[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Jongdae-ah!!

myhome_15

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] “JONGDAE-AH!”-Liariaa0068

CAST

Kim Jong Dae as Jongdae
Kim Min Seok as Minseok
Seulgi as Seulgi
Xi Lu Han as Luhan
Joy as Joy
Irene as Irene
Yeri as Yeri

Jongdae baru berumur 10 tahun saat ia menemukan cinta pertamanya. Gadis yang membuat Jongdae tegila-gila itu adalah teman sekelasnya di sekolah, yang terkenal dengan rambut panjang selembut gulali yang senantiasa diikat dua dan memiliki tawa yang renyah mempesona. Namanya adalah Seulgi dan Jongdae telah mengukir nama itu dihatinya dengan baik.

Dan kini, Jongdae tengah menopang dagu dan bertumpu pada bingkai jendela kelasnya yang terbuka lebar, memperhatikan Seulgi yang tengah riang bermain lompat tali dengan teman-temannya yaitu Joy, Irene, dan Yeri.

“Seulgi sangat cantik… Benar-benar cantik..”Gumam Jongdae terpesona, hingga sebuah tepukan di bahunya membuat Jongdae terperanjat dari kegiatannya mengagumi pujaan hatinya itu.

“Jongdae-ah! Apa yang kau lihat sampai tidak berkedip begitu?”Minseok,kawan kental Jongdae dari kecil itu terkekeh dan dengan seenaknya menggeser tubuh Jongdae dari muka jendela sehingga ia bisa melihat juga sesuatu yang sedang dilihat Jongdae hingga tak berkedip. Jongdae mendecak tak suka karena kegiatan menyenangkannya itu harus diinterupsi.

“Oh..Kau sedang melihat Seulgi?”Minseok langsung menebak membuat pipi Jongdae bersemu merah.

“Bukan urusanmu!”Sergah Jongdae berusaha menyembunyikan rasa malunya. “Minggirlah, Minseok!”Ia menggeser tubuh Minseok yang menghalangi penglihatannya akan Seulgi yang kini sedang tertawa senang karena memperoleh angka fantastis dalam permainan lompat tali. Minseok menatap Jongdae yang kembali memperhatikan Seulgi, dan kemudian ia tersenyum.

“Jongdae-ah! Bagaimana kalau hari ini sepulang sekolah kau main ke rumahku?oemma baru saja membelikanku game keluaran terbaru! Kujamin kau akan ketagihan sekali mencobanya!”Minseok menarik-narik kaos Jongdae. “Bagaimana? Bagaimana?”

“Tidak. Saat pulang sekolah nanti aku akan memberikan surat cintaku pada Seulgi.”Ujar Jongdae tanpa menatap Minseok. Minseok membulatkan matanya, kaget. “Aku harus menyiapkan diriku.”Ucap Jongdae kemudian.

“Jongdae-ah, kau serius?”Tanya Minseok. “Kau baru jatuh cinta dengannya selama kurang dari seminggu dan sudah bertekad untuk memberikan dia surat cinta?”Ujar Minseok tak percaya.

“Ya.”

“Kau sangat menyukai Seulgi, ya?”Tanya Minseok sekali lagi.

“Ya.”Tandas Jongdae yang akhirnya menutup pembicaraan singkat mereka berdua, karena setelah itu Minseok kemudian beranjak dari sisi Jongdae, berlari kecil dengan decihan kecewa karena sobatnya yang biasanya tak akan menolak jika diajak bermain game kini tiba-tiba menolak dan malah memilih menemui gadis yang ia cintai.

Seulgi adalah anak baru di kelas Jongdae. Ia merebut hati Jongdae dengan kepribadiannya yang periang dan wajahnya yang bak bidadari saat memperkenalkan diri pertama kali di depan kelas seminggu yang lalu. Jongdae, yang tak pernah menyukai kegiatan bernama sekolah dan hanya peduli tentang bermain game, akhirnya kini menemui keasyikan tersendiri saat menghadiri sekolah di pagi itu.

“Minseok-ah..”Jongdae berbisik pelan pada Minseok yang duduk di sebelahnya. “Gadis itu cantik sekali.”

Minseok yang sedang berkonsenterasi dengan permen karet di mulutnya malas-malasan melihat gadis yang sedang memperkenalkan diri di depan kelas, yang menurut Jongdae sanagt cantik itu. “Biasa saja.”Kata Minseok. “Lebih cantik ibuku!”Kelakarnya.

“Sepertinya aku jatuh cinta padanya..”Jongdae bergumam kecil, tak mempedulikan kelakar payah Minseok tentang gadis itu.

Minseok tak menganggap serius perkataan Jongdae saat itu. Tapi ia kini mengerti betapa betapa cintanya Jongdae pada gadis itu.

Yah, suatu saat setiap orang akan egois untuk orang yang dicintainya, termasuk Jongdae. Minseok menghela nafas, mencoba mengerti keadaan dan akhirnya memutuskan mencari Luhan, karibnya yang lain di kelas sebelah. Ia akan mengajak Luhan bermain game menggantikan Jongdae. Ia yakin Luhan dengan senang hati mengiyakan ajakannya.

#

“Maaf ya, tapi kau bukan tipeku. Aku tidak bisa membalas perasaanmu.”Seulgi, sang bidadari pujaan Jongdae itu tanpa basa-basi mengucapkan kata-kata itu yang kemudian membuat Jongdae seakan-akan ditimpa batu besar dari langit. Tangan mungilnya menyerahkan kembali surat berstiker hati yang Jongdae beri untuknya, tanpa ia repot-repot membuka dan membacanya.

Jongdae terdiam, menunduk. Bergetar, ia menggapai surat cintanya yang sia-sia. Ia merasa sedih juga malu. Walaupun ia hanya berdua dengan Seulgi di halaman belakang sekolah itu, ia merasa angin menertawakannya dan semut-semut diatanah memperoloknya akan akhir dari cinta pertamanya itu.

Akhirnya mereka berdua berpisah. Seulgi kembali pada teman-temannya yang menunggunya untuk pulang bersama. Sedangkan Jongdae berjalan sendiri, terseok-seok memanggul tas sekolahnya yang lumayan berat dengan tatapan sedih. Ia masih terbayang dengan penolakan Seulgi, hingga rsanya ia ingin menangis. Namun alih-alih menangis,entah mengapa ia tiba-tiba mengingat sosok Minseok. Ia merasa bersalah karena tadi menolak ajakan bermain game dari Minseok demi menemui Seulgi yang nyatanya kini malah menolaknya. Dan entah kebetulan atau tidak, Jongdae tiba-tiba bersinggungan jalan dengan sosok yang ada di pikirannya itu. Minseok sedang berjalan sambil bercanda dengan Luhan yang ada di sampingnya sehingga tak melihat Jongdae yang melintas. Tapi kemudian ia sadar dan menghentikan langkahnya, dan menyapa Jongdae riang.

“Oh.. Jongdae-ah! Bukannya kau menemui Seulgi?”Tanya Minseok. “Atau sudah selesai?”Lanjutnya polos. “Aku mengajak Luhan untuk bermain game dirumahku. Kau mau ikut?”Ajaknya kemudian.

Jongdae menatap mata sahabatnya yang tulus. Jongdae tersenyum hingga menampakkan eyesmile nya yang menawan.

“Ya!”Jongdae mengangguk riang. Kesedihannya pun kini tak berbekas seperti angin.

Dan kemudian, Jongdae, Minseok dan Luhan terlihat berjalan beriringan dengan riang menuju rumah Minseok. Game yang mengasyikkan telah menunggu untuk mereka mainkan.

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s