[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Saengil Chukkae

myhome_5

[ CHEN BIRTHDAY PROJECT ] Saengil Chukkae – realnibon

Cast : Kim Jongdae
Lee Sumin
Kim Daeul

Genre : Romance, Happy Ending

Rating : PG – 13

Length : Oneshoo

” Saengil Chukkae Yeobo!!! aku sangat berharap apapun yang terbaik untukmu. Dan berjanjilah untuk selalu menjadi suami yang terbaik untukku dan appa yang hebat untuk Daeul, saranghae!!”. – Kim Sumin.

” Taengil tukkae appa!! mani mani saranghaeyo!! jeongmalyo!!”. – Kim Daeul.

” Gomawo Sumin-ah!! Daeul-ah!! aku sangat bahagia bisa mempunyai kalian berdua, tetaplah disisiku apapun yang terjadi. Aku menyayangi dan mencintai kalian”. – Kim Jongdae.

 
21 September 2016…

Author POV…

Hari ini kediaman keluarga Kim tengah ramai dengan banyak dekorasi yang terpasang. terlihat bahwa para penghuni rumah beserta para asisten mereka tengah sibuk membuat sebuah kejutan. Kejutan yang akan diberikan kepada sang tuan rumah mereka, Kim Jongdae.

” Shin ajhumma, bisakah kau mengawasi perasiapannya? aku akan menjemput Daeul sebentar”. Ujar Nyonya pemilik rumah Kim Sumin pada asisten kepercayaannya itu. Shin ajhumma menunduk hormat.
” Algeuseumnida Nyonya”.
” Khamsahamnida ajhumma”.

Sumin pun langsung pergi untuk menjemput buah hatinya itu, Kim Daeul. Anak sematawayang dari Jongdae maupun Sumin yang kini baru berusia 1 tahun dan masih duduk dibangku taman anak-anak.

#######….

KJ Corp…

Jongdae terlihat sangat sibuk memeriksa dokumen-dokumen perusahaan. Namun justru kini fikirannya tidak dapat fokus mengingat perdebatan kecil antara dirinya dengan istrinya Sumin.
Tadi malam terjadi perdebatan kecil, mungkin bagi kalian terdengar sepele, namun baginya dan Sumin ini adalah masalah serius. Masalahnya adalah Sumin yang lagi-lagi meminta ia untuk beberapa hari libur dari pekerjaannya agar dapat memiliki waktu luang untuk istrinya dan buah hatinya, Daeul.
Meskipun Jongdae adalah direktur perusahaan bukan berarti ia bisa begitu saja libur. ia harus menjadi panutan bagi para pegawainya, ia tak ingin hanya karna seorang direktur ia bisa libur. Bagaimana nanti kata para pegawainya?????.

Akhirnya Jongdae mencoba untuk menghubungi istrinya itu. Satu kali, dua kali, tiga kali tidak ada jawaban dari panggilannya. Tak smpai disitu, Jongdae akhirnya mencoba menghubungi Sumin lagi namun ia harus kecewa karna lagi-lagi Sumin tak mengangkatnya.

” Ayolah sayang!! Kau benar-benar marah padaku?”. Ujar Jongdae frustasi. ” Aku harus meminta bantuan Minsoek hyung!”.

Sementara itu…

Sumin tengah menunggu Daeul didepan gerbang, namun tiba-tiba ponselnya berbunyi nyaring menandakan sebuah panggilan masuk. Saat dilihat tertera Id Caller sang penelpon, My Cheni. Namun Sumin hanya diam tak perduli.

” Mianhe oppa!! Kau akan tahu nanti”. Gumamnya, dan tepat saat itu Daeul berteriak memanggilnya.

” Eomma!!!!”. Panggilnya sambil berlari dan memeluk Sumin, Sumin tersenyum senang.
” Aigooo!!! Daeul-i!! Bagaimana hari ini sayang?? Apa sesuatu terjadi saat kau bersekolah tadi?”. Tanya Sumin.
” Hmm… sangat menyenangkan, Seulgi ssaem mengajari bnyak hal hari ini eomma. Daeul diajarkan caranya menulis, berhitung”. Jawab Daeul antusias. Sumin yang mendengarnya hanya tersenyum senang sekaligus bangga pada Daeul.
” Kalau begitu bagaimana jika berjalan-jalan sebentar? Kita harus membeli kado untuk appamu”.
” Kado?? untuk apa eomma?? Bukankah appa sudah besar?”. Tanya Daeul dengan polosnya.
” Karna hari ini appamu berulang tahun sayang, dan kita harus membeli kado untuk appa”.
” Kalau begitu jika Daeul berulang tahun, Daeul juga akan mendapat hadiah?”. Tanyanya lagi, Sumin mengangguk mengiyakan lalu mengecup pipi Daeul.
” Kajja kita pergi”. Ajak Sumin dan mereka pun pergi menggunakan mobilnya.

” Wae?? ada apa kau menemuiku??”. Tanya Minseok pada sahabatnya itu. Jongdae – sahabat Minseok- menghela nafasnya sejenak dan mulai bercerita.
” Begitulah hyung!! dan sampai saat ini Sumin tak ingin mengangkat panggilanku, eottokhae hyung!!! aku benar-benar akan gila kalau terus seperti ini diacuhkan olehnya”.

” Seperti yang kuucapkan padamu Chen-ah!! Kau harus cuti beberapa hari, Sumin dan Daeul hanya ingin kau memiliki waktu bersama mereka itu saja. Baiklah jika tidak ada yang kita bicarakan lagi aku ingin pamit pergi”. Ujar Minseok bangkit dari kursinya dan pergi.
” Aishhh!!! apa yang harus kulakukan”. Gerutu Chen sambil mengacak rambutnya frustasi.

Pukul 23.58 KST….

Semua persiapan untuk merayakan ulang tahun sudah selesai, kini Sumin, Daeul, Minseok, keluarga besar Kim juga Lee datang. mereka sudah sangat menantikan Jongdae yang sebentar akan sampai.
Para asisten dan pekerja yang bekerja dirumah Jongdae juga hadir. Beberapa menit menunggu, akhirnya Jongdae pulang. Namun anehnya saat ia memasuki gerbang rumahnya, semuanya sangat gelap. Dimulai dari halaman depan sampai pada keadaan didalam rumah.
Perasaan Jongdae mulai cemas dan takut, ia berusaha membuang segala kemungkinan terburuk yang ada difikirannya.

” Yeobo!!! Sumin-ah!! Kau dimana sayang??!!”. Panggil Jongdae beberapa kali, namun tak ada jawaban.

” Daeul-ah!!! Appa sudah pulang sayang, appa membawa hadiah untuk Daeul”. Kini Jongdae mencoba memanggil Daeul, buah hatinya. Dan sayang, tetap tak ada jawaban.

” Sumin-ah!! Daeul-ah!!”. Panggil Jongdae dengan nada yang terdengar bergetar , Jongdae sangat takut kalau orang yang sangat ia sayangi meninggalkannya sendiri karna keegoisannya. ” Kalian dimana??? Sumin-ah!! Daeul-ah!!! aku berjanji akan meluangkan waktu untuk kalian, tapi kumohon jangan tinggalkan aku”.,

Dan hal mengejutkan terjadi, lampu-lampu menyala secara tiba-tiba. Jongdae menoleh dan begitu terkejut saat melihat semua anggota keluarganya sudah berkumpul, termasuk Sumin yang terlihat membawa sebuah cake birthday dan Daeul yan ternyata tertidur dipelukan kakeknya, appa Sumin.

” Saengil Chukkae Hamnida 2×
Saranghaneun uri Jongdae!!, Saengil Chukkae Hamnida!!”. Semua bernyanyi untuknya. Ia sangat terkejut dengan kejutan ini.

” Benarkah aku berulang tahun hari ini??”. Batinnya dalam hati.

Sumin pun menghampiri Jongdae yang terlihat masih shock. Lalu ia mengecup pipi Jongdae, membuatnya tersadar.

” Saengil Chukkae yeobo!!”. Ujar Sumin tersenyum sangat manis, membuat Jongdae ikut tersenyum.
” Ini semua untukku?”. Tanya Jongdae, Sumin menganguk.
” Jongdae-ah!! buatlah permintaan dan cepat tiup lilinnya”. Perintah Minseok. Jongdae yang melihat Minseok kaget tapi akhirnya melakukan apa yang disuruh Minseok.

Setelah meniup lilinnya, semua orang memberikan selamatnya pada Jongdae. Kini Daeul pun sudah berada dalam gendongan Jongdae.

” Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu yeobo!”. Ujar Jongdae, Sumin mengangguk. Kini mereka sudah berada di taman belakang rumah.

” Sekali Saengil Chukkae oppa”.

” Terimakasih sayang. Tapi apa kau tahu, aku hampir saja gila dan frustasi karna kau tak membalas panggilan dan pesanku”. Kini Jongdae berbicara sambil memegang tangan Sumin, mengecupnya dan menopang tubuh Daeul yang masih tertidur.

” Maaf, tapi ini semua hanya bualan semata. Aku tak pernah bermaksud mengacuhkanmu”. Jongdae tersenyum mendengar perkataan Sumin. Dibawanya Sumin kedalam pelukannya. Sesekali ia mengecup pucuk kepala Sumin.

” Aku tahu, justru aku berterimakasih pdamu sayang. Kau sudah mau terus berada disampingku hingga detik ini. Aku sangat mencintaimu sayang!! Begitupun dengan aku yang sangat menyayangi Daeul” . Sumin mengangguk lalu tersenyum dan melepaskan pelukannya.

” Aku memiliki hadiah untukmu dan juga Daeul”. Ujar Jongdae sambil mengambil sebuah kotak kecil disaku jasnya.
Sumin mengerutkan dahinya, ” Untuk apa Oppa memberikanku dan Daeul hadiah?? bukankah kami berdua tidak berulang tahun sekarang??” . Fikirnya dalam hati, Jongdae yang melihat Sumin tersenyum.

Sumin pun membuka kontak tersebut, dan betapa kagetnya ia ketika mengetahui bahwa itu adalah 3 tiket liburan ke Jeju.

” Op..oppa tiket pesawat siapa?? Untukku dan Daeul??” . Tanya Sumin, Jongdae mengangguk lalu tersenyum.

” Aku sadar kalau kau dan Daeul sangat ingin menghabiskan waktu bersama. Maafkan aku yang selama ini egois pada kalian. Tapi kalian harus tahu aku melakukan semua ini untuk kalian. Kau dan Daeul adalah hal yang paling berharga dalam hidupku, aku benar-benar menyayangi kalian”. Jelasnya membuat Sumin tak dapat menahan rasa harunya, ia memeluk Jongdae dan Daeul yang masih tertidur dipelukan suaminya itu.

Perlahan Jongdae menarik dagu Sumin hingga kini mata mereka berdua bersiborok. Dan dengan pasti, wajah Jongdae semakin dekat dengan Sumin. Sehingga kini bibir mereka bersentuhan, awalnya hanya menempel. Namun Sumin lebih dulu memberikan sensasi lebih pada Jongdae dengan melumat bibir suaminya lembut. Ciuman itu terus berlangsung sampai akhirnya mereka tersadar ada Daeul diantara mereka karna ternyata anak mereka tengah mengigau.

” Taengil Thukkae appa!!! Daeul sangat menyayangi appa!!”. Itulah kalimat yang dilontarkan Daeul saat mengigau. Membuat Jongdae dan Sumin tertawa, dan sedetik kemudian mereka mencium pipi Daeul.

” Bagaimana jika setelah ini kita membuat 3 anak kembar untuk Daeul yeobo!!”. Ujar Jongdae, Sumin terkejut mendengarnya.

” YYAKKK!!!! DASAR BYUNTAE!!!!”.

FIN…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s