[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Fall For Somebody New

myhome_11

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] -Fall for Somebody New- syifanandacipo
Cast: Luna,Chen,Chanyeol,Xiumin
Genre: Romance.

Aku terjebak pada suasana ini.Pesta ulangtahun sahabatku,tapi aku tak bisa menikmatinya.sekarang aku sedang duduk di pokok ruangan sendirian dan mengamati orang-orang. “Hei Luna, ayo bersenang-senang” ucap lelaki dengan tinggi 178cm itu.

“Tidak Chen,kau saja. Kau kan yang sedang berulang tahun hari ini” jawabku malas.

“Hei ada apa? Kau sedang sakit ya?”Tanya Chen sambil memeriksa dahiku layaknya orang pada umumnya.Wajahnya sangat dekat padaku.Membuat wajahku menjadi kelihatan seperti terkena demam tinggi.

“Tidak-tidak, aku baik-baik saja Chen”Aku menurunkan tangan Chen dan menggengam tangan hangatnya.

“Hanya saja..”ucapku ragu.

“Kenapa?”Tanya Chen sambil melihatku cemas.

“Hmm haha tidak apa-apa.Aku hanya pusing sedikit”Jawabku bohong.

Chen mengusap kepalaku lembut. “Beristirahatlah dikamarku dulu. Nanti kalau pestanya sudah selesai kau akan kubangunkan.”

“Ah tidak usah.Aku pulang saja sekarang”

Aku berdiri dan berjalan menuju pintu.Tapi Chen menghentikan langkahku “Tunggu dulu.Kau yakin pulang sekarang?Tidak mau aku antar?”Ucap Chen menawarkan diri.

“Tidak usah.Lagipula bagaimana dengan pestanya kalau kau pergi?Sudahlah aku bisa sendiri.Jarak apartemen kita tidak terlalu jauh kan?”Kataku memastikan.

Aku mengacak-ngacak rambut hitamnya dan tersenyum kepadanya.”I’ll be okay”

Chen tersenyum kearahku.”Baiklah hati-hati di jalan Luna”

Chen melepas genggamannya,dan aku langsung keluar dari apartemennya.

Diluar aku langsung merasakan udara segar malam hari di kota Seoul.Aku mengambil sepedaku dan mengayuhnya.Tetapi aku tidak ingin kembali ke kamarku,jadi aku memutuskan untuk mampir sebentar ke McD membeli kentang goreng.Tidak ada yang bisa mengalahkan kentang goreng McD.

Setelah itu aku pergi ke rooftop apartemen yang telah aku huni selama setengah tahun ini.Aku memandangi lampu-lampu kota Seoul.Memejamkan mataku lalu mendengar kebisingan.Melihat mobil berlalu lalang.Memang gedung ini tidak terlalu tinggi,tapi masih bisa melihat beberapa gedung di kota Seoul.

Aku termenung dan mengingat hari-hari yang sudah aku lalui di Seoul.Cukup berat awalnya saat aku memutuskan untuk pindah sendiri ke Seoul dan meninggalkan keluargaku di Indonesia.Tapi aku berfikir hei aku hanya memerlukan 1tahun untuk menyelesaikan studiku. Setelah itu aku akan pulang ke Indonesia.Pindah ke Korea aku tidak terlalu mempunyai banyak teman.Hanya beberapa yang aku kenal dari tempat kursus bahasa korea saat aku masih di Indonesia.Teman orang Korea yang aku kenalpun tidak terlalu banyak.Contohnya Chen dan temannya yang lain yang dari grup EXO.Aku tidak terlalu tau mengenai boyband/girlband yang ada di Korea.Perkenalanku dengan Chen juga sangat tidak sengaja.Karena saat aku masih bekerja sebagai kurir pengirim barang di bulan pertama aku tinggal di Korea,aku salah mengirimkan barang seseorang dan mengirimkannya kepada Chen.Dan betapa bodohnya aku,aku malah berdebat dengan Chen bahwa aku telah mengirim barang pada alamat yang benar.Setelah itu aku kapok dengan pekerjaanku dan memutuskan untuk menjadi designer freelance.Dan entah mengapa aku jadi selalu bertemu dengan Chen,yah dikarenakan tempat tinggal kita tidak terlalu jauh.

Tapi setiap aku bertemu dengannya dia selalu mengejekku mengingat kejadian awal kita bertemu.Awalnya aku tidak tau bahwa Chen adalah seorang superstar.Aku baru menyadarinya saat teman sekelasku selalu membawa fotonya.Lagipula aku tau dia dengan nama Kim Jong Dae.

Satu hari entah kenapa dia tiba-tiba mengajakku makan siang bersama di satu restaurant di dekat tempat tinggal kita.Saat itu aku bertanya kepadanya apakah benar dia seorang superstar.Dan dia hanya tertawa saja,katanya dia tidak bisa menahan tawanya karena wajahku yg polos karena aku tidak tahu siapa dia sebenarnya.

“Jadi seharusnya aku memanggilmu apa?Kim Jong Dae?Atau Chen?”

“Terserah kau saja”

“Hah menjadi superstar sangatlah merepotkan. Kalau begitu aku akan memanggilmu Chen saja”

Chen hanya tertawa.”Lalu apa tidak apa-apa aku berteman denganmu?Maksudku kau mempunyai penggemar yang banyak sementara aku hanyalah orang biasa saja”

“Tenang saja Luna.Aku jusru merasa senang karena ada yang memandangku sebagai Kim Jong Dae bukan Chen”

“Hei dengar.Aku memang tidak tau apa bedanya jika kau dipanggil Chen atau Kim Jong Dae.Tapi yang aku tau kau hanya seorang saja.Aku tidak masalah memanggilmu apa.Kau akan tetap menjadi dirimu sendiri.”

Chen tersenyum manis mendengar ucapanku.Dia mengacak-ngacak rambutku masih dengan senyuman manis diwajahnya.”Aku harap kita bisa berteman baik”ucap Chen.

Aku juga dikenalkan dengan teman-temannya di EXO.Cukup lama bagiku untuk mengingat nama mereka dengan benar.Selain dengan Chen aku juga dekat dengan Xiumin.Chen sangat dekat dengannya.

Xiumin lebih tua dariku 6 tahun.Dia sudah aku anggap seperti kakak kandungku sendiri.Aku juga dekat dengan Chanyeol.dan ya aku menyukai Chanyeol.Aku benar-benar menyukainya dan entah kapan perasaan ini muncul.Aku selalu bercerita tentang perasaanku kepada Chen,dan dia malah selalu menggodaku jika aku berada didekat Chanyeol,malah membuat semakin salah tingkah.Aku tipe orang yang selalu ingin mengutarakan perasaanku pada orang yang aku sukai.

Tapi mengingat Chanyeol adalah seorang superstar,aku rasa aku tidak pantas untuknya.Maksudku,masih banyak perempuan idol disana yang lebih cantik dariku.Aku selalu meluapkan perasaanku ini kepada Chen.

“Aaah aku selalu saja begini.Aku sangat senang berada didekatnya.Apalagi kalau kita memasak bersama.Tapi aku selalu lupa bahwa aku bukan yang terbaik untuknya. Rasa sesak ini selalu muncul setiap kali aku mengingat itu.Aku harus bagaimana Chen?”Ucapku sedih dan bersandar di bahu Chen.

“Yaampun Luna,gengsimu ini sungguh sangat besar.Berapa kali aku kukatakan bahwa kita tidak memandangmu rendah.Kau sahabatku”

“Ya tapi..tetap saja”ucapku sedih lagi.

“Sudahlah.Jangan bersedih.Sekalipun kau mengutarakannya kepada Chanyeol dan apapun jawabannya aku selalu ada untukmu”Chen mengusap kepalaku yang masih bersandar dibahunya dengan lembut.Itu akan selalu menenangkanku.

“Terimakasih Jong Dae”Suara ringtone handphoneku membuyarkan lamunanku.Aku langsung mengambil handphone dari tas dan melihat kalo Chen menelfonku.

“Halo”

“Hei! Kau dimana?”Suara Chen diseberang sana terdengar sangat cemas.

“Aku di apartemenku”

“Jangan bohong.Aku ada didepan kamarmu.Sudah berapa kali aku ketuk tidak ada jawaban.”

“Hahaha tenanglah.Aku di rooftop”

“Kau gila ya?Kau tidak melakukan hal aneh kan diatas sana?”

“Naiklah kesini kalo kau tidak percaya”Aku memutuskan telfon dan menahan tawa karena kelakuan Chen.

3 menit kemudian aku melihat Chen dengan wajah yang sangat cemas.

Aku hanya tertawa melihatnya.”Ini tidak lucu Luna.Kau tidak melakukan hal-hal aneh kan?”Tanya Chen memastikan dan ikut duduk disampingku.

“Kalau kau menganggap memakan ice cream dan kentang goreng adalah hal aneh maka iya.”

“Ah jangan bercanda terus”ucap Chen kesal sambil memberantakan rambutku.

“Hahaha tenanglah oppa”

“Kau terlihat lebih lucu saat memanggiku dengam sebutan oppa kau tau?” Goda Chen sambil tertawa.

“Aah aku tidak akan memanggilmu seperi itu”

“Kau bilang kau tadi sakit”Chen memeriksa dahiku lagi.

Aku hanya senyum cengengesan padanya.

“Haa berani-beraninya bohong kepadaku.”Chen menggelitiku sampai aku menangis.

Aku berterimakasih kepadanya karena daritadi yang aku butuhkan hanya meluapkan air mataku.Tangisan yang tadi dikarenakan oleh tawa berubah menjadi tangisan isak.

Chen melihatku bingung.”Hei Luna? Kau kenapa? Aku menyakitimu ya?”Tanya Chen.

Aku hanya menggelengkan kepalaku sambil menggengam kedua tanganku didepan dadaku,karena rasa sesak ini sungguh sangat luar biasa.”Lalu kenapa? Kenapa tiba-tiba menangis?”

Aku hanya terus menangis tanpa menjawab pertanyaan Chen.Chen langsung memelukku dengan erat. Aku menangis dibahunya.Tanganku menggengam erat bajunya.Pelukan Chen selalu menenangkanku,tapi tidak untuk ini

“Ini karena Chanyeol ya?”Mendengar namanya semakin membuatku terisak.Aku menganggukkan kepala.Dia memelukku lebih erat.Perasaan yang sudah disimpan sangat lama dan tidak diutarakan lebih menyakitkan daripada mengetahui fakta bahwa kau telah ditolak.Gengsiku memang sangat besar.Penyesalan memang selalu datang terakhir.

 

 

Pagi ini aku berkumpul dengan EXO,tapi tanpa Chen.Karena kita akan memberikannya surprise. Kita semua berkumpul di rumah Chanyeol. Tapi saat aku datang dengan Xiumin,aku melihatnya sedang bersama gadis lain.Mereka terlihat akrab saat sedang membuat kue untuk Chen.Aku bertanya pada Xiumin siapa gadis itu,dan ternyata ia adalah teman kecil Chanyeol.Melihat mata Chanyeol-pun aku tau bahwa Chanyeol mencintai gadis itu.

Saat itu aku hanya bisa terdiam sampai saat pesta Chen.Ini pesta teman baikku,tapi aku tidak bisa menikmatinya.Dadaku sesak saat mengetahui bahwa yang diajak dansa oleh Chanyeol itu bukan aku.Aku sudah berhenti menangis.Tapi masih saja terisak.Chen masih memelukku.Dia mengusap kepalaku lembut,menepuk pelan punggungku

“Sudahlah.Jangan sedih”

“Chen”ucapku pelan.

“Ya?”

“Aku beruntung memilikimu”Chen melepaskan pelukannya lalu tersenyum manis.

“Aku selalu menyukai senyumanmu.Terimakasih sudah selalu ada untukku”Chen tidak menjawabku dan hanya menunjukkan senyuman manis itu untuk kesekian kalinya.Kedua tangannya berada dipundakku.Wajahnya semakin dekat kearahku.Lalu Chen mencium dahiku.Aku cukup kaget,karena Chen tidak pernah seperti itu kepadaku.

“Tumben”godaku.

“Aku sayang padamu”3 kata yang tiba-tiba dilontarkan oleh Chen.

“Sa-sayang sebagai sahabat?”Tanyaku bingung.Chen tertawa lalu mencubit kedua pipiku.

“Sudahlah, ayo kita kebawah”Chen berdiri dan mengulurkan tangannya.

“Hei kau belum jawab pertanyaanku”aku meraih tangannya lalu Chen menggengam tanganku dan tiba-tiba mencium punggung tanganku.Dia tersenyum kearahku

“Sudahlah, tak perlu kukatakan”.Aku terlalu sibuk untuk mendapatkan hati Chanyeol,padahal ada yg mencintaiku dengan tulus

“Aku sayang padamu juga Kim Jong Dae. Selamat Ulang Tahun”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s