[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 18)

mr-mafia-cover1

Tittle/judul fanfic: Mr. Mafia

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Action, School Life, Married life, kekerasan.

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) , Hwang Hyerin, Yugyeom (Got7), Tiffany (SNSD)

Supporting Cast :

EXO member, Got7 member, SNSD member, Beast member

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17, semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun.

jangan lupa Comment dan Like ya

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1

Hari – hari berganti Sehun juga hyerin menjalankan kegiatannya seperti biasa, Hyerin yang memasuki masa liburnya menggunkan waktu senggangnya untuk bekerja di sebuah rumah makan untuk mencari kesibukan, sedangkan Sehun masih sibuk dengan pekerjaannya sendiri, hampir setiap malam belakangan ini Sehun selalu tidak pulang dan di pagi hari banyak luka lebam di tubuhnya, seperti pagi ini, sekitar pukul 6 pagi Hyerin di kagetkan dengan Sehun yang tergeletak di Sofa rumahnya dengan darah yang mengalir dari sisi kanan tubuhnya juga sudut bibirnya,

“ OH SEHUN! ” Hyerin berteriak melihat keadaan Sehun yang begitu mengerikan,

dengan cepat ia mengambil ponselnya dan menelpon Xiumin , satu – satunya laki – laki yang memberikan nomor telpon pada Haerin,

“ Xiumin-sshi, Sehun terluka parah ”

[ apa ? bagaimana bisa ? dimana Sehun sekarang ? ]

“ aku menemukannya di ruang tamuku ”

[ baiklah, kau lakukan apa yang kau bisa, aku akan menelpon Lay dan datang secepatnya ]

“ terima kasih Xiumin-sshi ”

setelah memutuskan panggilan telpon, hyerin mengambil handuk dan air panas untuk membersihkan luka Sehun,

“ Sehun-aa… sebenarnya apa yang terjadi ? ” Hyerin masih bertanya di sela – sela kegiatannya,

“ akh.. ” tiba – tiba Sehun mengerang saat Hyerin menyentuh bagian tubuhnya yang terluka,

“ Sehun-aa… apa kau bisa mendengarku ? Lay dan Xiumin oppa dalam perjalanan, kau tenang saja ” Hyerin berkata lagi,

“ aku harus membersihkan lukannya, apa kau bisa menahan rasa sakitnya sebentar ? ” Hyerin memerikan aba – aba yang di beri anggukan lembut dari Sehun,

dengan sangat hati – hati Hyerin membersihkan luka di tubuh Sehun, terlihat bahwa luka itu adalah luka tusukan pisau yang cukup dalam dan harus di jahit,

“ Sehun-aa.. apa yang terjadi sebenarnya ” Hyerin masih terus bertanya – tanya,

“ kau harus menjauh dari laki – laki itu ” Sehun berkata susah payah,

“ laki – laki ? siapa maksutmu ? ah sudahlah jangan berbicara dulu ” Hyerin memotong perkataan Sehun,

Hyerin mendengar ketokan pintu dari luar,

“ tunggu sebentar Sehun-aa, aku akan membuka pintu, itu pasti Lay dan Xiumin oppa ”

tiba – tiba Sehun menahan tangan Hyerin saat ia hendak beranjak,

“ jangan di buka ” Sehun berbicara,

“ apa ? itu pasti Lay dan Xiumin oppa ”

“ bukan ”

“ apa ? ”

tiba – tiba ponsel Hyerin berdering kencang,

“ yongsaeyo, Xiumin oppa ”

[ maafkan aku, kami sedang ada di perjalanan, entah mengapa hari ini sangat ramai ]

“ oppa, belum sampai ? ” Hyerin bertanya pelan, hatinya berlonjak,

“ lalu siapa orang yang mengetok pintu rumah ini tadi ? ”

Hyerin memutuskan panggilan secara sepihak, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, ia begitu ketakutan dengan keadaan Sehun yang benar – benar tidak memungkinkan seperti ini,

“ tetaplah di sini, jangan bergerak ” Sehun berkata dengan sedikit menahan batuknya,

Hyerin kembali memandang pintu rumahnya yang kali ini sudah tidak berbunyi lagi,

BRAK !

pintu rumah itu terbuka lebar dengan keras membuat Hyerin juga Sehun menolehkan pandangannya pada 2 orang laki – laki yang berdiri tegap di depan pintu,

“ siapa kalian ? ” Hyerin berdiri dari tempatnya dan memandang kedua orang itu intens,

“ APA YANG KALIAN INGINKAN ? ” Hyerin berteriak dengan keras berharap seseorang mendengarnya dan menolongnya,

tiba – tiba sebuah tangan menariknya mundur,

“ Se-se-sehun-aa ” Hyerin terbelalak melihat Sehun yang sekarang berdiri tegap menutupi tubuhnya,

kedua laki – laki itu mendekat dan berdiri di depan Sehun,

“ apa yang kalian inginkan ? ”

“ setelah kau menghabisi tetua kami, tentu kami akan menghabisimu! ” kata laki – laki itu dan

BRUG!

Tongkat yang berada di tangan kanan laki – laki itu patah saat mengenai punggung Sehun yang memeluk Hyerin untuk melindungi gadis itu,

“ Sehun-aa!!! ”

dengan bunyi yang sangat keras, tubuh Sehun terbanting ke tanah,

seakan dunianya hancur, Hyerin terduduk di lantai tanpa suara,

“ Kau juga harus mati ! ” laki – laki itu mengeluarkan pistolnya dari balik jaketnya dan medongkan pistolya di kepala Hyerin,

Hyerin hanya memejamkan matanya, ia hanya menunggu suara tembakan yang akan terlantun sebentar lagi,

“ jangan bergerak ” tiba – tiba suara seseorang yang sangat Hyerin kenal terdengar,

perlahan Hyerin membuka matanya, laki – laki dengan postur tinggi dan badan atletis memegang senjata di balik kepala laki – laki yang akan menembak Hyerin tadi,

“ oppa ” Hyerin hanya bisa memanggil laki – laki itu bingung karena tidak seharusnya laki – laki itu ada di sini,

laki – laki yang sedari tadi diam membungkukan badannya kala Yugyeom memberi sorotan tajam dari matanya,

“ urusanmu hanya dengan Sehun, bukan dengan wanita itu ” Yugyeom berbicara tepat di belakang laki – laki itu,

“ maafkan kami tuan ” kedua laki – laki itu kini menundukan kepalanya pada Yugyeom,

“ apa mereka utusan Mr. Oh lagi ? ” Hyerin bertanya dalam hati,

“ Hyerin , kau harus pergi dari sini sekarang juga, ini sangat berbahaya ”

“ tidak.. aku tidak akan meninggalkan Sehun sendirian ! ” Hyerin menahan tubuhnya yang di tarik oleh tangan kekar Yugyeom,

Brak!

Dengan sekali hentakan Yugyeom memukul tengkuk kepala Hyerin dan wanita itu jatuh lemas di pelukan Yugyeom, tanpa pikir panjang Yugyeom membawa tubuh Hyerin pergi dari tempat kejadian secepat mungkin,

“ Hyerin-aa… maafkan aku… aku tidak ingin kau celaka ”

Yugyeom menggumam memandang tubuh Hyerin yang terlemas di kursi penumpang,

“ Sehun-aa ” hanya kata itu yang keluar dari bibir Hyerin tanpa ia sadari,

Yugyeom hanya terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap bahwa tidak ada orang yang membuntuti mereka berdua,

Di sisi lain Xiumin juga Lay baru sampai di rumah Sehun yang pintu depannya terbuka lebar, Xiumin yang melihat keadaan itu langsung berlari memasuki rumah Sehun tanpa pikir panjang dan mendapati Sehun yang tergeletak di lantai seperti tak bernyawa,

“ SEHUN-AA!! ” Xiumin berteriak histeris dan di susul Lay yang ikut berlari menghambur ke lantai,

“ baringkan ia di sofa ” Lay mengangkat bicara dan membantu Xiumin membawa Sehun ke atas Sofa,

Dengan cekataan Lay memeriksa keadaan Sehun dan mencoba memompa jantungnya dengan tangan, ia melihat luka di punggung Sehun juga pinggang kanan Sehun yang sudah Hyerin bersihkan,

“ Bantu aku untuk terus memompa jangtungnya, aku harus menutup luka Sehun ” Lay berbicara dan Xiumin langsung mengambil alih, tanpa jeda satu detikpun Lay terus mengeluarkan barang – barang kedokteran yang ia perlukan dan mulai menutup luka Sehun dengan hati – hati,

“ Sehun-aa, ada apa sebenarnya ” Xiumin hanya bisa menggumam tak jelas,

uhuk – uhuk

setelah 5 menit Xiumin memompa jantung Sehun, Sehun terbatuk dan tersadar,

“ Sehun-aa.. kau bisa mendengarku ? ”

“ hye-hye-hyerin.. ” Sehun hanya menyebut nama Hyerin saat darah segar mulai mengalir dari sudut bibirnya,

“ Sehun tenangkan dirimu, ia baik – baik saja ” kini Lay berbicara setenang mungkin,

“ aku akan menjahit lukanya, kau jangan bergerak dulu ” Lay kini kembali terfocus pada pekerjaannya,

Sehun hanya bisa menutup matanya rapat – rapat saat rasa sakit yang menjalar kesetiap syaraf di tubuhnya membuatnya tak bisa bergerak sama sekali, beberapa tulang di punggungnya yang sepertinya retak membuat Sehun tak sanggup hanya untuk menggerakan tubuhnya,

“ setelah ini kau harus ke rumah sakit, aku akan mengatur semuanya ” Lay berbicara serius setelah mengobati luka Sehun untuk sementara dan melihat Sehun yang setidaknya sadarkan diri,

“ Xiumin,, aku harus kembali ke rumah sakit dan mengurus semuanya, beberapa dari tulang Sehun retak dan ia harus masuk perawatan intensif karena luka ini cukup dalam Lay memberikan pandangan sendunya pada Xiumin,

“ aku akan menjaga Sehun di sini, saat semua suda siap kau bisa menelponku dan aku akan membawa Sehun kerumah sakit ”

“ baiklah, terimakasih banyak Xiumin-aa, kau memang selalu bisa di andalkan ”

Xiumin hanya memberi senyuma adalannya pada Lay yang beranjak pergi,

“ Sehun-aa, aku akan mengambil air minum untukmu, kau tunggu di sini dulu jangan bergerak ” Xiumin berlalu menuju dapur,

Sehun memandang sekitarnya, pendenganrannya saat itu tak mungkin salah, seseorang berusaha membawa Hyerin pergi secara paksa, matanya menangkap ponsel genggam Hyerin di atas meja yang menjadi saksi bisu tentang kejadian beberapa saat lalu,

Sehun berusaha meraih benda itu dengan tangan kirinya yang sedikit lebih baik dari yang kanan,

“ apa yang kau inginkan ” Xiumin yang baru saja sampai dan melihat Sehun di posisi yang berbeda,

“ ponsel ” kata Sehun pelan,

“ minumlah air hangat ini dulu ” Xiumin menyodorkan segelas air hangat pada Sehun,

sedikit demi sedikit Sehun meminum air hangat daru gelas yang Xiumin berikan, perasaan sakit menjalar kala air hangat itu menyentuh bibirnya yang berdarah dan tenggorokannya yang sedikit sobek dan masih mengeluarkan darah,

“ apa yang kau inginkan, apa kau ingin mencari istrimu ? ” Xiumin bertanya,

Sehun hanya memberikan anggukan lesunya pada Xiumin, sedangkan laki – laki dengan wajah manis itu hanya menundukan kepalanya mengetahui bahwa ia sendiri tidak tau di mana wanita itu sekarang berada,

“ tenanglah, ia baik – baik saja, ia meninggalkan ponselnya di rumah karena Lay menyuruhnya untuk membeli obat dengan terburu – buru ” Xiumin mencoba berbohong,

“ kau berbohong padaku hyung ” Sehun berbicara pelan,

“ aku tau seseorang membawanya pergi ” Sehun kembali mengucap,

“ baiklah sekarang kau harus cepat sembuh agar kau bisa menyelamatkan isitrimu ” Xiumin kembali berkata dan memandang Sehun yang masih seperti orang mati,

sebuah pesan singkat masuk untuk memberi tahu Xiumin untuk membawa Sehun ke Seoul Hospital, Xiumin membantu Sehun untuk berjalan kearah mobil dengan terbatah – batah,

Xiumin memacu mobilnya di jalan ramai Seoul dengan sedikit terburu – buru, ia takut Sehun tak akan kuat menahan sakit yang menjalar di tubuhnya, dengan menuruti perintah Lay, Xiumin membawa Sehun ke kamar inap VIPnya lewat pintu belakang yang hanya di gunakan oleh keluarga Lay sebagai pemilik,

Dokter langsung masuk ke ruangan dan menangani luka dalam yang Sehun alami, setelah semua selesai terlihat Sehun tertidur pulas dengan sebuah kantung darah tergantung di samping tempat tidurnya,

“ Sehun-aa, apa yang sebenarnya terjadi ? ” lagi – lagi Xiumin bertanya,

handphone Xiumin berdering kencang, kini bukan satu atau dua orang yang menelpon melainkan 4 orang sekaligus,

“ Hallo, apa kalian semua bisa mendengarku ? ” kata Xiumin dengan bisikan agar tidak mengganggu Sehun yang masih tertidur pulas,

“ HYUNG !! ADA APA ? ” Baekhyun mulai berteriak

“ bagaimana keadaan Sehun ? ”

“ apa Sehun sudah sadar ? ”

“ kalian ada di mana dan lantai berapa ? di kamar nomor berapa ? ”

semua pertanyaan terus mengalir tanpa henti membuat Xiumin sendiri bingung harus menjawab yang mana,

“ aku dan Sehun berada di rumah sakit Lay dan di ruang VIP yang Lay sediakan, kalian hubungi saja Lay karna akses ke kamar rawat ini terbatas ” Xiumin menjelaskan,

“ YA ! KALIAN HARUS MENUNGGUKU ! ” kini Baekhyun terus berteriak di telinga teman – temannya,

“ Kyungsoo-aa, kau tau di mana alamatnya kan ? ” kini Chanyeol yang bertanya,

“ Kyungsoo tidak ada bodoh ! ” Baekhyun kembali berkata,

“ apa kau tidak bisa diam ! ” tiba – tiba suada Kyungsoo terdengar di dalam perbincangan itu,

“ astaga ? sejak kapan kau ada di perbincangan ini ? ”

“ sejak kau menelpon dan aku menyadap telponmu ” kata Kyungsoo dengan suara datarnya,

“ kau benar – benar playboy yang hebat Baekhyun-sshi ” Kyungsoo menggoda Baekhyun,

“ keterlaluan ! ” Baekhyun memutuskan panggilannya,

“ aku harus pergi, sebentar lagi Baekhyun akan datang ke sini dan menghancurkan computerku ” Kyungsoo juga menghilang,

kini tinggal Suho juga Chanyeol yang masih dalam diam,

“ aku akan segerah ke sana ” kata Suho dan mengakhiri panggilannya,

“ bagaimana dengan Hyerin, apa di baik – baik saja ? ” Chanyeol bertanya setelah Suho meninggalkan mereka berdua,

“ saat aku datang, wanita itu sudah tidak ada di tempat dan aku hanya mendapati Sehun yang tergeletak di tanah, sudahlah kau datang saja kemari ” kata Xiumin lagi,

beberapa Jam berlalu, kini Sehun sudah sadar dan terjaga di atas tempat tidurnya, seperti biasa kegaduhan terus terjadi saat baekhyun juga Kyungsoo bertengkar dan Chanyeol hanya bisa melerai mereka setiap saat,

“ Sehun-aa, sebenarnya apa yang terjadi ? ” kini Suho menatap Sehun dalam diam, semua orang di dalam kamar itu menuntut penjelasaan termasuk Xiumin juga Lay yang bergabung,

seperti terbang ke 24 jam lalu saat Sehun mendapatkan tugas baru untuk membunuh salah seorang mentri yang sekarang menjabat di kedudukan duta besar Amerika Serikat di Korea Selatan,

Saat itu Sehun berangkat dari rumah dengan hati yang cukup gelisah, ia mengisi begitu banyak peluru kedalam pistolnya juga membawa isi cadangan yang sebelumnya tidak pernah ia bawa, ia merasa bahwa hari ini pekerjaannya akan sangat berat, tapi untuk mempertahankan hubungannya dengan Hyerin, Sehun harus melakukan tugas – tugas yang Mr. Oh berikan,

Malam semakin larut, Sehun mengintip dari cela pintu kamarnya menyaksikan seorang gadis yang tertidur pulas di atas tempat tidur king sizenya, seperti kucing yang kedinginan, wanita itu meringkukan badannya di balik selimut tebal, tak terasa Sehun tersenyum menatap wanita yang bukan lain adalah Hyerin,

“ goodnight ” Sehun berbisik pelan,

Sehun kembali terfokus pada pekerjaannya malam ini, ia melihat kembali alamat yang Mr.Oh kirim, dengan menenteng tas ransel yang berisi senjata di tangnnya, Sehun melajukan mobil mewahnya ke tempat tujuan melalui rute yang sudah Mr. Oh berikan,

45 menit berlalu Sehun memasuki kawasan perumahan elit, ia melihat beberapa tempat yang tidak asing baginya yang harus selalu memasuki rumah seseorang tanpa terdeteksi,

Sehun memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah yang terlihat gelap dan mulai melanjutkan perjalanannya menuju almat yang di tuju,

Mata Sehun memadang sebuah rumah yang berdiri kekar dengan cat warna putih, matanya menyipit memandang beberapa bodyguard yang berdiri di depan pintu, ia memutuskan untuk mengitari rumah besar itu dan beralih ke bagian belakang rumah yang langsung terhubung dengan pantai, mata Sehun kembali menyipit saat menangkap bayangan seorang laki – laki berpakaian lengkap memandang kilapan air laut, wajah orang itu seperti tidak asing baginya,

apa yang ia lakukan di sini ? bukankah seharusnya ia berada di rumah kakek tua itu ” hati Sehun berdengung keras,

seorang bodyguard datang dan memberikan salam, setelah itu ia mengikuti laki – laki itu memasuki rumah megah itu, lampu di salah satu ruangan menyala, terlihat seorang laki – laki yang duduk di kursi kerjanya yang menjadi targetnya kali ini, juga laki – laki yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya,

“ cih.. apa di mata – mata ? ” Sehun berbicara pada dirinya sendiri,

setelah kejadian itu Sehun kembali terfokus pada misinya untuk membunuh laki – laki berbadan besar dan cukup tua itu Yang Songhun,

Sehun memulai aksinya mengendap – ngendap memasuki rumah besar itu, ia mengeluarkan senjata bius adalannya dan mulai menembak sasarannya, tak perlu waktu banyak untuk Sehun bisa menerobos memasuki rumah dengan penjagaan yang cukup ketat itu,

Sehun menaiki tangga dan menemukan ruangan di mana targetnya berada,

Dengan sekali hentakan Sehun membuka pintu ruangan itu,

“ Oh Sehun-sshi ” laki – laki tua itu menyebut nama Sehun lantang tanpa rasa takut sedikitpun,

“ Yang Songhun ” Sehun menjawab,

“ tidak baik membiarkan tamu untuk berdiri, bagaimana jika kita menikmati secangkir whisky mahal ini bersama ? ” Mr. Yang mengangkat gelasnya,

“ aku tidak punya waktu, jelaskan padaku untuk apa kau bertemu dengan seseorang yang berasal dari WOLF ” Sehun bertanya to the point,

“ siapa yang kau maksut ? ” Mr. Yang mengelak,

“ laki – laki yang baru saja kau temui tadi, apa yang kau inginkan darinya ? ”

“ tenang dulu Oh Sehun-sshi, maksutmu Yugyeom bukan ? ”

Mr. Yang berdiri menatap pemandangan laut dari jendela tempat kerjanya,

“ Sehun-sshi, sepertinya kau harus lebih giat belajar agar dapat mewarisi tahtah yang ayahmu punya ”

“ cukup dengan basa – basimu, aku tidak segan – segan menghabisi nyawamu sekarang juga ”

“ Yugyeom, dia anak yang berbakat dan loyal, sayangnya ia menolak tawaranku ” Mr. yang memutar tubuhnya menghadap Sehun,

“ kau masih begitu Naïve, tidak semua orang punya pikiran yang sama denganmu tuan muda ” Mr. Yang melempar pisau lipatnya tepat ke sisi wajah Sehun,

“ cahh.. aku sudah siap, kau harus menyelesaikan misimu bukan, kau punya waktu satu menit sebelum anak buahku datang dan membunuhmu ? ” laki – laki itu kembali duduk di tempatnya dan memandang Sehun dengan senyum angkuhnya,

Sehun tersenyum singakat dan dengan sekali hentakan pedal di jari Sehun, peluru itu berhasil mendarat mulus ke kepala laki – laki tua yang terduduk di kursi kerjanya,

BRAK!

Pintu di belakang Sehun terbuka lebar, Sehun menembak jendela kaca di sampingnya, melompat dari jendela dan mendarat dengan mulus di atas pasir, tapi langkahnya terhenti saat matanya menangkap seseorang yang berada tepat di depannya,

Sehun berdiri dan menatap laki – laki yang badannya lebih besar dari nya itu intens,

HIAH!

Laki – laki itu menendang Sehun dengan kaki kanannya dan

BRUG!

Sehun yang menahan pukulan kencang itu tersungkur ketanah,

Sehun mengambil pisau lipat dari dalam sepatunya, dan mulai menyerang laki – laki  itu tapi Serangan Sehun tidak pernah kena sasaran dan

BRUG!

Laki – laki itu berhasil menajatuhkan Sehun dengan memukul Sehun tepat di bagian perutnya,

Darah segar mulai mengalir dari bibir Sehun, sesuatu di dalam sana pasti terluka parah,

Sehun menahan tangan laki – laki itu dan

ZAKK!!

Ia menusukan pisau lipatnya tepat di perut laki – laki itu juga,

AARRRGGG!!!

Laki – laki itu mengerang mencoba mengeluarkan pisau yang Sehun tancapkan, Sehun yang terus merasakan sakit di bagian perutnya mencoba sekuat tenaga untuk menahan tangannya tapi kala itu ia kurang beruntung dan

ZRAK!

Laki – laki itu berhasil membalik kartunya, ia menusuk Sehun dengan pisau yang ia rebut dari sah empunya,

ARRG!

Sehun mengerang singkat saat lutut dan tangannya membentur tanah, nafasnya tersengal dan ia terus memegangi pinggang kirinya yang masih mengeluarkan darah segar,

Laki – laki itu pergi meninggalkan Sehun sendirian di tengah pantai besar itu, mungkin ia akan mati,

Pandangannya kabur, yang ia lihat hanyalah wajah wanita yang menjadi pujaan hatinya,

Tiba – tiba ia merasakan tubuhnya di angkat oleh seseorang,

Sehun memandang wajah laki – laki yang tidak asing baginya itu,

Saat ini begitu pertanyaan yang ingin ia tanyakan, tapi mengetahui keadaannya yang begitu mengenaskan,

Sehun hanya terus mengikuti alur permainan laki – laki yang sepertinya tidak ingin ia mati,

Laki – laki itu mendudukan tubuh sehun di kursi penumpang dan memakaikan seat – belt , setelah itu ia memutar tubuhnya dan memasuki mobil di kursi pengemudi,

“ Bawa aku pulang ” Sehun berbicara dengan nafas tersengal sengal,

– TBC-

24 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Mr. Mafia (Chapter 18)

  1. Haayyooo loohhh syp itu syp yg bawa sehun plg?? Gk mngkn salah satu dr temen2 ny ,, bukan jg yogeum (mngkn sihh)
    Hnya bsa mnduga-duga
    Hhhmmmm
    Next thor

  2. Uhh., deg degan.. Tegang gimana gitu.,
    Sehun oppa kasian, hyerin giman?? astaga.. Semoga mereka berdua baik” saja.

    Itu yugyeom kah?

  3. duh makin rumit sih? itu hyerin mau dibawa kemana ama yugyeom? itu suruhannya sapa? kapan sehun nemuin hyerin?? ahh plis cepet temuin mereka berdua authornimm^^

  4. Balik ke part ‘tembak2an’ ckck
    Yg di part terakhir itu siapa yg nolongin sehun eonn? Yugyeom? Apa bukan? O.O
    Yeen disini cuma dikit partnya, gara2 di bawa yugyeom :s
    Mau dibawa kemana coba?

    Ditunggu nextnya eonn😄

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s