[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Wedding Party

myhome_18

[CHEN BIRTHDAY PARTY] _Wedding Party -Anyahe
Cast
-Kim Jongdae
-Oc (you)
-PG 13
-Genre friendship

Wedding party

“APAAA??”
Aku berteriak kencang tak peduli jika aku kini berada disebuah restaurant yang membuatku menjadi pusat perhatian
“Tck ,kenapa reaksimu berlebihan sekali??” Tanya Jongdae sambil membersihkan nasi yang berantakan dikausnya karena perbuatanku tadi
“Berlebihan katamu ??”
Jongdae mengangguk
“Aku hanya memintamu menemaniku kepesta pernikahan sahabatku ,tapi reaksimu seperti aku mengajakmu menikah” ucap Jongdae membuatku mendengus.Aku menatapnya tajam dengan tubuh yang bersandar dikursi
“Aku malas” jawabku
“Ayolaaaah sayaaang ,kali ini saja” pinta Jongdae dengan lembut dan ia melakukan aegyo itu lagi satu hal yang membuatku lemah
Aku mendengus ,lagi karena seorang Kim Jongdae aku menemaninya datang keacara pernikahan yang membosankan harusnya ia menikah saja jadi ia bisa mengajak istrinya bukan aku yang hanya sahabatnya
Omong-omong dia memang sering memanggilku dengan panggilan sayang ,cinta atau babe itu sudah biasa bagiku karena kami memang sudah mengenal sejak kami duduk dibangku sekolah menengah pertama ,terhitung sudah .sepuluh tahun kami mengenal dan selama sepuluh tahun itu juga aku hanya mendapati ia berpacaran selama satu kali dan ya selebihnya ia habiskan sisa hidupnya bersamaku yang sialnya belum juga memiliki kekasih..”Kau tega membiarkan sahabatmu yang tampan ini datang keacara pernikahan seorang diri ? Tanpa teman??” Tanya Jongdae dengan wajah memelas
Aku menggeleng
“Ayolaaah ,pleaaase” rengeknya dengan nada manja membuatku menarik nafas dalam dan menatapnya
“Baiklah ,tapi dengan satu syarat” ucapku membuat Jongdae tersenyum sumringah
“Apa??”
“Temani aku beli dress”
Jongdae tersenyum dan mengangguk tanda setuju.Bisa kulihat ia tersenyum terus saat menghabiskan makanannya
Kim Jongdae
Entah kenapa aku tak pernah bisa menolak semua keinginannya walaupun itu membuatku kesal
Tingkahnya
Seperti anak-anak walaupun usianya sudah hampir seperempat abad
Manja??
Tentu ia sangat manja tapi semua tertutupi oleh tingkah gentlemannya yang selalu ia tunjukan pada siapapun
Cih
Ia menutupinya dengan sangat baik.
***
Aku benar-benar menemaninya datang keacara pesta pernikahan sahabatnya itu dan disinilah aku sekarang berada disebuah acara bersama para orang asing yang berbahasa asing perlu kalian ketahui aku bukanlah anak hasil peranakan korea asli tapi masih ada darah korea didiriku karena ibu dari ibuku yang tak lain adalah nenekku adalah orang korea jadi aku mendapatkan darah korea dari ibuku ,aku lahir di Indonesia namun mengikuti ibuku yang pindah ketanah kelahirannya sejak sekolah dasar sampai aku berusia dua puluh empat tahun jadi ya bisa dikatakan aku tumbuh dan besar dinegeri ginseng ini ,untuk bahasa aku memang tak begitu lancar karena memang jika dirumah aku lebih sering menggunakan bahasa nenek moyang ayahku
“Aku kesana dulu kau mau ikut??”suara Jongdae membuat lamunanku buyar kulihat ia menunjuk dengan telunjuknya
“Tidak ,aku disini saja” jawabku
“Aku kesana sebentar ya ,kalau kau perlu sesuatu ambil saja” ucapnya sebelum pergi membuatku mengangguk , aku memilih duduk disebuah meja yang berada sedikit dipojok ditemani segelas minuman dan makanan ringan.Kulihat Jongdae sedang tertawa bersama teman-temannya kurasa mereka bersahabat aku bisa melihat itu dari interaksi mereka yang tak canggung sama sekali bisa dibilang ini acara reuni karena memamg kebanyakan yang hadir teman-teman sekolah Jongdae ,beberapa kali ia melihat kearahku…Malam ini Jongdae terlihat tampan ,well dia memang tampan tapi jas hitam dengan rambut sedikit ditata dan sebuah kacamata yang bertengger manis dihidung bangirnya membuat ia semakin tampan saja.
Tidak
Ya Tuhan apa yang sedang kupikirkan
Aku memukul kepalaku pelan dan menggeleng
“Kenapa??” Sebuah suara membuatku menghentikan kegiatanku dan mendapati Jongdae berdiri dengan seorang bayi laki-laki digendongannya
“Ya Tuhaaan cute sekali ,siapa dia??” Tanyaku sambil memainkan pipi gembil bayi itu membuat bayinya tertawa tanpa suara
“Anak sahabatku ,lucu ya?” Tanyanya
Aku mengangguk ,membuat poniku berantakan.
Jongdae tersenyum
“Menikahlah kalah ingin memiliki anak sepertinya” ucapnya membuat aku memutar mata malas
“kau tidak lihat dirimu??usiamu sudah hampir seperempat abad tapi belum juga menikah”
“Jangan bahas usia” bentaknya dengan sebuah delikan namun bukan menyeramkan tapi terlihat lucu
Aku tertawa kencang membuat beberapa tamu memandang kearahku
“Memalukan !! Sudah makan??aku ingin makan setelah itu kita pulang” ucapnya membuat aku mengangguk ,ia pergi dan memberikan bayi yang ada digendongannya kesahabatnya.

****
“Dae ,mobilnya kenapa??” Tanyaku saat merasakan laju mobil tak stabil ,Jongdae menggeleng ia fokus menyetir
Dug
Jongdae mengerem mendadak membuat aku yang tak siap harus rela dahiku mencium dashboar mobil
“Yaaaa” teriakku sambil memegangi dahiku yang memerah
“Mian” ucapnya ,ia lalu keluar dari mobil dan kulihat ia membuka kap mobil ,bisa kulihat asap keluar .Jongdae agak lama diluar sampai ia kembali kemobil
“Mogok dan tidak mungkin diperbaiki kita jalan saja” ucapnya sambil mengambil jas serta ponselnya
“Jalan??tapi ini sudah malam Jongdae”
“Kau mau pulang atau menunggu disini sampai pagi??” Tanyanya membuatku menghentakan kaki kesal.Aku sudah katakan padanya agar pulang lewat jalan biasa saja bukan memintas jalan dan ia memaksa lewat jalan ini karena lebih dekat ,dengan alasan ingin cepat sampai rumah ia melewati jalur ini dan lihat apa yang terjadi sekarang mobilnya mogok dan ia mengatakan ingin pulang jalan kaki
Ya Tuhan
Kenapa kau ciptakan manusia menyebalkan ini kedunia dan kenapa harus aku yang menjadi sahabatnya…

Lihat jalan didepan sana sangat gelap dan Jongdae masih berjalan didepan sana dengan santainya sesekali bersenandung kecil
“Dae kakiku pegal”
“Lepas saja sepatumu”
“Menyebalkan”
Bruk
Aku mendudukan diri ditrotoar tak peduli dengan dressku atau orang yang melihat kelakuanku lagipula sudah malam dan jalanan ini sepi
SEPI

Bahkan hanya ada satu lampu jalan yang menerangi jalanan tak ingatkah ia kalau sahabat tercintanya ini takut akan gelap
“Ya ampun” teriaknya saat melihatku duduk.Ia berbalik dan mendekatiku
Hiks
Aku menangis karena sungguh kakiku sangat sakit karena aku menggunakan heels setinggi 7 sentimeter agar tinggi badanku sedikit lebih tinggi karena aku hanya memiliiki tinggi badan seratus lima puluh lima sentimeterIa melepas sepatuku dan berbalik memunggungiku
“Ayo naik”
Aku diam
“Ayolah sayaaang” pintanya membuat wajahku merona dan jantungku berdegup tak karuan
“Ne”
Aku naik keatas punggungnya dan melingkarkan lenganku dilehernya
“Berapa berat badanmu?” Tanyanya
“Empat puluh satu”
“Pantas ,ringa sekali”
Hening
Hanya terdengar deru nafas dan suara sepatu Jongdae
“Sudah berapa lama kita bersahabat??” Tanyanya
“Sepuluh tahun”
“Apa kau pernah merasa tak nyaman selama sepuluh tahun ini??” Tanyanya
Jujur saja aku merasa gugup karena nada suara Jongdae berubah serius sekali
“Tidak”
“Walaupun aku menyebalkan??”
Aku mengangguk
“Akupun sama ,kau mau menikah denganku??” Tanyanya
Deg
Jantungku berdetak kencang
“Jangan bercanda”
“Aku serius ,mau tidak??”
Cih
Pelamaran macam apa ini sangat tidak romantis
“Kau melamarku??”
“Anggap saja begitu”
Aku diam
“Hey mau tidak??”
“Kau serius??”
Jongdae menghela nafas
“Kau hanya jawab ya atau tidak saja banyak pertanyaan”
“Ya aku mau”
“Nah seperti itu”.

Ya seperti itulah akhirnya ia melamarku dengan cara yang aneh ,
Cinta itu datang karena terbiasa
Ia seperti oksigen kita tak bisa hidup tanpa cinta

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s