[CHEN BIRTHDAY PROJECT] It’s You

myhome_28

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] It’s You by bebebaek_

( https://beebbaek.wordpress.com )

Main cast : Kim Jong Dae (EXO), Shim Yun Mi (oc).

Genre : romance, school life

Length : Oneshoot | Rating : General

Hasil khayalan sendiri, don’t plagiat.

Sorry Bertaburan Typo-.-

.

.

.

Cahaya matahari menyusup di balik jendela kamar di mana sang empu kamar masih bergelut nyaman di balik selimut hangatnya.

Dering alarm dari jam weker mengusik alam damai tidur gadis itu, kedua mata tertutupnya mengerjap samar kala cahaya matahari mengusiknya.

Yunmi bangkit mematikan alarm itu dan setelahnya hening sesaat sekedar mengumpulkan kesadarannya.

Mata berat yunmi menangkap ponselnya yang tergeletak di atas nakas samping tempat tidurnya. Di raihnya ponsel itu kemudian di bukanya. Alis gadis itu segera bertaut bingung saat mendapati notifikasi panggilan tak terjawab. Sepuluh panggilan dan dari orang yang sama.

“Chagi. Kenapa ia menghubungi sebanyak ini ?” Suara yunmi berat.

Gadis itu lagi menggeser-geserkan jemarinya di layar datar benda persegi itu. Dan kedua bola matanya seketika terbuka lebar saat mendapati notifikasi pemberitahuan acara. Perlahan yunmi mengangkat ponselnya mensejajarkannya dengan kalender kecil di atas nakasnya.

Benar. Tidak salah lagi, hari ini tanggal 21 september. Hari di mana namjachingunya berulang tahun.

Secepat kilat yunmi segera bangkit dari duduknya, meraih sweater hangatnya kemudian berlari keluar.

“Bodoh. Bodoh. Yunmi-ya kau memang bodoh. Bagaimana kau bisa lupa ulang tahun namjachingmu” benak yunmi berkoar merutuki kebodohannya.

“Akhh, ku harap jongdae belum bangun atau buatlah ia juga lupa hari ulang tahunnya. Tuhan tolong aku. Paling tidak biarkan aku bisa memberikan pagi yang manis untuknya” yunmi terus saja berkata dalam hati di sela langkahnya menuju apartemen pemuda itu.

Setibanya di depan apartemen jongdae, yunmi mengambil nafasnya dalam dan dengan pelan-pelan gadis itu membuka pintu apartemen itu setelah sebelumnya memasukkan deretan angka yang di ketahuinya.

Dengan perasaan was-was, yunmi merajut langkahnya pelan. Namun, gadis itu menghentikan langkahnya tepat di depan ruang tv saat kedua matanya menangkap sosok jongdae tengah duduk di atas sofa dengan pandangan lurus pada layar besar di depannya.

Kedua bahu yunmi melorot dan kedua kakinya membatu di tempat. Oh! Tidak ada kesempatan sama sekali untuknya.

“Chagi-ya” suara jongdae memanggil gadis yang tengah berdiri diam di tempatnya.

“Kapan kau datang ?” Tanya pemuda itu lagi.

“Yunmi-ya” panggil jongdae dengan ekspresi bingung karena gadisnya hanya diam membisu.

“Chagi-ya, maafkan aku” suara yunmi akhirnya. Gadis itu melangkah cepat kemudian menghampur ke dalam pelukan jongdae.

“Ya, Kau kenapa chagi ?” Bingung jongdae.

“Kau tidak perlu berpura-pura. Aku tahu ingatanmu sangat kuat, tidak sepertiku” kata yunmi penuh rasa bersalah sementara jongdae mengukir senyumnya samar.

“Kau boleh menghukumku bagaimanapun. Asal chagi-ya, tolong jangan putuskan aku” rengek yunmi memohon.

“Benarkah ?”

“Heumm” angguk yunmi pasrah. “Tapi tidak dengan kekerasan chagi-ya” lanjut gadis itu lagi.

Jongdae terkekeh geli. “Tadi kau bilang boleh apa saja” suaranya pelan.

“Jadi karena itu kau berlari kesini seperti ini ?” Jongdae menatap yunmi yang masih mengenakan pakaian tidurnya.

“Oh! Aku bahkan tidak mencuci wajahku” desah yunmi menyadari penampilannya.

Jongdae kembali mengukir senyumnya lalu pemuda itu bangkit dan menuntun yunmi mengikutinya melangkah menuju meja makan.

“Duduklah” kata jongdae mempersilahkan yunmi duduk di salah satu kursi. Tangan pemuda itu bahkan masih bertengger di kedua pundak gadisnya.

“Kau pasti belum sarapan kan ?” Tanya jongdae sembari mengambil dua mangkuk kecil dan menyajikannya di depan yunmi. Pemuda itu kemudian membuka tudung saji di depan mereka mengambil beberapa sendok besar sup rumput laut ke dalam mangkuk lainnya dan kembali menyajikannya di depan yunmi.

“Makanlah” suara jongdae terdengar teduh.

“Kau membuat sup rumput laut sendiri ?” Tanya yunmi menatap jongdae penguh rasa iba. “Oh! maafkan aku” lanjut gadis itu membaringkan kepalanya di atas satu lengannya.

Setelah menyelesaikan kegiatan sarapan bersama mereka, jongdae mengambil mangkuk kotor dan membawanya menuju wastafel kemudian mencucinya sementara yunmi, gadis itu masih terdiam lesu di kursinya.

“Kau pasti kecewa padaku kan ?” Suara yunmi lolos setelah lama ia hanya diam membisu.

“Ah! Yeojachingu macam apa aku ini” keluh yunmi menyalahkan dirinya sendiri.

Jongdae tersenyum di sela kegiatan mencucinya dan setelah pemuda itu meletakkan mangkuk terakhirnya, jongdae berbalik kembali meletakkan kedua tangannya di pundak gadis yang tengah di liputi persaan bersalah itu.

“Aku tidak terkejut, karena begitulah yunmi-ku” kata jongdae membuat yunmi mendongak menatapnya hingga gadis itu dapat meliat senyum hangat dari sang pemuda.

“Kajja!” kata jongdae menarik lengan yunmi membawa gadis itu menuju kamar mandi.

Jongdae mengambil satu sikat gigi berwarna merah muda yang terletak di mug tepat di sebelah mug miliknya. Ya, yunmi memang memiliki sikat gigi khusus miliknya di apartemen jongdae.

Setelah menuangkan pasta gigi secukupnya, jongdae menyerahkan sikat gigi tersebut kepada yunmi membiarkan sang gadis memulai rutinitas menggosok giginya sementara jongdae juga meraih sikat gigi miliknya dan melakukan hal yang sama.

“Kau tidak menungguku semalaman kan ?” Tanya yunmi di sela aktivitas menggosok giginya.

Jongdae meraih mugnya, membuka keran kemudian berkumur. “Tentu saja aku menunggumu. Bagaiamanapun aku tahu dirimu, aku tetap berharap kau mengingatnya” suara jongdae setelah meletakkan kembali mug dan sikat giginya.

“Aku bahkan sempat mengira kau akan memberiku sebuah kejutan” lanjut jongdae tersenyum geli.

“Hahhh!” yunmi menghela nafasnya berat. Gadis itu membersihkan busa di mulutnya kemudian menatap jongdae dalam.

“Lalu kau tidak meniup lilinmu ?”

“Bagaimana mungkin aku melewatkannya. Aku meniupnya. Kau tidak melihat kue di meja tv tadi ?” jongdae besuara sembari mendekat ke arah yunmi dan membasuh wajah gadis itu dengan penuh sayang.

“Ouhhh! Pasti akan menyenangkan jika aku ingat. Ahh chagi-ya maafkan aku” yunmi lagi-lagi meminta maaf untuk kesekian kalinya.

Jongdae tersenyum hangat. Lengan pemuda itu meraih handuk di sisi wastafel kemudian mengusapnya pelan pada wajah basah yunmi.

Setelah menyelesaikan kegiatan mereka. Jongdae dan yunmi kembali duduk bersama di ruang tv. Yunmi terus saja menempel pada jongdae dengan memeluk dan bersandar pada pundak pemuda itu. Gadis itu terus saja di liputi rasa bersalahnya.

“Chagi-ya, kau juga melupakan hadiah untukku ?” tanya jongdae membuat yunmi tersentak.

“Astaga. Bodoh. Bodoh. Bagaimana aku juga lupa tentang hal itu” benak yunmi merutuki dirinya kembali

“Kau juga melupakannya” simpul jongdae menyadari.

Yunmi mendongak menatap jongdae nanar. “Chagi-ya kali ini kau boleh menamparku. Ouch! Aku memang bodoh” ucap yunmi penuh penyesalan.

“Benarkah ? Lalu apakah aku harus menamparmu di sini, sini, atau di sini ?” Jongdae menunjuk setiap sudut wajah yunmi dengan raut serius yang di buat-buat.

“Tunggu chagi-ya. Ku rasa aku memiliki hadiah untukkmu” kata yunmi mengambil tangan jongdae yang masih berada di sisi wajahnya saat sebuah pemikiran terlintas di kepalanya.

Yunmi tersenyum penuh arti membuat jongdae mengernyitkan bingung. “Bagaimana kau bisa memiliki hadiah untukku. Baru saja kau bilang-”

“Ini hadiah spesial chagi-ya” potong yunmi membuat jongdae semakin di landa kebingungan. “Tutuplah matamu” lanjut gadis itu penuh percaya diri.

Jongdae menatap yunmi ragu. “Ishhh kau lama sekali” gerutu yunmi kemudian menutup kedua mata jongdae dengan satu tangannya.

Yunmi menatap jongdae dengan senyum cerahnya. Senyum pertamanya hari ini. Gadis itu kemudian melirik bibir pemuda yang berada di bawah lengannya itu.

Senyum yunmi semakin mengembang lalu tanpa aba-aba gadis itu mendekatkan wajahnya pada wajah jongdae, menyapu benda lembut itu dengan bibirnya.

Yunmi mempertemukan bibir keduanya. Hanya menempel namun dapat gadis itu rasakan jongdae mengukir senyum di balik ciumannya.

Lengan yunmi untuk menutup mata jongdae turun seiring dengan lumatan lembut yang di berikan pemuda itu padanya. Kini kedua lengan indah yunmi telah beralih melingkar sempurna pada leher jongdae.

Apapun dan bagaimanapun peringatan hari itu di lalui meski tanpa sebuah perayaan ataupun pesta. Rasanya akan selalu spesial jika denganmu. Karena itu adalah kamu. Yeojachingku. Shim yunmi.

Fin

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s