[CHEN BIRTHDAY PROJECT] The Beautiful Painting

myhome_6

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] (The Beautiful Painting) – (delzalgiwity)

Starring Kim Jongdae 《엑소》 〰 Park Sun-young 《에프엑스》

Fantasy ➰ Romance 【PG-17】

🚩The plot idea is originally by me, Delza Algiwity ≫ First person’s point of view🚩

🔱🔱🔱🔱

Benda mati juga punya hati dan perasaan. Apa menurutmu ini masuk akal? Orang tentu saja akan mengatakan tidak. Namun, itu berbeda jika kau sudah mengetahuiku.

Benda mati juga punya hati dan perasaan. Ya, itu masuk akal. Bahkan, itu sangat benar. Karena aku memang punya hati dan juga perasaan. Aku bisa menangis ketika melihatnya sedih. Aku bisa merasakan sakit di dadaku ketika melihat dia bermesraan dengan gadisnya di depan mataku. Bibirku akan tertarik secara otomatis membuat sebuah senyuman ketika melihatnya sedang bahagia.

Cukup terkejut? Wajar saja. Karena, pada awalnya pun dia juga terkejut. Bahkan sangat terkejut.

Aku merupakan sebuah lukisan bernama Park Sun-young. Dari namaku, sudah sangat jelas bahwa aku seorang wanita. Hari ini merupakan salah satu hari spesial untukku. Yaitu, aku sudah 1 tahun lamanya tinggal di rumah ini. Dan, aku sudah genap 4 bulan menjalani hubungan dengan pemilikku sendiri.

Masih tercetak jelas di memoriku, saat pertama kali iris cokelat hangatnya memandangku. Bahkan tangan halusnya terangkat mengelus bingkaiku. Membuatku merasakan hal aneh sejak saat itu. Kemudian, aku ingat saat dia akhirnya memutuskan untuk membeliku dan memajangku di kamarnya.

Mulai saat itu, aku benar-benar jatuh cinta padanya. Kim Jongdae, tatapan teduhnya, tangannya yang lembut, bibirnya yang seksi, membuatku semakin tidak tahu diri. Aku terus mengaguminya, bahkan aku sempat ingin menghancurkan diriku sendiri karena aku tidak tahan melihatnya begitu mesra dengan pacarnya. Dari 1 tahun, aku baru memulai hubungan bersamanya selama 4 bulan. Bisa kau bayangkan betapa tersiksanya aku selama 8 bulan?

Gejolak yang kian membuncah dari dalam hatiku membuatku kehilangan kontrol. Aku memberanikan diriku untuk menampakkan diri di hadapannya. Selama ini yang kulakukan hanya memandangnya saat ia tertidur saja. Menunggunya di kasur saat ia sedang membersihkan diri, dan kembali ke wujud asliku saat ia tidak melakukan kedua hal tersebut.

“AAAAAAA!! S-Siapa kau!?!” Teriaknya saat itu. Matanya yang kecil membulat sempurna. Sangat menggemaskan.

“K-Kau terlalu cantik u-untuk jadi setan!” Ucapnya lagi. Kali ini ia sangat gugup. Ah apa mungkin sangat ketakutan? Aku tidak tahu jelasnya. Namun, saat itu aku hanya tersenyum sembari terus mendekatinya yang sudah mencapai ujung kasur. Aku menaiki kasur secara perlahan dan menyentuh pipinya.

Tak bisa kujelaskan, betapa bahagianya aku. Akhirnya kami bisa saling bertukar tatap. Akhirnya aku bisa menyentuhnya saat ia tersadar, “Ini aku Park Sun-young. Lukisan wanita cantik yang kau kagumi.”

Dan setelah itu aku menjadi sosok yang benar-benar tidak tahu diri. Aku memajukan tubuhku dan mendaratkan bibirku ke bibir Jongdae. Aku menangis terharu; karena akhirnya aku bisa merasakan bibir seksi itu. Yang selama ini hanya dapat dikecup oleh pacarnya, kini dapat kukecup juga.

“Tebakanku benar.” Jawabannya saat itu membuatku heran. Sungguh. Ia bahkan tidak merasa terganggu dengan aku yang baru saja merasakan bibirnya. Kemana ketakutannya yang tadi itu pergi?

“Aku menunggumu untuk muncul seperti ini dihadapanku, Sun-young. Aku sudah menyadari hal ini. Aku punya firasat kuat padamu. Saat aku membawa Seulgi ke sini, aku bisa melihat ekspresimu berubah. Aku sangat terkejut dan ketakutan pada awalnya. Namun, aku membiasakan diri dan entah kenapa aku mulai suka memancingmu.” Jongdae tertawa, tangan halusnya yang kudambakan terangkat untuk menangkup kedua pipiku, “Kau pasti ingat ketika aku mulai berani membuka pakaian Seulgi. Dan aku benar-benar melihat ekspresi terjelekmu saat itu. Aku penasaran padamu, dan sekarang, sepertinya aku jatuh cinta padamu.” Lanjutnya dan kemudian ia mencium bibirku. Aku tidak bohong, aku menangis saat itu.

Tak ada kata yang bisa menjelaskan betapa bahagianya aku saat itu. Jongdae ternyata menyadariku dan dia sengaja memancingku. Dia mempermainkan emosi ku selama 8 bulan! Seharusnya aku sudah menampakkan diriku dari awal kita bertemu.

Tapi, sekarang tidak ada yang perlu disesali lagi. Mungkin itulah yang membuat kisah antara kita berdua menjadi menarik. Sejak saat itu, Jongdae dan Seulgi putus. Aku tidak tahu betul alasannya, dan lebih tepatnya aku tidak peduli. Karena aku sangat senang dengan fakta bahwa sekarang aku bisa memeluknya, menciumnya, memanggil namanya, dan bertukar senyum dengannya.

“Apa yang kau pikirkan, sayang?”

Ah suara itu membuyarkan aktivitas mengenang masa laluku. Kudengar langkah Jongdae mendekat; dan kemudian kurasakan tangan kekarnya melingkar di perut ku yang buncit.

Aku menoleh ke arahnya dan tersenyum saat melihat senyuman lebarnya. Pria ini sangat sempurna, “Aku memikirkan kejadian 8 bulan yang lalu.” Aku terkekeh dan dia terdiam.

“Entah akan hidup seperti apa aku jika kau tidak segera menampakkan dirimu, sayang. Aku tidak menyangka kau, si lukisan cantik itu, sekarang sudah mengandung benihku.” Jongdae mengelus perutku; kemudian beralih untuk mencium keningku, mataku, hidungku, dan terakhir di bibirku. Setelah itu, ia mendekapku dengan erat. Ah, bahagianya dicintai oleh seorang Kim Jongdae.

“Aku mencintaimu, Jongdae-ya.” Kataku saat Jongdae melepaskan dekapannya.

“Begitu pun dengan aku. Aku sangat mencintaimu, lukisan cantik.”

Aku tersenyum bahagia. Benda mati memang benar-benar punya hati dan juga perasaan. Tapi, maaf saja, sekarang aku bukanlah benda mati. Aku hidup. Sungguh.

Karena pada awalnya aku ini merupakan roh yang terkurung dalam sebuah lukisan. Beruntungnya diriku, lukisan yang kuhinggapi merupakan lukisan wanita cantik. Bagaimana jika lukisan hantu atau semacamnya? Aku tidak bisa membayangkannya.

Untuk menjadikanku manusia seutuhnya, aku harus memiliki benih pria dalam tubuhku. Sehingga aku bisa memiliki keturunan dan aku menjadi manusia.

Dan….ya, Jongdae dengan senang hati melakukannya. Pengalaman pertama bagiku, tentu saja. Tapi, itu merupakan pengalaman terbaik.

Setelah melewati keheningan yang lumayan panjang, Jongdae bersuara dengan senyuman nakal yang tercetak jelas di wajahnya, membuatku sempat merasa heran. Namun, mendengar kalimat selanjutnya, membuatku terkejut.

“Aku merindukan ‘bermain’ bersamamu, sayang.”

🔱🔱🔱🔱

THE END.

One thought on “[CHEN BIRTHDAY PROJECT] The Beautiful Painting

  1. sebagai shipper labil aku tereak
    kok ada yg pake sundae ya Tuhan mukjizat apa😄 nulisnya lumayan rapi lagi ufufu. suka ceritanya, fluffy banget walaupun agak serem ya kalo lukisannya keluar dari bingkai gitu haha. terus tipikal jongdae banget ya ngetroll, pura2 takut padahal udah tau dasar! ih tapi kaget waktu di akhir ternyata sunyoung itu roh bukan lukisan beneran, terus HAMIL YA TUHAN COBAAN APA LAGI YG KAU BERIKAN PADA SHIPPER
    keep writing ya!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s