[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Honey Pancake — 3rd WINNER

myhome_27

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] HONEY PANCAKES – Leavendouxr

Scriptwriter Leavendouxr

Cast(s): EXO’s Kim Jongdae, Kell (OC), Genre: Romance, AU, Rated: T, Duration: Ficlet (440w), Disclaimer: The casts belong to God. And the plot is mine. Note: Barangkali Jongdae akan sangat sangat keluar dari karakternya /dor

.

.

“Aku tidak akan bertanya padamu kenapa kau mengawasiku disini. Tapi kau harus mau mencoba panekuk buatanku.”

Enjoy!

.

.

.

.

.

Kell mengaduk perlahan madu dalam toples yang digenggamnya. Ujung jarinya mengusap sedikit cairan kental itu, kemudian membawanya masuk kedalam rongga mulut. Rasa manis menjalari indera pengecapnya, membuatnya berjengit dengan senyum terkembang.

Dari seberang meja dapur, Kell mengintip lewat ekor matanya. Kim Jongdae masih berdiri disana―mengawasinya memasak panekuk, yang sebenarnya cukup jarang dilakukan oleh Jongdae. Pria dewasa itu mungkin lebih suka mengurung dirinya dengan lembaran kertas dari map-map yang hampir membusuk diatas meja kerjanya.

“Mau mencoba madunya?” Kell memberi tawaran. Ia menoleh, tetap memeluk toples sambil mengaduknya. Ditatapnya wajah Jongdae yang hampir tidak pernah mengubah ekspresi, menyelami iris kelam yang menjeratnya.

“Aku tidak suka manis.”

Kell tahu itu. Dia sangat mengerti apa yang disukai Jongdae, apa pula yang dibencinya. Manis adalah sesuatu yang tidak disukai Jongdae. Sejak lama.

“Aku tidak akan bertanya padamu kenapa kau mengawasiku disini. Tapi kau harus mau mencoba panekuk buatanku.”

Dengan telaten, Kell mulai membalurkan madunya keatas tumpukan panekuk yang baru disusunnya diatas piring saji. Menambahkan sedikit potongan stroberi, kemudian menyalipkan dua lembar daun mint―aksesoris tambahan yang disukainya, karena Jongdae juga memiliki aroma mint.

Selesai dengan masakannya, Kell menarik sebuah garpu dari rak, membawanya mendekat pada Jongdae yang bersandar di dekat wastafel. Jongdae memandang dingin, “Tidak.”

“Apa salahnya mencoba? Kau sudah disini bahkan sejak aku membuat adonan. Kau akan jadi yang pertama mencicipinya.”

“Sudah kubilang, aku tidak suka manis.”

“Semua makanan yang manis, berasal dari dapur. Kau harus menerima konsekuensinya karena berada disini.” Kell memotong perlahan tumpukan panekuknya, menusuk lembarannya dan menyodorkannya pada Jongdae.

Pria dewasa itu sedikit menjauh, namun Kell mencekal penggelangan tangannya perlahan dengan satu tangan yang bebas. Cahaya matanya meredup, terganti senyum hangat, “Kau telah mengalami segala hal yang pahit. Jangan biarkan lidahmu mengecap rasa yang sama juga. Cobalah.”

Jongdae memandang lama kilat harapan dalam iris selembut beledu itu, merasakan getaran mengusik dadanya sebelum kepalanya mendekat. Ketika potongan panekuk berlumur madu itu memenuhi mulutnya, Jongdae langsung memejamkan mata. Rasa manis lumer dalam mulutnya.

Baru kali ini ia benar-benar bisa mengecap rasa manis itu lagi.

Kell mengusap sudut bibir Jongdae, dimana cairan kekuningan itu merembes keluar.

“Kau makan seperti anak kecil.”

Jongdae menahan pergelangan tangan mungil di hadapannya, jemarinya merambat hingga ibu jari Kell yang dipenuhi cairan madu dari bibirnya.

Kell merasakan sesuatu yang hangat menyelubungi ibu jarinya. Matanya terbelalak, tidak percaya ketika kini Jongdae mengulum pelan jarinya, sekali lagi mengecap rasa manis yang tidak kunjung sirna dari lidahnya.

Jongdae mendekat, merendahkan kepalanya, “Terimakasih untuk jadi yang termanis hari ini―dan seterusnya.”

Kell memang tahu betul cara memaniskan hati Jongdae.

-fin.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s