[EXOFFI FREELANCE] Are You Okay Oppa?

ff baekfanny copy.jpg

Title : Are You Okay Oppa

Author : BanHana Chance

Cast : -Byun Baekhyun (EXO K)

           -Tiffany (SNSD)

Genre : Comedy, romance

Length : Oneshoot

Rating : Teen

Summary : Tiffany dan Baekhyun sebenarnya saling mencintai. Akan tetapi karena ke egoisan Tiffany membuat Baekhyun hampir lelah mengejarnya. akankah Tiffany mau menerima Baekhyun?

Disclaimer : FF ini murni dari otak author. Banyak typo dimana-mana.

Hay anyeonghaseyo yeoreobeun, kali ini author bawain FF special Baekhyun day. Adakah disini yang ngebias’in Bachon? Ahh kalo ada mari kita simak cerita dibawah ini. Keep reading ^_^

.

.

~oOo~

{Author POV}

Suara kicauan burung yang merdu menemani langkah kaki Tiffany yang kini tengah berjalan menuju halte bus untuk pergi ke sekolah-nya. Tiffany adalah gadis berparas cantik yang sangat senang sekali dengan musik. Setiap hari dia mendengarkan musik, bahkan hari-hari nya selalu dikelilingi dengan musik. Kebetulan keluarga Tiffany adalah seorang pemusik semua. Jadi tak heran jika dia juga menyukai-nya.

*~~~~~*

Saat sedang berjalan menuju bus, tiba-tiba mata Tiffany tertuju pada satu namja yang sangat ia kenali.

“Ahh kenapa aku harus bertemu dia disini? Aku harus kemana ini.” Resah Tiffany sambil berlari mencari tempat persembunyian yang aman untuk-nya.

Seorang namja dengan gaya sok cool kini tengah berjalan menuju halte bus bersama teman-teman nya.

“Ya Tuhan, kenapa dia tidak cepat pergi dari sini? Aku tidak ingin pagi ku yang indah ini diganggu oleh-nya. Help me please.” Ucap Tiffany sembari memandangi namja tersebut dari balik tembok.

Tak lama kemudian namja tersebut pergi menghilang entah kemana.

“Omoo… kemana pergi-nya? Cepat sekali seperti hantu.” Ucap Tiffany kaget sembari memandangi sekeliling-nya karena tidak melihat sesosok namja yang ia takuti tadi.

Tiba-tiba……

“Kyyaaa……” teriak Tiffany karena melihat seorang namja kini berada disamping-nya.

“Haishhhh kenapa kau berteriak sangat kencang eoh? Membuatku kaget saja.” Bentak namja tersebut kepada Tiffany.

“Yaa’ Byun Baekhyun, kenapa kau selalu mengganggu-ku eoh? Cepat sana kau pergi dari hadapan-ku!!!” teriak Tiffany kepada Baekhyun.

Namun hanya dijawab enteng oleh Baekhyun. “Hahaha aku kan hanya ingin mengikutimu saja. Haishh kau ini sangat menyebalkan. Untung saja kau cantik. Jadi aku tidak bosan mengikutimu.” Jawab Baekhyun enteng dibarengi tertawa penuh kemenangan.

Ya nama-nya Byun Baekhyun. Namja yang selalu bertingkah gila didepan Tiffany. Baekhyun sudah lama sekali menyukai Tiffany. Tetapi cinta-nya bertepuk sebelah tangan.

Tiffany sangat menyukai guru musik-nya yaitu Park Chanyeol. Dia adalah guru musik pilihan keluarga Tiffany sejak dia kelas 1 SMA. Wajar saja Tiffany menyukai-nya karena Park Chanyeol berwajah sangat tampan. Maka dari itu lah dia sangat risih jika Baekhyun selalu mengikuti-nya.

“Sudahlah kalau kau tidak mau pergi, aku saja yang pergi.” Ketus Tiffany sembari meninggalkan Baekhyun sendirian.

“Yaa’ chagi-ah…. tunggu aku….” teriak Baekhyun sambil berlari mengejar Tiffany dengan tingkah konyol-nya.

“Yaa’ berhenti memanggilku chagi!!! Aku bukan yeojachingu-mu atau aku akan membunuhmu, arraseo?.” Bentak Tiffany dengan nada kesal.

“Silahkan saja, aku akan mati di dalam pelukan-mu chagi-ah…hahaha.” ucap Baekhyun dengan tertawa penuh kemenangan.

Tiffany pun semakin kesal kepada Baekhyun dan melempar kotak susu yang dipegang-nya dan mengenai kepala Baekhyun. Karena melihat kotak susu milik-nya mengenai Baekhyun, Tiffany pun langsung lari tanpa menghiraukan Baekhyun yang kesakitan.

.

.

~oOo~

{School life}

Kring…kring…kring….

.

Bel tanda istirahat pun berbunyi. Seperti biasa Tiffany langsung menuju ke Caffe di sekolah-nya.

“Yaa’ Tiffany, kau ingin makan apa hari ini?.” Tanya Eunji kepada-nya.

“Hmm terserah kau saja, kajja kita pergi aku sudah lapar sekali eoh?.” Jawab Tiffany sembari menarik tangan Eunji sahabat-nya.

Saat sedang dalam perjalanan menuju Caffe tiba-tiba Baekhyun datang dan menarik tangan Tiffany.

“Yaa’ apa yang kau lakukan eoh namja phabo.” Teriak Tiffany kepada Baekhyun yang kini berada di depan-nya.

“Kan sudah ku bilang, kau ini kekasihku, jadi kau harus bersama-ku.” Ucap Baekhyun konyol.

Tiffany terkekeh geli. “Cih…sejak kapan kau bermimpi seperti itu eoh? Haishh kau membuatku sangat gila.” Ucap Tiffany dan berlalu pergi meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun pun terpaku melihat Tiffany yang terlihat begitu benci kepada-nya. “Apa salahku? Aku kan hanya menyukai-nya. Apa aku salah menyukai yeoja cantik sepertinya?.” Tanya Baekhyun kepada diri-nya sendiri.

.

.

~oOo~

1 bulan kemudian…

Sejak saat itulah Baekhyun mulai menjauhi Tiffany. Karena Baekhyun tidak ingin Tiffany membenci-nya terlalu dalam.

Sebenarnya Baekhyun tidak ingin melakukan ini. Tetapi demi cinta-nya kepada Tiffany, Baekhyun rela melakukan semua ini demi mendapatkan cinta dari Tiffany.

.

.

~oOo~

{Author POV}

Hari ini sama seperti biasanya. Tiffany berjalan menuju halte bus dengan mendengarkan musik mp3 milik-nya.

Tetapi hari ini berbeda dengan biasa-nya. Biasanya Tiffany selalu was-was jika berada di halte bus karena takut dengan keberadaan Baekhyun yang selalu datang secara tiba-tiba untuk mengganggu-nya, namun kali ini tidak.

Sudah 1 bulan lebih Tiffany tidak melihat Baekhyun pergi ke-sekolah naik bus. Entah dia sudah menyerah dengan Tiffany atau bagaimana, yang jelas Tiffany kini merasa sangat nyaman pergi ke sekolah tanpa adanya gangguan dari Baekhyun.

.

.

~oOo~

{School life}

“Yaa’ Tiffany, coba kau lihat Baekhyun. Mengapa dia datang bersama Soora hari ini? Apakah mereka berkencan?.” Tanya Eunji dan sontak membuat Tiffany kaget mendengar perkataan Eunji barusan.

“Molla. Memangnya aku eomma nya.” Jawab Tiffany kesal.

“Ahh pasti kau cemburu kan melihat Baekhyun dengan Soora. Salah sendiri kenapa kau menolak-nya.” Ejek Eunji dan membuat Tiffany langsung melotot ke arah-nya.

“Yaa’ apa yang kau katakan eoh? Haishhh jinjja..” kesal Tiffany.

Eunji pun terkekeh geli melihat tingkah sahabatnya itu.

Tiffany dari tadi melamun saat pelajaran berlangsung. Dia merasa ada yang ganjil. Biasa-nya Baekhyun mengganggu-nya setiap pelajaran berlangsung, tetapi sekarang ini Baekhyun tidak lagi mengganggu-nya bahkan menyapa-nya.

.

.

~oOo~

{Author POV}

Hari ini pelajaran berlangsung sangat tenang bagi Tiffany. Dia merasakan sangat nyaman karena bisa berfikir jernih satu bulan belakangan ini.

Karena satu minggu lagi adalah ujian kelulusan untuk masuk ke perguruan tinggi, jadi semua siswa berlomba-lomba untuk belajar dengan rajin agar dapat masuk ke perguruan tinggi yang mereka ingin-kan.

.

.

.

~oOo~

Tiffany dan Eunji kini tengah berjalan menuju ke halte bus. Mereka berdua berencana akan langsung pergi ke rumah Eunji untuk belajar kelompok.

Kebetulan sekali Eunji adalah murid yang sangat pandai, jadi tidak heran jika Tiffany juga sama cerdas-nya seperti Eunji karena mereka sudah lama bersahabat dan belajar bersama setiap hari.

“Kau mau minum apa Tiffany? Biar ku ambilkan.” Tanya Eunji yang kini tengah membuka pintu kulkas-nya.

“Ahh seperti biasa, air perasan lemon tapi jangan sampai kemanisan, oke?.” Jawab Tiffany tersenyum.

“Haishhh dari dulu kau ini tetap saja manja. Wajar saja Baekhyun selalu mengejarmu. Dia kan suka wanita yang sangat manja?.” Ucap Eunji dan membuat Tiffany mendengus kesal.

“Hufftt… sudahlah jangan bicarakan namja menyebalkan itu.” Kesal Tiffany namun tiba-tiba Eunji menggoda-nya.

“Ahh… pasti kau sangat merindukan-nya ya… ayolah kau mengaku saja, kelihatan sekali dari muka-mu itu.” Goda Eunji sambil memberikan segelas lemon kepada Tiffany.

Tiffany pun mengambil gelas lemon nya dengan cepat dan langsung meminum-nya ganas. Membuat Eunji terkekeh geli melihat-nya.

.

.

~oOo~

.

1 Minggu kemudian…..

.

.

Hari ini semua siswa tengah menjalani ujian kelulusan termasuk Tiffany dan Baekhyun. Ujian berlangsung dengan lancar dan tidak ada halangan sama sekali.

“Ahh akhirnya ujian sudah selesai….” teriak Tiffany sambil merentangkan kedua tangan-nya.

Namun tiba-tiba mata Tiffany tertuju kepada satu namja yang kini tengah diseret paksa oleh kedua orang tua-nya. Tanpa habis pikir Tiffany pun langsung menghampiri-nya.

“Baekhyun-ah…..apa yang terjadi?.” Tanya Tiffany penasaran.

Baekhyun yang kaget dengan kedatangan Tiffany pun  langsung membelalak-kan mata-nya.

“Mengapa kau disini eoh?.” Tanya Baekhyun.

“Justru aku yang seharus-nya bertanya kepadamu, apa yang sedang terjadi?.” Tanya balik Tiffany kepada Baekhyun.

Baekhyun pun menghela nafas panjang. “Huhhh…sepertinya aku harus pergi ke tempat yang sangat jauh. Tempat agar aku tidak bisa menemuimu sama sekali. Haha bukankah itu sangat lucu?.” Ucap Baekhyun dengan nada sedikit bercanda.

Tetapi Tiffany sama sekali tidak menunjukkan senyuman kepada-nya. Justru raut wajah-nya terlihat sangat khawatir.

“Yaa’ apa yang kau katakan phabo-ah…” jawab Tiffany yang kini mata-nya mulai berkaca-kaca.

“Aku akan pergi sekarang, aku tidak ingin mengganggu-mu lagi. Bukankah ini hal bagus. Kau sendiri kan yang memintaku untuk tidak mengganggumu?.” Tanya Baekhyun.

Kini isakan Tiffany mulai terdengar. “Hiks…bukan itu yang kumau bodoh, aku senang kau menggangguku setiap hari, merusuhiku, mengikutiku, aku menyukai-nya kau mengerti eoh?.” Jawab Tiffany teriak dan kini membuat Baekhyun merubah raut wajah-nya menjadi lesu.

“Tapi aku harus pergi…..” ucap Baekhyun lirih dan berlalu meninggalkan Tiffany masuk ke dalam mobil.

Tatapan wajah Tiffany begitu kosong melihat mobil milik Baekhyun pergi meninggalkan-nya.

“Sudahlah Tiffany, mungkin dia tidak akan lama. Dia pasti kembali, gwaenchana…?.” ucap Eunji sembari memeluk Tiffany yang kini tengah menangis terisak.

“Dasar namja bodoh, kenapa dia baru pergi sekarang? Kenapa tidak dari dulu saja saat aku membenci-nya? Kenapa dia pergi disaat aku mulai menyukai-nya eoh?.” Ucap Tiffany terisak.

Eunji pun terkekeh geli mendengar-nya. “Hehehe sudah kuduga…” (ucap Eunji dalam hati-nya).

.

.

~oOo~

Namun dari dalam mobil pun terdengar suara tertawa yang sangat keras. Terdengar seperti tertawa penuh dengan kemenangan.

“Huahahahaa……”

Baekhyun kini tak berhenti-henti nya tertawa. Dia sangat menyukai suasana yang baru saja terjadi antara dia dan Tiffany.

“Yaa’ kecilkan suara-mu eoh? Kau membuat telinga appa sakit!!!.” Ucap ayah Baekhyun kesal.

Namun Baekhyun tetap saja tertawa bahkan lebih keras dari sebelum-nya.

“Hahaha apakah kau tahu appa bagaimana raut wajah-nya tadi? Dia terlihat sangat sedih, dia tidak ingin aku meninggalkan-nya appa. Bukankah ackting ku tadi sangat bagus?.”ucap Baekhyun sambil tertawa dan bertingkah sangat konyol di dalam mobil.

Ayah Baekhyun hanya menggeleng-geleng kan kepalanya. “Kau ini bodoh sekali.” Ucap ayah Baekhyun.

“Akhir-nya gadis manja itu menyatakan perasaan-nya juga kepada-ku, ahhh senang-nya……” ucap Baekhyun penuh dengan kemenangan.

.

.

~oOo~

.

3 Bulan Kemudian…..

Hari ini Tiffany dan Eunji berencana untuk olah raga bersama. Kebetulan mereka tidak ada jadwal kuliah hari ini. Mereka berencana untuk menghabiskan hari ini bersama.

“Ahh akhir-nya kita bisa beristirahat hari ini. Aigoo tubuhku terasa lemah sekali.” Ucap Eunji sambil merebahkkan badan-nya di atas rumput di taman.

“Ahh aku juga, Park Chanyeol songsaengnim sangat menyebalkan. Dia tidak seperti guru musik yang kusukai dulu. Sekarang itu dia terlihat seperti ibu tiri yang suka marah-marah. Huh menyebalkan.” Ucap Tiffany dengan kesal.

Eunji pun terkekeh mendengar perkataan Tiffany. “Hahaha sepertinya Chanyeol songsaengnim sedang puber, hahaha.” Goda Eunji kepada Tiffany dan refleks membuat Tiffany memukul kepala-nya.

“Ahh…apa yang kau lakukan eoh?” tanya Eunji kesal dan membuat Tiffany lari pergi meninggalkan

“Yaa’ awas kau Tiffany….!!!” teriak Eunji sambil lari mengejar Tiffany.

.

.

~oOo~

Saat Eunji dan Tiffany tengah asik kejar-kejar an, tiba-tiba Tiffany menabrak seorang namja yang tengah jalan-jalan santai.

Bruukkkk…….

“Ahh….” rintih namja tersebut.

“Ahh mianhae….mian aku tidak sengaja. Aku tidak mengetahui kalau kau sedang berjalan disini, mianhae.” Ucap Tiffany sembari membungkuk-kan badan-nya beberapa kali.

Tiba-tiba namja yang sedang memakai topi dan masker tersebut tertawa sangat kencang seperti orang gila yang membuat Tiffany heran kepada-nya.

“Apakah orang ini gila?.” (ucap Tiffany dalam hatinya).

“Apa kau baik-baik saja Tuan?.” Tanya Tiffany cemas. Namun namja tersebut tetap saja tertawa dan kini giliran Eunji yang khawatir.

Eunji pun mendekatkan bibir-nya ke telinga Tiffany. “Yaa’ Tiffany apakah dia gila gara-gara kau tabrak tadi?.” Tanya Eunji berbisik.

“Molla….” jawab Tiffany sedikit berfikir. “Tunggu sebentar, sepertinya aku kenal suara siapa ini?.” Tambah Tiffany.

Tiba-tiba sang namja tersebut membuka masker dan topi-nya dan…..

Jjrreennngggg…….

“Yaa’……Byun Baekhyun…???? apa yang kau lakukan disini eoh?.” Teriak Tiffany kaget sekaligus marah.

“Hahaha sudah kubilang aku akan tetap mengejar cintaku, dan kau tahu sendiri kan bahwa kau lah cinta ku.” Ucap Baekhyun sembari mencubit hidung Tiffany dan membuat pipi nya berubah memerah.

Eunji yang melihat perlakuan manis Baekhyun pun langsung menggoda Tiffany. “Ahh…sepertinya aku akan jadi obat nyamuk disini, aku pergi dulu…bye bye…” ucap Eunji sembari berlari meninggalkan mereka berdua.

“Yaa’ Eunji-ah…eodiga….?.” teriak Tiffany dan hendak berlari mengejar Eunji. Namun tangan Tiffany tiba-tiba ditahan oleh Baekhyun.

“Kau mau kemana eoh? Kau kan harus menemaniku jalan-jalan hari ini setelah 3 tahun tidak bertemu dengan-ku, kau merindukan ku kah setelah 3 tahun aku di Amerika?.” Tanya Baekhyun sambil terkekeh geli.

Tiba-tiba Tiffany membelalak-kan mata-nya.

“Mwoo….???? 3 tahun kau bilang, Yaa’ Byun Baekhyun kau ini sudah gila? Kau bahkan baru saja 3 bulan di Amerika, kau bilang 3 tahun? Wahh kau benar-benar sudah tidak waras.” Teriak Tiffany sambil menggeleng-geleng kan kepala-nya.

Baekhyun pun terkekeh geli. “Hey gadis cantik, kau tahu? Aku memang gila, tapi kau yang membuat-ku sangat gila seperti ini.kau yang telah membuatku tergila-gila kepada-mu. Kau tahu? Aku tidak betah di Amerika, setiap hari aku selalu memikirkan mu. Baru saja 3 bulan aku sudah merindukan-mu, apalagi 3 tahun? Ahh itu membuat-ku gila.” Rengek Baekhyun kepada Tiffany.

“Huffttt dasar pria gila….” ucap Tiffany dan tiba-tiba pergi meninggalkan Baekhyun begitu saja.

“Yaa’ chagi-ah…. kenapa kau meninggalkan-ku eoh? Kau ingin aku pergi ke Amerika lagi?” teriak Baekhyun sambil lari mengejar Tiffany.

“Terserah kau namja bodoh…. terserah kau ingin menghilang ke ujung dunia pun aku tidak peduli….” jawab Tiffany sambil berlari meninggalkan Baekhyun namun tetap dikejar oleh Baekhyun.

Tiba-tiba Baekhyun menghentikan langkah kaki-nya.

“Baiklah kalau itu yang kau mau, aku akan pergi sekarang juga… aku sungguh-sungguh, arraseo….???”  teriak Baekhyun dan tiba-tiba berlalu meninggalkan Tiffany.

Tiffany pun kaget dengan ucapan Baekhyun. “Mwo…??? apa yang kau katakan pria bodoh? Aku kan hanya bercanda, kenapa kau benar-benar meninggalkan ku eoh? Yaa’ Baekhyun-ah…eodigha….???” teriak Tiffany merengek.

Kini giliran Tiffany yang merengek dan berlari mengejar Baekhyun. Saat mengetahui kalau Tiffay kini sedang mengejar dirinya, Baekhyun pun terkekeh geli mendengar-nya. “Hahaa kena kau gadis manis…” (kekeh Baekhyun dalam hati).

Tiba-tiba…..

Greebbb….

Tiffany kini tengah memeluk Baekhyun dari belakang. “Hajima….jeball Baekhyun-ah….” rengek Tiffany sambil menitihkan air mata.

Baekhyun pun yang tidak bisa menahan tawa nya pun hanya bisa terkiki geli. Kini giliran Baekhyun yang membalikkan badan-nya ke arah Tiffany.

“Yaa’ gadis bodoh. Kau ini kenapa? Baru saja kutinggalkan beberapa langkah saja sudah menangis mengejar-ku. Apalagi kalau aku benar-benar meninggalkan-mu. Pasti kau akan menangis seharian seperti anak remaja yang masih labil.” Ejek Baekhyun kepada Tiffany dan kemudian Tiffany memukul kepala Baekhyun keras.

Ppllakkk….

“Ahh….” rintih Baekhyun sambil menggosok kepala-nya yang sakit.

“Itu akibat-nya jika kau berani-berani nya meninggalkan ku.” Jawab Tiffany manja.

Tanpa berfikir panjang Baekhyun pun langsung memeluk Tiffany sangat erat. Begitupula dengan Tiffany.

“Kau tahu? Hari ini kau adalah milik-ku, jadi kau tidak boleh menghindariku untuk hari ini, esok, dan seterus-nya. Arraseo chagi-ah?” ucap Baekhyun sembari memeluk Tiffany.

“Nhee… oppa…?.” jawab Tiffany tersenyum.

Kini mereka tengah berpelukan di tengah-tengah taman yang sangat sejuk dan sepi. Suara burung berkicauan pun menambah suasana indah bagi mereka berdua.

.

.

.

.

.

~END~

.

.

Eottokeh….chingu…??? apakah ceritanya jelek? Mianhae kalau ada kesalahan baik typo maupun bahasa. Mohon saran nya. Hargai karya author chingu. Harap tinggalkan jejak kalian. Anyeong…. ^_^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s