[CHEN BIRTHDAY PROJECT] I Am Here

myhome

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]

[I am Here] by: baerene

Cast:
-Chen EXO
-Suho EXO
-Yeri Red Velvet
-Leeteuk SUJU (ayah)
-CL 2NE1 (ibu)

Genre: Sad
Rating: PG12
Lenght: Oneshoot

‘Mati, itu lebih baik bukan?’

—————————

Aku Kim Jongdae. Tetapi mereka semua biasa memanggilku Chen, aku juga tidak tau apa maksud mereka semua memanggilku Chen.
Aku memiliki seorang adik laki-laki dan adik perempuan.

Adik laki-lakiku bernama Kim Junmyeon. Lebih muda 2 tahun dariku. Dia tampan,putih,tinggi. Wajahnya bersih, dan selalu terlihat bersinar. Jika tersenyum, senyumnya sangatlah damai bagaikan malaikat. Aku iri padanya. Bukannya aku tak tampan, tetapi aku tak sesempurna dia. Aku hitam,pendek,dan senyumku tak seindah senyumnya.

Junmyeon juga pandai, bahkan minggu depan ia akan pergi ke Australia karena ia terpilih untuk mengikuti pertukaran pelajar antar negara. Aku tidak seperti dia, nilai rata-rataku 7. Memang sudah cukup untuk naik kelas atau apapun. Tetapi aku selalu ingin seperti Junmyeon, bisa pergi meninggalkan rumah ini.
Lalu adik perempuanku, Kim Yeri. Lebih muda 3 tahun dariku dan 1 tahun dari Junmyeon. Ia cantik,putih,tinggi,dan pandai. Rata-rata nilainya adalah 9,5. Hebat!

Ia juga menjadi model tetap disalah satu merek make up terkenal korea, Etude. Hebat menurutku, diusianya yang masih 17 tahun ia bisa sesukses itu. Aku sangat iri.

Sungguh, aku ingin menjadi salah satu dari mereka. Tampan/cantik, tinggi, putih dan yang pasti pandai.

Aku ingin seperti mereka yang setiap paginya selalu mendapat kecupan manis dari ayah dan ibu dikedua pipi mereka, diajak berlibur ayah dan ibu, dimasakkan makanan kesukaan mereka oleh ibu, dibelanjakan baju dan barang-barang baru oleh ayah, mendapat uang saku tambahan oleh ayah dan ibu jika mendapat peringkat satu, didampingi oleh ayah atau ibu saat pengambilan raport, dan lainnya. Terutama kasih sayang ayah dan ibu.

“Ayah,ibu. Aku berangkat dulu yaa” Teriak Yerin dihadapan meja makan pagi itu.

“Baiklah cantikk” Ayah mencubit pipi Yerin tak lupa mencium kedua pipi dan keningnya. Ibu melakukan hal yang sama pada Yerin.

“Aku berangkat” Ujarku pelan.

“Ya,” Ayah dan ibu berbicara dingin padaku.

Aku pergi berlalu. Menahan sesak didadaku, sakit.

Air mataku hampir jatuh, seperti biasa selalu kutahan.

Hari ini aku hanya berangkat bersama Yerin. Junmyeon sedang dikarantina.

Yerin terlihat beda, ia tidak ceria seperti biasanya.

Oh aku ingat! Itu karena hanya ada aku disampingnya, tidak ada Junmyeon. Aku paham.
————————————-
Aku membuka mataku pelan, tetapi gagal. Mataku sangat sakit. Aku mencoba beranjak dari ranjang dengan mata masih tertutup menuju kamar mandi.

Aku menyiramkan sedikit air dimataku agar bisa terbuka. Mataku tak lengket lagi meskipun hanya dapat terbuka sedikit. Dapat kulihat dikaca, mataku membengkak dan merah dan rasanya sangat sakit.
Aku keluar dari kamar mandi dengan mata tertutup.

Tapi lama-lama mataku terasa sakit sampai ke kepala dan keningku.

Brukk!

Aku terjatuh dilantai.
“Oppa! Oppa! Kau baik-baik saja? Oppa!!” Dapat kudengar suara Yerin yang terdengar sayu ditelingaku.

——————————–
Aku mencoba membuka mataku, meskipun masih belum bisa melebar dapat kulihat wajah kecemasan dari anggota-anggota keluargaku. Baru kali ini, mereka menatapku cemas.

“Kau sudah sadar? Kepalamu masih sakit?” Tanya ibu cemas.

“Kata dokter matamu infeksi dibagian pelupuk. Apa kau sering menangis?” Ayah tak kalah cemas.

“Sepertinya hyung tidak pernah menangis” Ternyata Junmyeon datang ke sini.

“Iya. Oppa apa kau ada masalah?” Yerin pun khawatir.

Aku terdiam. Lagi-lagi aku menahan air mataku dan ini jugalah yang membuat mataku infeksi.

“Apa aku harus sakit dan menderita dulu agar aku bisa melihat wajah cemas kalian yang kalian tujukan padaku? Apa mataku harus infeksi dulu agar kalian peduli dan memandangku? apa aku harus seperti ini dulu agar aku dapat merasakan sayang dari kalian!?!?”

“Kalo begitu lebih baik tuhan ambil mataku saja agar aku dapat merasakan adanya keluarga dihidupku ini”

“Aku tidak bisa tampan seperti Junmyeon! Aku tidak bisa tinggi seperti adik-adikku! Aku tidak bisa pintar seperti mereka! Tapi kalian yang menciptakan hidupku! Aku ada disini! Selalu ada disekitar kalian! Tapi kalian seperti tak pernah memandangku!” Kali ini aku menangis.

Ayah dan ibuku hanya berdiam diri ditempatnya sekarang.

Begitu juga dengan Junmyeon dan Yerin.
Mataku bertambah sakit, sangat sakit.

Setelah itu aku tak memandang apa-apa lagi, gelap.
Saat kubuka mataku lagi. Aku ada ditempat sunyi, bersih, damai, dan terang.
Dari tempat ini aku dapat melihat tangis kekecewaan dari ‘keluarga’ku itu.

END

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s