[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 12)

cover-bgbm-2

Bad Guy Beside Me (Chapter 12)

Author : Jung Shafa

Length : Chaptered

Genre : Angst, Crime, Drama, Romance, Sad

Rating : General

Main cast : Yoo Nayeon (OC), Oh Sehun

Additional cast : Xi Luhan, Kris Wu, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Yoon Jihye (OC)

Bayangmu kian samar jauh menghilang tanpa ada harapan untuk kembali lagi.’

Matahari sudah meninggi sejak tadi. Sehun membuka matanya dengan sebal karena ponselnya terus berdering. Siapa yang akan berani menelpon dia dijam tidur yang paling berharga untuk Sehun? Tentu saja Kris Wu.

 

“Nayeon akan kembali kerumahmu!”ucapan dari dalam ponsel itu sontak membuat Sehun membelalakan matanya.

 

Sehun kemudian beranjak dari dalam kamarnya. Sejenak ia mengamati rumahnya dari lantai dua. Lengang, kembali seperti sebelum Nayeon datang. Tak ada suara tawa gadis itu ketika Kris bertingkah lucu. Tak ada teriakan Nayeon menyuruhnya makan. Kris membohonginya kan?

 

“Oh Sehun!”teriak seseorang dari luar rumah. Sehun tahu benar suara itu. Ia segera turun untuk menemuinya namun gadis itu sudah lebih dulu masuk kedalam rumahnya.

 

“Na-”

 

“Kau menyuruhku meninggalkanmu beberapa hari yang lalu dan sekarang kau membunuh perdana mentri! Bagaimana bisa aku tenang?”Nayeon datang lalu memarahinya dan Sehun suka itu. Entah kenapa Sehun merasa seperti dunianya telah kembali sekarang.

 

Pria itu hanya terdiam memandangi Nayeon yang tengah memarahinya habis-habisan sekarang. Dunianya telah kembali.

 

“Aku tak akan membiarkan Sehun hidup.”ucap Yeri pada Nayeon usai pemakaman perdana mentri kemarin membuat tekad Nayeon semakin bulat untuk kembali kerumah Sehun.

 

“Aku baik-baik saja.”ucap Sehun datar.

 

“Tidak. Kau tidak akan baik-baik saja.”balas Nayeon seraya membawa kopernya masuk.

 

Gadis itu kemudian melenggang kedapur. Mencari sesuatu yang bisa dijadikan menu makan malam hari ini. Melihat tubuh Sehun yang makin hari makin kurus membuatnya khawatir.

 

“Kau tidak pernah berbelanja hun?”tanya Nayeon setelah mendapati kulkas Sehun yang kosong.

 

“Kris selalu membawakanku makanan cepat saji,itu lebih enak.”dusta Sehun padahal ia hanya akan makan dua hingga tiga suap.

 

Nayeon menghela nafasnya jengah.

 

“Ayo kita berbelanja.”

 

***

 

Sehun berjalan menuju mobilnya yang terparkir didepan super market diikuti Nayeon dari belakang. Namun langkah Sehun terhenti ketika telinganya menangkap sebuah suara yang membuatnya harus mengumpat kesal.

“sial!”

 

“Ada apa?”tanya Nayeon.

 

“Cepat masuk mobil!”titah Sehun cepat.

 

Tak perlu menunggu waktu lama dan mobil sport itu melesat cepat dengan kecepatan diatas wajar. Mata Nayeon berkaca-kaca dalam diam. Tidak! dia tidak takut, hanya saja ini mengingatkannya pada Baekhyun. Nayeon masih tetap tenang tanpa menjerit takut saat Sehun terus memacu kecepatan mobilnya. Nayeon tidak peduli Sehun akan membawanya kemana, hatinya selalu terasa pilu ketika naik mobil dengan kecepatan tak wajar seperti ini.

 

Hingga sirine polisi yang makin dekat menyadarkan Nayeon bahwa Sehun dalam bahaya sekarang. Yeri benar-benar membuktikan ucapannya. Gadis itu tidak main-main rupanya. Nayeon melirik Sehun yang fokus pada kemudinya, wajahnya benar-benar terlihat marah sekarang.

 

“Sebentar lagi saat mobil ini ku hentikan maka kau harus cepat keluar dan ikuti aku!”titah Sehun tegas diiringi anggukan Nayeon mantap.

 

 

***

 

Nayeon berlari mengikuti Sehun yang sepertinya tidak akan berhenti. Sudah setengah jam Sehun berlari kedalam hutan yang gelap. “Argh!” Sehun menoleh saat mendengar teriakan Nayeon. Pria itu segera menghampiri gadis yang nyaris terperosot kedalam jurang, Untunglah ada sebuah pohon kecil didekatnya bisa digunakan untuk berpegangan.

 

“Bertahanlah.”Sehun dengan mudah menarik tubuh kecil Nayeon keatas.

 

“Kau terluka?”Sehun mengamati setiap inchi tubuh Nayeon untuk memastikan tak ada yang terluka.

 

“Kakiku.”jawab Nayeon lemah.

Pergelangan kakinya terluka, sepertinya tergores bebatuan ditebing jurang tadi.

 

“Bertahanlah, sebentar lagi kita sampai.”ucap Sehun, kemudian pria itu melepaskan dasinya dan melilitkannya pada luka Nayeon. Lalu pria itu menggendong Nayeon.

 

Haruskah Nayeon berfikir ini gila? Ditengah hutan seperti ini ada rumah sebegitu mewahnya dengan perabotan rumah yang amat lengkap. Jangan lupa juga dengan sebuah tanah lapang yang luas lengkap dengan pesawat pribadinya.

 

“Ayo kita obati lukamu.”Sehun membimbing Nayeon melangkah masuk keruang tamu setelah mengambil kotak obat.

 

Sehun membersihkan luka Nayeon dengan lembut. Seolah takut jika gadis itu merasa sakit. Setelah mengobati luka Nayeon, Sehun kemudian duduk disamping gadis itu. Tubuhnya sangat lelah sekarang.

“Aku sungguh tidak menyangka akhirnya sampai disini.”ujar pria itu sambil menatap nanar plafon mewah penuh ukiran diatap rumahnya.

 

“Memangnya kenapa?”

 

Sehun memandang Nayeon sebentar sambil tersenyum kecewa.

 

“Jika aku sampai bersembunyi disini maka nyawaku benar-benar dalam bahaya sekarang.”ucap Sehun lemah, sorot matanya sarat akan keputus asaan. Pria itu meremas jari-jarinya, ia tidak takut mati hanya saja ia takut akan dosa-dosanya selama ini.

 

“Kau bisa meminta bantuan Luhan oppa kan? Atau Kris.”Nayeon mencoba mencari jalan untuk Sehun agar pria itu tak merasa putus asa.

 

Sesaat kemudian Sehun merogoh saku jasnya dan mengambil selembar foto disana lalu menyerahkannya pada Nayeon. Foto Nayeon bersama ayahnya dihari kelulusan SMA ada sedikit bercak darah disana. Tak ada respon berarti saat Nayeon melihatnya. Hanya sedikit tarikan nafas yang terdengar memburu.

 

“Darimana kau mendapatkan ini?”tanya Nayeon setenang mungkin, mencoba meredam gejolak hatinya yang mulai merasakan kacau.

 

“Kau sejak dulu tidak pernah bertanya kenapa aku selalu ingin kau berada disampingku kan?”tanya Sehun pelan.

 

“Karena kau jatuh cinta padaku.”balas Nayeon percaya diri dan Sehun hanya tersenyum simpul.

 

“Ya! Itu setelah aku mengenalmu lebih jauh. Itu bukanlah alasan utamaku.”

 

Nayeon semakin bingung dibuatnya. Kenapa Sehun bersikap seperti ini tiba-tiba. Raut wajahnya terlihat begitu takut dan Nayeon tahu benar bahwa pria itu menyimpan pengakuan besar yang ingin segera disampaikannya. Seperti akan pergi ketempat yang jauh.

 

Nayeon kemudian menghampiri Sehun lalu memeluknya erat. Mengusap pelan punggung lebar Sehun.

 

“Katakan apa saja yang ingin kau katakan. Kau harus percaya padaku bahwa aku tidak akan pergi dan meninggalkanmu sendiri.”ucap Nayeon pelan.

 

“Aku telah membunuh ayahmu.”ucap Sehun. Singkat namun sudah mampu menjelaskan spekulasi Nayeon. Air mata Nayeon kemudian luruh bersamaan dengan direnggangkannya dekapannya pada Sehun.

 

“Dan saat itu ayahmu berpesan padaku agar aku menjagamu seperti dia menjagaku saat kecil.”lanjut Sehun kini suaranya terdengar serak dan Nayeon tahu benar bahwa Sehun tengah menangis sekarang.

 

Nayeon kembali mengeratkan pelukkannya dan membiarkan Sehun menenggelamkan wajahnya dibahunya. Gadis itu merasakan bahwa air mata Sehun terus mengalir membasahi bajunya. Mafia kelas dunia itu kini telah kehilangan tahtanya. Dia sekarang menangis seperti anak kecil yang terpisah dari ibunya. Sekarang Nayeon tahu kenapa dulu ayahnya selalu pergi. Ayahya memilih menjaga Sehun daripada menemani Nayeon untuk sekedar jalan-jalan. Ayahnya yang telah membesarkan Sehun.

 

Haruskah Nayeon marah dan meninggalkan Sehun sendiri lalu mati terkepung pasukan khusus? Sehun yang jahat itu bukankah pantas untuk mati?

Tidak! Nayeon tetap mencintai pria itu meskipun dia telah membunuh ayahnya sendiri. Tidak apa-apa, dia sudah mengakuinya dan Nayeon tidak akan mempermasalahkannya. Toh ayahnya telah meninggalkan dia dan ibunya tanpa rasa bersalah lalu pergi ke Kanada bersama hasil rampokannya. Bukankah ayahnya pantas mendapatkan semua itu?

 

“Aku akan tetap disini.” ucap Nayeon pelan.

 

Malam semakin larut dan suhu semakin menusuk tulang. Mengingat mereka berada ditengah hutan. Suara beberapa hewan terdengar bersahutan diantara lengangnya suasana. Nayeon masih belum bisa memejamkan matanya. Gadis itu masih berfikir tentang pengakuan Sehun. Jahat bukan? Dia membunuh seorang lalu membuat sang putri jatuh cinta padanya?

 

Jika ia marah dan pergi lalu ia akan kehilangan Sehun, sudah cukup ayahnya dan Baekhyun yang meninggalkannya. Bagaimanapun ia harus mempertahankan Sehun. Ibunya kini telah begitu membencinya karena telah masuk dalam lingkaran hitam Jonghun sama seperti mendiang ayahnya. Dia tak punya lag tempat kembali sekarang.

 

Nayeon mengeratkan pelukannya pada Sehun dan menenggelamkan wajahnya didada bidang pria itu. Berusaha menenangkan gejolak hatinya. Namun nyatanya ia tak berhasil, bahkan ia terjaga sepanjang malam.

 

***

 

“Kita akan pergi.”ucap Sehun setelah memeriksa helikopternya.

 

“Kemana?”tanya Nayeon.

 

Sehun tak menjawab.

 

“Kau ingin aku hidupkan?”Sehun balik bertanya. Nayeon hanya mengangguk.

 

“Jadilah sandraku.”sontak Nayeon menjatuhkan ponselnya.

 

“Hanya itu, jika kau jadi sandraku mereka tidak akan membunuhku sebelum mendapatkanmu.”ucap Sehun tanpa beban.

 

“Lalu jika mereka mendapatkanku?”

 

Sehun tersenyum mendengarnya. Pria itu tidak bisa memastikan hidupnya jika Nayeon sudah berhasil diselamatkan dari cengkeramannya. Yang ada dibenaknya sekarang adalah kematiannya yang terasa makin dekat.

 

“Kau tidak akan matikan?”tanya Nayeon yang sebenarnya ragu dengan pertanyaannya ini.

 

Sehun tak menjawab lalu ia masuk kembali kedalam rumahnya.

 

***

 

Nayeon melangkah ragu kedalam kedai kopi Kyungsoo bersama Sehun. Ia tak yakin akan keputusannya ini. Tapi cinta telah menjebaknya. Memaksa gadis itu untuk tenggelam dalam ruang gelap tak berujung.

 

“Soo-ya!”panggil Nayeon yang berusaha menyadarkan ketiga sahabatnya akan kehadirannya.

 

Mungkin akan mengejutkan bagi mereka. Setelah hilangnya Nayeon selama 2hari dan kini ia datang untuk berpamitan. Berpamitan pergi tanpa tujuan dan waktu yang jelas.

 

“Nayeon!”Kyungsoo tersenyum lega mendapati Nayeon yang tengah melangkah mantap kearahnya. Namun sosok pria yang berjalan dibelakang Nayeon membuat ketiga sahabatnya kembali berfikir akan kedatangan Nayeon.

 

Nayeon masih diam, lidahnya kelu. Gadis itu hanya mampu memandangi ketiga sahabatnya itu.

 

“Na?”panggil Chanyeol khawatir.

 

“Ah ne!”Nayeon mengerjap.

 

“Aku…”kalimat Nayeon memggantung. Gadis itu meremas kuat jari-jari tangannya.

 

Sehun benar-benar geram pada Nayeon. Waktu mereka tidaklah banyak dan Nayeon tidak bisa bertindak cepat.

 

“Ikut aku!”Sehun menarik tangan Nayeon dan Nayeon menepisnya. Gadis itu lalu berlari kembali memasuki kedai kopi.

 

“Nayeon-a”panggil Jihye sambil melambaikan tangannya. Gadis itu melangkah cepat menghampiri mereka.

 

“Apa kau sudah membuat keputusan?”tanya Kyungsoo tenang. Nayeon mengangguk pelan dan Chanyeol kembali membuang nafasnya gusar.

 

“Aku akan ikut Sehun.”ucap Nayeon. ‘Brak!’ Jihye memukul meja dengan keras. Hanya Kyungsoo yang terlihat tetap tenang di keadaan seperti ini. Chanyeol yang diam namun dia terlihat sangat kacau dari biasanya. Wajahnya memerah dan nafasna sedikit memburu.

 

“Kau sudah gila?”tanya Jihye dengan penuh amarah.

 

“Aku akan bersamanya, aku harus memastikan dia baik-baik saja”.

 

“Lalu bagaimana denganmu, apa kau bisa baik-baik saja bersama pria tak berhati itu?”tanya Chanyeol yang berusaha meredam amarahnya sendiri. Nayeon harus ikut bersama Sehun, karena gadis itu tahu bagaimana kacaunya Sehun jika Nayeon tidak disisinya. Nayeon harus memastikan bahwa Sehun tetap hidup hingga ketegangan ini berakhir.

 

“Cepat atau lambat aku akan kembali.”ucap Nayeon. Jihye tak kuasa lagi menahan air matanya, gadis itu memeluk Nayeon erat. Membayangkan betapa berat hidupnya tanpa tawa dan kebodohan Nayeon. Jihye pasti akan sangat meridukan Nayeon nanti.

 

“Jaga dirimu”ucap Kyungsoo sambil memeluk Nayeon.

Chanyeol masih diam sambil mengalihkan pandangannya keluar kedai. Pria itu tak ingin melihat Nayeon disaat seperti ini. Oh ayolah, dia pasti akan merindukan pertengkaran mereka nantinya. Siapa yang akan diajak Chanyeol bertengkar karena hal-hal konyol? Kyungsoo? Pria itu terlalu serius. Jihye? Jihye akan menangis jika Chanyeol meledeknya.

 

“Chanyeol-ah”panggil Nayeon pelan.

 

“Tetaplah menjadi Nayeon yang pemberani dimanapun kau berada”ucap Chanyeol tanpa memandang lawan bicaranya dan itu saja cukup bagi seorang Yoo Nayeon.

Nayeon melangkah mundur menjauh dari tempat dimana ketiga sahabatnya duduk, seolah tidak ingin melewatkan saat-saat ini.

 

Gadis itu berhenti sebentar didepan kedai dan memandang banner besar kedai yang mungkin ia tak akan bisa lagi datang ketempat ini, dia tersenyum lalu segera melangkah menuju dimana Sehun menunggunya.

 

Tbc…

37 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] Bad Guy Beside Me (Chapter 12)

  1. Mau dong d jadiin sandera ny sehun
    Huhuhuhu ini bakal brakhir happy kah?? Sad kah?? Feeling w kok lbih k sad ending y?? Makin penasaran aj

  2. duh nayeon jadi ikutan sehun nih. duhh itu mereka kenapa dikejarkejar kek bgitu yakkk :(( sehun kayanya udah ga bsia apa apa yakk. itu bodyguard nya sehun pada kkemana siii๐Ÿ˜ฆ
    makin penasarn deh. next yaa

  3. sehunnya plis jangan mati dong,aku maunya dia happy ending sama nayeon hwaaaaaa jangan sampai sehun mati aku gak rela ๐Ÿ™€๐Ÿ™…
    BTW aku skak bnget sama fanfiction ini. ditunggu kelanjutannya ya thor,keep writhing ya! fighthing thor! ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

  4. Ya ampun konfliknya makin ga berujung ini
    Yeri malah balik nyerang Sehun

    Jangan buat Sehun mati ya kak, cukup Baekhyun sama ayahnya Nayeon aja yg ninggalin Nayeon dari dunia ini.

    Semoga Sehun sama Nayeon bakal baik baik aja deh ^^

  5. sumpaaah kereeen bangeet ff nya thorr ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚,jadi sehun mau meninggal thor?jadi gak sabar baca chap 13 nya,,, aduh pliis thor jangan buat sad ending thor pliiis๐Ÿ˜ญ

  6. maaf baru nemu fanfiksi ini dan langsung baca chapter 12 /eaa/ awalnya iseng tapi…genre crime/suspense kah ini? aku sukaaa >< mungkin ntar bakal kusikat ff ini dr awal, maaf ya kudet hee dan bolehkah aku saran dikit? boleh, ya berhubung ini ceritanya udah bagus jd mau kasih masukan buat penulisan, terutama awalan di- ke-, alangkah baiknya jika menunjuk tempat lbih baik dipisah dg kata selanjutnya, juga penggunaan tanda titik seusai percakapan, sudah benar cuma untuk kata lanjutan seperti; ucapnya, teriaknya, balasnya dsb itu memakai tanda koma ;] yup, maaf bukan bermaksud menggurui cma berbagi, toh aku jga masih ketar-ketir kalo nulis wkkk, keep writing ya^^

  7. Huaaaa… nyesek banget baca chapter inii..
    Tapi lega juga sih.. sehun nya udah jujur.. nayeon nya juga udah mau terima sehun..๐Ÿ™‚ My wish.. smoga nayeon sehun slalu bersama.. hehe.. happy ending plizz plizz plizzz..
    Kakak Jung Shafa yg baik.. bales coment aku donk… Gak sayank sama reader nih.. masak dari dulu gak pernah balas coment aku sih..

  8. Huaa๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
    Sedih, nyesek jadi satu deh

    Semoga sehun dan nayeon baik baik aja,
    Semoga happy ending

    Next ditunggu klanjutanya^^

  9. tadi sihh udah baca dri hp, taoi belum comment krna blum login akun wordpress,,,
    Duhh…berliku amat sihh hidupnya Sehun, untung ada Nayeon yg setia…tapi, Nayeon udah tau ngga yya kalo Sehun yg bunuh Baekhyun????
    Next chap yaa chingu^^

  10. Cuma nama doang padahal yg disebut, tp anceman si yeri dampaknya warbyasahh sampe hun-yeon harus kabur2an ckck
    Sempet2nya juga nayeon pamit ke temen2nya x_x

    Kalo sampe sad ending mah kebangetan kejam dirimu eonn T_T *apadeh wkwkwk

    Nextnya ditunggu bgt eonn๐Ÿ˜„

  11. huuaa๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ sehun jgan smpe ketangkep dong,gaboleh sehun gaboleh ketangkep!!! plis donh authornim,itu nayeon ama sehun biarin bersatu tnpa da halangannya. :(( ditunggu deh lanjutannya authornim, ^^

  12. huuaa๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ sehun jgan smpe ketangkep dong,gaboleh sehun gaboleh ketangkep!!! plis donh authornim,itu nayeon ama sehun biarin bersatu tnpa da halangannya. :(( ditunggu deh lanjutannya authornim, ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s