[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Keep Being You

myhome_19

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]
Ahn Mo Ra – Keep Being You
By: Ahn Mo Ra
Cast: Kim Jong Dae and Kim Min Soon (and others)
Genre: Romance, for the rest just read.
Length: Oneshot
Rating: PG15
.
.

Hari ini tanggal 16 Oktober tepat satu tahun Min Soon dan Jong Dae memadu kasih. Jong Dae ingin memberikan kejutan dengan memberi bunga kepada Min Soon, namun dia tidak sempat membelinya karena rapat yang harus dia hadiri, sedangkan dia sudah sampai di apartemen tempat mereka tinggal bersama.
“Min Soon-i… Sayang… Maafkan aku yang tidak membelikan bunga Casablanca favoritmu, aku tidak bisa membelikanmu hadiah dan hanya bisa membelikan kue kecil ini… Toko kue sudah tutup di jam larut ini” ucap Jong Dae merasa bersalah. Min Soon tersenyum lembut,
“Tenanglah oppa. Itu bukan masalah sama sekali. Aku tidak membutuhkan uangmu, bunga, kue, ataupun cincin permata. Aku hanya membutuhkanmu dan cintamu selamanya”
“Terima kasih dan maafkan aku sayang”
“Tak apa Jong Dae oppa. Fancy things won’t get me. Diamonds, there are plenty. But there is only one of you and I love you, my dinosaur”
Kemudian Min Soon menyentuh lembut bibir Jong Dae dengan bibirnya, seolah menyalurkan seluruh perasaan bahagianya di hari peringatan pertama mereka.
.
Sudah tiga tahun sejak perayaan anniversary pertama mereka, di tanggal dan bulan yang sama mereka memutuskan untuk menikah. Hanya perayaan sederhana. Dengan riasan seadanya. Dengan makanan secukupnya. Dengan sahabat dan keluarga yang mencintai mereka berdua. Dua insan yang saling mencintai tanpa memperdulikan kekurangan pasangannya. Tanpa ingin mengubah apapun di dalam diri pasangannya.
Jong Dae sudah berdiri di depan altar dengan setelan jas berwarna abu-abu, dan dasi berwarna maroon. Serta dengan sneakers favoritnya. Dia menyukai sneakers, bukan pantovel. Motto mereka berdua adalah “Just Keep Being You”. Dia menatap Min Soon yang sedang berjalan kearahnya dengan setelan gaun putih panjang sederhana dengan memperlihatkan bahunya, sambil membawa buket bunga Casablanca di tangannya.
Min Soon tersenyum saat sampai di depan kekasih-yang-sebentar-lagi-akan-menjadi-suaminya yang juga tersenyum kearahnya.
“Huff…. Aku gugup sekali oppa”
“Tak usah gugup sayang, aku disini. Aku mencintaimu”
Min Soon-pun menghela napas dan menganggukkan kepalanya. Pemberkatan akan dilakukan dan dia akan resmi menjadi istri dari Jong Dae.
.
“Dengan berkat dari Tuhan, apakah kau, Kim Jong Dae bersedia menjaga, melindungi, dan menyayangi Kim Min Soon selamanya dalam keadaan suka maupun duka?”
“Saya bersedia”
“Dan apakah kau, Kim Min Soon bersedia menerima kekurangan, kelebihan, dan menyayangi Kim Jong Dae selamanya dalam keadaan suka maupun duka?”
“Ya, saya bersedia”
“Dengan begini, saya menyatakan kedua insan ini telah resmi menjadi pasangan suami – istri yang sah. Kalian boleh melakukan ciuman pengantin”
Pemberkatan telah selesai dilakukan oleh pendeta.
”Darling, I think that we’ve made it. I don’t need anything, believe it. My heart feels rich when you’re near me. There is no emptiness. I love you oppa, forever and ever” Min Soon mengalungkan tangannya di leher Jong Dae
“You spread your love and I can feel it. Deep in my soul. I see you’ve given me much more. Thank you for the greatest gift of all. You are the best gift that God give to me, dear. I love you, till the end of time”
Jong Dae mendekatkan bibirnya perlahan ke bibir Min Soon. Mereka berciuman dengan lembut dan mesra sebagai sepasang suami – istri yang sah dan disaksikan oleh sahabat dan keluarga.Tiada yang bisa memisahkan mereka bahkan kematian sekalipun. Karena Tuhan menciptakan mereka sebagai pasangan. Yang akan selalu menerima kekurangan masing-masing, selalu mencintai satu sama lain. Selamanya.
.
Kata “selamanya” mungkin akan sangat berat bagi mereka berdua. Penyakit bipolar yang diderita Min Soon semakin sering kambuh dan tidak terkontrol semenjak lima bulan usia pernikahan mereka. Dokter telah menetapkan bahwa akan sangat sulit bagi mereka untuk memiliki keturunan, dikarenakan Min Soon memiliki golongan darah AB dengan rhesus negatif, dan Jong Dae O rhesus positif. Pemilik rhesus negatif, apalagi wanita akan sulit mengandung dikarenakan darah yaitu cabang bayi akan menggumpal di rahimnya apabila dia melakukan hubungan suami istri dengan yang tidak bergolongan darah sama persis. Hal ini membuat Min Soon stress berat. Tidak terkecuali Jong Dae.
“Sayang, ayo makan dulu ya” ucap Jong Dae lembut kepada istrinya.
“Tidak”
“Ayolah sayang, tiga sendok saja ya?”
“Tidak lapar”
“Sayang, oppa mohon”
“Tidak…. Tidak… Tidak… TIDAKKKK!!!!”
Min Soon menjerit kemudian menangis.
“Jangan sebut aku sayang apabila kau tidak bisa membuatku hamil! Ini semua salahmu bodoh! BODOHHH!!!!”
Min Soon melotot ke arah Jong Dae, yang di tatap hanya bisa diam sambil berkaca-kaca
“Iya sayang, aku tahu aku salah. Maafkan aku. Ini semua memang salahku…”
Jong Dae sudah akan menangis di depan Min Soon, tapi dia tahu, dia harus kuat dan tegar di hadapan sang istri, karena hanya dia sandaran untuk Min Soon saat ini.
“Aku ingin mati saja oppa… Aku tidak kuat begini… Aku menyusahkanmu, bahkan tidak bisa memberikanmu keturunan… Aku tidak berguna oppa.. Aku…”
“Ssttttt”
Jong Dae memeluk Min Soon dan mengelus kepala istrinya
“Kamu selalu sempurna di mataku Soon-i. Kau berada disini, di pelukanku dengan status istri ku sudah sangat sempurna untukku… Berhenti menyalahkan dirimu sendiri sayang…”
Min Soon menangis di pelukan Jong Dae, dia tidak habis pikir, bagaimana bisa Jong Dae tetap bertahan selama lima bulan dengan orang berpenyakitan mental sepertinya? Kenapa Jong Dae tidak pergi meninggalkannya? Banyak wanita cantik dan sehat lahir bathin diluar sana, yang bisa memberikannya perhatian dan tentu saja…. Keturunan.
.
“Oppaaaaa~~ aku ingin es krim sandwich sekarangggg~~”
Min Soon memeluk lengan Jong Dae gemas
“Iya sayang, akan segera oppa belikan! Satu kulkas akan kupenuhi dengan es krim sandwich favoritmu!”
Ini adalah episode dari bipolar yang diidap istrinya, ‘Mania’. Episode dimana dia akan sangat gembira berlebihan. Dia akan seperti bocah hiperaktif di mata Jong Dae. Namun dia harus tetap hati-hati, karena bisa saja hanya karena salah kata, maka mood-nya akan berubah drastis. Atau yang biasa disebut ‘mood swings’
“Ini es krim mu sayang, ayo kita pulang”
“Pulang? Apa maksudmu? Kita harus berjalan-jalan seharian! Ayo kita kelilingi Seoul!”
“Tapi ini sudah nyaris malam sayang, kita sudah bermain seharian di pantai, taman bermain juga. Kau harus pulang dan beristirahat”
Min Soon mulai menunjukkan wajah kesalnya,
“Siapa kamu berani memerintahku? Aku yang berkuasa disini atas aku dan kamu oppa! Aku masih sangat bersemangat! Ayo kita pergi!”
“Min Soon… Sayang… Dengarkan oppa ya. Kita jalan-jalan lagi besok, ya? Aku akan mengajakmu keliling Seoul seharian!”
Min Soon diam, dia nampak sedang berpikir.
“Tidak tidak tidak. Jangan Seoul. Terlalu biasa. Bagaimana kalau kita ke Jepang besok?”
“Ha? Jepang?”
“Iya oppaa. Aku ingin ke Disneyland! Selain itu aku ingin memakai Yukata. Jangan lupa kita harus ber-cosplay di Akihabara!”
Min Soon mengeluarkan ide serta rencananya kepada sang suami
“Semua terserah padamu sayang.. Oppa akan menurut dan mengikutimu kemanapun kamu mau…”
“Aku tidak suka sikapmu yang tidak tegas. Aku ingin ke Bali saja! Berlibur di resort dan menghitamkan kulitku di pantai!”
Jong Dae menghela napasnya pelan, kemudian memegang kedua tangan istrinya sambil melihat wajahnya lekat.
“Apapun untukmu… Tetaplah seperti ini sayang. Please, keep being the you like this.. The “you” that full with joy and happiness”
Min Soon melepaskan tangan Jong Dae, dia terdiam, senyum di wajahnya berganti dengan tatapan kosong.
“Aku tahu aku salah… Aku memang menyusahkanmu oppa… Maafkan aku yang berdosa ini… Maafkan aku.. Maaf…”
Jong Dae hanya bisa merutuki kebodohannya dalam berucap, karena dia menyebabkan episode depresi dari istrinya kembali….
.
Sudah setahun. Semakin lama, penyakit Min Soon semakin tidak terkontrol, walaupun Jong Dae selalu sabar menghadapi dan merawatnya. Depresi yang dialami Min Soon sempat membuatnya ingin bunuh diri dengan meminum obat tidur berlebih, namun Jong Dae dengan sigap langsung menepuk pundak istrinya agar langsung memuntahkan obat tersebut.
“Sayang, apakah ada yang sakit?”
“….”
“Aku mencintaimu”
“…..”
“Kumohon bicaralah padaku sayang”
“Mati”
Jong Dae terdiam. Bukan itu yang dia harapkan keluar dari mulut istrinya.
“Sayang….”
“Jangan tinggalkan aku oppa… Aku tidak akan meninggalkanmu.. Aku… Sangat mencintaimu”
Jong Dae terdiam lalu dia menarik ujung bibirnya.
.
Jong Dae tersenyum menatap tubuh Min Soon yang sudah kaku sejak hari dimana mereka pulang dari rumah sakit dan menelan pil pahit tentang kesulitan mereka dalam memiliki keturunan. Depresi, shock, dan penyakit bipolar Jong Dae membuatnya menjadi gelap mata dan mencekik leher istrinya hingga tewas di kamar mereka sendiri. Dia menganggap istrinya-lah yang mengidap bipolar. Dia membuat ide dan skenario sendiri selama nyaris setahun, dengan meletakkan kesalahan pada Min Soon. Jong Dae hanya keluar rumah untuk membeli formalin. Fungsinya tentu saja untuk mengawetkan tubuh istri tercintanya. Yang selalu ‘menurutnya’ akan menolak apapun yang dia inginkan, apapun yang dia katakan, atau apapun yang dia lakukan. Karena Min Soon memang begitu adanya… Saat masih hidup. Namun Min Soon akan selalu menerima dirinya. Min Soon akan selalu tersenyum untuknya. Dan istrinya akan selalu menemaninya sambil mendekap bunga Casablanca favoritnya hingga ajal menjemputnya kelak.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s