[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Hanya Dirimu

myhome_4

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Hanya Dirimu – AnnaLest
cast : Chen Exo
Joy Red velvet (You)
Irene Red velvet
genre : Angst
rating : G
Cerita : One Shot

Enjoy Reading

*kring… kring… hp ku bunyi*
Aku menepi di jalanan dan mengangkat tlponnya
“Hallo joy kamu dimana? Masih lama ga? Kita udah sampe disini” kata irene
“Iya ini lagi dijalan sebentar lagi nyampe,emang gerbangnya udh dibuka?” tnya ku
“Belom si tapi katanya 10menit lagi, cepet ya kamu sampe sini jangan lupa tiket konsernya”
“Iya aku udah bawa semuanya, udah dulu ya aku buru-buru nih ketemu disana ya” aku langsung mematikan hp ku.

10menit kemudian aku udah sampe ditempat konser, pintu gerbang udah dibuka. Aku langsung masuk kedalam dan nunjukin tiket konser exo ku kepenjaga pintu kebetulan tiketku vvip.
“Hei baru sampe?” tanya irene
“Iya capek banget mana jalanan macet” aku masih ngos-ngosan. Aku berdiri bareng temen-temen yg kebetulan bias kita sama yaitu Chen.
Ga berapa lama lampu yang ada di Ice Bsd dimatiin, semua nyalain lightstick official exo termasuk aku. Member exo sekarang udah ada diatas panggung, mereka menyanyi dan ngedance dengan lincahnya kita semua yg dateng ikutan nyanyi.
Kebetulan banget hari ini ultahnya Chen salah satu memberu exo.
Mereka seneng bgt nyapa fans mereka, lari sana lari sini mereka tertawa lepas, pas banget kue ultahnya chen dibawa keatas panggung, dia lagi asyik nyapa fans sampe ga sadar kalau ada kue diatas panggung. Suho nyuruh kita semua nyanyiin lagu selamat ulang tahun buat chen, dia kaget dan dia mau samperin kue itu dia lari.

tapi tiba-tiba dia kepleset diatas panggung,dia jatuh kepalanya kebentur panggung dan dia pingsan. Kita semua yg datang kaget. Chen langsung digotong dan dibawa kerumah sakit.Semua member exo panik tapi tetep dia hrus menghibur kami sampai selesai.
Chanyeol meminta hpnya kepada salah satu staff dan diberikan.
“Kalian semua harus menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk chen, aku akan merekamnya. 123” chanyeol merekam kami semua yg datang sambil bernyanyi tak terasa air mataku metes.
Konser tetap berjalan tanpa ada chen.

Konser pun selesai. Diluar gerbang kami memiliki rencana untuk menyusul kerumah sakit, tapi karna ga dikasih tau rumah sakitnya dimana alhasil kita semua nyebar nyari rmh sakit tempat chen dirawat.
“Inget kalo ada yg nemu RS itu langsung kabarin, hp jgn ada yg mati kabarin lewat line grup aja” kata irene(dia ketuanya)
Kami semua langsung berpencar naik motor.
Aku bareng sama irene nyari ke daerah selatan. Tiba-tiba hp bunyi
“joy ada yg udah nemuin RSnya ayo cepet kita kesana” kata irene. Aku langsung bawa motor keRS itu
Ga berapa lama kami semua udh ngumpul, kami mau masuk tapi ada security bilang “kalian gaboleh masuk silahkan tunggu diluar” pintu RS itu langsung ditutup. Kami tunggu diluar pintu
“Kalian masih ada uang ga? Kita beli kue ultah yuk yang kecil juga gppa buat Chen ,terserah kalian mau kasih berapa” irene ambil kantong kresek item yang ada ditanah yg didekatnya “masukin uang kalian kesini aja”. Semua masukin uang ke kantong itu, langsung aku itung uangnya
“Kalian ber2 tolong beliin kue ya sama lilin ditoko kue depan sana, ini uangnya” irene meminta 2orang utk membelinya.

*skip*
Kue itu udah ada didepan kita, “duduk ditaman sana yuk mau ga kita bikin video kebetulan aku bawa handycame” aku nunjukin handycame ku. pas banget ditaman itu ada meja (gatau meja darimana), handycame ditaro diatas meja dan disenderin ke tas biar ga jatuh. Ada yg duduk dibangku,berdiri,duduk dirumput. Kue dipegang irene dia duduk dibangku tengah, kami semua nyanyi selamat ulang tahun untuk chen, dan dilanjutin kita nyanyi dear you, ga terasa air mata kami mengalir tapi kami terus menyanyi sampai selesai.
Handycame dimatikan, kami semua membentuk lingkaran, kami saling berpegangan tangan dan kami semua menangis mengingat kejadian tadi. Tak berapa lama ada salah satu staff keluar RS kami langsung mengelap air mata kami dan lari menghampirinya. “Permisi pak, aku ingin menitipkan ini untuk chen karena kami ga boleh masuk jadi kami titipkan ini padamu” aku memberikan handycame dan kue
“Aku tak bisa membawanya”
“Ku mohon bantulah kami, kami tidak akan membuat kegaduhan”
“Baiklah” dia menerimanya
Kami semua menunggu chen diluar pintu RS kami tidak pulang,kami menunggunya sampai sadar. Tak terasa karna semakin malam kami semua ketiduran dilantai.
Tiba-tiba ada yang membangunkan kami, saat kami membuka mata.

Chen ada didepan kami sambil tersenyum,dia duduk dikursi roda dan kepalanya diperban.
“Apa kalian menunggu ku? Ucap chen
“Oppa Kau sudah sadar?, apa kepalamu sakit?” tanya irene dia menangis
“Ya lumayan masih sakit” chen memegang kepalanya.
Seorang staff membawa kue berwarna coklat yang tadi kami berikan, staff itu memberikan kuenya padaku.
Kami menyalakan lilin yg ada diatas kue itu, semua mendekat dan kami menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan dia meniup lilin itu. Walaupun dia duduk dikursi roda tetapi dia terlihat begitu senang. “Kami ingin bernyanyi untukmu seperti dirimu bernyanyi untuk kami,boleh ya?”
“Boleh, bernyanyilah”.
Kami menyanyikan lagu dear you ditengah lagu ,kami semua nangis dan tak sanggup untk melanjutkannya
“Terimakasih untuk lagunya,terimakasih kalian sudah datang kesini menyempatkan waktu kalian. Kalian jgn sampai sakit ya, aku sangat menyayangi kalian” chen menatap kami air matanya metes
“Kau harus sehat,cepatlah sembuh kami semua pasti mendoakan mu,Chen kau adalah semangat kami jadi berjanjilah pada kami kau harus sehat” ucap ku sambil memegang tangan chen,aku berjongkok didepannya
“Ya aku berjanji, kau jangan menangis lagi ya kalau kau sedih aku juga pasti ikut sedih” chen tersenyum padaku dan menghapus air mataku.
“pulang dan beristirahatlah kalian pasti capek,jangan khawatir aku sudah sehat, kita pasti akan bertemu lagi” chen meyakinkan kami
“Baiklah kami pulang,kita pasti akan bertemu lagi, selamat malam oppa” kami semua pamitan sama chen
“Oiya handycame nya untuk ku ya, aku ingin menyimpannya gapapa kan?”
“Gapapa anggap saja itu kado untuk mu”ucap ku
“Terimakasih,kalian hati-hati ya aku masuk kedalam dulu”

dia melambaikan tangannya dan dia berbalik arah lalu masuk kedalam rumah sakit itu sambil kursi rodanya didorong.

“Senyuman mu yg membuat kami kuat,kau tidak menangis didepan kami,padahal kami tau sebenarnya kau sakit,tapi kau tidak menunjukan itu sama sekali didepan kami. Kami mencintaimu walaupun kau tidak hafal bahkan tidak tahu siapa kami. Tapi kami akan tetap mendukungmu apapun yang terjadi, semoga suatu saat nanti kita dapat bertemu lagi, cepatlah sembuh kami menyayangimu Kim Jong Dae” aku menatapnya yang mulai perlahan masuk kedalam dengan kursi roda yg didorong oleh staff

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s