[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Purple Love Duck

myhome_11

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]-Purple Love Duck

Cast:Kim Jongdae as Jongdae, You, Oh Sehun, Park Nia
By:CintaDewiMW
Rate:17+

Teman Layaknya Kekasih, Kekasih Layaknya Teman.

Jongdae, temanku sejak lahir. Sampai sebesar ini. Kami selalu bersama tanpa melupakan satu sama lain. Sejak lama juga aku mencintainya. Tapi sayang, aku bukanlah pilihannya. Ia mencintai yeoja paling licik di kampus kami. Yeoja mata duitan. Dia sudah terbutakan oleh cintanya. Ingin rasanya aku menyingkirkan yeoja itu.

You pov
Aku tersenyum bangga melihat kotak kecil berbalut kertas hijau. “Kau akan menyukainya Chingu. Saengil Chukkae Jongdae Chingu.” gumamku dengan wajah yang berseri.”yak!! Y/n cepatlah. Kau bilang ingin pergi ke pesta ulang tahun Chingu Mu.” Sehun oppa berteriak dari luar rumah. Aku segera berlari dan menuju mobil Sehun oppa yng sudah siap dari tadi.
.
.
Orang berlalu lalang didalam gedung mewah ini. Aku melihat kue ulang tahun bertingkat tiga dengan 25 susunan lilin diatasnya. “Itu dia.” ucapku melihat Jongdae yang tengah bersiap siap. Dengan Jas hitam yang memperlihatkan tubuh bidangnya. Aku menghampirinya dan tersenyum. “Saengil Chukkae!” ucapku riang “terimakasih. aku sibuk. Aku ingin pergi dulu. Bye” ucapnya datar. Tiba” ada yeoja merangkul tangan nya dari samping. “annyeong y/n ” ucapnya dengn tatapan yang menjengkelkan. mereka pun pergi ke atas panggung.
orang orang menyanyikan lagu happy Birthday bersama sama untuk Jongdae. “satu, dua, tiga!!” Jongdae dan Nia meniup lilin itu bersama sama. Dadaku terasa sesak. ingin rasanya aku memberontak. Tapi itu tidak akan berguna. “Jongdae, Chingu, Ingatkah kau waktu kita bergandengan tangan dan meniup lilin itu 18 tahun yang lalu? kita meniupnya bersama sama. kita tertawa bersama sama. Tapi sekarang terasa tidak mungkin bagiku.” batinku. tanpa kusadari air mataku berhasil lolos dari tempatnya.
Seketika Jongdae hilang dari hadapanku. ‘kemana dia?’ batinku. Karena bosan berdiam diri disini, aku memilih berjalan di sekitar taman belakang gedung. Air mancur, Lampu, kunang kunang, kolam ikan. hanya mereka yang menemaniku disini. Seketika…

Jong…JONGDAE!! DEG

Aku tidak sengaja melihat Jongdae dan Nia Bertautan dalam bibir mereka (?). Aku sangat terkejut. Hati ku sangat sakit. entah apa yang menggerakan kaki untuk berlari kearah mereka dan BRUK!! Aku mendorong keras tubuh Nia hingga terpental ke tanah Jongdae yang melihat kjadian tersebut tntunya sangat terkejut.”Apa yang kau lakukan!!!” jongdae berteriak ke arahku. “hiks..oppa…appo…” nia menangis sejadi jadinya. “untuk apa kau menangis hah!!! bukankah biasanya pun kau langsung melawan !!! hentikan air mata buaya mu itu YEOJA MURAHAN!!” Jongdae menarik keras bahuku “Apa yng kau katakan y/n!!! apa kau gila!!!” jongdae berteriak. “Kenapa menangis!!! ayo lawan aku!! bukankah dulu kau menamparku agar menjauh dari Jongdae!! ayo tampar aku sekarang TAM!!” PLAK!!. aku memegangi pipi ku dan tertunduk. Kristal putih kembali membasahi pipi ku. Kalau memang Nia yang menamparku itu tidak akan jadi masalah tapi bayangkan, yang menamparku adalah JONGDAE. Jongdae yang dulu slalu bersamaku sudah berubah.”Memangnya kau siapa… Apa arti DIRIMU DALAM DIRIKU HUH!!!! KAU HANYA BISA MENYUSAHKANKU…Pergi!!!” DEG DEG DEG… kakiku melemah. nafasku berhambur mendengar apa yang dikatakan Jongdae. “baiklah aku akan pergi…” aku tertunduk lemas “kau… lihat saja suatu hari nanti… kebusukanmu akan tercium juga…” ucapku menunjuk wajah Nia. “dan kau… jika suatu hari nanti aku menghilang. Jangan pernah mencari ku lagi” ucap ku “baiklah. aku bersumpah tidak akan menemuimu lagi.” ucap Jongdae dengan menekan suaranya diujung kalimat yang ia ucapkan. Air mataku turun semakin deras. aku berlari meninggal kan mereka menuju gedung. aku masih memegangi pipiku yang merah akibat tamparan Jongdae. semua orang memperhatikanku. aku tidak peduli. Aku masih saja mencari Sehun oppa untuk memintanya mengantarkanku pulang.

Sehun Pov
“hana…dul…set” Jongdae dan Nia meniup lilinnya bersama. orang orang bertepuk tangan bersama sama. Tapi Satu hal yang aku tak mengerti. Bukankah… setiap tahun ia selalu meniup lilin ulang tahunnya bersama y/n? hm… ‘huh… dimana y/n??” gumam ku. aku pun berjalan disekitar gedung mencari keberadaan y/n. tiba tiba.. “omo!! y/n… waeyo?? kenapa kau berantakan begini..”aku panik melihat adikku yang berantakan dengan bekas merah dipipi kanan nya seperti habis ditampar. Sret… dia memelukku. tubuhnya bergetar. “oppa…ayo kita pulang… kita pulang saj…” belum sempat ia menyelesai kan perkataannya. ia merosot dari pelukanku ” ya… y/n… bangun… sadarlah…” ia pingsan dipelukanku. “ahjumma… aku permisi dulu. sepertinya telah terjadi sesuatu pada dongsaengku ini”
“baiklah ahjumma ikut…ok?” ahjumma pun ikut panik. aku hanya mengangguk cepat dan mengangkut dongsaengku ini kedalam mobil. Kini semua orang memperhatikan kami.
.
.
.
“oppa..” ucap y/n lemas. “apa? kau merasakan sakit? dimana?” tanyalu lalu mengusap air mataku cepat “kk..kenapa ahjumma dan oppa menak..ngis??” ucap nya dengan nafas yang tersengal sengal “lupakan.. jangan meen angi s lll agii. nahh ti aku ikut sedih” ucap nya berusaha bernafas. aku dan ahjumma hanya bisa menangis meliat y/n yang seperti ini apa lagi saat dokter bilang ia terkena penyakit tumor otak dan waktunya hanya beberapa jam lagi.. “hikkss…y/n..” ucap ahjumma terhisak “ahjumma…aku sudah tttidd dak..tahan lagi. toll ong jagga jong dae. inni suhh rah t untuk nya” iya mengambil surat yang ada di saku bajunya dan memberi kan nya ke ahjumma…”hehh hufff..” *tiiiiddddd* suara pendeteksi jantung melengking kuat dan panjang… “Y/NN!!!” Teriakku sekencang kencangnya dan menggoncang tubuh dongsaengku ini. Sekarang, tidak ada yang aku punya. ibuku, ayahku, sekarang adikku!! kenapa dunia ini tidak adil!!

Aku duduk di sebelah batu nisan y/n dan mengusapnya lembut.. ‘selamat jalan dongsaeng nakal’ batinku. “sehun..” suara itu tak asing bagiku. aku mendongakkan kepalaku. “aku tau ini berat..sekarang kau pasti kesepian.. kalau kau mau..kau boleh memanggilku eomma dan tinggal dirumah kami” ucap ahjumma dan tersenyum lembut aku tersenyum lalu mengangguk “terima kasih ahjumma..” ucapku lalu memeluk ahjumma.

.
.
.

Jongdae POV

aku berjalan disekitar gedung. mencari nia. “kau tahu..jongdae itu sangat bodoh..ia mudah sekali tertipu..apa dia tidak sadar aku menguras hartanya..? hahaha” aku mendengar suara samar smar didekat meja makan. dan benar!! dia Nia!! aku menariknya dengan keras. ia meronta ronta. aku mebawanya keluar gedung “yak oppa!! chagiah…. sakittt” ucap nya “kau busuk*!! ternyata benar ap yang y/n bilang..bahkan orang gila lebih mempesona darimu!!” ucap ku nyaring “kau salah dengar..itu tidak mu..mungkin” ucapnya masih membela dirinya. aku hnya diam dan berlalu meninggalkannya. “oppa..” ia menarik tanganku. akupun langsung menepisnya cepat.
.
.
.
aku tidak bisa tidur gara gara permasalahan tadi malam. aku sangat menyesal telah menampar y/n dia pasti sangat tetsakiti. ‘sudah pagi?’ batinku.

15.00 KST

aku masih belum bisa tenang ‘aku harus meminta maaf ke y/n..aku pun berlari mengambil kunci mobil dan berlari ke arah pintu “klek” pintu iti terbuka “eom..ma?” ucap ku. “aku ingin pergi ke rumah y/n sebentar saja” ucapku cepat “tapi y/n!!” eomma belum sempat menyelesai kan kata katanya. aku langsung melaju menggunakan mobil ku.

“tok..tok..tok..” aku mengetuk pintu rumah y/n “klek” “hyeong..y/n ada? ” tanyaku setelah sehun membuka pintu. ia menatapku datar . Ia menarik ku kuat lalu menghempaskan tubuh ku ke lantai “BRUK!!” aku terpental didepannya “untuk apa kau mencari y/n? kau lupa akan sumpahmu?” ucap sehun hyung dengan nada pelan tidak lebih dari berbisik. aku hanya menunduk penuh penyesalan. Ia menarik kerah bajuku lalu menarik ku kedalam apartemennya dan membawa ku masuk kekamar y/n. “selamat..sumpahmu itu sudah terjadi. nikmatilah” ucapnya berbisik di telingaku. ia meninggalkanku di kamar y/n. aku masih bingung dengan perkataanya. tak lama..aku meliat kotak hijau dengan surat diatasnya. isinya…

For Jongdae..

“jongdae..mungkin aku gak secantik Nia mungkin aku gak se sempurna Nia. Tapi asal kau tahu? Cintaku bahkan lebih sempurna dari kata sempurna untukmu. lebih sempurna dari pada Nia yang kau Bilang sempurna itu. Kim Jongdae.. terima kasih atas kebahagiaan yang kau berikan sejak kita masih kecil. terima kasih atas semua pengorbanan mu. Sekarang… ‘sumpah’ mu tadi malam sudah terjadi. kau tidak perlu mencariku. karena..walau kau bisa menjatuhkan langit sekalipun.. kau tidak akan menemukanku di belahan dunia manapun. ini pesan terakhirku.. jangan sakiti wanita lain selain aku. jaga ahjumma. cukup aku yang pernah merasakan sakit ini. jangan sampai wanita lain merasakannya. Saengil Chukkae Jongdae Chingu!! Saranghae!!”

tnpa sadar aku meneteskan air mataku.. aku pun membuka kotak hijau itu..ya..isinya adalah ‘Purple Duck’ bebek yang pernah ku berikan kepada y/n saat orang tuanya meninggal…saat ia masih berumur 5 tahun. didalamnya juga ada foto kami waktu meniup lilin ulang tahunku bersema dengan wajah yang bercoret krim kue. “YAA!!!! Y/N!!! KENAPA KAU HARUS PERGI!!! MIANHEE…mianhe..Hikss…hikss” aku tersengal sengal dalam tangisku. Semua sudah terlambat..

END…
Sorry kalo ga asik kalo ga nggehh…my first imagine soalnya
Happy Reading!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s