedikit ke arah Wendy mengajar. Ia masih belum mau ketahuan.

“Permisi.. Siapa anda?” Tanya Seorang wanita pada Chanyeol.

“Oh saya teman dari Son Wendy”

“Ah teman Nona Son?”

“Ne”

“Mari menunggu dia di luar. Berdiri di sini bisa saja mengganggu konsentrasi anak-anak” Ujar wanita itu.

“Ah ne” Chanyeol menurut.

Setelah menunggu sekitar dua setengah jam, Chanyeol melihat anak-anak panti asuhan keluar dari ruang belajar dan tertawa bersama. Chanyeol pikir kini pelajaran sudah selesai.

Wendy keluar dari ruang belajar dan menuju ke taman, seperti biasa. Ia juga mendengarkan lagu yang sama seperti kemarin. Entahlah, Ia menyukai lagu itu.

“Wendy-ya”

“Oh Oppa”

Sial. Chanyeol kedahuluan oleh orang lain. Tunggu, bukankah itu Kim Jongdae?

“Mau pulang kapan?” Tanya Jongdae pada Wendy.

“Sekarang?” Wendy palah balik bertanya.

“Arasseo.. ayo Kita pulang bersama”

“Eo, kajja”

Jongdae dan Wendy pulang menuju rumah bersama. Chanyeol melihat Mereka dengan sedih. Wendy terlihat bahagia bersama Jongdae. Benarkah Ia sudah dilupakan? Haruskah Ia menyerah dan menikah dengan keluarga kaya saja?

Chanyeol tak sanggup melihat hal itu. Ia memilih untuk pulang kembali ke Seoul dengan perasaan sedih.

~

Sehun bersama Seulgi dan Ibu Mertuanya menuju ke pengadilan. Mereka duduk di kursi hadirin, Seulgi selalu menggenggam erat tangan Sehun. ia takut jika Ayahnya benar-benar menjadi tersangka. Sehun mengusap-usap tangan istrinya. Nyonya Kang juga cemas di tempat duduknya. Beliau tentu saja tak ingin suaminya menjadi terdakwa.

Dari kursinya, Seulgi menatap Ayahnya yang terlihat kusut. Bagaimana bisa Ayahnya sangat kurus hanya dalam waktu 2 bulan ini?

Sidang dimulai dengan sumpah sang ketua juri yang akan bertindak dengan adil dan sesuai dengan hukum, selanjutnya pelayangan tuntutan oleh Jaksa.

“Atas kasus kecelakaan Nona Oh hayoung (Ibu Sehun) 8 bulan lalu, saya menuntut Kang Mansuk (Ayah Seulgi) atas kejahatan pembunuhan berencana” Tutur sang Jaksa. Seulgi terdiam di posisinya dan menggigit bibir bawahnya takut, sedangkan Sehun menatap kosong. Sebenarnya Ia masih belum sepenuhnya ikhlas mengenai kepergian ibunya tersebut. Seulgi melirik suaminya dan mengeratkan pegangannya.

“Kami membantah tuduhan dari pihak penuntut!” Sergah pengacara.

“Saya akan memberikan buktinya” Ujar jaksa dan mengambil sebuah kertas. “Pada hari sabtu 2 januari 2016, disini tertera bahwa tersangka Kang Mansuk memiliki daftar panggilan dengan korban. Di sini menunjukkan bahwa Mereka pernah mengobrol saat itu”

“Itu hanya spekulasi pihak penuntut. Melakukan panggilan bukan berarti kejahatan” Bela pengacara.

“Tidak, ada bukti lain lagi” Jaksa kembali mengambilkan berbagai bukti yang dikumpulkannya. Ia terus beradu dengan sang pengacara.

Sejak awal, Seulgi melihat Ayahnya selalu menatap sebuah objek. Karena penasaran, Seulgi melihat ke arah objek itu. Seulgi terkejut. Orang itu adalah….

“Baiklah, kalau begitu..” Sang Hakim kini mulai mengambil keputusan. “Untuk tersangka Kang Mansuk, Saya nyatakan….”

.

.

.

.

.

~TBC~

Hihi, pada penasaran gak? Yang penasaran pada komen yaa^^…. dan namanya ibu sehun sama ayah Seulgi cuma oc yaa. Hehe.

12 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] All Is Patient (Chapter 12)

  1. Lahhh kok chanyeolnyaa malah nyerah sih??? Jongdae ada dimana2 yak wkwkkw

    Itu bapaknya seulgi ngelit siapa?? Jeng jeng kepo da aing

  2. Whoaaaa chapter ini sungguh bikin penasaran><
    Kenapa Jongdae tau keberadaannya Wendy?
    Kenapa Chanyeol balik ke Seoul? Sedih ngeliat Wendy sama Jongdae? Harusnya nyamperin Wendy dong😞
    Plis wenyeol harus bersatu!!
    Ayahnya Chanyeol sama ibunya Wendy ada hubungan kah di masa lalu???
    Suka seulhun tetep romantis walaupun masalahnya bener rumit😊
    Btw itu nama ibunya yg kebayang Hayoung Apink deh aduh bias😂 wkwkwkwk

    Ini ceritanya seru bangeeeeettt!!
    Ga sabar baca next chapter~

  3. Aigoo lagi tegang+serius kok yah tiba” Tbc!!
    Jadi itu gmana keputusan hakim??
    Bersalahkah?/ tidak bersalah???

    Eh., ngomong” ayah seulgi merhatiin siapa ya??, seulgi juga ikut ngeliat kan?
    Apa jgn” org yg diliat itu-#aahhmolla

    Yeollie oppa kok pulang?
    Ihh oppa jgn kek gitu dong ahh., masa udah nyerah, ayo perjuangin wendy, semangat dong ahh..

    Next dtunggu kelanjutannya saengie^^
    화이팅!!

  4. apa? apa? apa yg terjadi…
    uhhh chanyeol kesian… mlah pulang gtu aja, pdahal udh jauh” lho…trus kok jongdae tau keberadaan wendy??? apa wendy yg ngasih tau???
    bnyk pertanyaan dan sangat penasaran…
    lanjuttt…

  5. Kok chanyeol pulang?? Kok gak nemuin wendy langsung??
    Aahh.. kasian😥
    Apa dia udah nyerah??
    Apa dia mau nikah sama yang sederajat??

    Pliss… fast update!! Aku penasaran sama next chapternyaa…

    Sedih bacanyaa…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s