[EXOFFI FREELANCE] Without Identity (Chapter 2)

wit-id

Tittle/judul: Without Identity (Chapter 2)

Author: Annisa Maulidia.

Length: chaptered.

Genre:  school life, comedy, romance.

Rating: 17.

Main Cast:

  • Sangmi a.ka You
  • Yeri Red Velvet
  • Chanyeol EXO
  • Sehun EXO
  • Jimin BTS
  • Other cast

Disclaimer: Fanfict ini buatanku sendiri, terima kasih yang sudah mau baca fanfict yang ntah bagaimana kedepannya.

Author POV

Setelah membaca pesan, sangmi pun beralih menaiki tangga dan menuju kamarnya, melempar tas dan sepatu yang ia taruh sembarangan, tanpa babibu ia lekas membersihkan diri di kamar mandi.

Dari bawah terdengar suara pintu terbuka, dan menyerukan nama sangmi, karna tak kunjung datang orang tersebut pun menaiki tangga dan masuk kekamar sangmi tanpa mengetuk pintu, lalu merapihkan barang-barang yang tadi sangmi buang sembarangan.

“haih.. yeoja ini..” lenguhnya setelah selesai membereskan, ia pun duduk di kasur sangmi sembari memainkan handphonenya.

Clekk..

Suara pintu kamar mandi pun terbuka, sangmi yang sudah segar pun keluar lalu tertegun kaget melihat seorang ada di tempat tidurnya sembari memperhatikannya dengan tajam.

Sangmi POV

Aiggooo.. orang ini mengaggetkan ku saja, untung jangtungku masih ada ditempat, dan untung aku membawa setelan baju kekamar mandi, kalau tidak bisa tamat riwayatku.

“heii.. kau tahu disiplin tidak sih.”

Jimin yap, Park Jimin. Oppa yang tidak tahu sopan santun tapi sok mengaturku untuk menjadi disiplin, lihat saja dia duduk bersender dikasurku sembari memegang handphonenya layaknya sedang bermain game, kalian harus tahu sendiri kalau ia itu dewanya yadong, dan bakalan heboh jika berbicara yang berbau itu.

Aku tahu ia tidak sedang memainkan game tapi merekam video, sudah 2x aku menangkap ia merekamku sehabis mandi tapi untungnya aku selalu membawa setelan baju, kalau tidak videonya akan diperlihatkan keteman-temanya. Iihhh..  andwaeee.. menjijikan. Mangkanya aku selalu bertengkar dengannya.

“sedang apa kau disini, merekamku lagi?” aku merebut handphonenya dan melihat apa yang sedang ia lakukan.

“cihh.. jangan kepedean, dan berfikir jorok.” Ucapnya diiringi tawa kecil.

Ternyata ia sedang bermain poker online, tapi tetap saja ada wanita seksi didalamnya, kau tahukan yang sering ada di web-web online ya itu dia, menyebalkan.

“kembalikan, lainkali kalau selepas pulang rapihkan barang-barangmu pada tempatnya, oh ya, buatkan aku makanan, aku lapar.” Dengan wajahnya yang menurutku sok imut itu, ia meninggalkanku dan pergi begitu saja ditambah ia meminta dibikinkan makanan, yang benar saja kalau aku punya sulap akan kukutuk dia jadi ubin lantai biar ku injak-injak.

Jimin POV

Ahh tidak seru, padahal dulu ia sering keluar kamar mandi dengan handuk saja, mungkin sekarang sudah besar jadi ia tahu malu, untung saja aku sudah mempersiapkannya dengan matang tadi, saat aku merekamnya keluar dari kamar mandi dan tahu ia sudah berpakaian dengan cepat jari-jari lihaiku ini menekan tombol pada layar hp dan memilih permainan poker online yang padahal belum pernah ku mainkan,

Yang terpenting aku sudah lega, telah membuat kekacauan, kuharap ia tidak mengetahuinya.

“besok lagi ahh..”

Author POV

Setelah membuat makanan sangmi dan jimin pun makan bersama tanpa adanya pembicaraan diantara mereka, setelah selesai jimin pun merapihkannya dan mencucinya sementara sangmi menunggunya di meja makan, melihat gerak-gerik jimin yang tengah focus membersihkan.

“oppa kau tahu tempat magang yang bagus?”

“loh, bukannya kau mau yang didekat namsan itu ya, kenapa?” jimin menoleh sesaat lalu melanjutkan aktivitasnya, sembari mendengarkan celotehan sang adik.

“aniya, aku tiba-tiba tidak suka sama tempatnya.” Ucap sangmi menelungkupkan kepalanya diatas meja.

“kaukan belum datang ketempatnya, ahh.. pasti ada temanmu yang ikut masuk juga ya.. siapa?”

“Irene..”

Jimin pun memberhentikan aktivitasnya dan menatap sangmi dari dapur, sementara sangmi yang diperhatikan seperti itu hanya menatap mata sang kakak datar.

“aku sudah tahu kau akan diletakkan dimana nantinya.”

“mangkanya itu aku tidak mau oppa, pilihkan aku tempat yang bagus, kumohon.”

“enggak ah, malas aku juga sibuk dengan ujian-ujianku, cari saja sendiri.” Jimin melanjutkan mencuci piringnya, tanpa menyadari sangmi yag tengah meluapkan kekesalannya dari belakang dengan meledekkinya.

“dasar pendek, kau tidak akan di terima di perusahaan manapun nanti, karna kamu pendek!” sangmi pun berlari menuju kamarnya, meninggalkan jimin yang berdecak kesal.

Disisi lain 2 orang namja tanpan tengah berdiskusi di sebuah café dengan laptop dan berkas-berkasi penting yang penuh pada meja mereka, salah satu diatara mereka yang berkemeja hitam dengan lengan digulung tengah focus pada berkas yang berisi laporan-laporan keuangan. Sementara yang satunya berkaos abu-abu tengah santai mengetik lapton diselingi meminum coffee hangatnya.

“kau yakin ini benar?”

“ya, mau bagaimana lagi?”

“sora keluar, dengan alasan yang tidak jelas, katanya jarak kantor dan rumahnya terlalu jauh.” Ucap yang berkemeja.

“dan diam-diam memakan uang perusahaan.”

“hmm… aku tidak menyangka sehun, jika ia melakukan seperti itu, untung dia belum jadi pacarmu.” Sehun laki-laki berbaju abu-abu itu menyeritkan alisnya.

“bernarbukan?”

“kau terlalu pintar chanyeol.” Sehun mengambil pulpen lalu melingkari angka-angka pada berkas.

“ Rp. 1.243.233 yaa.. dikit sih, tapi ya tetep merugikan perusahaan, itu bisa bayar listrik dan pajak loh.” Ucap chanyeol menarik lengan kemajanya yang melorot.

“ada yang harus menggantikan sora.” Ucap sehun dengan suara bassnya.

“kudengar ada 2 orang anak magang yang ingin bekerja dikantor kita.”

“yasudah pilih salah satu aja, nanti.” Sehun merapihkan berkasnya diikuti chanyeol mematikan laptopnya.

“lalu bagaimana dengan yang satunya?” Tanya chanyeol memberhentikan aktivitasnya.

“jadi suruhan atau kerja sampingan aja.”

“woooww.. bukankah kasihan?” kaget chanyeol.

“ahhh.. biasa saja bukankah sudah sering seperti itu, kau saja yang lebay menanggapinya.” Mendengar perkataan sehun, chanyeol pun menekuk wajahnya yang masam.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s