[CHEN BIRTHDAY PROJECT] When I Was’아시나요?

myhome_29

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] When i Was’아시나요?

Ficlet fiction writen by hansekyung.

Staring Kim Jongdae, Jang Riin, and other support cast.

R-15.

Fantasy.

The story 100% pure of author creation.

Enjoy it and Happy Reading.

Antusias, Riin berjalan ke sana kemari, mencari seseorang yang mengundangnya untuk datang ke tempat ini. Hatinya berdegup kencang tidak karuan. Tak tahu apa yang akan dilakukan oleh laki-laki itu. Ia pikir mungkin ini akan menjadi sebuah kejutan meskipun sejujurnya Jongdae bukan tipe laki-laki seperti itu.

Melihat Rin di ruang tamu, Jongdae lekas memanggilnya. Ia mendekat, duduk di depan Jongdae. Suasana romantis tercipta antara mereka oleh makan malam di taman dengan lampu berkelap-kelip terpasang pada pohon cherry blossom di musim mekar bulan ini.

“Kau menikmatinya?” Jongdae memulai pembicaraan setelah seluruh hidangan pindah ke dalam perut mereka. Riin hanya tersenyum dan mengangguk.

“Namaku Kim Jongdae.” senyum di wajah Riin seketika hilang. Jongdae menatap Riin dalam-dalam, membawa ke dalam pikirannya. Hingga waktu sudah berlalu selama 5 menit, keduanya masih saling menatap.

Riin mengakhiri keadaan itu dengan beranjak dari tempatnya. Sebelum pergi, gadis itu menyampaikan beberapa kata. Sekarang ia baru paham dengan semua ini.

“Ada saat ketika aku tidak peduli, aku egois mengejar cinta. Aku tidak tahu itu adalah sesuatu yang bisa membuat seseorang menangis. Tanpamu sebagai tempat bergantung, hatiku benar-benar menjadi layu. Namun hari ini, aku masih merasa gembira dan tenggelam ketika memikirkanmu. Aku tidak peduli jika harus menjadi lebih lemah. Maafkan aku.”

Bulir-bulir air mata Riin mulai terjun bebas di kedua pipinya. Jongdae berdiri lalu mendekati Riin, menepuk pundak gadis tersebut kemudian membalikkan tubuh Riin hingga berhadapan dengannya. Jongdae kembali berbicara empat mata kepada Riin walaupun bulan semakin menyembunyikan diri.

Harus bagaimana aku? Aku bukan tunangannya. Sudah cukup selama ini ia melihatku sebagai tunangannya. Hatinya untuk Junsu meskipun aku mencintainya.

“Takdir sudah membawa kita dalam kondisi seperti ini. Tapi ini semua bukan salah takdir ataupun Tuhan. Aku bersalah, kau juga bersalah. Semua yang terjadi adalah hasil tanggung jawab atas segala tindakan dan perbuatan kita. Aku bukan almarhum tunanganmu, Noona.”

“Aku paham. Terima kasih atas selama ini yang telah kau lakukan padaku. Selamat tinggal.”

Riin pergi, menghilang dari hadapan Jongdae. Air mata gadis itu masih mengucur deras bahkan ketika telah pergi meninggalkan Jongdae. Berbagai perasaan bercampur menjadi satu, membuat Riin tak bisa mengendalikan hatinya.

Sementara itu Jongdae tidak tahu harus merasa seperti apa. Senang karena Riin tidak melihatnya sebagai tunangannya atau sedih karena justru kehilangan cintanya.

“Maafkan aku, membuatmu dalam kondisi yang sulit selama ini. Dan, terima kasih atas kebahagiaan yang kau berikan kepada Riin. Aku akan kembali.” Jiwa Junsu menghilang secara tiba-tiba.

Junsu, tunangan dari Jang Riin.

3 bulan yang lalu, Jongdae baru saja mengakhiri hubungannya dengan gadis bernama Seo Yuna. Berulang kali gadis itu membawa laki-laki lain secara terang-terangan di hadapannya. Memang benar setiap orang harus selalu bersabar, tetapi apakah Jongdae akan menjadi laki-laki yang rendah di depannya? Bukan tipe Kim Jongdae sama sekali.

Malam itu benar-benar hari buruk bagi Jongdae.Ia berjalan keluar dari apartemen, berusaha menenangkan hati sekaligus pikiran. Mencoba menghilangkan bayang wajah dan kenangan Yuna dari hidupnya.

Sedangkan itu, Riin duduk di kursi taman. Menangisi Junsu, tunangannya. Lebih tepatnya almarhum tunangannya. Riin tertekan, sedih, dan stres. Bahkan setiap 3 kali seminggu, ayahnya membawanya ke psikiater. Beliau mengatakan bahwa Riin bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan Junsu. Junsu mengalami kecelakaan di hari pernikahan mereka. Jongdae melihat Riin di sana, dengan seorang berdiri di sampingnya.

Ia berjalan mendekat, memarahi pria tersebut. Tapi tidak tahu siapa pria itu. Pikirnya, Junsu adalah manusia. Maka dari itu Junsu, pria itu tidak dapat menghibur Riin. Junsu mencoba menjelaskan segala sesuatunya kepada Jongdae dan pada akhirnya ia meminjam tubuhnya untuk menghibur Riin.

Saat itulah Riin melihat Jongdae sebagai Junsu. Jongdae menggantikan posisi Junsu. Raga dengan jiwa berbeda.

“Kapan kita akan menikah?”

***

Entah sampai kapan aku akan merasa kikuk kalau harus menyanyi di setiap acara pernikahan teman-temanku. Sebagian dari mereka telah menikah tapi bagaimana denganku? Eish, aku bahkan mengabaikan usiaku sekarang. Ingat Jongdae, tahun ini usiamu telah mencapai angka 25 tahun dan seorang kekasih belum juga kau miliki. Bahkan makhluk haluspun bisa menikah. Aku sampai lupa kalau kemampuanku melihat makhluk halus semakin meningkat saja.

Hari ini seperti biasa, melakukan hal yang bisa dibilang sebuah pekerjaan. Menyanyi di pesta pernikahan. Ibu yang menerima tawarannya, beliau mengatakan pasangan tersebut adalah sahabat lamaku, Yunjin dan Yifan. Beruntungnya saat ini aku masih berada di Hongkong karena pesta tersebut digelar di sana.

Pesta baru hendak dimulai ketika aku sampai di sana, hanya menempatkan diriku pada posisi yang telah disiapkan kemudian menunggu pesta dimulai.

Sekitar 2 jam lamanya pesta pernikahan tersebut telah terlaksana. Aku ingin segera sampai di hotel sehingga setelah acara selesai segera saja aku pulang. Mobil pribadiku dipinjam oleh Luhan karena mobilnya baru saja ringset di bagian samping. Kali ini aku, Kim Jongdae harus naik bus. Tak apa, itu menyenangkan. Lagi pula itu masuk dalam daftar kenangan indah bersamanya. Ya, bersamanya.

Aku melangkah masuk ke dalam bus, kemudian mencari di mana kursi yang nyaman untuk ditempati. Manik mataku menangkap sesuatu. Astaga, jantungku seperti ingin melompat keluar. Benar-benar berdekup kencang.

Bus, di sini aku melihatnya. Saat ini aku berdiri di tempat yang sama dengannya. Riin Noona.

“Noona” Jongdae mencabut headset yang terpasang pada salah satu telinga Riin. Kemudian duduk di sebeleh kanannya.

“Chen… Oraenmaniya”

“Noona”

“Ba, gaimana, keadaanmu?”

“Noona, aku mencari milikku yang masih kau bawa. Tolong kembalikan”

“Milik… Milik? Apa?”

“Hatiku.”
End.

One thought on “[CHEN BIRTHDAY PROJECT] When I Was’아시나요?

  1. WOW CHENYIN
    hebat sekali ya entry birthdayfic chen hahaha crackpair muncul semua.
    walaupun di awal terlihat rapi, di tengah povnya jadi agak kacau …. pov ganti tanpa peringatan, terus ada kalimat yg dibatin tapi tidak dibedakan dgn kalimat lainnya, sehingga bingung, terus kyk momen chenyin kurang kena aja ehe.
    wah gila saingannya suyin pairing yg lebih tua ufufu
    keep writing!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s