[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Memory of You

myhome_22

[CHEN PROJECT BIRTHDAY]Memory Of You-Lalaa09_

Main Cast: Kim Jong Dae[EXO’s CHEN], Lee Hyo Jae[OC]
Genre: Sad Ending

Jongdae menghentikan langkahnya setiba di atas gedung.Dia juga ngelepas genggaman tanganku.Aku menoleh menatapnya.

“Ada apa?”Tanyaku cemas.Aku tau,sejak diajak aku pergi dari kampus buat ke gedung sekolah pas kita SMA dulu,dia gak lagi ‘baik-baik aja’

Jongdae menoleh lalu menghadapkan tubuhnya kehadapanku.Dia menatapku lama lalu tersenyum sinis.

“Ki-ta pu-tus” dua kata yang sukses bikin aku terpengarah.
“M-mwo? Putus? Kamu becanda deh. Gak ka-”
“I’m not love you again”potong Jongdae. Rasanya seperti sebuah tamparan keras.”kamu gak pantas buat aku milikin,hyo jae”lanjut jongdae dalam hati.Aku masih diam walau sekarang mataku terasa berawan.
“Detik ini,aku bukan siapa-siapa bagi kamu dan kamu,jangan pernah temui aku lagi. kita putus.”Ucap Jongdae tegas.

Dia menatapku yang mulai menangis lalu berbalik dan beranjak pergi.Sampai Jongdae menuruni tangga ke bawah,aku masih diam dan akhirnya jatuh terduduk.

“Dae-ah…” Lirihku.

Semua kenangan selama tiga tahun aku bersamanya seolah berputar-putar dalam lingkup ingatanku.Kata-kata manisnya.Semuajelas.I hate you!
***

Jongdae berbaring di ranjang Rumah Sakit.Disampingnya,ada Mama Kim yang berdiri sambil memegangi tangannya.Jongdae tersenyum miris.Wajahnya pucat sekali.

“Eomma, Mianhe.aku nakal tadi kabur. Tapi,aku gak pa-pa kok eomma”ucapnya bermaksud menenangkan. Wanita paruh baya itu mengangguk sambil mencoba tersenyum.
“Eomma tau kamu selalu gak pa-pa nak. Kamu anak mama yang paling kuat” Jongdae meringis kecil lalu melepas selang oxygen yang menutup ilubang hidungnya.
“Eomma,kapan operasi aku di mulai?” Tanyanya seperti sudah tak tahan menahan sakitnya.

Namanya Kim Jong Dae.Dia namja mengidap Tumor otak stadium lanjut. Penyakit yang menggerogotinya dua tahun belakangan ini. Tak ada yang tahu bahkan teman dan pacarnya. Hanya orang tua dan kakaknya,Kim Jong Deok. Jongdae di kenal tak mau di kasihani. Siapapun termasuk pacarnya,Lee Hyo Jae.

“Besok pagi operasi kamu di mulai. Appa sedang dalam perjalanan. Kakakmu pun baru akan kemari”jawab Mama Kim dengan mata berkaca-kaca.Sungguh kali ini ia tak kuat lagi.
“gwenchana eomma,jangan menangis kumohon”ucap Jongdae seolah dapat membaca kegelisahan eommanya.Sang mama hanya tersenyum lalu mengecup kening Jongdae.
“Kamu harus berhasil nak”
***

Ku menatap nanar bingkai photoku bersama Jongdae di sana.Ini udah lewat tiga hari sejak putus bersama orang yang aku sayang.Selama itu aku gak ngampus.Handphoneku,aku non-aktif-kan.Aku cuma mau nurut kata-kata Jongdae walau itu susah.Nanti malam, tepat ulang tahun Jongdae yang ke24-tahun.Lagi-lagi airmataku jatuh mengingat tahun lalu Jongdae mengajakku dinner bareng pas ultahnya walau akhirnya kita pulang cepat gara-gara dia sakit.Pucat.

“Aku gak bisa Dae-ah.Aku gak bisa nurutin kemauan kamu.Gak bisa…”

Harusnya aku dapat Oscar karna nangis-nangis mulu tiga hari ini.Ngedekem di apart aku dan bodo amat sama temen-temenku yang datang ngetokin pintu apart.aku cuma pengen nangis.

“Kamu besok ulang tahun ya?Biasanya aku suka buatin kamu brownies kukus Dae-ah”kataku bergumam.

Tunggu.Kenapa gak aku buatin saja ya? Biar kata mantan, gak ada salahnya kan jadi temen?
Urusan nanti kalo ternyata aku sakit hati pas dateng ke rumah Jongdae, dia lagi sama gebetan barunya.

“Iya, gak ada salahnya”aku memantapkan hatiku lalu beranjak dari kamar menuju dapur.
Besok pagi,aku bisa antar brownies ini ke rumah Jongdae.
***

Aku turun dari taxi sambil membawa kotak berisi brownies kukus buatanku. Padahal udah putus tapi tetep aja, aku deg-degan kesininya.

“Hhh… Tahan,aku gak boleh nervous.Gak boleh! hyo jae,hwaiting!”Batin diriku tegas.Aku mengambil nafas sebanyak yang aku bisa lalu menghembuskannya perlahan.Langkahku mulai beradu lagi dengan aspal.Memasuki pekarangan rumah Jongdae hingga sampai di terasnya.Aku menghela nafas sebelum akhirnya memencet bel.

TING NONG..

“Iya sebentar…”Sahutan seorang pria.Dari suaranya aku tau itu Jongdeok oppa,kakaknya jongdae.
“Cari sia- Hyo jae???”Jongdeok oppa menatapku kaget.Aku nyoba senyum seramah mungkin.
“Annyeong oppa,Jongdaenya ada?Aku mau kasih ini”ucapku seraya menyodorkan kotak segiempat di tanganku.Jongdeok oppa mengernyit lalu menatapku heran.
“Kamu ngelindur ya? Kok nyariin Jongdae”kata Jongdeok oppa dengan nada sumbang.

Balik aku yang mengernyit heran.Aku gak salah rumahkan?Masih rumah Jongdae kan?

“Aniyo oppa,Oppa kok tanyanya gitu?Hari inikan hari ulang tahunnya. Aku kesini mau kasih brownies kesukaannya ini kak”kataku memperjelas.Jongdeok oppa menatapku tajam lalu menghela nafas.
“Kamu belum tau apapun tentang Jongdae?Apapun?”tanya Jongdeok semakin bikin aku penasaran.
“Oppa, ada apa? wae wae?kim jongdae,gwenchanayo?ya!oppa jawab”tanyaku takut.
Jongdeok oppa menghela nafas lalu menarik tanganku menuju garasi motornya.
“aku akan kasih tahu,naiklah”
***

Aku terpaku pada sebuah nisan. Namanya…Namanya…
“oppa, ini apa? Maksud oppa apa?”Aku menoleh menatap Jongdeok oppa. Kantung plastik berisi kotak brownies yang aku bawa jatuh di sisi kanan makam. Jongdeok oppa memegang pundakku pelan.

“Jongdae udah tenang,jae-ah.Dia udah bahagia disa-”
“ENGGA!oppa bohong!Tiga hari lalu aku baru saja ketemu dia dan dia minta putus.Dia sehat-sehat aja.Dia gak sakit dan terpenting dia gak luka sama sekali. Oppa pasti bohong.Oppa pasti sengaja kan sama Jongdae buat ngerjain aku pas hari ulang tahun dia dengan cara kaya gini?Biar aku nangis?Biar aku sedih? Iya kan?Oppa jawab!”bentakku.Tanganku mengayun-ayunkan tangan Jongdeok agar dia menjawab kalo ini bohong.
“hyo jae, tenang. Kamu tenanglah dulu. Kamu harus ikhlas.Ini kenyataan hyo jae. Jongdae meninggal dua hari lalu karna operasinya gagal”jawab Jongdeok oppa seraya mencengkram pundakku.
“O-operasi…”
“Tumor otak stadium lanjut.Operasi Jongdae gagal hari itu.Tumornya menyebar.Dokter angkat tangan saat denyut jantung Jongdae menghilang meski dokter sudah mencoba memulihkan jantungnya tapi Tuhan punya rencana lain,hyo jae.Jongdae udah gak ada.Dia udah di rumah barunya.” Penjelasan Jongdeok oppa membuat kepalaku terasa pening.Lalu,bayangan tiga hari lalu,bayangan ulang tahun Jongdae tahun lalu,bayangan ketika mereka makan malam bersama Jongdae pucat. Semua datang silih berganti.
“Hyo jae-ah, gwenchanayo?”Jongdeok menatapku cemas.Aku seperti kaya orang limbung.
“Dae-ah…”
“Hyo jae??”
“Dae-”
“(Bruk) Hyo Jae…”
***
satu tahun kemudian..

“Dae-ah,Happy 42 month failed anniversarry”ku berucap lalu meniup lilin berangka 42 diatas kue brownies kukus favorit Jongdae.Tebak aku dimana? Makam? Salah besar!
aku ada di…Atap gedung sekolah sore ini.
“Semoga kamu makin tampan ya disana. Makin setia nungguin aku.Terus di samping aku buat jagain aku.Aku tau kok bidadari-bidadari Surga itu cantik-cantik tapi, kamu selalu bilang ‘you’re my angel’ ke aku jadi nya yaah,aku gak kalah cantik kan?Hehe becanda jagi” ucapku dengan tawa sumbang sambil bersila di depan kue browniesku.
Sunset hari ini kayaknya bakal cantik.”Oh ya Dae-ah,doain ya,besok aku sidang.Duh.. Aku deg-degan banget. Takut deh.Kamu curang sih sekarang udah gak kuliah lagi”kataku dengan wajah cemberut.
“Dae-ah,di kampus aku ada namja rese deh yang sering banget gangguin aku. Ngejailin aku.Bete ahh!Gak tau kali kalo aku udah punya pacar.Pas aku bilang aku udah punya pacar dia malah ketawa, aneh kan?”Lagi-lagi aku bicara sendiri.
“Dae-ah, ya!kok gak di jawab sih?Apa kamu lagi sibuk ya?” Hening.
Aku tertawa sumbang sambil menitihkan airmataku.
“Iya-iya aku tau, kamu pasti sibuk banget. Dae-ah, liat deh! Mataharinya bagus banget!”
Aku menatap matahari yang tinggal setengah itu.Indah.Cepat-cepat aku merogoh tas aku lalu mengambil kertas dan pulpen.Aku menulis beberapa lembar kalimat lalu menggulungnya.Aku merogoh balon yang masih kempes lalu meniupnya.Kaya anak TK deh,kemana-mana bawa balon sama benang.
“Dae-ah,semoga sampai sama kamu ya..” Perlahan,aku melepas balon yang ujung benangnya aku sematkan kertas tadi. Aku berdiri.Tersenyum tipis lalu mengambil tas milikku untuk pulang.

Selamat hari jadi ke 42,Kim Jong Dae. Kamu sudah dengarkan harapanku untukmu? Sekarang dengarkan
harapan untuk ku ya dan kamu wajib
mengamini. Semoga aku lulus dengan nilai IP yang baik. Semoga aku gak cepet gila karna kamu. Semoga aku selalu bahagia dan semoga,aku ikhlas melepas kamu. Dae-ah, ini terakhir kalinya aku datang kesini. Tak ada lagi besok atau lusa.Bantu aku ya? Aku juga bantu kamu biar bahagia di sana. Kamu benar, aku kamu selesai.Tapi, kamu tetap wajib jagain aku. Haha.. Annyeong my angel. Salam cium buat kamu. Ingat ya, wajib mengamini! Daaaaaaah….

Itu kalimat singkat yang ku tulis untuk Jongdae.Aku menuruni tangga sekolah lalu berjalan kecil menuju gerbang.Aku tersenyum menyapa satpam sekolah lalu memasuki mobilku.

Life must go on!

Bener, hidup terus maju dan aku gak boleh ketinggalan sama yang lain.Aku gak boleh masih ngejar pintu sementara orang udah buka pintu.Aku, Lee Hyo Jae gak boleh terpuruk lagi. Jongdae memang sudah gak ada tapi kaya kata setiap orang kalo orang yang sudah gak ada itu selalu ada di hati kita.Aku percaya makanya aku mau berdiri.Mau bangkit dan kembali ke hidupku.Aku gak boleh kalah sama hidup.Aku bisa.Karna life must go on!

“(Tiiiiiiiiiin) aduh”aku mengerem mendadak.

Sial.Cowok gila mana yang nyebrang gak liat-liat?

“Ya!!kalo mau mati jangan disini!” Kataku lalu beranjak turun dan bertolak pinggang.Namja di hadapanku ini membuka headsetnya lalu menatapku santai.
“Heol,kamu yang nyetir liat-liat. Gak punya SIM ya,nyetir sembarangan banget!”Katanya yang langsung mendekatiku.Dia melepas kacamatanya dan saat itu juga aku lemas.Aku kaya terasing di sebuah ruang gelap.Ocehan-ocehan namja tadi gak aku denger lagi.
“Heh,budeg hah?”Hardiknya kesal.Aku menoleh menatapnya.Mataku berkaca-kacalagi.Kepalaku pening.
“Dae-ah… (Bruk)”
“Mampus!Heh bangun ya! jangan pingsan disini!”

Selesai^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s