[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dark Chocolate

myhome_22

Title : FF [CHEN BIRTHDAY PROJECT] Dark Chocholate – Firena Lee
Cast:
– Kim Jongdae
– Lee Hyekyu
– Other
Genre: Romance, Fantasi
Rating: T
Summary : Sejak awal keberadaanmu, seluruh perhatian langsung tertuju padamu. Kepopuleran dengan sendirinya mengikuti tiap langkahmu. Sedangkan aku? Hanya segelintir dari orang-orang yang mencoba membencimu.

~Welcome in my story~

Di pagi hari yang cerah ini, terlihat seorang namja yang sedang menyanyi dengan suara merdunya, di ruang musik.

“Yakkk…suaranya merdu sekali.” Puji Sunmi.

“Astaga…dia tampan sekali.” Pekik Hyein.

“Aniyo, Chanyeol oppa bahkan lebih tampan.” Protes Hyora.

“Kalian berisik sekali.” Protes Hyekyu.

“Kau tidak lihat apa? Selain tampan, suaranya juga merdu sekali. Pantaslah dia dijuluki pangeran bersuara emas.” Cerocos Hyein.

“Terus aku harus peduli?” Sinis Hyekyu.

“Kau selalu saja begitu. Apa kau benar-benar membencinya?” Gerutu Sunmi.

“Penggemarnya selalu membuat telingaku sakit setiap harinya.” Gerutu Hyekyu.

“Yak, kau menyindirku?” Seru Sunmi.

“Sudahlah kalian ini, lebih baik kita ke kelas saja.” Ujar Eunhwa.

“Palli…” Teriak Hyora.

“Berisik.” Ketus Eunhwa.

Kelima yeoja tersebut bergegas kembali ke kelas, meninggalkan ruang seni. Namun, sesosok mata menatap tajam kepergian mereka.

###

“Dimana ini?” Lirih Hyekyu, saat menyadari sekelilingnya.

“Kenapa aku bisa di sini?” Gumam Hyekyu lagi, sembari mencoba berdiri.

Ruangan tempatnya berpijak memiliki banyak lorong. Ia pun memikirkan jalan mana yang lebih baik dilalui.

“Kenapa ada portal tak kasat mata? Bagaimana aku bisa keluar dari sini.” Gumam Hyekyu heran, saat jari-jari tangannya terasa terhalang sesuatu.

Belum jauh kakinya melangkah, muncullah sesosok serigala yang tidak jauh darinya.

“Astaga…” Pekik Hyekyu, sembari berlari menjauhi serigala itu.

Ia pun berlari, mencoba menjauhi serigala itu. Namun, serigala itu malah mengejarnya. Keberuntungan mungkin sedang tidak berpihak padanya, malah jalan buntu yang ditemuinya.

“Astaga, aku harus lari kemana lagi?” Gerutu Hyekyu pelan.

Saat membalikan badan, Serigala itu melangkah pelan mendekatinya. Ia hanya diam membisu, dengan rasa takut yang sedari tadi melingkupinya. Terdengar suara geraman yang muncul dari bibir serigala itu, diiringi dengan tatapan tajamnya.
Sekelebat kabut hitam pekat tiba-tiba muncul mengelilingi serigala di hadapan Hyekyu. Namun, serigala tadi justru lenyap dari penglihatan Hyekyu, digantikan dengan munculnya sesosok namja dengan penampilan serba hitamnya.

“Siapa kau?” Hardik Hyekyu.

Bukannya menjawab pertanyaan yang terlontar, namja tersebut malah berjalan mendekati Hyekyu. Seketika rasa waspada sekaligus takut melingkupi Hyekyu. Pelan-pelan, Hyekyu mencoba memperluas jarak antara ia dan namja itu.

Bruuukk…

Punggung Hyekyu sudah menabrak dinding, menandakan bahwa dirinya tak bisa pergi dari namja itu. Sekarang, namja itu sudah berada tepat di hadapannya. Hyekyu masih diam, sembari menutup matanya erat. Ia mencoba menebak-nebak, apa yang akan terjadi beberapa detik setelah ini.

Sreettt…
Cup…

Mata Hyekyu mendadak melotot horor, menyadari bahwa namja itu dengan sembarangan mencuri ciuman pertamanya.

Braaakkk….

“Astaga…” Hyekyu memekik kaget, mendapati suara dentuman yang cukup keras.

“Bagaimana tidur mu nyonya Lee?” Gumam Heechul Songsaenim, dengan nada sinis yang sangat kentara.

“Mianhamnida songsaenim.” Ujar Hyekyu pelan.

“Sekali lagi kau berulah, aku akan mengusirmu dari kelasku.” Hardik Heechul songsaenim, sembari mengajar kembali.

“Galak.” Gumam Hyekyu kesal.

“Apa kau lupa aku sangat peka terhadap suara, nyonya Lee?” Hardik Heechul songsaenim.

“Hahahahahaha…” Sehun dan Jongin pun sontak tertawa.

“Diam atau keluar dari kelasku?” Bentak Heechul songsaenim.

Fraizzzhh…
Jongin dan Sehun sudah menghilang di balik asap hitam.

“Dasar bocah tengik, selalu saja.” Keluh Heechul songsaenim.

“Baiklah semua, minggu depan kita adakan ujian praktek. Setiap anak harus mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki secara tepat dan efisien. Kalian akan melakukannya bersama partner yang sudah ditentukan..” Tutur Heechul songsaenim, mengakhiri pelajaran.

###

“Aku berharap bisa menjadi partner pangeranku.” Gumam Hyein.

“Kim Jongdae maksudmu?” Tanya Sunmi.

“Kau pikir? Tentu saja dia. Aku bahkan berharap kita bisa menjadi sepasang kekasih.” Ujar Hyein.

“Dalam mimpimu nyonya Han, hahahahaha…” Ledek Sunmi.

“Semoga aku bisa bersama Chanyeol oppa.” Harap Hyora.

“Aku ingin bersama Sehun oppa.” Celetuk Eunhwa.

“Kau berharap menjadi partner siapa Hyekyu?” Tanya Sunmi.

“Aku sih tidak muluk-muluk, dengan Jongin misalnya.” Jawab Hyekyu.

“Memangnya ujian minggu depan bertema apa?” Tanya Hyora.

“Menurut kabar, temanya tentang labirin.” Celetuk Hyekyu.

“Kapan tesnya akan dimulai?” Tanya Sunmi.

“Dari jam 7 malam. 10 pasangan pertama yang dapat keluar dari labirin, akan mendapat nilai akhir A+ di mata pelajaran aplikasi sihir.” Jelas Hyein.

“Jinjja? Aku sangat ingin nilai akhir A+ di tingkat 3 ini.” Seru Sunmi.

“Pantas kau ingin jadi partner Kim Jongin.” Celetuk Hyora.

“Kalau begitu, aku ingin jadi partnernya Luhan.” Ujar Sunmi.

“Sudahlah, lebih baik sekarang kita berlatih. Siapapun partner kita nanti, pasti pilihan yang paling baik.” Tutur Eunhwa.

“Aku setuju dengan Eunhwa, mari kita berlatih.” Seru Hyora.

“Berisik.” Celetuk Hyekyu.

###

Sore harinya, Hyein dan Hyekyu sedang berlatih bersama. Hyein memiliki kekuatan merubah atom-atom zat cair menjadi berbagai bentuk zat padat. Sedangkan Hyekyu, dapat berlari cepat dan menjadi tak kasat mata dalam sekejap.

“Sudah siap melawanku, Hyein-ah?” Tantang Hyekyu.

“Bukankah kau sudah tau jawabanku.” Ujar Hyein.

Merekapun sibuk berlatih. Hingga tanpa disadari, saat hendak menyerang Hyein dari belakang, tiba-tiba sebuah tangan sudah memeluk erat pinggang Hyekyu. Hyein yang memutar badannya, sampai di buat terkejut olehnya.

“Kenapa wajahmu begitu? Dan tangan siapa ini?” Tanya Hyekyu, sembari mencoba melepas tangan di pinggangnya.

“Jong…Jongdae oppa.” Gumam Hyein.

“Mwo?” Teriak Hyekyu, sembari melesat cepat di sebelah Hyein.

“Hai Hyein.” Sapa Jongdae ramah.

“Kenapa kau ada di sini?” Sinis Hyekyu.

“Melihat kalian yang sedang latihan, apa tidak boleh?” Tanya Jongdae.

“Aku muak melihatmu.” Sinis Hyekyu.

“Begitukah? Tapi aku hanya ingin mengajak Hyein jalan-jalan.” Tutur Jongdae.

“Terserah kau saja, aku tidak peduli.” Sinis Hyekyu.

Wingggssss…..

Hyekyu pun melesat berlari, meninggalkan dua orang lainnya.

“Aku rasa dia tidak mengerti, oppa.” Gumam Hyein.

###

Hari pelaksanaan ujian pun tiba. Semua siswa siswi sudah mendapat partner masing-masing. Sial bagi Hyekyu, dia malah menjadi partner dari seorang Kim Jongdae.

“Bagaimana perasaanmu saat menjadi partnerku?” Ledek Jongdae.

“Aku ingin sekali menghilang kalau boleh.” Sinis Hyekyu.

“Sayangnya, aku tidak akan membiarkan kau menjauh dari hidupku.” Celetuk Jongdae.

“Berhenti mengatakan omong kosong dan mulailah membantuku keluar dari sini.” Titah Hyekyu.

“Baiklah princess.” Ujar Jongdae.

Sepanjang perjalanan di labirin, Jongdae tak henti-hentinya mengganggu Hyekyu.

“Kau ini, bukannya membantuku untuk segera keluar dari sini, malah terus mengangguku. Sebenarnya kau ini mau apa?” Bentak Hyekyu yang sudah mulai habis kesabarannya.

Sreeet…
Bruuuk…

“Aku hanya ingin tau, kenapa kau sangat membenciku?” Lirih Jongdae, sambil menatap mata Hyekyu tajam.

“Jongdae, a…a…apa yang kau lakukan?” Gumam Hyekyu.

“Jawab pertanyaanku.” Ulang Jongdae.

“Aku yakin, kau tidak ingin tau.” Elak Hyekyu.

“Jawab saja pertanyaanku, Lee Hyekyu.” Tegas Jongdae.

“Kau tahu, kalau kau mempunyai banyak penggemar. Bahkan banyak yang mencintaimu, termasuk sahabatku. Dan lagi, menyukaimu adalah suatu kesalahan, karena Hyein menyukaimu. Aku hanya mencoba untuk menghilangkan perasaan ini, dengan mencoba menumbuhkan kebencian ini. Tapi, sialnya kau malah membuat perasaan ini menjadi sulit dikendalikan.” Teriak Hyekyu.

Cuppp…..
Secepat kilat, Jongdae sudah mencium lembut bibir Hyekyu. Sekejap, nafas Hyekyu tercekat. Ia dapat merasakan sengatan listrik dari ciumannya itu. Bahkan ia merasakan adanya perasaan yang mendalam dari ciuman yang diberikan Jongdae.

“Mengetahui kau ternyata membenciku adalah hal paling menyakitkan bagiku. Dimana aku tidak mengerti, apa yang membuatmu membenciku. Namun, mendengar penuturanmu tadi membuatku lega. Membuatku tau, bahwa perasaanmu dan perasaanku sama.” Ujar Jongdae, setelah melepas ciumannya.

“Tapi Hyein?” Tanya Hyekyu pelan.

“Dia sengaja melakukannya, agar aku tahu perasaanmu kepadaku sesungguhnya. Awalnya aku sempat berpikir kalau kau menyukai Jongin atau yang lainnya. Hyein hanya ingin membantuku, tidak lebih.” Tutur Jongdae.

“Menahan perasaan ini dengan benteng kebencian memang terasa pahit. Tapi, mengetahui kau memiliki perasaan yang sama denganku, membuatku merasakan manisnya coklat seakan memenuhi jiwaku. Terima kasih Jongdae.” Ujar Hyekyu, sembari memeluk Jongdae.

“Jadi, apa sekarang kau menjadi milikku?” Gumam Jongdae, tepat di telingaku.

“I’m yours, Jongdae-ya.” Balas Hyekyu.

###

“Jadi yang membuat mimpi konyol itu adalah kau” Pekik Hyekyu emosi.

“Habis Jongdae yang minta. Dia bilang akan membelikanku bubble tea selama 3 hari berturut-turut.” Jelas Luhan.

Greeepppp……

“Yakkk…Hyekyu, jangan mencekikku.” Pekik Luhan heboh.

“Rasakan, kau membuatku malu di depan Herchul songsaenim.” Cerocos Hyekyu.

Greeeppp….
Cuuupppp…

“Sudahlah Hyekyu, lepaskan Luhan.” Bisik Jongdae pelan, setelah mengecup pipi Hyekyu. Tak lupa, tangannya masih setia berada di pinggang Hyekyu.

“Tapi aku jadi malu.” Keluh Hyekyu.

“Sudahlah, kita kencan hari ini, ne? Sekaligus merayakan kemenangan kita sebagai juara 1 di ujian minggu lalu.” Lanjut Jongdae.

“Jinjja? Baiklah.” Ujar Hyekyu sembari melepaskan tangannya dari leher Luhan.

“Ayo, ku antar ke kelas.” Ujar Jongdae, sembari pergi bersama Hyekyu.

“Dasar tukang pamer.” Cibir Luhan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s