[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Cause

myhome_16

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Cause – ny21
Kim Jong Dae n’ Hyena
Sad, PG – 15, Oneshoot

Hyena kembali menghembuskan nafasnya berat, menetralisir detak jantungnya yang bergemuruh sedari tadi. Lelehan lequid bening mengalir cepat melawan gravitasi bumi, jatuh mengikuti gerombolan air hujan yang membasahi Seoul dari berjam – jam yang lalu.

” Apa maksudmu Oppa? ” tanya gadis itu parau. Sakit di dadanya tak kunjung hilang, membuat pasukan oksigen kian menipis.

” Aku lelah dengan semua ini. Sikapmu yang kekanak kanakan membuatku muak. ” Papar laki laki pemilik tinggi 178 cm, yang mengharuskannya menunduk jika ingin menatap kedua manik Hyena. Mata laki laki itu menerawang ke depan, entah apa yang dipikirkan tetapi perkataannya barusan benar benar menusuk hati gadis mungil disampingnya.

” Hahaha… Kau pasti bercandakan Oppa? Ini bukan April moop Oppa. Kau mengajakku kemari untuk mengajakku menonton bukan? Bukankah kau sudah berjanji sebelumnya untuk mengajakku jalan berdua denganmu setelah kau seminggu liburan di London dengan keluargamu? ” ujar Hyena dengan tatapan penuh harap pada laki laki yang sudah menemani hari harinya selama 2 tahun belakangan.

” Aku tidak dapat bersama mu lagi. Kita sudah selesai. Tak ada lagi hubungan di antara kita. ”

” Bukankah dari aku selalu seperti ini? Mengapa tiba tiba kau mengatakan hal seperti itu padaku? Hubungan kita telah berjalan 2 tahun Oppa. Kita bahkan telah melewati banyak rintangan bersama, tapi mengapa kau setega ini Oppa? Mengapa ?”

Tangis Hyena benar benar tak bisa di bendung. Bahkan semakin lama semakin menjadi. Kedua matanya terlihat benar benar sembab. Lima belas menit pertemuan mereka terjadi dan dari awal hinggan akhir Hyena mengiringinya dengan tetesan air mata.

Oh Tuhan Hyena dicampakkan begitu saja!

” Aku berjanji Oppa. Aku akan merubah sikapku. Kau tidak akan lagi menemukan gadis yang kekanak kanakan. Aku berjanji akan berubah. ”

Bukannya menjawab, Jong Dae lebih memilih beranjak dari tempat duduk yang mereka duduki tanpa menoleh pada Hyena yang masih menutup wajah erat erat, menutupi sekaligus rasa sakitnya yang tak kian membaik. Tetapi bukannya berjalan menjauh dari kursi taman yang mereka duduki sedari tadi, dia lebih memilih diam di sana selama beberapa sekon hingga terdengar lagi suara lembut yang mungkin akan Hyena rindukan.

” Mianhae ”

Tidak bukan itu yang ingin Hyena dengar!

” Kita berakhir sampai disini. ” ucapan final dari mulut Jongdae menjadi petanda akhir hubungan yang tidak akan terulang kembali.

Laki laki itu berjalan menjauh. Menghilang di balik pepohonan. Meninggalkan Hyena yang masih menangis dan terlarut dalam pikiran bodohnya. Dalam pikirnya ini pasti tidak mungkin. Ya Hyena bermimpi. Sekarang Hyena sedang bermimpi.

Hyena masih ingat seminggu yang lalu, saat perayaan ulang tahunnya yang diadakan di taman ini juga, tepat di kursi taman ini. Jong dae dengan kemeja biru laut yang tersemat indah di tubuhnya, tersenyum manis pada gadis itu. Suara merdunya menjadi hadiah spesial yang dia persembahkan, dan membuatku seakan akan gadis paling beruntung di dunia. Lagi lagi, perasaan sakit mendera ketika Hyena kembali mengingatnya.

Dahulu jika hubungan mereka renggang, kata putus kadang terlontar tapi tak sampai 24 jam, salah satu diantaranya akan mulai meminta maaf. Mengintrospeksi diri sendiri. Tak ayal banyak pasangan mendambakan hubungan seperti Hyena dan Jong Dae. Saling membutuhkan dan saling melengkapi.

Tapi semua sudah berakhir….
Di sini..
Di taman ini, semua sudah berakhir…
Perasaan ini mau tak mau harus di hilangkan, walau belum pasti ia bisa melupakannya…

###

Before_

Dr. Choi memasuki ruang rawat salah satu pasiennya. Dia ditemani oleh dua perawat yang membawa perlengkapan kedokteran dan beberapa lembaran penting yang menurutnya dibutuhkan.

” Annyeong Kim Jong Dae. ” Dr. Choi tersenyum ramah, memperlihatkan deretan giginya yang berjejer rapi.

” Annyeong Dr. Choi .” Jawab laki laki yang sibuk bergulat dengan selimut tebalnya. Cuaca ekstrim sedikit menambah kadar kemalasan seorang Kim Jong Dae.

Dr. Choi mulai menaruh beberapa peralatannya di ruang VIP itu. Matanya tertuju pada kedua perawat yang mengikutinya. Gerakan kepala serta tatapan mengusir ia tunjukan, sehingga tanpa keluarnya kalimat suruhan, kedua perawat itu mulai meninggalkan kedua laki laki berbeda generasi.

Dr. Choi sedikit mengeratkan dasi abu abu miliknya, sebelum mulai memberikan penjelasan pada pasien di depannya, laki laki yang sudah ia anggap sebagai anak kandungnya.

” Penyakitmu tak kunjung membaik. ” Tatapan laki laki paruh baya itu berubah seketika. Sorot matanya tak bisa di jelaskan. Percampuran sempurna yang menggambarkan kesedihan.

Dokter Choi telah mendiagnosanya beberapa bulan lalu. Radang paru paru yang tak kian membaik menghancurkan semua impiannya. Tapi Jong Dae mulai menerima keadaannya, hingga senyum tipis yang hanya dapat ia persembahkan sekarang seakan akan mengatakan ‘ Aku tak apa apa. ‘

” Aku berpikir kau harus memberitahu gadis yang sering kau ceritakan. ” Lanjut Dr. Choi dengan kedua tangan yang berada di pundak Jong Dae.

Jong Dae menatap sebentar wajah pria di depannya, hingga atensinya beralih pada jendela kamarnya yang menghadap langsung dengan taman belakang rumah sakit ini.

” Tak perlu. Aku punya cara sendiri agar dia cepat melupakanku. ” Dan lagi lagi Jong Dae tersenyum.

Fin

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s