[EXOFFI FREELANCE] PSYCHOPATH – PROLOGUE (1/2)

psychopath

PSYCHOPATH – PROLOGUE [1/2]

 

Title                : PSYCHOPATH

Author            : reniilubis

Length            : Twoshots

Genre             : Thriller, Psycho, Angst

Rating             : PG – 18+

Main Cast      : Byun Baekhyun

Kim Hyeji (OC)

Summary       : Kim Hyeji tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kekasihnya, Byun Baekhyun, hingga pria itu berubah secara drastis seminggu belakangan ini. Ia menyiksa Hyeji secara fisik maupun batin, dan kini Hyeji harus terperangkap ditangan pria yang bahkan masih ia cintai walaupun pada akhirnya ia melakukan hal yang membuatnya menyesal seumur hidup demi meloloskan diri.

Disclaimer     : All casts are belong to their self and God

Author’s Note: Sebelumnya ini ff remake dengan cast yang berbeda. FF aslinya udah aku publish di WP pribadiku >> https://reniilubis.wordpress.com/

Poster by:  Thejibooty @ Poster Channel

 

Happy reading~^^

 

 

Hyeji meringkuk di sudut ruangan sambil memeluk lututnya. Ia menangis. Ia lelah. Ia kesakitan. Dan ia ketakutan. Bibir plum nya bahkan sudah tampak pucat. Tubuhnya bergetar hebat. Keringat dingin mengucur deras membasahi tubuhnya sedari tadi.

“Hiks…”

Hyeji rasa ia akan gila sebentar lagi. Rasanya ia ingin mati saja. Tubuhnya yang lemah bahkan tidak mempunyai tenaga hanya untuk sekedar berdiri. Tubuhnya sakit, terasa ngilu dimana-mana. Hyeji tidak tahu apa yang harus ia perbuat dengan keadaan lemah seperti ini. Tenaganya sudah terkuras habis karena terlalu banyak memberontak.

Hyeji menggigit bibirnya. Pikirannya melayang mengingat kejadian semalam, dimana ia diperkosa dan diperlakukan dengan sadis oleh namja yang menjabat sebagai kekasihnya­—atau itu bukanlah benar-benar kekasihnya. Kekasihnya tidak mungkin menyakitinya, memperlakukannya seolah-olah ia tidak mempunyai harga diri. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana kekasihnya itu memperlakukannya dengan kasar. Tanpa ampun menyetubuhinya tanpa mengasihani dirinya yang sudah sangat kesakitan. Tubuhnya terasa remuk. Dipaksa memuaskannya dan Hyeji memberontak habis-habisan malah membuat namja itu semakin sadis memperkosanya.

Hyeji merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi sekarang. Ia tak punya apa-apa lagi yang patut di jaga. Harga diri pun sudah tidak punya. Ia merasa dirinya tidak ada bedanya dengan para pelacur-pelacur diluar sana. Ia tak menyangka keperawanannya akan di rebut dengan cara seperti ini. Dan yang ia sesalkan adalah kekasihnya sendiri yang merebut keperawanannya secara paksa.

Yang menjadi pertanyaan Hyeji sedari tadi adalah, kenapa kekasihnya tega melakukan ini padanya?

 

KRIETT

 

Tubuh Hyeji menegang saat mendengar suara pintu yang terbuka. Tanpa Hyeji melihat siapa yang datang pun ia tahu persis suara langkah kaki itu mendekat ke arahnya. Hyeji semakin menundukkan kepalanya. Air matanya semakin deras mengalir.

“Berhentilah menangis.” Bulu kuduk Hyeji seketika meremang saat mendengar suara yang penuh intimidasi itu menyapu gendang telinganya. Ia melirik ujung sandal milik namja itu yang tepat berada di dekat kakinya.

“Hiks…” Hyeji tahu ia baru saja melakukan kesalahan besar. Seharusnya ia menahan suara tangisannya. Hyeji menggigit bibirnya takut.

“Akkhh..!!” Hyeji terlonjak kaget saat tiba-tiba namja itu menarik rambutnya kuat, memaksanya untuk berdiri. Hyeji memegangi tangan Baekhyun yang menjambak rambutnya.

“B-Baekhyun-ah… a-ampun…hiks…”

Ya, Byun Baekhyun. Baekhyun adalah kekasih Hyeji. Mereka sudah menjalin hubungan selama hampir 6 tahun. Baekhyun adalah pria idaman yang sangat baik. Dan entah kenapa Baekhyun tiba-tiba saja berubah. Selama hampir seminggu belakangan ini, Baekhyun berubah seratus delapan puluh derajat. Baekhyun yang awalnya baik hati dan tidak mau menyakitinya, sekarang berubah menjadi pria yang mengerikan. Dia sadis. Dia kasar.

Baekhyun bahkan menyekapnya di apartemen pribadinya. Mengurungnya dikamar bagaikan binatang peliharaan. Memperlakukannya semena-mena, menyiksanya, dan yang paling parah Baekhyun menjadikan dirinya sebagai mesin bercintanya. Baekhyun akan menyetubuhinya kapanpun dia mau hingga Hyeji tidak berdaya, hingga ia merasa puas.

Tidak ada ampun bagi Hyeji. Hyeji sudah melawan sekuat tenaga, tapi itu selalu berakhir sia-sia. Semakin ia memberontak, semakin sadis pula Baekhyun menyiksanya.

“Ku bilang berhenti menangis dan tutup mulutmu itu!” Mematikan. Tatapan mata Baekhyun sungguh mematikan. Bahkan Hyeji bisa di buat tidak berdaya hanya dengan tatapan mata tajamnya itu.

Baekhyun melepaskan tangannya dari rambut Hyeji secara kasar. Ia mendorong tubuh Hyeji hingga punggung Hyeji membentur tembok. Hyeji meringis, tapi ia menggigit bibirnya kuat agar suara ringisannya tidak terdengar. Baekhyun menempelkan telapak tangannya di dinding, mengurung Hyeji di antara kedua tangannya.

“Lepaskan semua bajumu.” Baekhyun menyeringai. Matanya tak lepas memandangi wajah Hyeji yang penuh dengan air mata. Wajah ketakutan Hyeji adalah pemandangan terindah baginya.

“M-mwo?” Hyeji jelas ketakutan. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, tak sadar bahwa tingkahnya itu malah membuat Baekhyun ingin menerkamnya sekarang juga.

“Aku tidak suka mengulangi perkataanku.” Seolah tak peduli, Baekhyun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Hyeji. Hyeji bersumpah ia ingin sekali melarikan diri tapi ia sadar ia tidak bisa melakukan apa-apa.

“Dan aku tidak suka menunggu.” Lanjut Baekhyun penuh penekanan.

“A-aku…” Hyeji menunduk, tak berani menatap Baekhyun.

“Ku hitung sampai tiga.” Tubuh Hyeji bergetar. Ia mengepalkan tangannya lalu meremas-remas jari-jarinya kalut.

“Satu.” Hyeji menggigit bibirnya. Air matanya kembali menetes. Ia ingin mati saja sekarang.

“A-aku mohon…”

“Dua.”

Tanpa pikir panjang, Hyeji melepaskan kemeja Baekhyun yang ia pakai sejak tadi malam dan melempar kemeja itu ke sembarang arah. Hyeji menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya cepat, mencoba menutupi tubuhnya yang kini hanya memakai pakaian dalam saja. Wajah Hyeji bersemu merah. Tentu saja ia merasa malu. Padahal baru semalam Baekhyun bahkan melihat tubuhnya yang telanjang tanpa sehelai benangpun. Ditatap lapar oleh Baekhyun yang kini menyeringai membuat tubuhnya bergetar hebat.

“Ku bilang semuanya.” Hyeji menelan salivanya dengan susah payah. Namja ini gila! Teriak Hyeji dalam hati. Hyeji menggerak-gerakkan bola matanya gelisah. Dengan gerakan sepelan mungkin, Hyeji mulai meraih bra-nya, kemudian melepaskannya dari dadanya dengan hati-hati. Ia pun melakukan hal sama pada pakaian dalamnya yang lain. Hyeji menundukkan kepalanya dalam. Ia memeluk tubuhnya sendiri yang telanjang. Sungguh ia merasa sangat malu.

Baekhyun menyeringai. Darahnya berdesir hebat saat melihat tubuh polos tanpa sehelai benang itu terpampang jelas di depan matanya. Rasanya ia ingin mencicipi tubuh itu lagi, mencetak beberapa tanda kepemilikannya di sana. Dan masih terlihat bekas dari aktivitas panas mereka semalam, beberapa bilur di tubuh Hyeji dan kissmark dimana-mana menandakan bahwa tubuh itu adalah miliknya.

Baekhyun memperhatikan tubuh Hyeji sekali lagi. Ia menahan nafsunya dengan sekuat tenaga. Jangan sampai ia lepas kendali dan tubuh Hyeji akan berakhir di atas tempat tidur dengan keadaan tidak berdaya. Hyeji pasti masih merasa kesakitan mengingat betapa kejamnya ia semalam ‘mengerjai’ tubuh Hyeji habis-habisan.

Dengan gerakan cepat, Baekhyun menarik lengan Hyeji dan menyeret Hyeji menuju kamar mandi.

“Segeralah mandi dan bersihkan tubuhmu itu.” Baekhyun mendorong punggung Hyeji secara kasar. Ia menutup pintu kamar mandi itu, lalu berjalan keluar kamar.

Baekhyun kini sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Menatanya di meja makan dengan rapi, lalu membawa nampan berisi makanan dan minuman ke dalam kamarnya. Ia meletakkan nampan itu di atas meja yang berada di sebelah tempat tidurnya, lalu berjalan menuju lemari yang ada di pojok kamar. Baekhyun membuka laci yang ada didalam lemari itu, lalu mengeluarkan beberapa utas tali dari sana. Ia berjalan menuju tempat tidur.

Baekhyun melirik ke arah kamar mandi sekilas. Ini bahkan sudah hampir 30 menit berlalu tapi Hyeji belum keluar juga dari kamar mandi. Baekhyun mendengus. Ia berjalan mendekati kamar mandi, meraih kenop pintu dan mengernyitkan dahinya saat tersadar pintu itu terkunci. Oh~ ternyata Kim Hyeji sudah berani melawannya.

“Kim Hyeji, keluar!” teriaknya keras. Namun tak ada sahutan dari dalam.

“Ku bilang keluar sekarang juga!” Sialan. Hyeji berani sekali memancing emosinya.

 

BRAKKK—

 

Baekhyun menendang pintu itu dengan keras. Darah sudah naik ke ubun-ubun kepalanya. “YA! KELUAR!”

“Ku bilang keluar sekarang juga atau aku akan mengikatmu dalam keadaan telanjang!” Seru Baekhyun keras. Baekhyun memang selalu frontal. Tak pernah berpikir sebelum mengatakan sesuatu.

Detik berikutnya, pintu terbuka dan Baekhyun mendengus kasar. Hyeji terlihat menundukkan kepalanya dengan tubuh dan rambut yang masih basah. Dengan cepat, Baekhyun menarik rambut Hyeji kuat dan mendongakkan wajah Hyeji secara paksa.

“Kau membuat kesabaranku habis, Sayang.”

“L-lepaskan…hiks…” Hyeji menggigit bibirnya kuat. Ia sungguh merasa kesakitan. Menerima kekerasan dari Baekhyun setiap hari sungguh menguras energinya.

Baekhyun tampak tak peduli. Ia menarik rambut Hyeji dan membanting tubuh telanjang Hyeji di atas tempat tidur. Hyeji kembali menangis.

“A-apa kau akan m-menghukumku?”

“Percayalah padaku, aku sangat ingin melakukannya.” Baekhyun menyeringai, kemudian berjalan menuju pintu, menguncinya dan menarik kuncinya dari sana.

“Berhenti menangis, dan pakai baju itu.” Baekhyun menunjuk sebuah kemeja yang ia letakkan di atas tempat tidur dengan dagunya. Ia berjalan memasuki kamar mandi. “Dan tetap ditempatmu.”

Hyeji semakin menangis saat Baekhyun sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi. Ia meraih kemeja itu sambil sesenggukan. Kemeja milik Baekhyun adalah baju sehari-harinya selama ia tinggal disini. Kemeja berlengan panjang yang terlalu besar ditubuh Hyeji dan Baekhyun memaksanya untuk memakai itu. Karena kemeja yang kedodoran, Baekhyun bakhan tidak memperbolehkannya memakai celana. Cukup kemeja itu saja yang menempel di tubuh Hyeji. Paha mulusnya selalu terekspos dan Baekhyun mengatakan sangat menyukai itu. Dan Hyeji sama sekali tidak bisa membantahnya.

Setelah selesai memakai baju, Hyeji memperhatikan beberapa tali yang diletakkan Baekhyun di atas meja tepat di sebelah nampan yang berisi makanan dan minuman. Kalian tahu kenapa ada tali disana? Tentu saja untuk mengikatnya. Baekhyun selalu mengikatnya di kamar kalau dia pergi bekerja. Itu untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu Hyeji melarikan diri atau bahkan melakukan hal bodoh seperti membunuh dirinya sendiri. Baekhyun sudah memikirkan segalanya dan tak mau mengambil resiko jika Hyeji mati konyol. Nampan berisi makanan dan minuman itu adalah untuk makan siangnya nanti. Baekhyun yang kejam dengan sadisnya menyuruh Hyeji harus menghabiskan makanan itu walaupun dia tahu Hyeji sedang terikat. Baekhyun tidak peduli dengan cara apa Hyeji harus makan, tapi makanan itu harus habis saat dia pulang bekerja. Tak heran jika Hyeji sering mendapat tamparan atau bahkan pukulan dari Baekhyun jika makanan itu masih bersisa. Hyeji harus dengan terpaksa memakan makanan itu dengan mulutnya secara langsung, persis seperti anjing. Tangannya diikat di belakang punggungnya dan talinya diikatkan lagi di kaki ranjang. Itu membuat pergerakan Hyeji terbatas. Ia hanya bisa bergerak beberapa sentimeter saja, dan itu hanya untuk memakan makanannya yang sengaja diletakkan Baekhyun di pinggir meja. Gelas besar yang berisi air putih juga disediakan Baekhyun di pinggir meja lengkap dengan sedotan di dalamnya. Itu untuk memudahkan Hyeji minum tanpa harus bergerak banyak.

Hyeji naik ke atas tempat tidur dan ia memeluk kedua lututnya, ia kembali menangis memikirkan nasibnya yang sangat menyedihkan. Berakhir mengenaskan di tangan kekasihnya sendiri, hal yang tak pernah terpikirkan oleh Hyeji sebelumnya. Kemana Baekhyun nya yang dulu?

20 menit berlalu dan Baekhyun keluar dari kamar mandi. Hyeji dengan segera menghentikan tangisnya saat mata Baekhyun menatap tajam ke arahnya. Baekhyun berjalan ke arah lemari, mengambil baju kerjanya seperti biasa dan memakainya di depan Hyeji begitu saja tanpa merasa malu sedikitpun. Hyeji hanya menundukkan kepalanya saat Baekhyun memakai bajunya, ia tak mau melihatnya. Setelah selesai memakai jas hitamnya, Baekhyun tiba-tiba menarik lengan Hyeji secara kasar, membuat Hyeji terlonjak kaget. Baekhyun menyeret Hyeji untuk berjalan mengikutinya, membuka kunci pintu dan membawa Hyeji menuju ruang makan.

“Duduk.” Ujar Baekhyun datar memerintahkan Hyeji untuk duduk di kursi. “Aku akan mencongkel matamu kalau kau tidak berhenti menangis.” Hyeji dengan cepat segera menghapus air matanya dengan punggung tangannya.

“Ambil makananmu.” Hyeji lagi-lagi hanya bisa menurut. Ia meraih piringnya dengan hati-hati, sekuat tenaga menahan tangisnya. Baekhyun hanya memperhatikan Hyeji dengan diam.

 

 

*

 

 

Hyeji terpaksa mengikuti langkah besar Baekhyun yang menyeretnya menuju kamar. Setelah selesai sarapan, Baekhyun menarik Hyeji untuk membawanya ke kamar. Tanpa mengatakan apapun, Baekhyun menghempaskan tubuh Hyeji di tepi ranjang, dan dengan cepat ia meraih tali yang sebelumnya ia letakkan di atas tempat tidur. Baekhyun meraih kedua tangan Hyeji dan menariknya ke belakang punggung Hyeji, ia melilitkan tali itu beberapa kali di pergelangan tangan Hyeji dan mengikatnya dengan sangat erat. Sisa ujung tali tersebut ia tarik dan ia ikatkan di kepala ranjang. Setelah selesai mengikat Hyeji, Baekhyun menarik dagu Hyeji untuk mendongak menatapnya.

“Aku akan berangkat ke kantor. Jangan nakal.” Setelah mengucapkan itu, Baekhyun langsung meraup bibir manis Hyeji, melumatnya dan sesekali menggigitnya.

“Habiskan makananmu kalau kau tidak mau merasakan hukuman dariku.” Hyeji mangangguk pelan, matanya bahkan sudah berkaca-kaca. Baekhyun tersenyum tipis sembari mengelus kepalanya lembut, setelah itu dia beranjak dari hadapan Hyeji. Baekhyun keluar dari kamar dan mengunci pintunya dari luar.

Tak beberapa lama kemudian, tangis Hyeji pecah. Ia sudah pasrah selama tinggal bersama Baekhyun. Apa yang bisa ia lakukan sekarang? Ia hanya bisa menunggu Baekhyun pulang sore nanti dan menjalani hidupnya yang penuh dengan penderitaan hingga hari hari berikutnya.

 

 

-TBC-

 

 

Note: Chapter selanjutnya bakalan dipassword ya karena akan mengandung unsur dewasa xoxoxoxo. Terima kasih yang sudah berkenan membaca^^

 

37 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] PSYCHOPATH – PROLOGUE (1/2)

  1. iiih baekhyunnya ko jahat banget sih ama kekasihnya, padahal udah 6 taun pacaran.. hmmm jadi kasian sama hyejinya π_π

  2. kok baekhyun jahat amat sih mungkin dia berubah ada sebabnya, tapi apa? udah pacaran bertahun2 kok dia tega nyiksa pacarnya sndiri sih. Btw gimna cara mnta pw nya thor?

  3. ada apa dengan baekhyun??? penasaran banget kenapa dia bisa sampe berubah begitu padahal mereka udah pacaran selama 6 tahun. apa gada cinta selama 6 tahun itu sampe dia tega ngelakuin itu? apa karna cemburu?? tapi tega banget sampe hyejinya digituin. yaampun baek tobat nak tobat ..
    next kak daebak semangat!!

  4. Wow nemu ff baekhyun keren bgt ini..
    Tapi baekhyun kejam banget ya..
    Kenapa bisa berubah 180 derajat gitu sih ?
    Ditunggu next chapternya.. dan izin baca yg pertama yah 😊

  5. Yawlaaa baekhyun sadis bgt njirr! Gila 6thn pacaran ujungnya malah dapet siksaan, dari pacarnya sendiri pula:'(( terus aneh juga sih ya kenapa coba si baekhyun tiba-tiba jadi kek psyco gitu??

  6. Yaampun byun baekhyun! Kejam amat ihh seremmmmmm… Apa yg buat dia jdi psychopath sih? Udh 6 tahun bersama terus bisa berubah gituuu.. Hmmm chapt selanjutnya di proctect ya?ahaha okeoke ditunggu yaaa

  7. Baekhyun kamu kesurupan apaan nak, Bisa jadi sadis gitu
    Sadarlah
    Kasian hyeji di siksa puk puk
    Tapi itu ortunya gk nyari apa? Hyeji cemungud

  8. wah kok bisa sih baekhyun sekejam itu? masa hyeji disuruh makan kek an***g sih. kan kasian😥
    duh dipasword ya nextnya authornim? gimana cara dapet pwnya? aku boleh minta ga authornim?

    ini emailku authornim –> reretno73@gmail.com
    keep writing ya authornim^^hwaiting

  9. oemji…byun baek vangsat emang….psyco bgt dia.
    yaampun itu hyeji kesian bgt sumpah diperlakuin kek binatang astaga:'(
    dasar cenayang emang
    dtunggu kelanjutanny ka..keep writing semangat buat nulis kebangsatan byun baek

  10. Astagaaaa baekhyuun ada apa dengan dirimu huwaaa
    Baekhyun sadiss tapi aku penasaran mrk pacaran uda lama bgt kan? Nah kok knp baek jd gituu ditunggu kak next chapternyaa ^^

  11. Huaaa.. baekhyun kejam… bner2 pyscho.. biasanya jadi cabe.. tapi semenjak pamer abs, skrg baek makin vangsat cem chanyeol n sehun😀
    selama bertahun2 pcaran sama hyeki.. knp baek bsa berubah jadi jahat kayak gini? kasian hyeji.😥

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s