[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Sing For You

myhome_14

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Sing For You – Byunbaek86

Title : Sing For You
Author : ByunBaek86
Cast : Kim Jongdae [EXO] || Choi Da Eun [OC]
Genre : Romance, angst.
Lenght : OneShoot // Songfic
Rating : Teen
Disclaimer : Kim Jongdae merupakan milik Tuhan, orang tua, agensi masing – masing, untuk judul dan alur terinspirasi dari lagu “Sing For You” tetapi, ceritanya dan OC ciptaan author sendiri.

Happy Reading^^
~”~

“ nae nalkeun gitareul deureo haji motan gobaegeul hogeun gojipseure samkin iyagireul”

Jongdae menyunggingkan senyuman tipis kemudian mengambil gitar dan menghampiri gadis yang sedang duduk di tepian kolam sekolah, menatap sendu ke arah ikan – ikan yang berenang. Sekilas, bibirnya menampakkan senyuman ketenangan. Teman Jongdae menyorakinya pelan dengan kata – kata ‘semangat’.
“norae hana mandeun cheok jigeum malharyeo haeyo
geunyang deureoyo I’ll sing for you”

Gadis itu menoleh ketika pundaknya disentuh pelan oleh Jongdae. Matanya sembab diiringi dengan tatapan terkejut. Dengan cepat ia menghapus bulir bening tipis yang terlihat membekas di pipinya. Tapi, isakannya masih terdengar jelas.

“Ah… A… Aku, maaf aku mengganggumu.” Jong Dae mengusap tengkuknya pelan, terkekeh kecil. “Kau…”

“neomu saranghajiman saranghanda mal an hae
eosaekhae jajonsim heorak an hae
oneureun yonggi naeseo na malhal tejiman
musimhi deureoyo I’ll sing for you”

Jongdae mengernyit pelan, meletakkan gitarnya di rerumputan basah kemudian berusaha menyamakan tinggi badan dan mengusap sisa bulir bening yang masih tidak rela dihentikan. ”Kau, terlihat cantik.”

Mata Jongdae mengikut arah usapan tangannya. Semburat merah muncul di kedua pipi gadis itu, matanya menunjukkan dirinya semakin terkejut dengan tingkah Jongdae.

“Choi Da Eun. Kau tahu? Aku menyukaimu.”
Pipi gadis itu semakin memerah, menggantikan warna bola mata gadis itu yang semula merah. “Ah bagaimana ya,” Jongdae menarik tangannya dan kembali mengusap tengkuknya. “Aku…. sebelumnya aku tidak berani mengatakan ini. Kukira, dari sifatmu, kau akan menolak semua pernyataan cinta dari murid laki – laki di sekolah ini. Siapa sangka, kau akan menerima salah satunya.”

Gadis itu menghela napas besar, kemudian menunduk, tersenyum miris.

“Ah, maaf – maaf. Aku tidak bermaksud mem—“ Jongdae menghentikannya ketika melihat gadis itu mulai berdiri, membereskan barang – barangnya yang berserakan, kemudian kakinya memaksanya untuk berlari.

“Tunggu. Tunggu sebentar.” Jongdae dengan cekatan menghentikannya. “Kumohon. Dengarkanlah dulu. Aku butuh waktu yang lama agar hal ini dapat berjalan dengan baik. Duduklah.”

“Aku berusaha keras untuk mengarangsemen lagu ini dan aku meminta Chanyeol ataupun Lay untuk mengajariku bermain gitar.” Jongdae tersenyum kecil, mengambil gitarnya.

“Dengarkan saja, lepaskan bebanmu untuk sementara.”

“The way you cry, the way you smile
naege eolmana keun uimiin geolkka?
hagopeun mal, nohchyeobeorin mal
gobaekhal tejiman geunyang deureoyo I’ll sing for you, sing for you
geunyang hanbeon deutgo useoyo”

Gadis itu tersenyum kecil. Matanya ia tutup rapat, kakinya mengikuti irama yang dilantunkan Jongdae. Di sela – sela itu, Jongdae melihat ke arah gadis itu. Gadis itu, mengeluarkan air mata kepedihan yang selama ini ditahannya.
Air mata akan keputusasaan. Air mata akan kesendirian. Air mata akan kesedihan. Air mata akan kemarahan. Air mata akan dilecehkan. Air mata akan kesakitan. Air mata akan semua hal yang membuatnya ingin menghilang dari dunia ini. Air mata yang membuat Jongdae dua kali lipat menyesal karena membuat gadis itu memutar balik kenangannya dengan lelakinya dulu.

Jongdae perlahan menunduk, membiarkan air matanya menurun. Awan gelap yang menggelantung di angkasa, tidak mendukung apa yang sedang dilakukannya. Hening dengan isakan kecil dari gadis itu membuat Jongdae menggerakkan tangannya dan mengusap punggung gadis itu.

“jogeum useupjyo naegen geudae bakke eomneunde
gakkeumeun namboda mothan na
sasireun geudae pume meorikareul bubigo
angigo sipeun geonde marijyo”

“Aku, eungh, maafkan aku membuatmu semakin menderita. Jika saja kutahu—“
Gadis itu menciumnya pelan. Ciumannya berantakan. Jongdae tahu, gadis itu menerimanya. Tapi, bukan dalam artian ‘berpacaran’ melainkan, ia hanyalah pelampiasan dari gadis itu. Cintanya kembali bertepuk sebelah tangan.

“maeil neomu gamsahae geudaega isseoseo
sinkkeseo jusin nae seonmul oneuri jinamyeon nan tto eosaekhae haljido
hajiman oneureun kkok malhago sipeo geureoni deureoyo”

“The way you cry, the way you smile
naege eolmana keun uimiin geolkka?
hagopeun mal, nohchyeobeorin mal
gobaekhal tejiman geunyang deureoyo I’ll sing for you, sing for you
geunyang hanbeon deutgo useoyo”

Sekarang, Jongdae hanya meringis pelan. Menyanyikan lagu yang pernah ia nyanyikan untuk gadis itu yang sekarang berganti posisi dengan nisan putih yang sedikit bersinar karena sinar matahari dari arah belakang.

Gadis itu hanya membuat Jongdae merasa buruk. Gadis itu selalu mengucapkan ‘aku ingin menghilang’, ‘orang – orang tidak peduli padaku, padahal, dulu ada yang menemaniku, dan sekarang, ia pergi”, atau kalimat yang membuat Jongdae bergidik ngeri, “aku ingin mati”.

Sepertinya keinginan gadis itu terwujudkan. Menghembuskan napas terakhirnya dengan nadi yang terbelah dan kalimat ‘aku minta maaf membuatmu merasakan kepalsuan selama ini’ membuat akhir penutup yang sempurna untuk hidup gadis itu.

-FIN-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s