[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Sweet Idiot

d8e95a8b8d3202c6a0c06a1bcca9c6df

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Sweet Idiot – Rnovash
Cast : Kim Jong Dae(Chen) , Kim Min Seok(Xiumin) and Kim Hyo Yeon as You.
Genre : Romance
Rating : PG-17
.
.


Kenapa Chen berubah? Ia bukan lagi Chen yang selalu membuat Hyoyeon tersenyum, tertawa lepas, menghibur Hyoyeon dengan tingkah idiotnya. Sejak perpisahan SMA, mereka jarang sekali berinteraksi langsung. Kadang, Chen tersenyum saat berpapasan dengan Hyoyeon. Namun, 2 hari ini ia terlihat berbeda. Hyoyeon sempat berfikir ini terjadi karena ia menulis status ‘JongD❤’
.
“Ada apa? Chen lagi huh?” tanya Xiumin, sahabat Hyoyeon dan juga Chen.
“Ya begitulah, dia berubah dalam dua hari ini.” tutur Hyoyeon sedih.
“Sudahlah, kau jangan selalu bersedih. Nanti kita jalan² saja ne?” ajak Xiumin melalui ponsel.
“Baiklah, kau masih ingat rumahku kan?” Xiumin menjawab ya.
.
.
Benar saja, saat jam yang sudah ditentukan, Xiumin muncul dengan motornya. Hyoyeon akan me-refresh memory-nya yang penuh dengan nama Chen.

“Ffuh, ini lebih baik.” gumam Hyoyeon mendongakan kepalanya dan memejamkan mata.
“Kau tau kenapa Chen berubah drastis?” pertanyaan Xiumin membuat Hyoyeon melotot. Xiumin pasti mengerti maksud tatapan itu.
“Sebenarnya, itu karena-”
Drrrtt.
Brak! Hyoyeon kesal sekali setelah mendengar suara ponsel Xiumin. Xiumin hanya tersenyum kecil. Tak lama, Xiumin kembali dan menyeret Hyoyeon menuju parkiran.
“Kenapa? Apa ada masalah? Otakku belum kosong oleh memory Chen!” bentak Hyoyeon menepis tangan Xiumin.
“Kau mau kuantar ke rumah atau kutinggalkan disini?”
Tatapan Xiumin membuat Hyoyeon menggeleng. Hyoyeon memajukan bibirnya kesal. Hyoyeon mau bertanya kenapa Xiumin bgitu cepat berangkat, namun ia urungkan takut jika Xiumin akan marah.
.
Xiumin mengarahkan motornya ke perumahan Hyoyeon. Namun, ia malah melewati gang yang seharusnya dituju. Hyoyeon mendelik kaget.
“Hai Hyera!” suara Xiumin membuat Hyoyeon menatap yeoja yang disapa Xiumin.
“Kau melewati gang rumahku hanya untuk menyapanya? Ck!” desis Hyoyeon kesal.
“Diamlah, kau ini sedih namun cerewet sekali.” gerutu Xiumin. Hyoyeon hanya menghembuskan nafas kesal.

Mereka sampai di sebuah lapangan luas dan kosong. Terlihatlah seorang namja yang duduk diatas motornya dengab topi-masker menutupi area wajahnya. Matanya menatap tajam ke arah layar ponsel dalam genggamannya.

“Chen?!” Hyoyeon buru-buru berbalik badan karena refleks memanggil Chen.
“Ya, kenapa kau membalik badanmu eoh?” tanya Xiumin melirik wajah Hyoyeon.
“Diamlah!” lirih Hyoyeon.
Drap.. Drap..

“Hyo.. Yeon?” lirihan kata itu amat dikenali Hyoyeon. Kakinya bergerak berbalik, berusaha menatap namja itu.
“I-Iya?” Hyoyeon tengah memaki dirinya sendiri karena terlihat begitu kaku di hadapan Chen.

Tiba-tiba saja Chen meraih punggung tangan Hyoyeon.
“Kau marah, ya?” tanya Chen gugup.
“Tidak,” sahut Hyoyeon.

Sret.
Chen dengan kilat menarik Hyoyeon dalam pelukannya. Ini adalah pertama kalinya Chen memeluk pacarnya. Maksudnya, Chen pernah berkali-kali berpacaran namun ia belum pernah melakukan kontak fisik ataupun melakukan kontak chat. Hyoyeon mengenal Chen saat mereka bertemu di sebuah lapangan basket. Yup, disinilah mereka bertemu sebagai musuh dalam permainan basket.

“Kau tau kenapa aku mengacuhkanmu?” tanya Chen masih mendekap Hyoyeon.
“Tentu saja tidak,” desis Hyoyeon dengan nada protes.
“Itu karena statusmu yang berlebihan, aku tak suka kau mengumbar kisah cinta.” jelas Chen.
“Ah, maaf kalau begitu. Kau tak pernah cerita.” sesal Hyoyeon.
“Kemarilah, aku tunjukkan kau sesuatu.” Chen dengan sigap menarik Hyoyeon menuju suatu tempat.
.
Hyoyeon diminta untuk memejamkan matanya. Hyoyeon selalu mendambakan namja sepertinya ada di kehidupannya. Dan sekarang, itu terwujud.

“Buka matamu!” perintah Chen. Hyoyeon mengerjapkan matanya sesaat, sebelum ia mempercayai apa yang ada di depannya.

Sebuah boneka teddy bear! Hyoyeon memang suka mengoleksi boneka beruang. Ia pernah menceritakannya pada Chen dan Chen berjanji akan membelikannya.

“Kau masih ingat permintaanku 5 tahun yang lalu?” tanya Hyoyeon kagum.
“Aku mencatatnya,” Hyoyeon melirik Chen aneh. “Di dalam memoryku, itulah kenapa aku tidak pernah mau me-refresh memoryku.” kata-kata Chen mengingatkan Hyoyeon. Ia melirik Xiumin yang tengah cekikikan. Oh, jadi ternyata dia dalang daru semua ini batin Hyoyeon.

“Ini untukku?” Hyoyeon mendekati boneka besar itu.
“Yeap,” sahut Chen.
Hyoyeon meraba bulu teddy bear itu, hal pertama yang ia lakukan tiap kali menerima boneka. Sreg, sebuah benda bulat muncul di balik telinga bear itu. Cincin!?
Hyoyeon menoleh ke belakang, ternyata Chen sudah berdiri tegak disana. Sedetik kemudian Hyoyeon mengalihkan pandangannya dari Chen.

“Aku mau kita bersama, selamanya.” bisik Chen di telinga Hyoyeon.
“Aku masih terlalu muda untuk ini,” Hyoyeon memberanikan diri membalik badannya.
Cup~
Mendaratlah kecupan singkat dari namja bernama Kim Jong Dae itu yang dikenal dengan sikap idiotnya. Hyoyeon melotot kaget.

“Kau ini, terima saja ini sebagai hadiah aniversary kita yang ke 3 tahun.” ujar Chen memasangkan cincin ke jemari Hyoyeon.
“Ah, iya kau benar.” cengir Hyoyeon.
“APA?! ANNIVERSARY?!” Chen tertawa. Dia memperlihatkan tanggal jadi mereka yang bertepatan di tanggal 22 Agustus.
“Astaga, aku lupa.” Hyoyeon menutup wajahnya malu.
“Tak apa, kau menerima hadiahku, aku sudah bahagia.” Chen memeluk Hyoyeon. Hyoyeon membalas pelukan Chen yang merupakan bagian dari hadiah anniv ke tiga tahun mereka.

“Aku tak mengira kita bisa selama ini,” ujar Hyoyeon menatap langit senja.
“Yeah, dan kau masih saja pendek seperti dulu.” tawa Chen meledak.
“YA! CHENNIE!”

THE END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s