[EXOFFI FREELANCE] Hug Me (Oneshot)

hug-me-poster

 

(SONGFICTION)

Jung Joon Il – Hug Me (안아줘)

Hug Me

Cast : Park Chanyeol║Park Seon-Ah/OC

Author : Pae & Vie

Leght : Oneshoot

Genre : Hurt, Sad, Angst

Rating : PG17+

Disclaimer : Fanfic ini murni pemikiran author, jika ada kesamaan cast itu tidak disengaja.

A / N : Maaf kalau banyak Typo dan cerita rada gak nyambung.

HAPPY READING ^^ !!!!

~안아줘~

hm1

Seberkas cahaya menelusup melalui celah jendela. Sinarnya yang tajam tepat mengenai seorang pemuda yang tengah asyik berkelana di alam mimpi. Sontak umpatan demi umpatan pun tak lagi terelakkan ketika pagi itu dengan berani mengusik kenyamanannya.

Kepalanya terasa berat, begitupun dengan matanya. Bau alkohol menguar dari setiap sudut kamar hingga menusuk ke dalam indra penciumannya. Botol berserakan adalah pemandangan pertama yang ia lihat setelah benar-benar membuka mata. ‘BERANTAKAN’ ya kata itu yang cocok untuk menggambarkan  keadaan kamarnya saat ini, begitupun juga hatinya.

Hatinya terasa sakit tatkala mengingat sederet kejadian semalam, dimana hari yang seharusnya membahagiakan malah menjadi malapetaka bagi dirinya sendiri. Itu semua adalah salahnya, salahnya karena tidak setia, juga salahnya karena telah menghancurkan kepercayaan cinta .

Tak dapat kukalahkan kesedihan hatiku.

Lagi, kupikul derita dari malam yang gelap dan melelahkan.

Tanpa memandang keputus-asaanku.

Pagi yang acuh tak acuh membangunkanku.

“Annyeong haseyo oppa! Bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak tidak?” Sederet pertanyaan itu keluar dari mulut seorang gadis yang bernama Park Seon-Ah.

“Aku tidur sangat nyenyak semalam, bagaimana denganmu?”  Tanya  pemuda yang bernama Park Chanyeol .

“Sangat nyenyak, sampai-sampai aku tidak ingin bangun.” Jawab Seon-Ah.

“Issh..kau ini benar-benar!” Jawab Chanyeol seraya mengacak lembut surai milik gadisnya itu. Kemudian keduanya berangkat ke kampus bersama-sama sambil bergandengan tangan serta sesekali bercanda.

Itulah gambaran rutinitas pagi Chanyeol dua hari yang lalu, namun kali ini semua itu hanya kenangan. Kenyataannya, hari ini tak ada lagi gadis yang biasanya berangkat serta bercanda dengannya. Pemuda itu meringis kala mengingat masa-masa indah mereka berdua.

 

~안아줘~

 

Sakit amat sakit, itulah yang ia rasakan tapi apa daya karena semua telah terjadi. Seperti kata pepatah ‘ nasi sudah jadi bubur’ maka tidak ada yang bisa dirubah lagi. Ia hanya bisa merutuki dirinya sendiri, betapa bodohnya dia karena telah menyia-nyiakan gadis yang benar-benar tulus mencintainya.

Luka ini membakarku, lebih dari yang kukira.

Sakit ini menusukku jauh ke dalam, lebih dari yang kukira.

Malam-malam yang tak terhitung kuhabiskan untuk membencimu, terasa bagai neraka.

 

Lagi, malam ini ia habiskan dengan menegak alkohol berharap minuman itu dapat membuatnya lupa akan kesedihan hatinya.

Batinnya, alkohol bisa membuatnya merasa tenang walaupun hanya sementara.

Tapi nyatanya alkohol itu malah semakin membuatnya menjadi mengingat kejadian itu dengan jelas. Sial! Bukan ini yang ia harapkan. BUKAN

Dan lagi-lagi, mulutnya meracau saat kesadarannya mulai menghilang.

Kumohon, tetaplah disampingku, tetaplah bersamaku.

Kumohon, jangan lepaskan aku yang selalu memegang tanganmu.

Jika kau hanya pergi selangkah lebih jauh.

Bukankah aku masih bisa mengambil satu langkah lagi dan itu cukup bagiku.

hm2

Ketika terbangun, seperti biasa matanya memerah dan kepalanya teramat pening. Perutnya terasa mual hingga ia ingin mengosongkan segala isinya. Begitulah ritual paginya akhir-akhir ini.

.

Malam ini ia berencana pergi ke club berharap cara ini berhasil mengusir kesedihan hatinya.

Alunan EDM membuatnya menari tanpa lelah bersama gadis-gadis cantik. Minuman memabukkan? Tentu itu tak kan terlewatkan oleh Chanyeol.

Tangannya menarik seorang gadis yang sedari tadi menarik perhatiannya.

“akh” gadis itu memekik tatkala tubuhnya terhempas membentur dinding. Pria tinggi itu kemudian membunuh jarak diantara mereka berdua. Tangan nakalnya menyusuri sisi samping wajah gadis itu. Tentu gadis itu juga merespon mengalungkan tangannya dan mengeratkan pegangannya disana. Di leher pria tampan itu.

Hingga kemudian keduanya terbuai. Tangannya yang bebas kini tengah menarik tengkuk gadis didepannya agar semakin mendekat. Akalnya telah menghilang.

Kini tinggal beberapa senti lagi jarak mereka, namun pria itu malah menunjukkan senyumannya. Senyuman yang terasa mengejek. Siapa? dirinya sendiri.

“KENAPA?” pria itu mengerang. Merutuki dirinya dan ingatannya.

Ribuan waktu dalam sehari.

Yang kuulangi untuk mengingat bagaimana rupamu.

Kata-kata tak termaafkan yang kau ucapkan padaku.

Juga tatapan dan ekspresi dinginmu.

 

Karena terkejut gadis itu ingin menjauh tapi Chanyeol menghalanginya. Kini malah tubuhnya semakin menghimpit gadis itu hingga tak bersisa lagi jarak diantaranya. Ia mendekatkan bibirnya pada telinga gadis didepannya.

Bukankah kau seorang yang luar biasa cantik?

Bukankah kau seorang yang luar biasa cantik?

Kumohon, jangan bersikap seperti ini padaku

Bukankah kau sangat memahamiku?

PLAK..

Tamparan keras mendarat di pipinya hingga menyisakan warna merah disana. Gadis itu marah karena merasa dipermainkan sedari tadi. Ia seharusnya tak meladeni pria tak waras sepertinya.

Pria itu ia tak bergeming dari tempatnya. Nampak tamparan itu baru saja membuat dirinya tersadar, yang ia lihat bukanlah gadisnya.

Bukk..

Tangannya beradu dengan tembok hingga darah segar membasahi jemarinya.

Aku tak menjadi diriku sendiri, aku tak punya kepercayaan

Aku tak dapat menahan hari tanpamu lebih lama lagi

Sekarang apa yang harus aku lakukan

Aku benar-benar tak tahu

Aku bukan apa-apa tanpamu

Ia berlari keluar dari tempat laknat itu. Meneroboskan tubuhnya ditengah guyuran hujan lebat.

Namun tak jauh darisana langkahnya terhenti. Matanya tertuju pada seorang gadis dari arah yang berlawanan dengannya. Gadis cantik dengan atasan putih dipadukan dengan rok pendek berwarna orange, tak lupa hak tinggi di kakinya. Benar, gadis itu adalah Seon-Ah. Gadis yang sangat Chanyeol rindukan, gadis yang membuat hari-harinya menjadi tidak menarik lagi.

 

~안아줘~

 

Chanyeol tidak bergeming ditempatnya, berharap gadis itu mau menghampirinya atau sekedar menyapanya. Tapi sayang, Seon-Ah berjalan melewatinya begitu saja.

Tolong peluk aku, peluk aku walau sesaat.

Jangan katakan apapun, tolong larilah kepadaku.

Dengan hati yang resah dan kesepian,

Aku tetap menunggumu.

Sederet kata yang keluar dari mulut Chanyeol mampu membuat Seon-Ah menghentikan langkahnya. Kaget, itulah ekspresi Seon-Ah saat ini. Tapi ia tidak mau tertipu lagi, penghianatan adalah hal yang paling dibencinya dan itu tidak bisa dimaafkan.

Sedang Chanyeol membalikkan tubuhnya, memberanikan diri menatap gadisnya dari belakang. Hal yang sama tampaknya tak terjadi pada gadis itu. Ia justru melangkahkan kakinya kembali untuk menjauh.

AKU MENCINTAIMU!

AKU MENCINTAIMU!

Ungkapan seperti itu masih tak mampu menghentikan tekad Seon-Ah untuk menjauh. Gadis itu benar-benar tidak ingin memaafkan Chanyeol bahkan sekedar melihatpun dia tidak mau.

Chanyeol hanya mampu melihat kepergiaan Seon-Ah dengan nanar. Sejahat itukah dia hingga Seon-Ah sangat membencinya.

Chanyeol yang sudah muak dengan perasaan yang berkecamuk di hatinya hanya bisa berteriak sekencang mungkin,  berharap masalah itu hilang terbawa bersama derasnya hujan .

Aku berteriak setelah tinggal dalam keheningan yang lama.

Terlihat lemah dan kekanakan, tapi ini perasaanku yang sebenarnya.

 

FIN_

 

Nah inilah hasil fanfic yang kami buat ^^

Mohon maaf jika ceritanya gak nyambung karena ini adalah ff petama yang dibuat oleh kami berdua.

Terimakasih telah bersedia membaca dan jangan lupa comment kalian ne^^

Khamsahamnida ^^    *bow

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Hug Me (Oneshot)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s