[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Why Me?

myhome_25

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Why Me? ~ Gicella

Ketika hariku terasa suram, kau hadir di sini. Dihatiku. Tapi, Tuhan tak mengizinkan kita. ~Park So Eun

Ketika cinta ini begitu gila, kau datang meredakannya. Hati ini berpaling begitu cepat, secepat kilat cinta yang menyambar di hati ini. ~ Chen

•Park So Eun POV•
Kubangun dipagi hari dengan hati yang tak iklas. Di pagi yang dingin sedingin es, tapi masih kalah dingin dengan hatiku ini.

Ku ingat kejadian dimana KyungSoo, orang yang amat ku cinta memutuskan hubungan kami. Tangisku pecah lagi. Ku tatap diriku di cermin, pucat sepucat kapas. Mata ku sembab. Aku begitu buruk saat ini.
Dengan terpaksa, aku bersiap-siap untuk melakukan aktivitasku.

•Chen POV•
Kubangun dipagi hari dengan senyum di wajahku. Seberkas senyumannya masih terlukis sempurna di pikiranku. Lee Sae Mi. Wanita idamanku.

Aku berjalan menyusuri jalan. Udara amat dingin, tetapi hatiku begitu hangat. Senyuman selalu tertaut di wajahku, tak terasa, aku sudah sampai di tempat tujuanku. Kantor.
“Chen-ssi,” Ah, suara itu. “Ahh, Lee Sae Mi, wae?” jawab diriku. “Tidak apa, hanya ingin mengucapkan selamat pagi,” katanya. Aku hanya membalas dengan senyuman. Tak sanggup mulut ini untuk berkata. Setelah itu, kumulai pekerjaan dan tugas- tugasku di kantor.

Aku berencana mengajaknya makan malam. Ini saatnya untuk memperdekat diriku dengannya. “Sae Mi-yaa, boleh aku mengajakmu makan malam?” tanyaku. “Ah, ne, tapi boleh aku mengajak sahabatku?” jawabnya. “Ne,gwenchana” jawabku dengan senyuman pahit.

•Author POV•

*In Restaurant*
“Yak, Lee Sae Mi. Untuk apa kau mengajakku makan malam bersama temanmu itu?” tanya So Eun.
“Agar suasana tidak canggung, kudengar dia menyukaiku. Tapi tak sedikitpun rasa cinta tumbuh dihatiku padanya,” jelas Sae Mi.

Chen pun akhirnya datang. Mereka saling menyapa dan memesan makanan yang akan mereka santap. Selama mereka makan, tak satupun kata terucap. Sampai akhirnya Chen memulai pembicaraan.”Sae Mi, kau belum memperkenalkan kawanmu ini padaku,”
“Chen, ini So Eun. So Eun ini Chen. Kuharap kalian bisa menjadi teman baik,”

Mereka hanya saling senyum dan membungkukkan badan. Ketika makan malam selesai, Sae Mi mau ke toilet. Tinggalah So Eun dan Chen disitu.

“So Eun? Boleh aku minta nomormu?,” tanya Chen. So Eun hanya tersenyum dan memberi nomornya. Mereka mengobrol. Suasana menjadi hangat dan entah mengapa sangat nyaman.

“Kalian aku antar pulang ya?” kata Chen dengan ramah. Kami hanya mengangguk dan mengikutinya. Lagian cuaca amat dingin, jika menolak malah menyusahkan diri sendiri.

Sae Mi sampai dirumahnya. Kini tinggal So Eun dan Chen di dalam mobil. Suasana sangat canggung. Sampai akhirnya Chen membuka percakapan. “So Eun, bolehkah aku jujur padamu?” tanya Chen. “Mengenai apa?” jawab So Eun. “Jujur, aku menyukai sahabatmu itu. Susah sejak lama. Kupikir aku butuh teman untuk curhat. Mau kah kau menjadi orang itu?” tanya Chen. “Ne, tentu saj- Agrrrrh” So Eun teriak.

Mendadak petir menyambar, tentu saja Chen memberhentikan mobilnya dan seketika So Eun memeluknya karena takut. “Gwenchana So Eun-aah,” kata Chen sambil mengelus rambut panjang So Eun yang tergerai bebas.
Aneh tapi nyata, So Eun merasa nyaman disitu. Di pelukan Chen. Gelap. Sampai ia pingsan di pelukannya.

•Chen POV•
Ottoke? So Eun pingsan? Aku harus cepat membawa dia pulang. Aku mengendarai mobilku dengan cepat. Sampai di rumah, aku menggendongnya. Kududukan ia di sofa. Kulihat wajahnya pucat sepucat kapas. Tapi, Cantik. Ah, pikiran macam apa ini?

“KyungSoo-yaa, kau jahat!! Segitunya kah, kau membenciku? Sampai kau putuskan aku?!!” kata So Eun mendadak. So Eun kenapa? KyungSoo siapa? Seketika aku merasa bersalah, menceritakan aku sedang jatuh cinta sementara dia patah hati. Menyesal.
****
Hari ini aku ada meeting dengan klienku. Aku berencana untuk ke Cafe yang cukup terkenal di Seoul. Kami akan membicarakan tentang kerja sama kami.

Aku terkejut. Kulihat So Eun di sini. Di Cafe ini. Wajahnya pucat sepucat kapas. Rasa khawatir dan bersalah mulai bermunculan di otakku. Aku berjalan menghampirinya. “So Eun? Gwenchana?” kulihat wajahnya kaget. “Ah ne, gwen-gwenchanayo,” jawabnya gugup. “Apa ada waktu malam ini? Bisakah kita bertemu?” tanya diriku, ia hanya menyambutnya dengan senyuman yang berarti ‘ok’.

•Park So Eun POV•
Malam ini aku sudah berjanji dengan Chen akan bertemu. Udara dingin membekukan diriku. Malas rasanya untuk berjalan. Tapi kakiku menghianatiku. Sampai lah aku di cafe tempat kami janjian. Dia tersenyum hangat menyapaku. Senyumannya seakan melelehkan es di hatiku. Nyaman berada di dekatnya. Ia sahabat yang baik.

“So Eun, apa aku langsung saja? Kemarin aku mengantarmu pulang, dan kebetulan kudengar kau memanggil nama KyungSoo? Apa dia orang penting bagimu?” aku diam, tak menjawab.
Seketika air mata yang kutahan jatuh juga. Aku mencoba menahannya agar tidak semakin deras. Akan tetapi, Chen pindah kesampingku. “Gwenchana So Eun, tumpahkan semua kesedihanmu. Mianne, seharusnya aku tak menceritakan perasaan indahku di saat kau seperti ini,”

“Hiks.. hiks.. hiks, mianne Chen, a-aku belum bisa membantu dan malah merepotkanmu hiks..” tangisku tak tertahankan lagi.

Dan sekali lagi, ia menarik badanku ke pelukannya. Dan sekali lagi pula aku merasa nyaman. Baru kali ini aku seperti ini, langsung dekat dengan orang yang baru kukenal. Nyaman.

“Jika kau perlu tempat untuk bersandar, panggil aku, aku akan jadi tempat untuk dirimu bersandar. Keluarkan semua kesedihanmu. Agar bebanmu hilang,” kata Chen sambil mengelus rambutku. Lagi.
****
Dan yaaah, sebulan sudah aku dekat dengan Chen, kami berkirim pesan dan kami saling berbagi cerita. Bayangan KyungSoo lama-kelamaan menghilang. Apa aku jatuh cinta? Pada Chen?

•Chen POV•
Sebulan sudah aku dekat dengannya. So Eun. Entah mengapa, keinginanku untuk mendapatkan Sae Mi terkikis. Semudah itu kah So Eun mengalihkan duniaku? Apalagi sejak kejadian saat itu.

#Flashback#
Saat itu aku berjalan, menikmati dunia sambil memikirkan pujaan hatiku, Sae Mi. Tapi tiba-tiba mataku menghianati pikiranku, seketika pula pikiranku mengikuti jejak penghianatnya. Kulihat So Eun melamun. Dia berjalan dan terus berjalan ke tempat yang ramai. Aku legah, dia tidak menyendiri lagi.

Tapi aku merasa aneh, kemana arahnya? Ke jalan raya?! Ia sudah berada di tengah. Sebentar lagi mobil menyapa tubuhnya. Aku berlari kearahnya, tak ada lagi Sae Mi di pikiranku. Hanya keselamatan So Eun. Aku menjatuhkan ia dalam pelukanku, tepat saat itu, mobil mengurungkan niatnya untuk menyapa So Eun.
“Ah, Ottoke? Hiks.. Pabbo.Pabbo. Hiks..” tangisamnya pecah lagi. “Gwenchana So Eun-aah, aku disini,”
#Flashback Off#

Senyuman terukir dibibirku saat ini. Rasa kasihanku padanya tiba-tiba berubah menjadi perasaan khawatir. Kupikir aku suka padanya. Molla.
Mendadak terbesit ide dalam otakku. Bagaimana aku ajak So Eun jalan? Untuk sekedar menghiburnya? Atau ini hanya alasanku untuk mengobati rasa rindu?

Ia menyetujuinya, kujemput ia dirumahnya. “So Eun-aah, kau didalam?” kataku sambil mengetuk pintu rumahnya. “Ne Chen Oppa, aku keluar,” ah suara itu. Ia berlari ke arahku “Oppa, mian-arrghh,” ia terjatuh di pelukanku lagi.
Jarak wajah kami sungguh dekat. Aku mendekatkan wajahku lebih dekat lagi. Mengikis jarak diantara kami. “Hati-hati So Eun-aah,” bisikku di telinganya. Kulihat wajah merahnya. Molla. Jantungku saja hampir meloncat tadi.

Aku mengajaknya ke taman. Kami mengobrol, bermain-main, seperti layaknya orang yang sedang kencan. Sampai akhirnya kami lelah. Kami duduk di kursi taman sambil makan es krim. “So Eun-aah, bisa kau lihat orang yang sedang kencan itu? Kupikir mereka berhasil menyatukan cintanya,” kataku sambil menunjuk orang yang sedang kencan disekitar kami.”Ani, kau salah Oppa. Cinta yang berhasil mempersatukan mereka,” kata So Eun sambil tersenyum. “Apakah itu terjadi pada kita?” So Eun menatapku kaget.

•Park So Eun POV•
Aku kaget menatapnya. Dia sedang apa? “Wae Oppa?” kataku. “So Eun-aah, huharap cinta bisa mempersatukan kita. Aku tak tau apa yang terjadi, tetapi mendadak kau menggantikan posisi Sae Mi dihatiku,” dia menyatakan perasaannya pada ku? Benarkah? “So Eun-aah, bisakah kita meresmikan keberhasilan usaha cinta?” aku terdiam.
Lama-lama air mataku mengalir bahagia. “Ne, Oppa. Kuharap kita bisa hari ini,” dia langsung menarikku dalam pelukannya. Dia mendekatkan wajahnya kearahku, ciuman lembut berhasil kurasakan. Nyaman.

Kami pulang dengan kebahagian. “Gomawo, So Eun-aah. Kau berhasil membuatku bahagia hari ini, saranghae,” katanya sambil memegang kedua tanganku. “Ne Oppa, gomawo. Nado saranghae,” jawabku sambil tersenyum ke arahnya.

6 Bulan sudah hubungan ini berjalan. Hari-hari sungguh indah. Kujalani dengan senyuman. Dia rela melakukan apapun demiku. Gomawo. Saranghae Chen Oppa. Tiba-tiba teleponku berbunyi. Sae Mi-yaa? Dia mengirimku sms, mengajakku makan malam. Tentu saja aku senang, sudah lama kami tak bertemu.
Kebetulan aku ada janji dengan Chen Oppa, akan kubatalkan demi sahabatku. Aku pun berangkat menuju tempat tujuan.
*****
Chen Oppa? Kenapa dia disini? “So Eun-aah, disini,” kata Sae Mi menyadarkanku dari lamunan ini. “Chen Oppa?” sapaku, “Eoh? So Eun-aah?” Sae Mi bingung melihat kami. “Sejak kapan kalian akrab seperti itu?” tanyanya. “Eoh, mianne Sae Mi-yaa, kami akan menceritakannya hari ini,” kata Chen Oppa sambil menatapku.
“Kami sudah menjalin hubungan kurang lebih 6 bulan, kami bertemu dan kami jatuh cinta. Kurang lebih seperti itu,” kata Chen Oppa. Wae? Mata Sae Mi berkaca-kaca?
“WAE??!! Disaat aku mulai menyukaimu kau menyukai sahabatku? So Eun-aah, katakan ini tidak benar!!”
Sae Mi berlari, aku mengejarnya, Chen mengejarku. Mendadak, mobil menyapa tubuhku. Aku sudah berlumuran darah.
Bisa kurasakan Chen sudah memelukku yang berlumuran darah sekarang. “SO EUN-AAH!! WAE?!” ia menangis. “Mi-mianne Chen Op-Oppa,” air mataku keluar. Ia menciumku dengan lembut, melumatnya dengan penuh perasaan. “Saranghae So Eun-aah,” katanya. “Nado, saranghae,”Dia yang terakhir.Gelap

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s