[EXOFFI FREELANCE] Lucky One (Chapter 14)

luckyoness

Lucky One | Dey’s Storyline and Poster

Length: Multichapter

Genre: Romance, Drama

Rating: T

Main Cast: Oh Sehun(EXO) x Lee Yerim / Yeri Lee (RV)

Additional Cast: Jaehyun(NCT) , Jung Hyejin, EXO Member

Disclaimer: This story is mine! But castnya punya Tuhan, Orang tua mereka dan agensi mereka;D WARNING!!! Typo(s), OOC, No plagiat! Jika ada kesamaan Tokoh bahkan alur cerita, mohon dimaafkan hal tersebut hanya 100% unsur KETIDAKSENGAJAAN! NO BASHING! Jangan lupa comment kritik dan sarannya;)

Wattpad: Lucky_hoon

HAPPY READING!

Setelah kurang lebih 30 menit perjalan akhirnya Yerim dan Jaehyun tiba di apartement Yerim. Selama perjalanan Yerim tidak membuka suara sama sekali bahkan ia hanya mentap kosong jalanan. Entah apa yang ada di pikiran Yerim sampai-sampai ia tak menyadari bahwa mereka sudah berada di basement apartmentnya

Jaehyung menghela napas kasar lalu meraih pundak Yerim dan membuatnya bertatapan dengan Jaehyun

“Sebenarnya apa yang kau fikirkan Yerim-ah! Kau bahkan tak sadar kita sudah sampai di basement apartementmu 10 menit yang lalu”

“Kau membuatku khawatir melihat keadaanmu sekarang Yerim-ah” Tatapan Jaehyun penuh akan kekhawatiran

Sementara Yerim terus menundukkan kepalnya tak menatap Jaehyun

Mianhae oppa” Ujar Yerim masih menunduk

“Baiklah, sekarang kita masuk. Kau butuh istirahat”

Yerim hanya menurut pada apa yang dikatakan oleh Jehyun. Saat ini seakan semua kekuatan yang ada di dalam diri Yerim hilang bahkan berdiri saja ia tidak mampu saking lemasnya

Akhirnya Jaehyun pun menggendong Yerim ala bridal style dan Yerim hanya menurut saja, karena saat ini mengeluarkan suaranya ia seakan tak mampu

Saat tiba di depan apartement Yeri, Jaehyun membantu Yerim memasukkan password apartementnya. Saat tiba di dalam, Jaehyun langsung membawa Yerim ke kamarnya

Ia membaringkan tubuh Yerim lalu menyelimutinya. Ia tak segera beranjak dari kamar Yerim, Jaehyun akan menunggu sampai Han ahjumma datang kesini

“Tidurlah, aku akan menjagamu sementara waktu sampai Han ahjumma tiba” Jaehyun mengusap lembut surai kecoklatan milik Yerim

Akhirnya Yerim pun menutup matanya, mengistirahatkan batinnya sejenak yang mana dipenuhi oleh Sehun dan Daeun. Yerim berharap jika ia membuka matanya untuk keesokan harinya ini semua hanyalah mimpi buruk belaka

Jaehyun menatap Yerim yang sedang tertidur dengan intens, ia tak pernah sedetikpun mengalihkan pandangannya dari yeoja yang ia cintai ini

Perlahan Jaehyun mendekatkan wajahnya dengan Yerim lalu menempelkan bibirnya tepat dikening Yerim. Ketika mendengar ketukan pintu, Jaehyun lantas melepaskan tautannya dan beranjak untuk membukakan pintu

Ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Han ahjumma

“Anda Han ahjumma?” Tanya Jaehyun

“Nde, Tuan. Saya Han Ahjumma. Bagaimana keadaan Nona Yerim?” Han ahjumma bertanya dengan nada yang menyiratkan ke khawatirannya pada Yerim yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri

“Kurasa dia sedang shok dan terlalu banyak memikirkan sesuatu. Bisakah ahjumma merawatnya?Aku akan kembali kekantor sekarang, karena ada meeting penting”

“Nde Tuan saya akan menjaga Nono Yerim”

“Sebentar lagi dokter keluarga Lee akan datang untuk memeriksa keadaan Yerim. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu Ahjumma” Ujar Jaehyun sambil mengambil jaket dan kunci mobilnya dan segera meninggalkan apartement Yerim

—-

“Bagaimana Dok? Apa nona baik-baik saja?” Tanya Han ahjumma masih dengan nada khawatir

“Saat ini kondisinya cukup buruk. Ia terlalu banyak memikirkan sesuatu. Apa ia ada masalah sebelumnya?” Tanya Dokter Kang, Dokter pribadi keluarga Lee

“Sepertinya saya kurang tahu. Setau saya, nona Yerim tak pernah mempunyai masalah sampai saat ini” Ujar Han Ahjumma sambil menatap tubuh mungil Yerim yang tengah terbaring di tempat tidurnya

“Baiklah, ini Resep obat yang harus dikonsumsi Yerim” Dokter Kang menyerahkan selembar kertas pada Han ahjumma

“Ah, dan satu lagi. Untuk saat ini usahakan agar Yerim tidak memikirkan sesuatu terlalu keras dan setelah ia bangun buatkan ia sup dan bubur. Ia tak boleh makan nasi untuk sementara waktu” Jelas Dokter Kang

“Baiklah saya mengerti dok” Jawab Han ahjumma

“Kalau begitu saya permisi dulu”

…o0o…

Seperti 3 hari sebelumnya Yerim membaringkan dirinya di sofa dan menatap kosong karah depan. Baru saja Han ahjumma pamit pulang karena ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya. Selama 3 hari ini Han ahjumma terus menemani Yerim. Han ahjumma sudah menyiapkan sarapan untuk Yerim, namun ia tak berniat menyentuhnya sedikit pun

Saat ini nafsu makan Yerim seakan hilang ditelan bumi, tubuhnya semakin melemah. Pikirannya kembali saat 3 hari belakangan Sehun selalu menghujaninya dengan pesan dan panggilan, meskipun mengabaikan panggilan Sehun ia tetap membaca pesan yang di kirim Sehun

Yeri-ya? Gwenchana

Aku akan menjelaskan semuanya padamu Yeri-ya

Kumohon angkat telponku

Aku merindukanmu Yeri!

Yeri, kumohon

Baiklah, kalau kau tak mau menjawab ataupun membalas telpon dan pesanku. Kuharap kau baik-baik saja, jangan lupa untuk menghabiskan makan malammu.

Aku menyayangimu Yeri!

Yerim merasa seperti menghianati Daeun. Daeun sangat baik pada Yerim, ia tak mungkin merebut namja yang Daeun gilai sejak dulu. Meskipun Sehun menyukainya dan meskipun Yerim juga mempunyai perasaan yang sama pada Sehun ia tak peduli. Ia tak ingin menyakiti hati Daeun lagi, jadi ia memilih untuk menyerah dan menjauhi Sehun meskipun hal itu membuatnya terluka

Sementara itu di dorm EXO semua member sangat khawatir melihat mangnaenya sudah berubah seperti mayat hidup. Ia bahkan tak mau menyentuh makanannya meskipun ia dan anggota grubnya memiliki jadwal yang sangat padat besok

Keadaan Sehun bahkan lebih parah dari pada Yerim. Saat ini Sehun lebih terlihat seperti zombie dengan kulit putih susunya dan kantung mata yang menghitam. Ya ia tak bisa tidur semenjak kejadian itu. Gadis itu benar-benar menyita seluruh kehidupan Sehun

“Sehun-ah,makanlah sedikit. Kau harus mengisi tenagamu” Ujar sang Leader, Suho sambil membawakan mangnaenya makanan dan minuman

“Aku tak bernafsu hyung” Jawab Sehun lemas

Suho menghela napas kasar. “Yak! Kau ingin membuat fans kita khawatir melihat keadaanmu saat ini?! Ayolah, masalahmu takkan pernah selesai jika ka uterus berdiam diri seperti mayat hidup!”

Sehun tidak merespon ucapan Suho. Masa bodoh dengan penggemarnya yang akan khawatir, karena saat ini dirinya hanya menghawatirkan Yeri

Baekhyun yang mengintip dari luar kamar Sehun hanya bisa menghela napas. Ia sungguh tak tega melihat Sehun seperti ini

Baekhyun lalu berinisiatif untuk menelpon Yeri untuk menyuruhnya menghubungi ah minimal mengirimkan Sehun pesan agar ia tidak seperti ini

Baekhyun pun mencari kontak Yeri di ponselnya dan menekan tombol hijau untuk menghubungi Yeri

Cukup lama hanya nada sambung yang terdengar. Tapi kemudian terdengar suara seorang yeoja yang tentu sama lemahnya dengan Sehun

Yeoboseyo

“Oh? Yeri-ya aku pikir kau tak akan menjawab panggilanku” Baekhyun menghela napas lega karena Yeri masih mau mengangkat panggilannya

Ada apa oppa?” Tanya Yeri dengan suara lemahnya

“Gwenchana?” Bukannya menjawab pertanyaan Yeri Baekhyun malah balik bertanya pada Yeri dan hanya dibalas deheman pelan oleh Yeri

“Aku tahu kau tak baik-baik saja, seperti—“ Baekhyun menjeda kalimatnya

“Sehun” Lanjutnya

“Bahkan bisa kupastikan keadaan Sehun saat ini jauh lebih buruk dari keadaanmu Yeri” Lanjut Baekhyun lagi

Yeri hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan dari Baekhyun

“Bisa kah kau melakukan sesuatu untuk Sehun? Ah anni, bukan untuk Sehun tapi untukku” Ujar Baekhyun dengan nada memohonnya

Yeri masih terdiam. Entahlah ia sebenarnya juga sangat khawatir pada Sehun dan jika bisa ia ingin segera melesat menuju Dorm EXO hanya untuk sekedar memeluk Sehun

“Kumohon Yeri. Sejak kejadian itu ia bahkan tak mau memakan makanannya bahkan tak bergerak sedikitpun dari tempatnya dan besok kami ada banyak show, setidaknya jika kau tak mau melakukannya demi aku ataupun Sehun lakukanlah demi penggemar kami Yeri. Aku tak ingin mereka khawatir. Kumohon” Baekhyun tak tahu harus memohon dengan cara apa lagi, ia sudah putus asa dan tentu saja Yeri tak setega itu. Ia tahu betapa sangat pentingnya penggemar bagi mereka

Yeri menghela napas pelan “Baiklah oppa. Tapi maafkan aku, aku tak bisa menelponnya langsung mungkin hanya sebuah pesan yang bisa ku kirimkan untuknya” Akhirnya Yeri mengabulkan permintaan Baekhyun

Sebenarnya jika tak berada di situasi sekarang ini, bahkan Yeri rela melesat sekarang juga dan menyuapi Sehun makanannya

Gomawo Yeri-ya.. Jongmal Gomawo” Ujar Baekhyun dengan nada lega. Setidaknya ia bisa membuat perasaan mangnaenya sedikit lega

Yeri langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Baekhyun. Yeri mulai mengetikkan pesan untuk Sehun. Tapi sebelum mengirimnya Yeri menatap deretan kalimat yang akan ia kirimkan pada Sehun sebelum akhirnya menekan tombol send

Sedangkan di dorm EXO, Suho sang leader masih terus membujuk dan menceramahi  Sehun untuk memakan makanannya atau setidaknya beranjak dari tempat yang sedari kemarin tak pernah ia tinggalkan seakan bokongnya menempel ditempat itu

Namun tiba-tiba ponsel Sehun berdering singkat yang menandakan ada pesan yang masuk

Sehun melirik ponselnya dengan malas, enggan untuk melihat siapa pengirim pesan tersebut. Ia hanya melirik sekilas ponselnya lalu kembali menatap kosong kedepan

Ayolah Baekhyun sudah susah payah membujuk Yeri untuk sekedar mengirimkan Sehun pesan. Namun apa sekarang? Justru Sehun yang tak ingin menatap ponselnya enggan membaca pesan yang masuk karena Sehun berpikir tak mungkin Yeri mau membalas pesannya

YAK!! PABO-YA!!” Teriak Baekhyun kesal

Sehun hanya menatap Baekhyun dengan wajah datar andalannya

Baekhyun lalu mengambil ponsel Sehun yang ia letakkan sembarangan

“Kau tak mau melihat pesanmu? Kau yakin tak akan menyesal mengabaikan yang satu ini?” Baekhyun sudah jengah dengan sikap Sehun.

Baekhyun lalu menyodorkan ponsel Sehun padanya namun Sehun tak mengambilnya. Akhirnya Baekhyun menghela napas kasar lalu menarik paksa tangan Sehun untuk memegang ponselnya

Sehun lalu memutar malas matanya lalu berahli menatap ponsel yang sudah berada di genggamannya. Seketika mata Sehun mebulat sempura. Seakan-akan disuntikkan energy yang entah berasal darimana, Sehun yang lesu langsung berubah ketika melihat orang yang mengiriminya pesan dan Baekhyun benar sangat benar jika saja Sehun mengabaikan pesan tersebut ia akan menyesal seumur hidupnya

Suho dan Baekhyun pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tinggkah Sehun. Sebegitu besarkah pengaruh Yeri untuk Sehun? Dan jawabannya tentu saja sangat besar

Tanpa menunggu waktu lama Sehun pun langsung membuka pesan yang dikirim Yeri

Makanlah! Pastikan kau menghabiskan makananmu!

Hanya pesan yang singkat dan biasa saja bagi orang lain, tapi sangat berharga bagi Sehun. Begitu besar pengaruh Yerim pada Sehun yah karena cinta Sehun pada Yerim juga sama besarnya. Sehun seakan tak begitu puas dengan pesan singkat yang dikirim oleh Yerim, ia lalu menekan tombol untuk menelpon seseorang yang telah merecoki pikirannya

Nada sambung terus berdering karena seseorang disebrang sana tak kunjung menjawab panggilannya

Sekali, dua kali, tiga kali namun panggilannya tetap dihiraukan oleh Yerim. Sehun tak kunjung menyerah untuk menghubungi Yerim sampai panggilannya yang ke enam akhirnya mendapat balasan

Yeoboseyo? Yeri-ya?” Lirih Sehun

Nampaknya seseorang diseberang sana enggan untuk mengeluarkan suaranya

Gwenchana? Aku sangat mengkhawatirkanmu…” Sehun terdiam sejenak

“Dan…. Dan aku merindukanmu Yeri! Sangat! Kumohon aku bisa menjelaskan semuanya” Lanjut Sehun dengan lirih

Sementara diujung telepon, Yeri sedang menahan tangisannya agar tidak pecah. Sungguh saat ini ia sangat merindukan Sehun, bahkan ia bisa gila karena merindukan Sehun yang sudah masuk kedalam kehidupannya. Mendengar suara Sehun yang begitu lemah sungguh membuat Yeri tak tahan ingin segera menghampiri Sehun dan memberinya kekuatan. Namun saat ini ia membuang jauh-jauh keinginannya tersebut

Setelah sekian lama Yeri tidak mengeluarkan suaranya ia akhirnya bersuara

“Khawatirkan dirimu sendiri” Ujar Yeri dengan nada yang cukup dingin

“Yeri-ya…” Mata Sehun saat ini sudah dilapisi lapisan Kristal bening yang seketika bisa runtuh kapan saja karena mendengar ucapan yang Yeri katakana padanya saat ini

Sementara Yeri juga sedang menahan keinginannya untuk mengucapkan kekhawatirannya pada Sehun. Ia tersiksa jika seperti ini terus, ia membutuhkan Sehun

“Makanlah, dan…… jangan menghubungiku untuk sementara waktu” Ujar Yeri sedingin yang ia bisa lalu memutuskan sambungan secara sepihak dan tangis Yeri saat itu juga pecah

Kristal bening yang sedari tadi ditahan oleh Sehun pun akhirnya membentuk sungai kecil secara perlahan dan dengan cepat Sehun menghapus jejak sungai kecil tersebut. Sehun tau bahwa Yeri sangat menghawatirkannya saat ini, akhirnya ia mengambil makanannya dan segera menghabiskannya meskipun ia tak bernafsu sama sekali. Yah ini semua ia lakukan demi Yeri

Malam harinya Yerim menghubungi sahabatnya Jung Hyejin. Ia ingin menumpahkan segala sesuatu yang ia pendam sendiri. Ia membutuhkan sahabatnya untuk membagi beban yang ia tanggung sendirian

Tak lama kemudian Hyejin masuk kedalam apartement Yeri dengan tergesa-gesa dan sangat jelas raut kekhawatiran yang tercetak diwajah sahabat Yerim yang satu ini. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang membuatnya sangat khawati

Hyejin menemukan Yerim yang keadaan sangat mengenaskan sedang duduk di sofa sambil menatap kosong kedepan. Hyejin pun segera menghampiri Yerim dan langsung menbawa Yerim kedalam pelukannya

“Yerim-ah, apa yang terjadi padamu? Um? Kau membuatku sangat khawatir” Hyejin mengelus pelan punggung Yerim untuk memberikannya kekuatan

“Hyejin-ah” Lirih Yerim

“Eoh… aku sekarang sudah disini, jadi kau bisa menceritakan semuanya padaku. Membagi beban yang kau tanggung sendirian”

Seketika tangis Yerim pecah dan ia semakin mengeratkan pelukannya pada sahabatnya tersebut. Saat tangisnya mulai mereda Yerim pun menceritakan semuanya pada Hyejin, dan Hyejin mendengarkannya dengan sangat seksama. Seperti menganalisis masalah yang tengah dihadapi oleh sahabatnya ini

Bahkan ini adalah kali pertama ia melihat Yerim seperti ini

“Kurasa kau harus mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu Yeri-ya. Tidak salah bukan jika kau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu?” Ujar Hyejin lembut

“Biarpun aku mendengarkan penjelasannya semua takkan berubah Hyejin-ah. Daeun eonni sangat menyukainya. Aku tak bisa berbuat apa-apa lagi” Lirih Yerim

“Dua hari yang lalu Daeun eonni datang mengunjungiku. Dan ia bercerita tentangnya. Dan dia berkata….. ia akan mulai memperjuangkan cintanya” Lanjutnya dengan Tangis yang kembali pecah

“Apa yang harus kulakukan jika sudah seperti ini Hyejin-ah” Ujar Yerim sambil sesegukan

Hyejin menghela napas kasar “Jadi kau mengalah padanya? Apa namja itu juga mencintai Daeun eonni? Bagaimana jika namja itu mencintaimu?”

Yerim terdiam membatu mendengar ucapan Hyejin

“Kau tahu, Yerim yang kukenal tidak selemah ini. Lee Yerim yang kukenal adalah seorang yeoja yang ceria bukan yeoja yang lemah seperti ini”

Hyejin lalu member Yerim pelukan hangat seorang sahabat yang sangat Yerim butuhkan saat ini

“Lakukan apa yang hati kecilmu kataka Yerim-ah. Keputusan berada ditanganmu. Entah kau memilih mundur atau malah memperjuangkannya, itu semua kau yang memutuskan. Dan aku percaya apapun yang kau pilih adalah yang terbaik untukmu” Hyejin mengelus rambut kecoklatan Yerim

“Jadi hapuslah air matamu dan kembali tersenyum seperti Yerim yang aku kenal” Ujar Hyejin sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Yerim

Yerim pun mencoba tersenyum meskipun rasanya sulit. Bebannya saat ini sudah cukup berkurang,menceritakannya pada Hyejin memang hal yang sangat tepat

“Baiklah aku akan menginap malam ini untuk menemanimu” Ujar Hyejin dan dibalas anggukan oleh Yerim

TBC…

PLIS AKU BUTUH FEEDBACK DARI KALIAN T.T /CAPSLOCKJEBOL/

COMMENT, KASIH SARAN DAN MASUKAN BUAT AKU

AKU BUTUH BGT……

THANKYOU~

TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA!!

2 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Lucky One (Chapter 14)

  1. Aigoo., akhirnya baca juga 😁😀😀

    Eonni(?) im coming..wkwkwk
    Eii., itu jaehyun cari kesempatan euii..kkkk

    “Saat ini Sehun lebih terlihat seperti zombie dengan kulit putih susunya dan kantung mata yang menghitam.” aigoo., eonni kau apakan sehun oppa sampe seperti itu?.. Duh ngebayanginnya/parahbanget/tapitetepgantengkok/Plaakk/dasarlabil😂😂😂😂😂😂

    Duhh., disini yg punya masalah sehun sama yeri kok yah aku yg pusing!!
    Iihh., bneran loh pusinggg

    Buat sehun and yeri baikan lagi dong eon, Please#mukamelas/pasangaegyeo/ditabok..hehehe^^v

    Biarin sehun ngejelasin semuanya sama yeri.,

    yeri bisakah kau sekali ini saja mementingkan perasaanmu sendiri? Tanpa memikirkan perasaan org lain! yg sama” menyukai satu namja yg sama denganmu, mungkin ini egois tapi ini demi perasaanmu sendiri, jika kau tak mengikuti kata hati kecilmu nanti kau akan jatuh dan terluka semakin dalam karena luka yg kau buat sendiri. Lagi pula sehun juga punya perasaan yg sama denganmu.,#aseekkk/itu gak tau kata kata dari mana asalnya tiba” ada di pikiranku..wkwkwk^^v

    Next dtunggu klanjutanya loh ya^^
    💞💕💞💕💞

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s